Online
Saat ini ada 116 pengunjung tamu dan 4 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2009

Media Masa/Internet - Keluhan

Layanan Internet Broadband IndosatM2 Mengecewakan

Jumat, 06 Oktober 2006

Bantuan Artikel
Saya, tepatnya kami bertiga (berumur lebih kurang 29 tahun dari kalangan ekonomi menengah) membangun perusahaan kecil atau menengah yang bergerak di bidang penyedia jasa layanan internet di daerah (ISP Lokal). Dengan bermodalkan uang pas-pasan dan utang, kami nekad membangun ISP. Setelah memilih-milih layanan broadband yang akan kami gunakan, akhirnya kami menjatuhkan pilihan ke IndosatM2, yang katanya punya layanan lebih bagus dari yang lainnya.
Pemasangan pun dilakukan ditempat kami, dan berjalan normal selama 1 bulan saja. Di awal bulan ke dua koneksi internet mulai bermasalah. Awalnya kami pikir kesalahan ada di pihak kami, dan kami pun melakukan perbaikan disana sini sampai2 kami membeli sebuah komputer lagi untuk dijadikan server dan diinstall kan program baru didalamnya.

Ternyata hasilnya nihil, koneksi tetap buruk. Kami pun coba lepaskan koneksi ke klien hasilnya tetap lelet. Saya pernah lakukan ping ke DNS IndosatM2, angkanya mencapai 100.000ms lebih, gila koneksi apa ini?!

Kejadian ini terus berlangsung selama berhari-hari walaupun sudah kami beritahukan ke semua pihak IM2. Jawaban yg kami terima kebanyakan tidak logis, dan anehnya mereka mengakui kesalahan itu di pihak mereka, tapi tidak ada satupun tindakan mereka yang mampu mengatasi masalah ini.

Akhirnya setelah satu minggu saya pun marah besar (stress menghadapi keluhan dari para klien), barulah mereka mengirimkan teknisinya untuk melakukan perbaikan. Dan hasilnya? nol besar, koneksi normal hanya bertahan 1 hari saja, besoknya mulai bermasalah lagi.

Kejadian parah ini sudah berlangsung selama 2 minggu terakhir. Sampai hari ini koneksi masih tetap lelet, di pagi hari, siang hari, dan di hari ini saya lakukan ping ke DNS IM2 sebesar 100.000ms bahkan lebih. Sayangnya saya tidak mencetak hasil ping tersebut untuk bisa di jadikan bukti.

Siapa yang dirugikan????

Jelas2 kami yang dirugikan sebagai ISP (yang berada di tengah2, dari bawah kita kena semprot dan mengalami kerugian dari atas gak mau serius menanggapi masalah ini). Mulai dari mendengarkan caci maki klien kami, menurunnya kepercayaan, memberikan restitusi, berkurangnya klien, tidak bisa lagi berjualan. Belum lagi hutang yg harus dicicil, pengembalian modal, dan yang paling dirugikan disini adalah masyarakatnya (pengguna akhir). Bisa kita bayangkan, mereka menggunakan jasa internet dengan membayar, tapi apa yang mereka dapat? Nol besar.

Siapa yang diuntungkan????

Jelas2 IndosatM2nya kan? Mereka gak pernah mau tahu, apakah klien kita baik2 saja, atau peralatan kita baik2 saja, atau internet yg kita jual baik2 saja. Yang penting mereka bayar, kalau tidak tinggal didenda.

"Kalo mereka mau pake produk kita mereka harus bla.bla.bla kalo tidak senang ya gak apa2 masih banyak kok klien IndosatM2 lainnya baek dalam n luar negeri, kalo bapak keluar silakan aja IndosatM2 juga tidak rugi kok" begitulah kata2 teknisinya indosat ke saya waktu di telpon. Bayangkan bila anda ditanggapi dengan jawaban seperti itu, keki tidak????

Pertanyaan saya sebenarnya ke indosatm2 adalah : Apakah anda tahu kami mengalami kerugian besar?. Kalau kami rugi karena IndosatM2 apakah kami bisa menuntut anda atas kerugian yang kami alami.

Atau ada cara yang lebih bijaksana : Apakah IndosatM2 mampu mengatasi masalah yang ada di kami? Kalo mampu kapan sih masalah ini dapat di atasi?

Yang jangan anda katakan ke kami "Keluar saja dari IndosatM2 kalau tidak puas" dengan gampang. Kita akan keluar dari IndosatM2 setelah anda menggantikan kerugian kami setiap harinya, dan mengembalikan uang bulanan kami selama 3 bulan dan mengembalikan uang ini-itu seluruhnya. Baru kami keluar dari IndosatM2. Bagaimana ?

Sekarang terserah IndosatM2 memilih, mau pilih kami keluar tapi ada syaratnya atau pilih untuk mengatasi masalah kami (kapan diselesaikan atau normalnya?).

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak mediakonsumen yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan unek2 ini. Semoga mediakonsumen terus berjaya.


Fachruddinysah, ST
Jl. Chiek Ditiro No 1C
L.Garam - Lhokseumawe
Nanggroe Aceh Darussalam


Artikel lain dalam kategori Media Masa/Internet :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 25 komentar


  1. Benny | Jumat, 06 Oktober 2006

    Sudah menjadi kebiasaan di negeri ini produsen suka menyepelekan konsumennya dengan kata2 "Kalo tidak suka dengan layanan kami silahkan pergi, toh kami tidak akan rugi!!" Lalu siapa yang harus menanggung rugi konsumennya??

  2. Anton Mulyo | Minggu, 08 Oktober 2006

    Yg saya tahu tarif internet di Indonesia adalah tarif paling mahal sedunia. Anehnya harganya paling mahal tapi kecepatannya paling lelet....

  3. Ryan | Selasa, 10 Oktober 2006

    Ya, memang betul. hampir sebulan ini, layanan indosatm2 memang hancur sekali....

    Gw kecewa juga padahal gw dah langganan ke mereka 2 tahun lebih.

  4. papizoel | Rabu, 11 Oktober 2006

    assalmaulaikum,

    sebenarnya untuk layanan internet dari semua yang pernah ada masih mending pake Indosat m2, karena di banding dengan menggunakan telkom yang sering mengalami msalah " pake Speedy"

    memang sich untuk indosat m2 agak terbilang mahal, tetapi dalam kualitas servis masih lebih baik di bandingkan telkom speedy..

    saya setiap hari menggunakan layanan IndosatM2 tapi yang dedicate 512 Kbps, untuk support pelayanan teknis sangat baik, klo ada problem langsung di tangani, walapun blom solve pasti ada konfirmasi lebih lanjut.

    memang sich untuk kualitas, kita ngak bisa dibandingkan dengan luar negeri. tapi untuk masalah servis masih boleh di andalakan " Indosatm2"

  5. Mulya | Rabu, 11 Oktober 2006

    Saya sudah pakai IndosatM2 selama 3 Tahun aman2 aja tuh.. koneksi Cepat, stabil, layanan CSnya baik siap membantu 24 jam... Piss IM2

  6. abraham | Rabu, 11 Oktober 2006

    Syaloom,

    gw pake indosatm2 4 taon (hampir) sejauh ini aman lancar, gwe pake dedicated 512, 1:1 utk drumah ( bukan sombong..tapi mang nurut gwe ga mahal mahal banget kok), tuk servis n teknisi MANTAB, tek-supportnya 24 jam .walo kadang ga diangkat..maplum dah namanya org kerja malem moso iya jam 2-4 subuh melek.? kali aja ktiduran! pokoe kalo mo buka isp , ya harus liat pake lokal link apa? n tuk sharenya jga yg masuk akal lah...intinya aman dan lancar ( bukan banyaknya). GO customer

  7. Ram,ST | Rabu, 11 Oktober 2006

    iya sih, sebagai customer memang selalu dirugikan sama dg kondisi negara kita rakyat selalu diperas oleh penguasa, kami sbg penyedia internet untuk dunia pendidikan sdh pengalaman banged ,sdh pindah2 isp tapi langganan dg indosatm2 kayaknya ada perbedaan krn bisa mengajukan restitusi soalnya sebelumnya kita sdh tanda tangan kontrak kerja sama mengenai layanan lagian internet itu teknis so bisa dilihat secara visual trafiknya. Kan kita dikasih observer buat liat trafik, Pak Fachruddinysah sdh punya user&pasword blom ? met idul fitri

  8. b3dj0 | Rabu, 11 Oktober 2006

    Pak Fahruddinsyah, bener itu ping time ke DNS nya 100.000ms ? psssttt....pssstttt... media transmisinya pake apaan ?

  9. rajkumar | Kamis, 12 Oktober 2006

    kok saya meragukan pernyataan anda ya (maaf..)...? sayang anda tidak menyebut paket yang anda pilih (upstream/downstream, media transmisi, SLG (service level garansi), dll)

    kenapa internet di indonesia mahal..? karena selama ini trafik internet ini kita sewa dari singapore...nah beberapa bulan lalu ada wacana dari menkominfo untuk membuat gateway langsung ke hongkong...mudah2an ini terealisir (sumber detikcom)

  10. Anton Mulyo | Kamis, 12 Oktober 2006

    Yg jelas teman saya di China, bayar sekitar Rp.90ribu/bulan untuk ADSL unlimited 256Kbps. Kenalan saya di Portugal untuk dedicated 512Kbps unlimited bayar sekitar EUR40/bulan atau sekitar Rp.500rb. Disini pake telkomnet instan minimal Rp.9rb/jam, coba kali 24jam x 30 hari... speed??

  11. suparto | Senin, 16 Oktober 2006

    saya sudah pakai INDOSATM2 sejak 2 tahun lalu , koneksi yang saya dapat dibandingkan dengan isp sebelumnya lebih bagus . Saya juga jual kebeberapa warnet , tapi koneksi tetap oke oke aja tuh .Yang penting prinsipnya kita harus bisa batasi jumlah total bandwith jangan sampai terlalu berlebih jauh dengan bandwith yang kita sewa dari ISP ( management bandwith harus diatur ) . Klo pak Fachruddinysah, ST gimana cara managent bandwith ke para plg ( gak dilost khan ke plg tanpa batasan bandwith tertentu ? ;)) ).

  12. mbahmarija@lamongan.net | Sabtu, 18 November 2006

    Share pengalaman saya pake Speedy. Sebelumnya saya sudah banyak baca umpatan2x negatif Speedy di internet, tapi dasar bandel, saya tetap saja memutuskan berlangganan, karena memang tak ada pilihan lain. Kabelnet udah jenuh jaringannya di area saya (lelet), jadi gak mungkin. Mau pake wireless Fren / Starone dan sejenisnya, mahal dan lambat (walau masih lebih cepat dibandingkan dialup). Kalaupun ada yang murah, saya gak yakin sama kualitas koneksinya. Mau pake WIFI, tapi coverage area nya gak masuk ke rumah saya. Jadi pilihan nya yah cuma ADSL nya Telkom Speedy ini aja. Menurut saya sih Speedy cukup bagus produknya, koneksinya lumayan cepat (384Kbps) dibandingkan dialup. Tapi saya gak dapat email account, untung saja sebelumnya saya sudah langganan paket personal di ISP swasta, jadi saya tinggal rubah SMTP nya saja. Selain alasan email account, sengaja saya pertahankan membership saya di ISP swasta itu untuk cadangan, just in case kalau koneksi Speedy down. Back to Speedy perfomance. Sampai suatu hari saya ketemu downtime seperti yang banyak di bicarakan orang di internet soal Speedy. Untuk itu saya harus ikut prosedur, nelp ke 147, dan itu sangat bikin frustasi. Rupanya 147 hanya sekedar menampung keluhan saja, dan meneruskannya ke pihak terkait. Tidak pernah ada kepastian, sehingga kalau problem lebih dari sehari, maka harus telp tiap hari untuk follow up. Anyway, semua delivery chanell sudah saya tempuh agar complaint saya di dengar, dari situ saya dapat beberapa nomor telp Speedy care, tapi tetap saja hasilnya kurang memuaskan. Until finally saya dapati diri saya sudah alami problem Speedy (downtime) selama berhari hari. Untung saya ada kenalan dengan orang dalam di Speedy Pusat dan ada beberapa petinggi Telkom kenalan saya, dan akhirnya saya hubungi mereka semua. Surprise! Gak sampai 15 menit problem saya terselesaikan, dan saya dapatkan kembali akses internet saya. Got the idea? Lewat jalur resmi bisa berhari-hari dan tidak kelar kelar problemnya. Lewat jalan pintas (kayak iklan rokok swasta itu loh) cuma butuh satuan menit saja untuk kelar. Anyway, saya tetap putuskan tidak akan ambil jalan pintas seperti itu di kemudian hari kecuali kalo problem nya sudah benar benar keterlaluan (downtime sampai berhari hari), gak enak ati ama mereka2x. SDM frontliner dan Customer-care nya perlu banyak pembenahan, terutama struktur birokrasinya yang berlapis-lapis itu, jadi gak ketahuan kapan kelarnya. Lepas dari semua itu, Speedy cukup memuaskan bagi saya. Saya skarang masih paket Speedy Personal (paling murah), mau lihat beberapa bulan ke depan untuk liat rasio normal vs problem nya. Kalau dianggap wajar, baru rencana saya akan upgrade ke paket Profesional atau Office.

    Satu tips dari saya agar problem Speedy anda cepat solved. Jangan bosan bosan laporkan masalah anda ke 147, walau jawaban mereka standar sekali, turuti saja semua kemauan mereka dan giring arah pembicaraan dengan cara beri pengertian pada mereka jika koneksi Speedy itu sangat penting bagi anda (kalau saya sih emang beneran penting, soalnya di pakai buat kerja). Jangan tergoda untuk marah2x di telp, walau sebenarnya pengen sekali marah2x. Gaji mereka sudah kecil, jadi kalau kita tambahin bonus marah2x gitu, malah yang ada di cuekin ama mereka (mudah2xan sih enggak). Kalau bisa, minta no telp broadband Speedy area anda sama 147. Jadi nanti seusai complaint ke 147, anda telp ke nomor itu dan complaint hal yang sama lagi disitu. Hindari solusi anda di datangi orang Telkom ke rumah anda. Pastikan system di rumah anda sudah ada di jalur yang benar (seting modem, seting Windows/LAN/Network, instalasi kabel, Diagnostic, Ping, dll). Solusi kita di datangi orang Telkom itu biasanya solusi akhir, biasanya karena customers Speedy yang bersangkutan (maaf) bukan orang IT (Gaptek). Juga untuk hindari adanya oknum yang coba2x cari tambahan dengan mengatakan modem anda yang rusak dan harus di ganti bla bla bla. Selama proses problem solving itu, ada kemungkinan anda di minta pinjam password Speedy oleh orang Telkom, Turuti saja, gak papa. Yang penting anda tahu nama dan no telp / hp nya. Jika problem sudah kelar, segera ganti password dengan yang baru. Ada 3 lampu modem, yaitu PPP, DSL, dan Ethernet. Amati cara lampu itu menyala dan ceritakan pada 147 atau teknisi Speedy di telp. Jika anda berada dalam situasi ‘remote technical guidance’ alias di pandu via telp oleh orang Telkom, yang saya alami adalah, aplikasi komputer Speedy rupanya agak lambat dalam refresh, jadi jangan buru buru menuding Speedy anda masih bermasalah. Tunggu kira kira 2-3 menit sebelum coba retry connection, jangan retry connection segera setelah dapat aba-aba dari teknisi Speedy. Kadang teknisi Speedy sendiri juga tak sadar akan hal ini. Maklum, big company, huge SDM. Jika semua cara itu mentok dan tidak berhasil (tidak bisa connect internet sampai berhari hari), tips terakhir adalah datang langsung ke Speedy Pusat (lihat buku telp rumah anda, karena divre/divisi regional nya harus sama dengan Speedy anda). Tapi itu solusi akhir, dan kalo bisa jangan sampai lah.

    Soal billing yang terkesan membludak, itu tidak benar. Asalkan modem tidak di biarkan menyala 24 jam, maka billing nya cukup akurat. Kalaupun ada selisih sedikit, itu dikarenakan keterlambatan refresh system mereka saja. Tadi saya sudah bilang kalo aplikasi SPeedy memang agak lambat refresh nya. Itu di akui sendiri oleh orang Speedy yang sempat ngobrol ama saya di telp kala itu.

    Untuk hindari lonjakan billing, aktifkan Automatic Update Windows sekali sebulan saja. Lakukan hal serupa untuk Update Signature Anti Virus anda. Hampir semua program yang jalan di Windows biasanya di lengkapi fasilitas AUto Update seperti ini, tinggal anda putuskan sendiri apakah mau klik YES atau NO. Kalau klik YES, yah siap siap aja quota anda habis sebelum waktunya.

    Satu lagi kekurangan Speedy. Mereka lupa kasi tahu nomor Speedy nya pada saya. Saya cuma di kasi tahu password nya saja. Belakangan saat saya sedang bercengkrama dengan cewe di 147 (baca: komplaint), saya di kasi tahu nomor Speedy nya, yang setelah saya cocokkan dengan form kontrak nya, ternyata nomor tsb memang ada di form itu, tapi sama sekali tidak di sebutkan jika nomor itu adalah nomor Speedy kita. Meneketehe ????? Darimana saya tahu kalau nomor itu adalah nomor Speedy yang keramat nan penting itu kalo di form nya saja tidak di jelaskan apa-apa. Orang awam yang baca serangkaian nomor itu yah pasti mengira semacam kode barcode atau semacam nya. Nomor Speedy itu beda dengan nomor pelanggan atau nomor permintaan. Ok, fine lah, saya masih maafkan Speedy Telkom atas semuanya itu, tapi please, tolong Speedy benahi lagi format form kontraknya, this time, cantumkan dengan jelas bahwa nomor yang tertera disitu adalah nomor Speedy yang kelak akan di pakai buat login ke www.telkomspeedy.com dan di pakai buat login ke internet tiap hari.

    Begitu anda dapat password dari Speedy, saat itulah sebenarnya anda sudah bisa connect ke internet. Kesalahan saya waktu itu adalah, saya percaya aja disuruh nunggu orang Telkom datang ke rumah untuk setting notebook saya sampai connect. Belakangan mereka tak pernah datang ke rumah, dan password saya terlanjur kena expired dan harus reset ulang dengan datang ke plasa terdekat. Kalau tahu begitu, saya akan usaha sendiri seting semuanya sampai bisa connect, dan terakhir memang inilah yang saya lakukan dan berhasil. Untung modem saya termasuk canggih, merk AZTECH, tidak banyak tetek bengek seting yang perlu dilakukan, semuanya serba otomatis dan langsung wuz wuz. Jadi saran saya bagi anda yang mau langganan Speedy adalah, persiapkan semua hardware dan seting-nya sebelum call 147 untuk langganan Speedy. Jadi begitu dapat password, bisa langsung click Connect. Seting bisa dilakukan walau anda belum dapat koneksi Speedy.

    Soal paket Speedy Personal (termurah), menurut saya paket ini hanya cocok di pake orang yang hanya connect ke internet tiap hari, tapi gak sampai 15-20 menit per hari alias narik email via POP sambil sesekali browsing. Jika connection time anda diatas itu, dijamin gak cukup, pasti akan over quota. Terutama paket Speedy Personal 750MB/bulan itu. Saya pribadi lebih suka dengan Speedy Office (paket unlimited, bisa juga untuk perorangan), tapi karena masih trial, jadi sengaja pake paket termurah dulu. Tapi berita yang saya baca di roller message di http://speedymakassar.plasa.com/ sungguh mengkhawatirkan. Disitu di sebutkan, kbps paket Speedy unlimited sengaja di batasi (baca: dilambatin) dibandingkan paket limited. Alasannya paket unlimited bayarnya fix walau connect selama apapun, jadi kecil kemungkinan mereka protes soal Kbps. Dan lebih serem lagi, hal itu sengaja tidak di cantumkan di kontrak maupun brosur nya. Jangan2x itu bisa menjawab pertanyaan temen2x soal betapa lambatnya koneksi Speedy anda?

    Soal penurunan tarif Speedy yang baru-baru ini di langsir Speedy Telkom secara nasional (November 206), jangan keburu senang dulu. Saya udah tanya ke 147, ternyata itu cuma program promosi saja, berlaku cuma 3 bulan saja, setelah itu go back to harga aslinya. Berlaku bagi pelanggan baru dan lama. Jadi yah sama saja bo’ong.

    Isu lain yang mirip2x adalah, bahwa koneksi internet Speedy ada 2 tahap, dari customer ke BRAS, dan dari BRAS ke internet. Nah kabarnya Speedy hanya menjamin Kbps dari customer ke BRAS (384KBps), sedangkan dari BRAS ke internet tidak di jamin. Ini sesuai dengan kontrak yang di paraf oleh customer. Jadi jika customer komplain soal leletnya koneksi internet mereka, besar kemungkinan dari BRAS ke internet sudah di turunkan Kbps nya suka-suka Telkom. Dan kalo hal ini di tanyakan ke 147, mereka punya segudang alasan seperti kualitas kabel, cuaca, modem yang jelek, dan segudang alasan lainnya. Apa betul begitu? Entahlah, mudah2xan isu ini tidak terbukti.

    Semua berita itu bikin saya jadi mikir ulang untuk subscribe unlimited. Karena walau unlimited, bukan berarti saya tidak butuh Kbps cepat. Justru saya butuh unlimited, karena dengan Kbps cepat ala limited saja skarang sudah tidak mencukupi, jadi saya butuh yang lebih luas lagi range nya. Tapi kalau di batasi KBps nya, yah sama saja bo’ong donk. Mudah2xan berita itu tak benar dan hanya semata dikarenakan oleh kualitas kabel dan jarak ke STO nya saja. Tapi rasanya hal ini perlu dipertegaskan oleh Telkom Speedy dengan cara mencantumkan Kbps yang didapat pada kontrak Speedy ke customer, dan juga di cantumkan ke buku panduan dan brosur Speedy juga untuk per tiap paket Speedy yang ditawarkan, jadi tidak rancu seperti skarang ini. Jadi sejauh ini dari pengamatan saya, ada 2 kelemahan utama dalam form kontrak Speedy Telkom, pertama soal nomor Speedy tidak di informasikan dengan jelas (cuma di tulis nomor nya saja, tidak disebut kalo itu adalah nomor Speedy); dan tidak di cantumkannya KBps download/upload yang didapat pada paket Speedy yang di ambil itu. Walau KBps itu juga tercantum pada www.telkomspeedy.com saat login, tapi karena sering di hajar problem (Speedy Central nya), makanya ada yang muncul dan ada yang tidak muncul. Coba deh pihak Speedy cek lagi masalah ini.

    Trus kalo alami masalah dengan Speedy anda, coba cek dulu ke situs yang diberikan Plasa terdekat anda kala pasang Speedy dan/atau ke www/telkomspeedy.com. Biasanya disitu di cantumkan pengumuman soal gangguan nasional yang sedang terjadi.

    One more thing. Kelihatannya situs www.telkomspeedy.com tidak pernah/jarang di update/ditengok. Buktinya area coverage saya tidak ada disitu, tapi nyatanya bisa connect Speedy. Menu Layanan Pengaduan juga tidak berfungsi walau sudah login sekalipun seperti yang diperintahkan situs itu. Sebagai penggantinya, terpaksa user masuk ke menu Contact Us, tapi itu khan scope nya beda. Situs itu juga tidak informatif. Ini bisa di buktikkan kala situs itu dalam proses maintenance, dan jika anda coba2x login saat maintenance, error message yang muncul adalah ‘Login Incorrect’. Bagi orang awam, error message ini bisa menimbulkan kepanikan, karena urusan password Speedy bukan perkara mudah. Untuk reset password kita di haruskan datang ke plasa terdekat. Tapi bagi yang melek IT seperti saya, saya akan biarkan selama beberapa jam untuk retry lagi dan berhasil login. Jadi mustinya situs itu memberi informasi jika situs nya sedang di update atau apa kek, biar orang gak panik kala gak bisa login ke situ. Login akses itu diperlukan untuk sesekali check billing dan seberapa banyak MB yang terpakai.

    Hingga detik ini saya masih deg deg an membaca banyak komentar negatif Speedy di internet yang terus bertambah tiap harinya, saya pantau terus semuanya dengan membiarkan satu window MSIE saya aktif di notebook saya agar bisa baca komentar terbaru soal Speedy. Oya, saya selalu matikan notebook pake trik Hibernate, jadi semua window yang saya buka tidak hilang dan informasinya tetap utuh.

    Saya berusaha tetap positif thinking aja, di mana-mana namanya produk baru (Speedy) yah pasti ada masalah di sana sini. Saya juga dulu pernah di IT, jadi tahu seperti apa atmosfir masalahnya. Tapi selama saya kerja di IT, tak pernah sampai problem berhari hari kayak Speedy ini, hehehehehe. Paling lama sehari-lah, karena kalo lebih dari sehari, pasti saya dapat Surat Peringatan, jadi waktu itu saya bela-belain sampai lembur tidak tidur semalaman alias nginap dikantor untuk solve problem nya. Malah pernah dulu saya sampai di tungguin sama Direktur nya langsung di ruang mesin komputer. What a commitment? Entah lah apakah Speedy juga menerapkan etos kerja yang sama atau tidak.

    Saya percaya untuk saat ini, DSL akan tetap dipegang oleh Telkom, bukan oleh company lain. Jadi seiring pertambahan user (karena memang tak ada pilihan, trust me), pasti Speedy akan berbenah diri. Telkom juga gak mau nanti di demo orang satu propinsi di depan kantor nya. Tidak semua SDM Telkom di isi oleh orang orang yang tidak kompeten. Sekali jajaran direktur Telkom di isi oleh orang yang kompeten dan mau membumi, pasti Telkom Speedy akan OK punya. Badai pasti akan berlalu. Hingga stabilitas itu bisa kita nikmati, kita musti rajin rajin follow up dan complaint apapun problem kita di Speedy. Kualitas Speedy bisa di tingkatkan via market driven, dan itu artinya harus dari kitanya. Karena walau sekuat apapun monopoli, akan tetap kalah oleh market. Tak ada pilihan.

    http://www.asiamedia.ucla.edu/article.asp?parentid=27830

    http://www.pataka.net/2005/01/29/tragedi-telkom-speedy/

    http://www.bukuweb.com/www1/index.php?option=com_content&task=view&id=45&Itemid=44

    http://www.forumponsel.com/forum/showflat1235245.htm

    http://blog.godote.com/2004/12/13/telkom-speedy-aka-adslnya-telkom/

    http://www.kapanlagi.com/h/0000042788.html

    http://jkt.detik.com/pembaca/2005/01/24/20050124-120946.shtml

    http://www.telecommagazine.com/International/article.asp?HH_ID=AR_507

  13. sofyan | Selasa, 26 Desember 2006

    indosat m2 tuh baik baik aja

  14. didiet | Selasa, 09 Januari 2007

    Munkin indosatm2 lagi lelet gara2 gempa di taiwan??

  15. fatur | Minggu, 11 Pebruari 2007

    Wah...layanan Im2 mah oke banget coy...gue skrg pake 3gnya IM2..asik asik

  16. ardy | Senin, 16 April 2007

    IndosatM2 memang semakin hari semakin terkenal... Terkenal ancurnya.!!! bukannya saya mau men-deskreditkan IM@ tapi saya juga pengalaman yg sampe hari ini saya pake dedicated Leased Line Wireless corporate 128 Kbps tapi kalo bisa dapet 125 Kbps itu kata teknisinya udah normal, padahalutk bisa dpt 125Kbps itu paling lama 1 hari dalam 1 minggu. Sedangkan harga yang harus saya bayar 12Juta/bln. Di berbagai forum juga banyak yang komplain dgn layanan IM2, Customer Service Officernya juga seringkali tidak bisa memberikan solusi diwaktu kita sedang ada trouble & bertanya pada CSO. Banyak yang mengatakan server indosat paling sering ngaco, ngedrop, dsb. Gimana nih IM2.??? jangan jual produk mengutamakan profit aja dong, layanannya juga yang bener.

  17. Teguh | Selasa, 17 April 2007

    Pak Fachruddin Ysh, pake TELKOM Speedy aja pak, paket profesional atau warnet unlimited....Insya Allah usaha bapak lancar. Atau kalau mau yg simetris pake ASTINET saja....produk dalam negeri milik bangsa sendiri...MERDEKA..!!!

  18. m-seven-q | Rabu, 18 April 2007

    huh... gimana lagi??

    Yg maen jasa internet ya.. paling kalo nggak

    telkom apa indosat

    Yg lain cuma bumbu pelengkap

    Masyarakat kan cuma tau itu doank (rata2)

    Jadinya.. ya gitu deh pelayanannya kurang.

    Gw pernah nanya ke CS telkomsel, misalnya.

    Itu tu tentang TelkomselFlash.

    CS nya aja kurang ngreti..

    Masa katanya hape 3G kagak bisa dipake bwt modem..

    Katanya cuma bisa hp yang 3,5G/HSDPA gitu deh atau beli modem..

    Rp. 2.000,000,-...

    Ya elah mending beli Hp baru.

    Pas gw coba pk hape gw, ternyata oke2 aja tuh..

    Ya gitu deh SDM nya masih rata2.

  19. Anton | Sabtu, 21 April 2007

    Pengalaman saya, CS IndosatM2 jauh sangat lebih bagus daripada Telkom. Mereka siap sedia membantu customer 24 jam penuh (saya seringkali menelepon jam 2 - 3 pagi bila ada trouble) dan pada umumnya mereka sangat menguasai teknis jaringan komputer. Mereka akan memandu lewat telpon bila ada trouble (biasanya mereka akan meminta kita untuk melakukan ping, tracert, speed test, nslookup, dll) untuk mengetahui permasalahan pada komputer kita. Selama 3 tahun lebih menggunakan Indosat KabelNet, saya belum pernah dikecewakan oleh CS Indosat.

    Kelebihan CS IndosatM2 dibanding CS Telkom adalah mereka berusaha memahami terlebih dahulu trouble yang kita alami, baru kemudian menentukan sumber trouble tersebut, apakah karena memang ada trouble pada jaringan atau trouble tsb karena gara-gara keawaman kita dalam men-setting komputer atau modem.

    Sedangkan CS Telkom, lebih cenderung menyalahkan customer, seolah-olah trouble terjadi karena gara-gara keawaman kita dalam men-setting komputer atau modem. Solusinya selalu "coba matikan saja modem 3 menit", "coba restart komputernya", dll.

    Kesan yang saya alami dengan CS Telkom menunjukkan bahwa mereka malas untuk bekerja sesuai tugasnya. Mereka hanya ingin datang ke kantor, duduk diam tanpa melakukan apapun, dan dapat gaji.

  20. Anton | Sabtu, 21 April 2007

    Bagi yang ingin berlangganan high speed internet, sekedar sharing informasi dari pengalaman saya.

    Selama 3 tahun lebih saya berlangganan IndosatM2 Cable SOHO Unlimited (1,3 jt sebulan plus PPN) via jaringan KabelVision. Dengan SOHO, saya berhak mendapat 3 IP Address dan max bandwidth 384Kbps. Jadi bila saya nyalakan 1 komputer maka speed pada 1 komputer tersebut akan mendapat full 384Kbps. Bila 2 komputer dinyalakan maka bandwidth 384Kbps akan otomatis dibagi untuk 2 komputer tersebut. Dan seterusnya, intinya berapapun komputer yang dinyalakan maka max bandwidth 384Kbps akan dibagi otomatis sesuai jumlah komputer yang ada (max 3 komputer, atau kalau mau lebih bisa digunakan router).

    Setahun terakhir ini, IndosatM2 mulai pelit dengan bandwidth dan menerapkan kebijakan baru yang mereka sebut "bandwidth management". Konsumen Cable SOHO tidak bisa lagi mendapat full 384Kbps pada 1 IP Address atau pada 1 komputer. Tapi hanya maksimal 128 Kbps pada 1 IP Address. Jadi bila ingin mendapat full 384Kbps, saya harus menyalakan 3 komputer yang masing-masing akan mendapat 128 Kbps (128Kbps x 3 = 384Kbps).

    Tentu saja saya complain keras akan hal ini, saya menggunakan SOHO 384Kbps di rumah, bukan untuk warnet, dimana biasanya saya hanya menyalakan 1 komputer saja. Untuk memperoleh full 384Kbps hanya untuk 1 komputer sangat penting bagi saya. Tentunya sangat merepotkan apabila untuk sekedar mendapatkan 384Kbps saja saya harus menyalakan 3 komputer (3 IP Address).

    Akan tetapi, CS IndosatM2 dengan santai menjawab "Ya ... mau bagaimana lagi Pak, ini sudah kebijakan dari management". Saat itu, saya ingin berpindah ke Telkom Speedy saja (krn bandwidthnya sama dengan SOHO 384Kbps), akan tetapi dengan banyaknya problem yang dihadapi oleh Telkom Speedy saat itu (layanannya yang amburadul, billing yang ngaco, lelet, sering offline, dll) serta biaya bulanannya yang lebih mahal daripada IndosatM2 Soho (saat itu Speedy Office Unlimited kalau tidak salah sekitar 2 jutaan sebulan), membuat saya berpikir 2 kali.

    Dengan pertimbangan efisiensi biaya serta adanya layanan yang baik, akhirnya saat itu, saya putuskan untuk tetap bertahan dengan IndosatM2 Cable SOHO. Untuk mengakali agar saya tidak harus menyalakan 3 komputer hanya untuk mendapat bandwidth full 384Kbps, saya terpaksa membeli hardware baru. Saya kemudian membeli Router yang memiliki kemampuan "Load Balancing" agar dengan demikian saya tetap mendapat full 384Kbps pada 1 komputer (atau pada 1 IP Address).

    Meskipun telah menggunakan Router "Load Balancing", tetap saja berbeda rasanya dengan apabila kita mendapatkan bandwidth full 384Kbps. Download file hanya terbatas pada kecepatan 12 s.d. 14 Kbps (dibanding sebelumnya s.d. 30 Kbps pada waktu masih 384Kbps). Keunggulan teknologi "Load Balancing" hanya akan terasa apabila kita mendownload banyak file secara sekaligus, dimana file-file tersebut secara otomatis akan dialihkan ke jalur IP Address yang kedua atau jalur yang ketiga (yang speednya juga sama 128Kbps) bila beban pada jalur IP Address yang pertama telah full.

    Cara kerja Router "Load Balancing" sebenarnya hampir mirip seperti menggunakan CPU yang memiliki 2 prosesor atau lebih, yaitu mengalihkan beban ke prosesor berikutnya bila beban pada prosesor pertama telah berlebihan. Dengan menggunakan router ini, meskipun kecepatan download hanya 12 s.d. 14 Kbps, tapi lama waktu download yang dibutuhkan untuk mendownload banyak file sekaligus menjadi hampir sama seperti pada saat bandwidth full 384Kbps, karena adanya pembagian beban tersebut.

    Dengan cara ini, saya akhirnya tetap dapat memanfaatkan hak bandwidth 384Kbps yang saya miliki dengan account SOHO secara maksimal.

    Pada April 2007 ini, Telkom menurunkan tarif Speedy Office unlimited-nya menjadi Rp 700 ribu sebulan. Saya iseng-iseng mencoba untuk berlangganan dengan mengisi Form Pendaftaran yang ada di website Telkom Speedy.

    Saya tunggu sampai seminggu, belum juga ada CS Telkom yang menghubungi saya. Akhirnya saya putuskan untuk menelepon ke 147 dan dijawab "Data pendaftaran Bapak belum ada pada data kami, mungkin di website speedy ada gangguan sehingga data Bapak hilang, Bapak harus datang sendiri ke Plasa Telkom untuk mendaftar layanan Speedy".

    Saya masih penasaran dengan website speedy, saya coba saja untuk mengirimkan pesan melalui form "Customer Care - Contact Us" yang ada di website tersebut untuk menanyakan masalah pendaftaran saya. Akan tetapi sampai hari ini (sebulan lebih), pesan yang saya kirim tersebut sama sekali tidak dijawab. Apa gunanya iklan Speedy dimana-mana bila calon konsumen untuk mendaftar saja susah? Terus apa gunanya juga website Telkom Speedy bila pesan dari pengunjung tidak ada yang menjawab? Betapa tidak professionalnya Telkom ....

    Akhirnya saya terpaksa datang sendiri ke Plasa Telkom untuk mendaftarkan diri. Dengan pengalaman buruk diatas, saya sebenarnya ragu dengan layanan Telkom, tapi apa salahnya dicoba dulu, bila ternyata nantinya layanannya jelek, akan saya hentikan. Toh layanan IndosatM2 Cable Soho masih terpasang di rumah.

    Satu lagi pengalaman buruk yang saya alami, proses pendaftaran Speedy pun sangat berbelit. Harus ada KTP,Kartu Keluarga, dll. Setelah itu alamat rumah harus di verifikasi juga oleh CS-nya untuk membuktikan bahwa alamat rumah telah benar.

    Ini yang saya heran, kok tidak efisien sekali. Layanan Speedy khan sumbernya dari telepon yang telah terpasang di rumah. Buat apa harus di verifikasi alamat segala, toh sudah jelas data nomor telepon telah ada di database Telkom dan terbukti tidak ada tunggakan.

    Berbeda sekali dengan pengalaman saya pada saat berlangganan Indosat Cable. Saya tinggal membeli modem, mengisi MAC Address modem pada formulir pendaftaran, dan mem-fax kembali formulir tersebut. Kemudian, setelah konfirmasi bahwa fax telah diterima oleh pihak Indosat, saya hanya tinggal menyalakan modem dan 2 atau 3 hari kemudian saya sudah online, tanpa harus ada CS atau teknisi Indosat datang ke rumah (kecuali Anda awam soal komputer dan minta teknisi, maka teknisi akan datang). Sangat efisien sekali.

    Seminggu kemudian setelah formulir pendaftaran Speedy telah lengkap diterima oleh CS Telkom, baru muncul teknisi Telkom di rumah untuk men-setting modem dan komputer agar bisa online.

    Sebenarnya setting modem dan komputer antara Telkom dan Indosat mirip-mirip. Bedanya pada Indosat serba otomatis, begitu cable modem telah diregister oleh Indosat bisa langsung mendapat IP dan bisa langsung dicolokan ke komputer serta langsung online (Dynamic IP) tanpa perlu adanya password dan username karena layanan cable yang diregister adalah MAC Address modem.

    Sedangkan pada Telkom Speedy, karena pada umumnya modem ADSL tergabung dengan Router, maka setting agak lebih ruwet tapi saya rasa tidak begitu sulit. Sepanjang panduan setting telah tersedia di website Telkom Speedy maka users dapat melakukan setting sendiri, asal tahu default username dan default password-nya agar bisa online.

    Saya cukup puas setelah seminggu ini menggunakan Telkom Speedy. Kecepatan download pada umumnya sekitar 40 Kbps (lebih cepat dari Indosat 384Kbps). Pada saat jam kantor memang terasa ada penurunan kecepatan, tetapi tidak terlalu signifikan.

    Yang menjengkelkan dari Telkom Speedy adalah DNS Server-nya yang suka ngaco. Bagi yang awam, DNS Server di jaringan Internet peranannya sangat penting karena berfungsi seperti Kamus, dimana fungsinya menterjemahkan permintaan users (misal: ingin browsing ke Google.com) menjadi IP Address yang dimengerti oleh jaringan internet (IP Address Google.com 64.233.167.99). Bila DNS Server ngaco, maka permintaan users tidak dapat diterjemahkan sehingga alamat tujuan tidak dapat dibuka.

    Nah ... ini yang sering terjadi, sehingga akibatnya kadang alamat tertentu di Internet tidak bisa dibuka gara-gara DNS server Speedy yang ngaco. Akibatnya saya harus bolak - balik mengganti setting DNS.

    Lucunya lagi, setelah saya teliti setting modem ADSL, ternyata memang teknisi Speedy sama sekali tidak men-set DNS Server pada modem (blank). Di website Telkom Speedy pun disebutkan bahwa setting DNS server dilakukan di PC, bukan di modem.

    Lho ... kok lucu, di modem saya bisa mendapatkan IP Address dan IP Gateway secara otomatis, tapi kok IP DNS Server tidak sama sekali. Dengan adanya fakta ini, perkiraan saya, pihak Telkom sudah tahu bahwa DNS Server mereka sering bermasalah, tapi tidak berusaha memperbaikinya. Oleh karenanya teknisi mereka memilih tidak mengisinya pada saat setting modem, tapi menyerahkan sepenuhnya kepada users untuk memilih IP Address DNS Server sendiri dengan hanya melakukan setting DNS di PC.

    Akhir kata, bagi Anda yang ingin berlangganan high speed internet, saat ini pilihan terbaik adalah Telkom Speedy. Maaf ini bukan promosi, tapi dengan harga Speedy Office Unlimited 384Kbps yang terjangkau Rp 700 ribu sebulan (dibanding 1,3 juta Indosat Cable SOHO, layanan yang sudah bertambah baik (meski masih banyak cacat disana sini), Speedy merupakan pilihan high speed internet yang patut dipertimbangkan.

    Semoga saja penurunan harga Speedy akan diikuti juga oleh ISP-ISP yang lain, sehingga kita semua di Indonesia dapat menikmati internet yang murah. Teman saya di Amerika berlangganan Cable Internet dengan bandwidth 8 Mbps hanya perlu membayar USD 50 per bulan. Betapa sangat mahalnya Internet di Indonesia ....

  21. Michael | Senin, 23 April 2007

    Tidak semua daerah layanan speedy amburadul.

    Tolong bro diperjelas daerha mana.

    Jadi tidak merusak kredibilitas TelkomSpeedy pada umumnya.

    Bandung, Semarang aman-aman saja tuh.

  22. Angelia | Jumat, 25 Mei 2007

    Memang Indosat itu servicenya ga bagus ya?! Saya baru aja daftar April ini buat apply bundling package im2pay tv. Dan menelponlah saya minta informasi ke Costumer Service-nya, tentu aja mereka bilang bisa dan memberi saya petunjuk2x cantik untuk apply. Karena tergiur akan sambungan internet yang baik dan cepat, saya langsung membeli modem yang katanya harus saya beli sendiri dengan harga berkisar antara 700ribu-an yang Mac adress-nya dibutuhkan saat mendaftar.

    Ketika semua yang saya perlukan untuk apply ke Indosat sudah beres, tinggal masalah menunggu waktu. Satu hari, dua hari, lima hari, hingga lima belas hari saya menunggu tanpa follow up. Padahal dalam peraturan-peraturan yang dilampirkan tertera bahwa klien akan difollow up MAKSIMAL 15 hari. Hingga hari ke-17, kemarin, saya menelpon, mereka minta maaf dan bilang akan menghubungi saya segera. Kemarin saya ada urusan pergi keluar rumah dan tidak mendengar kabar apapun dari Indosat, hingga malam hari. Ketika saya pulang, ibu saya yang memberitakan bahwa konon IM2PAY TV BUNDLING PACKAGE TIDAK DAPAT DIPASANG DI RUMAH SAYA KARENA LINE TIDAK SAMPAI dan mereka menyalahkan sang SALES COSTUMER SERVICE!!!! Coba pikir sekarang, saya tentu saja sudah bertanya dahulu kan ke Indosat sebelum saya beli modem tersebut? Dan tentu saja dia mengatakan daerah saya dapat dijamah oleh Indosat, oleh karena itu saya mendaftar. Dan kalau memang Indosat tidak mampu untuk melayani internet ke rumah saya, mereka seharusnya memberi tahu lebih cepat daripada 17 HARI?!!!! Setuju ga? Dan begitu hari ini saya follow up lagi orangnya cuma bisa lari dan bilang untuk menghubungi di jam kantor karena teknisi yang bersangkutan tidak ada di tempat. Sepertinya orang-orang indosat itu ada hobi pakai kata "follow-up" yang ternyata kosong ya?!!!

    Saya jadi bertanya-tanya ada yang mengalami seperti saya ga? Dan bagaimana dengan sang modem yang sudah teronggok di rumah saya ni? Sia-sia donk 700rb itu?

    Duh, pikir 100x lah sebelum daftar ke Indosat, janjinya si muluk, tapi menjalankannya setengah-setengah.....

  23. male30bali | Minggu, 27 Mei 2007

    Memang Indosat sih perusahaan yang terlalu rumit birokrasinya... contohnya: saya pelanggan starone, setiap saya komplaint ke 111, setiap saat yang hanya bisa merima keluhan kita CS-nya, dan tidak pernah disambungkan ke technical supportnya, padahal CS-nya kagak ngerti menjawab pertanyaan2 saya, hanya mengatakan, Baik Pak, saya akan report keluhan Bapak dan akan disampaikan ke bagian technical support-nya.

    Aneh kan, sudah berulang-ulang saya komplaint ke 111, selama itu pula keluhan saya hanya di report, dan walau ninggalin no tel dan Hp, tidak pernah mereka hubungi, jadi tetap saja, permasalahan saya tidak pernah teratasi...

    Mudah2an ada perusahaan Internet Baru yang berdiri di Indonesia ini yang benar2 memposisikan pelanggan itu sebagai Raja.

    Salam kecewa untuk INDOSAT ....

  24. budi | Jumat, 17 Agustus 2007

    mending pake SPEEDY, jelas2 aja, & terjamin cepetnya...

    Gw puas pake speedy..time based.. download melulu...

  25. Veri | Pesan | Rabu, 15 Oktober 2008

    Saya setuju banget dengan pendapat temen2.

    pelayanan indosat payah banget sudah hampir 2 bulan Koneksi internet di tempat saya (setiabudhi-bandung) menurun drastis!!

    kebetulan saya pake indosat buat maen game online, bukannya kesenangan yang saya dapatkan dari bermain game malah jadi stresssss... soalnya koneksi internetnya ancur banget !! icon_redface

    sama sekali ga bisa masuk/login kegamekalaupun bisa masuk lag-nya kerasa banget

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru