Online
Saat ini ada 214 pengunjung tamu dan 2 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Bisnis & Layanan Finansial/Bank & Kartu Kredit - Kritik & Saran
Simulasi Online Kartu Kredit disediakan BI atau Bank terkait
Selasa, 08 Juli 2008
Bantuan Artikel
Saya punya usulan yang mohon ditanggapi, melihat www.mediakonsumen.com, di media massa, forum detik.com, cukup banyak komplain atas pelayanan Bank dari nasabah kartu kredit.
Intinya, banyak yang mempertanyakan kinerja perbankan yang menyediakan kartu kredit, nampak nasabah tidak puas dengan jawaban Customer Service terkait masalah tagihan, billing, bunga yang berbunga, bea materai. Usul saya sbb :
1. Mohon tiap bank yang menyediakan layanan kredit, terutama kartu kredit (KK) memiliki sistem simulasi "billing" yang menampilkan program, bisa berbasis javascript, PHP, ASP atau lainnya
2. Dalam program simulasi tersebut, apabila pelanggan KK melakukan order dalam jumlah sekian rupiah, pelanggan bisa melihat nyata apa saja konsekwensi yang didapatkan apabila ybs memilih melunasi KK dengan program cicilan, atau dengan memilih minimum payment, melunasi sebelum jatuh tempo atau mengikuti kebijakan/program KK tertentu
3. Dalam sistem simulasi billing itu mencantumkan variable yang ditetapkan bank KK tersebut, misal berapa bunga ritel, bunga bulanan, PPN, materai, biaya tetek bengek, yang nantinya kita bisa melihat secara jelas apa saja yang harus dibayar, berapa yang harus dibayar, semestinya tepat sama dengan tagihan/informasi bulanan yang dikirimkan Bank terkait
Intinya, pelanggan yang menerima tagihan dari bank, bisa dengan mudah crosscek ke situs bank terkait, di halaman khusus untuk member atau boleh dicoba oleh publik, maka dapat memperingan kerja customer service via telpon, email, yang kadang berbelit-belit.
Sekaligus dengan simulasi online billing itu, sebagai media yang nyata untuk mempromosikan berapa tarif kredit di suatu bank, apa saja keuntungannya, bagaimana sistem penagihannya, berapa besarnya, juga akan membantu bagi nasabah KK atau calon nasabah untuk waspada dari bunga yang mencekik leher, apabila terus-menerus membayar sesuai "minimum payment" dalam tempo waktu 10 tahun misalnya. Bahkan hal ini juga menguntungkan bank, berarti bank memberikan informasi yang sejelas-jelasnya bagi nasabah dan calon nasabah KK tentang sistem yang digunakan oleh bank itu.
Maka hal ini akan juga memudahkan untuk mengetahui kenapa adakah perbedaan yang signifikan antara yang tercetak di kertas tagihan/billing statement bulanan, atau di situs resmi simulasi billing di bank itu. Selanjutnya hasil perhitungan tersebut bisa disimpan oleh pelanggan yang terdaftar, sebagai bahan komplain ke Bank untuk dijelaskan Bank apabila terjadi perbedaan.
Nah hal ini mungkin akan membuat nasabah dan calon nasabah merasa nyaman, karena tahu akan resiko terlebih dahulu. Dan dengan program simulasi billing yang lengkap ini, sesuai ajaran Islam bahwa transaksi itu harus jelas, tidak boleh ada yang dirugikan, juga tidak boleh membahayakan pihak lainnya Laa dharara walaa dhirara, karena terjebak rentenir yang tidak pasti, bunga-berbunga, dst.
Saya pikir, siapapun, pemerintah, BI, termasuk bank, tidak ingin ada nasabahnya yang terlibat kredit macet, nah untuk membantu agar tidak macet, sebelum macet, maka tunaikanlah hak sebagai nasabah, yang jelaskan sejelas-jelasnya dengan simulasi program billing itu. Kalaupun tetap memakai jasa bank KK, jasa kredit BPR, dll, telah ridla sebelumnya bakal menerima resiko tsb.
Dan amat baik sekali kalau situs www.bi.go.id dilengkapi simulasi dari bank-bank yang ada di bawah pengawasan BI.
Demikian usul dan saran dari saya. Mudah-mudahan dapat bermanfaat. Wallahu a'lam.
Hormat saya,
Yudha M
Jl. Enau 30
Yogyakarta
1. Mohon tiap bank yang menyediakan layanan kredit, terutama kartu kredit (KK) memiliki sistem simulasi "billing" yang menampilkan program, bisa berbasis javascript, PHP, ASP atau lainnya
2. Dalam program simulasi tersebut, apabila pelanggan KK melakukan order dalam jumlah sekian rupiah, pelanggan bisa melihat nyata apa saja konsekwensi yang didapatkan apabila ybs memilih melunasi KK dengan program cicilan, atau dengan memilih minimum payment, melunasi sebelum jatuh tempo atau mengikuti kebijakan/program KK tertentu
3. Dalam sistem simulasi billing itu mencantumkan variable yang ditetapkan bank KK tersebut, misal berapa bunga ritel, bunga bulanan, PPN, materai, biaya tetek bengek, yang nantinya kita bisa melihat secara jelas apa saja yang harus dibayar, berapa yang harus dibayar, semestinya tepat sama dengan tagihan/informasi bulanan yang dikirimkan Bank terkait
Intinya, pelanggan yang menerima tagihan dari bank, bisa dengan mudah crosscek ke situs bank terkait, di halaman khusus untuk member atau boleh dicoba oleh publik, maka dapat memperingan kerja customer service via telpon, email, yang kadang berbelit-belit.
Sekaligus dengan simulasi online billing itu, sebagai media yang nyata untuk mempromosikan berapa tarif kredit di suatu bank, apa saja keuntungannya, bagaimana sistem penagihannya, berapa besarnya, juga akan membantu bagi nasabah KK atau calon nasabah untuk waspada dari bunga yang mencekik leher, apabila terus-menerus membayar sesuai "minimum payment" dalam tempo waktu 10 tahun misalnya. Bahkan hal ini juga menguntungkan bank, berarti bank memberikan informasi yang sejelas-jelasnya bagi nasabah dan calon nasabah KK tentang sistem yang digunakan oleh bank itu.
Maka hal ini akan juga memudahkan untuk mengetahui kenapa adakah perbedaan yang signifikan antara yang tercetak di kertas tagihan/billing statement bulanan, atau di situs resmi simulasi billing di bank itu. Selanjutnya hasil perhitungan tersebut bisa disimpan oleh pelanggan yang terdaftar, sebagai bahan komplain ke Bank untuk dijelaskan Bank apabila terjadi perbedaan.
Nah hal ini mungkin akan membuat nasabah dan calon nasabah merasa nyaman, karena tahu akan resiko terlebih dahulu. Dan dengan program simulasi billing yang lengkap ini, sesuai ajaran Islam bahwa transaksi itu harus jelas, tidak boleh ada yang dirugikan, juga tidak boleh membahayakan pihak lainnya Laa dharara walaa dhirara, karena terjebak rentenir yang tidak pasti, bunga-berbunga, dst.
Saya pikir, siapapun, pemerintah, BI, termasuk bank, tidak ingin ada nasabahnya yang terlibat kredit macet, nah untuk membantu agar tidak macet, sebelum macet, maka tunaikanlah hak sebagai nasabah, yang jelaskan sejelas-jelasnya dengan simulasi program billing itu. Kalaupun tetap memakai jasa bank KK, jasa kredit BPR, dll, telah ridla sebelumnya bakal menerima resiko tsb.
Dan amat baik sekali kalau situs www.bi.go.id dilengkapi simulasi dari bank-bank yang ada di bawah pengawasan BI.
Demikian usul dan saran dari saya. Mudah-mudahan dapat bermanfaat. Wallahu a'lam.
Hormat saya,
Yudha M
Jl. Enau 30
Yogyakarta
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 5 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
lebih baik tidak usah ber-hutang mas,biar cuma simulasi,bank-bank penerbit KK atau pokoknya bank tak ubahnya 'lintah darat',najis.
Betul, saran saya TIDAK USAH hutang.
Tapi bagi nasabah baru yang memerlukan order lewat internet, satu-satunya jalan termurah cuma pakai kartu kredit. Mungkin karena orang Israel sudah menguasai dunia, sampai-sampai transaksi yang paling populer, dipopulerkan hanya via kartu kredit.
Dulu pernah bisa pakai debit card, setelah amat disayangkan kartu debit bank Niaga sempat bisa transaksi di Internet, lantas diblokir sepihak. Kalau bank-bank di Malay sudah biasa hanya debit, tapi bisa untuk transaksi di internet lewat jaringan Visa/Master Card.
Adapun dengan metode lain, pembayaran di Internet, memang bisa lewat western union, moneygram, telegraphic transfer, wire transfer, bank draft, voucher. Selain mahal, lambat, juga lebih susah dikomplain ketimbang bank yang kelihatan wujudnya, bisa dilacak. Terima kasih.
beberapa bulan lalu kartu debit niaga bisa dipakai untuk transaksi dengan paypal.. apa uda ga bisa lagi
Terakhir bisa saya pakai pertengahan April 2008, lantas off. Saya tanyakan ke bank Niaga, memang sengaja diblokir permanen, karena katanya bank Niaga tidak punya kerjasama dengan Paypal. Payah, jadi kembali ke KK, kartu kejam.
Kartu kredit itu merupakan alat untuk memudahkan pembayaran. Dan bukan merupakan alat untuk berhutang. Menurut hemat saya, jangan sekali sekali menggunakan kartu kredit untuk berhutang. Dan, sistem bunga berbunga yang diterapkan oleh kartu kredit sangat jauh dari ajaran islam atau agama apapun di dunia ini. Belum lagi kita ngomong masalah manusia-manusia yang terlibat di dalam industri kartu kredit. Wah, ruwet ! Saya sendiri pernah mengalami bagaimana rasanya terjerumus ke dalam jurang hutang kartu kredit. Kalau memang tidak punya uang, jangan pernah punya kartu kredit.
Saya lebih setuju kalau pemerintah segera membuat peraturan yang membatasi kepemilikan kartu kredit. Kalau seorang pegawai kantoran dengan gaji 5 juta sebulan, jangan sampai mempunyai 15 kartu kredit dari berbagai bank dengan plafon masing-masing 10juta.
Saya lebih setuju kalau pemerintah memasang iklan himbauan untuk menggunakan kartu kredit secara bijaksana. Untuk mengimbangi gencarnya iklan dari penerbit kartu kredit yang menawarkan berbagai macam produk yang dapat dicicil pembayarannya. Jangan sampai membeli barang secara nyicil menjadi budaya baru di Indonesia.
Salam,
Feri