Online
Saat ini ada 213 pengunjung tamu dan 1 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Pendidikan/Dasar & Menengah - Keluhan
Mahalnya Sekolah di Kabupaten Bogor
Rabu, 09 Juli 2008
Bantuan Artikel
Saya mendaftarkan anak saya masuk ke SDN Cipayung I Kec. Cibinong Kab. Bogor. Setelah melalui tes dan lulus, Pada tgl 1 Juli 2008 para orang tua dikumpulkan dalam sebuah rapat orang tua murid baru dan pihak sekolah. Dimana setelah bla, bla, bla menjelaskan kondisi sekolah kemudian kepala sekolah (kepsek) menjelaskan kebutuhan dana untuk bermacam-macam pembangunan fisik, pembelian alat musik dll, tapi dengan catatan kebutuhan dana tersebut sudah final dan tidak bisa di revisi. Lho.. (percuma dong ada sesi tanya jawab).
Dimana untuk iuran wajib ditetapkan Rp. 1.5 juta/anak dan iuran sukarela dipatok minimal 500 rb/anak, jadi total minimal orang tua harus menyediakan uang Rp. 2 jt/anak!!! Dengan santainya kepsek menerangkan bahwa biaya pendidikan memang mahal dan apabila ada yang tidak setuju dipersilahkan mengundurkan diri karena masih banyak orang lain yang ingin menyekolahkan anaknya disitu.
Ironis sekali sebagai pendidik seharusnya kepsek itu tau bahwa pendidikan dasar itu wajib bagi anak usia sekolah dasar, artinya apabila orang tua anak itu tidak mampu lantas apakah anaknya harus tidak sekolah. Apakah orang miskin di negeri ini harus bodoh karena tidak mampu menyekolahkan anaknya, trus untuk apa di uud 45 itu disebutkan pada;
pasal 31 ayat 1 : Setiap Warga Negara berhak mendapatkan pendidikan.
dan pada ayat 2 : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
Rasanya pemkab Bogor harus menyikapi masalah ini, apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan pilkada kab. Bogor. San rasanya urang Bogor harus hati-hati memilih pemimpin Bogor. PENDIDIKAN GRATIS ??? MIMPI KALEEE YEEEE
Nama dan alamat ada pada redaksi
Dimana untuk iuran wajib ditetapkan Rp. 1.5 juta/anak dan iuran sukarela dipatok minimal 500 rb/anak, jadi total minimal orang tua harus menyediakan uang Rp. 2 jt/anak!!! Dengan santainya kepsek menerangkan bahwa biaya pendidikan memang mahal dan apabila ada yang tidak setuju dipersilahkan mengundurkan diri karena masih banyak orang lain yang ingin menyekolahkan anaknya disitu.
Ironis sekali sebagai pendidik seharusnya kepsek itu tau bahwa pendidikan dasar itu wajib bagi anak usia sekolah dasar, artinya apabila orang tua anak itu tidak mampu lantas apakah anaknya harus tidak sekolah. Apakah orang miskin di negeri ini harus bodoh karena tidak mampu menyekolahkan anaknya, trus untuk apa di uud 45 itu disebutkan pada;
pasal 31 ayat 1 : Setiap Warga Negara berhak mendapatkan pendidikan.
dan pada ayat 2 : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
Rasanya pemkab Bogor harus menyikapi masalah ini, apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan pilkada kab. Bogor. San rasanya urang Bogor harus hati-hati memilih pemimpin Bogor. PENDIDIKAN GRATIS ??? MIMPI KALEEE YEEEE
Nama dan alamat ada pada redaksi
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 3 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
@Pak Tommy...selamat datang di negara Indonesia yang hampir sama dengan Sicilia...banyak mafianya
Sedih juga kalau mau masuk SD aja sudah dipatok 2juta, belum biaya ini dan itu...terus per bulannya ada biaya lain2..
Setau daku ketika daku jadi pak guru dahulu, semua dana itu diatur di anggaran dasar sekolah dan sumber utama nya dari bantuan operasional sekolah (terlebih ini sekolah negeri). Apabila bapak diminta duit 2 juta, di foto copy saja itu kwitansi atau pun bukti2 otentik, laporin ke dinas pendidikan dan juga KPK.
Saya rasa pungutan itu tidak hanya di Bogor saja tetapi hampir disemua daerah. Memang bayar sekolahnya gratis (tidak ada uang sekolah) tetapi untuk seragam dll harus bayar kalau tidak mau bayar terus dipersilahkan pilih sekolah yang lain (yang gratis tetapi tidak ada).
Itu baru SD nanti kalau sampai di Perguruan tinggi minimal Rp. 50. jt makanya terus "berkorupsi" untuk mengembalikan modal.
Kalau jaman dulu sih ortu tidak pernah tahu menahu masalah sekolahan, untuk pendaftaran ke SMP, SMA semua diurus oleh sekolah (asal sekolah negeri lho).
Kapan ya Indonesia akan kembali lagi kejaman seperti itu? Jadi sekarang kalau mau anaknya sekolah begitu kerja langsung nabung atau kalau tidak ya langsung korupsi
Salam.