Online
Saat ini ada 185 pengunjung tamu dan 0 pengunjung terdaftar online.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login
Polling
Doaku untuk Warung Srabi Solo
Senin, 25 Agustus 2008
Bantuan Artikel
Ceritanya bulan Juli 2008 ada seorang laki laki menguhubungi kantor saya, namanya Iman Muji Suryanto. Ngobrol punya ngobrol, ceritanya dia memesan desain logo, counter, gerobak mobile, kartu nama & banner untuk warungnya itu (kantor saya bernama "FRILENZ GALLERY" bergerak di bidang photography & design services).
Sesuai dengan janji melalui telepon dengan Bapak Iman tersebut, akhirnya sebagai marketing yang baik saya menepati janji ketemu di warungnya, alamak kok tidak meyakinkan banget sih tempatnya pikir saya dalam hati, tapi yah udahlah namanya juga client adalah raja, saya cuek saja.
Dan dari hasil pembicaraan saya dengan Bapak Iman & pemiliknya yang bernama Bapak Wahyu tersebut akhirnya mereka memesan beberapa desain yang telah saya sebutkan di atas.
Saya membuka harga desain all in Rp 1.500.000, nego punya nego akhirnya saya menyetujui dengan penawaran mereka yaitu Rp 750.000 saja (all in), mengingat SRABI SOLO bukan client besar & pastinya keuangannya juga agak empot - empotan pastinya.
Namun mereka berdua tidak segera memberikan tanda jadi kepada saya pada saat itu, hanya menyetujui saja bahwa desain akan saya selesaikan dalam wakut 14 hari. Akhirnya saya kembali ke kantor..
2 hari kemudian Bapak Iman menelpon saya lagi menanyakan hasil desain nya sudah jadi apa belum ? lah kok??? tanda jadi saja tidak di bayarkan kok sudah nanyain jadi apa belum desainnya?
Akhirnya saya jawab "Pak, kami dapat memberikan hasil desain setelah kami mendapatkan tanda jadi atau DP dari pihak bapak sebesar 50%". Akhirnya keesokan harinya bapak Iman mendatangi kantor saya, namun hanya menyerahkan uang DP sebesar Rp250.000.
Awalnya team saya keberatan menerima DP yang tidak mencapai 50% tersebut, namun sekali lagi saya berbaik hati kepada SRABI SOLO dan berusaha mendiskusikannya dengan team.
Pada akhirnya team saya menyetujui melakukan pekerjaan tersebut, jarak 5 hari kemudian pak Iman menelpon lagi meminta kami segera menyelesaikan pekerjaan desain SRABI SOLO karena deadline produksi counter jatuh pada awal Agustus katanya.
Sebagai team yang sangat mengerti & menghormati deadline kami segera menyelesaikan pekerjaan desain SRABI SOLO. Dan setelah kami menyelesaikannya kami menghubungi pak Iman agar datang ke kantor untuk mengambil hasil desainnya & menyelesaikan sisa pembayarannya, namun pak Iman sekali lagi membuat alasan bahwa pada saat itu sedang berada di workshop orang yang akan memproduksi counter SRABI SOLO tersebut, dan pak Iman menghimbau kepada kami agar mengirimkan hasil desain kepada e mailnya.
Sekali lagi kami tulus berniat meringankan beban pak Iman yang sedang di kejar - kejar deadline tersebut, kami mengirimkannya melalui e mail.
Namun bak air susu di balas dengan air tuba, kebaikan yang kami lakukan tersebut malah di balas dengan PENIPUAN. Sampai saat ini Bapak Iman & Bapak Wahyu yang terhormat tidak membayar sisa pelunasan desainnya kepada team kami & selalu menghilang apabila kami melakukan konfirmasi pembayaran dengan mendatangi warungnya bahkan selalu me "reject" telpon dari kami.
Yah sudahlah, Allah maha besar semoga Bapak Iman & Bapak Wahyu selalu di berikan keluasan rizki & selamat dunia akhirat . Dan semoga SRABI SOLO semakin di kenal banyak orang, AMIEN.
Evani
Jln.Gunuk Raya No 19 Polatangan Pejaten Timur
Pasar Minggu
Jakarta Selatan
www.frilenz.com
Dan dari hasil pembicaraan saya dengan Bapak Iman & pemiliknya yang bernama Bapak Wahyu tersebut akhirnya mereka memesan beberapa desain yang telah saya sebutkan di atas.
Saya membuka harga desain all in Rp 1.500.000, nego punya nego akhirnya saya menyetujui dengan penawaran mereka yaitu Rp 750.000 saja (all in), mengingat SRABI SOLO bukan client besar & pastinya keuangannya juga agak empot - empotan pastinya.
Namun mereka berdua tidak segera memberikan tanda jadi kepada saya pada saat itu, hanya menyetujui saja bahwa desain akan saya selesaikan dalam wakut 14 hari. Akhirnya saya kembali ke kantor..
2 hari kemudian Bapak Iman menelpon saya lagi menanyakan hasil desain nya sudah jadi apa belum ? lah kok??? tanda jadi saja tidak di bayarkan kok sudah nanyain jadi apa belum desainnya?
Akhirnya saya jawab "Pak, kami dapat memberikan hasil desain setelah kami mendapatkan tanda jadi atau DP dari pihak bapak sebesar 50%". Akhirnya keesokan harinya bapak Iman mendatangi kantor saya, namun hanya menyerahkan uang DP sebesar Rp250.000.
Awalnya team saya keberatan menerima DP yang tidak mencapai 50% tersebut, namun sekali lagi saya berbaik hati kepada SRABI SOLO dan berusaha mendiskusikannya dengan team.
Pada akhirnya team saya menyetujui melakukan pekerjaan tersebut, jarak 5 hari kemudian pak Iman menelpon lagi meminta kami segera menyelesaikan pekerjaan desain SRABI SOLO karena deadline produksi counter jatuh pada awal Agustus katanya.
Sebagai team yang sangat mengerti & menghormati deadline kami segera menyelesaikan pekerjaan desain SRABI SOLO. Dan setelah kami menyelesaikannya kami menghubungi pak Iman agar datang ke kantor untuk mengambil hasil desainnya & menyelesaikan sisa pembayarannya, namun pak Iman sekali lagi membuat alasan bahwa pada saat itu sedang berada di workshop orang yang akan memproduksi counter SRABI SOLO tersebut, dan pak Iman menghimbau kepada kami agar mengirimkan hasil desain kepada e mailnya.
Sekali lagi kami tulus berniat meringankan beban pak Iman yang sedang di kejar - kejar deadline tersebut, kami mengirimkannya melalui e mail.
Namun bak air susu di balas dengan air tuba, kebaikan yang kami lakukan tersebut malah di balas dengan PENIPUAN. Sampai saat ini Bapak Iman & Bapak Wahyu yang terhormat tidak membayar sisa pelunasan desainnya kepada team kami & selalu menghilang apabila kami melakukan konfirmasi pembayaran dengan mendatangi warungnya bahkan selalu me "reject" telpon dari kami.
Yah sudahlah, Allah maha besar semoga Bapak Iman & Bapak Wahyu selalu di berikan keluasan rizki & selamat dunia akhirat . Dan semoga SRABI SOLO semakin di kenal banyak orang, AMIEN.
Evani
Jln.Gunuk Raya No 19 Polatangan Pejaten Timur
Pasar Minggu
Jakarta Selatan
www.frilenz.com
Komentar Anda ?
Saat ini telah ada 5 komentar
Pencarian lebih lanjut dengan Google..
Surat/Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

Halaman Untuk Cetak
Kirim Artikel Ini
Komentar Pembaca
Link Ke Blog Anda
Sebenarnya kalau memang sudah dituangkan dalam persyaratan dan tertulis, tidak boleh ada rasa ewuh pakewuh (apakah teman atau saudara sendiri). Jadi persyaratan itu ya harus dipenuhi mau atau tidak mau, terserah apa akan dibilang pelit atau apa. Tetapi kalau tidak ada persyaratan ya kalau ada apa apa jelas resiko sendiri
.
Salam.
Evani....yg pertama anda sendiri sdh ragu akan alamatnya....yang kedua anda juga sdh ragu akan keuangan perusahaan tersebut...yang ketiga bayar DP nya harus ditagih duluan....hal hal seperti ini sebenarnya sdh cukup untuk tidak meneruskan order mereka,what next?...lbh teliti lagi meneliti customer dng gerak geriknya
maaf pak ini cuma sekedar masukan aja.
Kalo costumer yang model kayak gini bisa digunakan cara apabila dia masih memberikan DP dibawah 50 % dengan memberikan contoh design nya aja via komputer. Apabila dia setuju maka baru di mintakan DP 50 %.
mohon maaf mungkin ketika dia udah Dp 250 rb, dia mendapatkan tawaran yang lebih murah lagi sehingga dia perhitungkan lebih baik kehilangan Rp 250 Rb saja
tapi ini cuma masukan saja, mungkin kurang berkenan. tapi saya turut prihatin pak. Kita doakan aja pak dagangannya gak laku.
wah pak, saya turut simpati atas musibah penipuan yg bapak alami, kalo bole tau alamatnya dimana pak ? kali kali aja kalo ada waktu, saya mau "main" kesana hehe
semoga tuh warung serabi ditipu orang yang lebih besar lagi, amin.
Turut bersimpati atas kejadian ini.. sy yakin bhw niat ibu Evani adalah "baik" sehingga bermurah hati kpd srabi solo, namun mendapatkan balasan sebaliknya.
sy percaya bhw akan hukum karma, apa yang kita tabur, akan kita tuai kelak. Artinya ibu Evani akan mendapatkan berkat dari hasil kebaikan ibu, dan srabi solo juga akan mendapatkan "berkat" yang selayaknya.
Tetaplah berbuat kebajikan