Online
Saat ini ada 189 pengunjung tamu dan 2 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2269

Jasa Pelayanan - Keluhan

Tindakan Satpam Atrium Senen Yang Tidak Sepantasnya

Jumat, 30 Mei 2008

Bantuan Artikel
Sekedar sharing saja, pengalaman yang tidak mengenakkan dan tidak pantas dilakukan oleh karyawan di plasa atrium segitiga senen Jakarta Pusat. Awalnya saya datang dari arah senen, memasuki kawasan atrium melalui pintu yang baru (samping bus way). Pada waktu mau masuk didepan saya ada mobil box yang sedang berjalan masuk dengan mengambil tiket seperti biasa (normally) dan tidak ada masalah.

Kemudian giliran saya akan ambil tiket, sepengetahuan saya sebelumnya satpam hanya ada 1 (satu) orang saja, dan bertugas membuka palang pintu masuk serta menyerahkan tiket. Kemudian entah mengapa tiba - tiba ada satpam memukul bagasi mobil saya.

beginilah kira - kira dialog yang terjadi :

saya : "kenapa anda memukul bagasi mobil saya?"

satpam : "bapak ini tidak sopan, mengapa tidak buka bagasinya?" sambil membentak saya dengan menunjuk - nunjukkan jarinya kearah muka saya

saya : "loh.., kan, tadi anda tidak ada, lagi pula mobil box yang sebelum saya juga tidak anda periksa, anda juga tidak ada, rekan anda juga tidak periksa mobil box yang tadi?"

satpam : "saya sudah bilang kepada bapak, permisi untuk membuka bagasi, tapi bapak tidak membukanya.. " menurut ia menjawab, masih dengan nada yang sangat kasar

saya : "pa, anda mohon maaf saya kalau tidak dengar, lagi pula kaca saya semua tertutup dan tiket parkir saja rekan anda yang didepan yang kasih kepada saya, bagaimana anda tiba - tiba muncul?"

satpam : "sudahlah maunya bapak sekarang apa? kalau ngak terima sekarang kita selesaikan dengan cara laki - laki" sambil mendorong saya dan menepis dada saya, seakan - akan menantang untuk berkelahi.. dengan emosi yang sangat kasar..
Karena dibelakang saya banyak sekali mobil yang akan masuk ke atrium, maka dengan segera saya masuk mobil dan menuju lokasi parkir. Setelah mendapatkan parkir kemudian saya telepon 108 untuk menanyakan nomor telepon plaza atrium dan akhirnya saya mendapatkannya

Setelah saya mendapatkannya, maka segera saya menghubungi telepon tersebut, kemudian saya sampaikan kemana saya kalau mau menyampaikan pengaduan. Dijawab oleh operator bahwa saya bisa ke lt. 1 parkir di pos satpam, dan akhirnya saya pun menuju kesana.

Kemudian saya sampaikan kronologis tersebut diatas, untuk memperjelas semuanya dipanggillah satpam yang bertugas di pintu masuk tersebut. Alangkah terkejutnya saya, satpam yang bermasalah dengan saya tersebut menyatakan bahwa ia tidak ada masalah dengan saya. Dan ia menyatakan bahwa ia tidak pernah memukul bagasi saya, jujur emosi saya yang tadinya sudah mulai mereda, menjadi tinggi lagi.

Sehingga dengan serta merta saya memarahi satpam tadi dengan kata - kata seperti ini kurang lebih "anda jangan pura - pura tidak tahu ya, anda bilang tidak memukul bagasi mobil saya, anda bilang tidak ada masalah, anda ini tidak punya prinsip ya.., jelas - jelas tadi anda memukul bagasi saya dengan keras seperti ini" (saya memperagakan memukul di meja sekuriti).

Semakin terkejut lagi saya, ternyata satpam yang bermasalah dengan saya tadi, langsung diamankan oleh rekan - rekannya. Sementara rekan - rekan satpam yang lain langsung mengepung saya, seakan - akan saya ini adalah maling di Atrium. Dan dengan segera semua satpam (kurang lebih ada 15 orang) dengan segera memaki - maki saya dengan tuduhan yang diluar masalah yang sedang terjadi.

Para satpam tersebut satu persatu langsung memaki - maki saya, dengan kata - kata kotor, seperti "a*****g..., b**i.., *****.., anda ini tidak berpendidikan ya.., kenapa anda memukul meja ini...?" (semua satpam langsung mengeroyok saya)

Sementara saya terdesak, ada beberapa satpam yang mulai mendorong - dorong saya hingga terpojok, ada juga yang sudah mulai memegang baju saya, ada juga yang terus mengoceh ngak karuan dengan membawa etnis tertentu. ada juga yang dengan segera mengeluarkan sangkur, ada juga yang berbicara dengan keras sekali ia berkata "anda ini saya tau mau ngapain ke atrium, cuman cari cewe kan....?" dan masih banyak lagi tekanan - tekanan yang saya dapatkan dari para satpam itu,

jujur saya sudah tidak bisa berkata - kata lagi, hanya istiGfar dan berZikir yang dapat saya lakukan. setelah semua mulai tenang, baru saya bilang "bapak - bapak, saya tadi memukul meja, karena mencontohkan prilaku teman bapak yang memukul bagasi mobil saya.."

setelah itu, mereka mulai lagi berkata - kata kotor yang sangat tidak pantas, serta membuat saya merasa sangat tertekan. singga akhirnya saya bilang kepada para satpam - satpam itu "sudah cukup, terima kasih kepada bapak - bapak semua, anggap saja saya yang salah.. terima kasih.." dan akhirnya saya berhasil menerobos keluar. setelah sebelumnya terdesak ke sudut ruangan, ada beberapa yang mendorong - dorong saya untuk keluar. san ada juga beberapa orang yang berusaha untuk menendang saya dari belakang, namun berhasil saya hindari, serta ada beberapa prilaku yang tidak pantas saya dapatkan..

dalam hati saya bertanya, seperti itukah prilaku satpam di atrium plasa segitiga senen? tujuan saya adalah menyelesaikan masalah secara baik - baik, jika memang saya salah saya juga tidak sungkan untuk meminta maaf. tapi mengapa prilakunya malah seakan - akan saya dikeroyok? masalah pun tidak terselesaikan, boro - boro untuk satpam yang bermasalah dengan saya bisa minta maaf ataupun diselesaikan dengan baik, yang ada malah saya dimaki - maki, dikeroyok, serta dibuat sangat tidak nyaman berada di ruangan itu.

Terus terang saya sangat merasa kecewa kepada pengelola Atrium plasa. Kekecewaan masih terus berlanjut, saya masih penasaran dengan siapakah yang berkompeten untuk menerima pengaduan. Sehingga saya hubungi kembali atrium plasa dan berbicara dengan staff marketing, kemudian saya sampaikan kejadian yang terjadi pada sdri. Dea, dan saya tinggalkan nomor telepon hp saya. Namun hingga kini tidak ada realisasi ataupun tanggapan atas keluhan saya

Terima kasih buat seluruh satpam Atrium yang sangat berprilaku sangat profesional sehingga membuat masalah tidak terselesaikan tetapi membuat masalah baru dengan saya. Melalui surat ini, saya berharap kepada seluruh teman - teman untuk dapat menforwardkan kepada rekan - rekan lain untuk sekedar berbagi pengalaman di atrium plasa yang sangat menyenangkan. .

Eran
Jl.kerinci 3
Jakarta Selatan

Artikel lain dalam kategori Jasa Pelayanan :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 7 komentar


  1. ius | Pesan | Kamis, 29 Mei 2008

    jadi satpam kok beraninya keroyokan gitu, cupu ah semua satpam atrium...

  2. P.N Jonathan | Pesan | Jumat, 30 Mei 2008

    Jaman opa dulu di Indonesia senen itu terkenal dengan sarang copetnya sampai kepala copet disitu yang namanya Syafei(mungkin udah almarhum)diangkat jadi menteri keamanan(jamannya kabinet 100 menteri Soekarno)jadi kalau sekarang masih begitu seperti satpam satpam diatas itu tidak aneh karena daerah senen dari dulu daerah "Getto" nya Jakarta icon_mad

  3. Halim | Pesan | Jumat, 30 Mei 2008

    Waduh, mereka sangat berprikebinatangan sekali ya. Mungkin harus minta petugas kebun binatangan buat mskin mereka ke kebun binatang bersama singa2 icon_lol icon_lol icon_lol

  4. Nani | Pesan | Jumat, 30 Mei 2008

    Ung.. emang itu kumpulan manusia?? Makanya next time jangan pergi ke tempat yg bukan kumpulan manusia deh.. he he..

  5. yudhistira | Pesan | Jumat, 30 Mei 2008

    maaf pak Eran. saya cuma sekedar tanya ( tidak ada maksud apa2)

    1. Jika mobil sedan, apakah bapak tidak membuka bagasi karena mobil box di depan bapak tidak membuka bagasi atau karena memang posisi satpam tidak terlihat dibelakang ( ada kaca spion kanan, kiri dan spion tengah)

    2. Kenapa bapak tidak ke bagian management mall saja (biasanya di lantai paling atas) untuk melaporkan kejadian ini, bukan ke kantor security.

    ini menurut saya ya pak..( bisa salah juga..soalnya cuma tebakan saja)

    mungkin bapak tau kehadiran satpam tapi mungkin bapak tersinggung karena bapak berfikir "mobil box aja di depan saya tidak diperiksa"

    kemudian terjadi adu argument..bapak mungkin mengganggap klo satpam memukul bagasi bapak, sedangkan persepsi satpam ...kok bagasi tidak dibuka, sedangkan posisi satpam sudah beberapa menit dibelakang bagasi..( kalo begini wajar dia agak memukul bagasi bapak)

    3.saya masih agak binggung dengan cerita perlakuan bapak dikantor sekurity. apabila itu benar terjadi, terlalu naif kalo pihak management tidak bertindak. karena posisi satpam adalah beberapa tingkat diatas cleaning service ( mohon maaf tidak ada bermaksud melecehkan profesi seseorang)

    Kenapa bapak tidak melaporkan kejadian ini kepada polisi karena menurut versi cerita bapak, bapak dalam posisi yang benar)..walaupun laporan kepolisi agak buang-buang waktu, tetapi minimal kalo sampe polisi ,,polisi juga dapet "tambahan" buat biaya administrasi yang akan dikenakan kepada pihak managemnt mall jika bapak diposisi yang benar ( ongkos damai klo bahsa gampangnya)

    satu lagi pak..kita mo forward gimana pak,kalo alamat bapak gak lengkap, ntar dikira menyebarkan fitnah

    maaf ya pak, tidak ada maksud apa-apa cuma agak binggung aja dengan beberapa bagian cerita bapak.

    Yudhistira

    Yogyakarta

  6. sarah | Pesan | Jumat, 30 Mei 2008

    menurut saya, masalah apa pun di suatu tempat, bicara sama manajernya. Kalo masalah sama satpam, dibicarain sama satpam, ato masalah sama spg dibicarain sama spg, itu namanya nyari tambahan masalah. tanpa mengurangi hormat sama siapa pun, saya merasa ngomong sama orang yang kurang pinter biasanya malah tambah berabe..

  7. Siswandi | Pesan | Selasa, 01 Juli 2008

    Cerita pihak yang satunya lagi gimana ya..? supaya objektif lah.

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..


Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru