Online
Saat ini ada 149 pengunjung tamu dan 1 pengunjung terdaftar online.

Anda bisa log-in atau daftar di sini.
Login




 


 Tidak bisa login?
 Mau daftar? KLIK DI SINI!
Polling

Menurut Anda, Media Konsumen itu...

[ Hasil | Polling ]

Votes: 2009

Jasa Pelayanan - Keluhan

Pengalaman Buruk dengan Yayasan Citra Kartini

Jumat, 05 September 2008

Bantuan Artikel
Saya mengambil suster infal pada Yayasan Citra Kartini pada tanggal 30 Agustus 2008, dengan membayar admin Rp. 750.000 dan Gaji suster 1 bualn dibayar dimuka Rp. 1.100.000. Singkat cerita pada tanggal 3 September 2008 suster tersebut (Asih) jatuh sakit sehingga harus saya larikan ke RS Pertamina karena sakit perut sampai menangis dan teriak2 dan pingsan.

Saya tiba di UGD sekitar pukul 15.30, setelah keadaan tenang saya menghubungi pihak Yayasan, untuk meminta pihak Yayasan datang untuk melihat kondisi Asih. Pihak yayasan tidak menanggapi dan hanya dijawab dengan “Jika susternya sudah tidak bisa bekerja dikembalikan saja ke yayasan bu”.
Karena Asih harus di infus dan hasil darah baru bisa keluar satu stengah jam. Saya minta bantuan tenaga dari yayasan untuk menunggui Asih karena saya masih mempunyai bayi berusia 3 minggu yang harus saya susui. Telp kedua ini diangkat oleh bapak Joko, dia menjawab sedang dibicarakan dengan atasan.

Kira-kira 1 jam saya baru dihubungi kembali oleh pihak Yayasan dan mereka akan mengirimkan baby sitter untuk menunggui Asih, saya merasa keberatan karena saya ingin pihak yayasan yang datang. Mereka menolak. Saya minta berbicara dengan pemilik yayasan Bapak Eddy. Setelah saya jelaskan masalahnya Bapak Eddy malah bilang “Kami akan megirimkan orang untuk menunggu Asih (sesama BS) tetapi ibu harus mengganti Rp. 50.000 perhari untuk membayar org yang menunggui tsb”. Saya merasa keberatan masa saya harus membayar lagi untuk org yang menunggu. Dengan dalih ada pasal “Berkewajiban memberikan pengobatan penuh apabila tenaga kerja sakit, terkecuali tindakan operasi ditanggung oleh keluarga” Yayasan merasa tidak perlu bertanggung jawab dalam bentuk apapun dalam hal ini.

Yang saya minta bukanlah bantuan materi, melainkan bantuan untuk duduk sama2 dan membicarakan bagaimana penyelesaiannya mengingat kondisi Asih cukup memprihatinkan.

Setelah hasil lab keluar dokter mengatakan Asih menderita Pangkreatitis akut yang dapat menyebabkan pangkreasnya dapat pecah sewaktu-waktu, dan kemungkinan harus dirawat di ICU. Karena sudah terlanjur kesal dengan Yayasan saya hanya memberi kabar lewat sms dan minta no telp keluarga Asih yang bisa dihubungi. Sms ini hanya dijawab “keluarga sedang dihubungi”.

Sampai Asih dipindah keruang perawatan pihak yayasan belum memberi kabar. Saya menghubungi sendiri pihak keluarga Asih, dan pada saat saya menghubungi mereka belum menerima kabar dari yayasan.

Hal ini membuat saya banyak bertanya-tanya? Dimana pertanggungan jawabnya terhadap saya sebagai konsumen? Dimana pertanggungan jawabnya terhadap Asih sebagai salah satu anggotanya? Dimana tanggung jawabnya kepada keluarga Asih? Selama percakapan saya di telp tidak ada satu patah katapun dari pihak yayasan yang menanyakan bagaimana keadaan Asih, yang mereka ributkan hanyalah masalah administrasi. Seakan-akan mereka takut harus membayar biaya pengobatan Asih dan mereka mau lepas tangan. Dimana hati nuraninya? Nyawa manusia dipertaruhkan, bagaimana saya bisa mengembalikan ke yayasan dalam keadaan seperti ini? Apakah saya kembalikan dengan ambulance? Yayasan ini menganggap enteng semuanya, manusia disamakan dengan barang.

Sampai hari ini baru tadi pagi pihak yayasan menghubungi saya menanyakan kondisi Asih yang sepertinya juga basa-basi, karena tidak ada respon apapun setelah saya menyatakan kondisi Asih yang cukup memprihatinkan, makan & minum melalui selang dihidung, diinfus, menggunakan kateter dan salah satu obatnya harganya 1,3jt perhari, hanya untuk satu obat, belum termasuk biaya RS, dokter, dll…

Irarosa Ardhi Boediono
Jl. Patiunus No. 19 Kebayoran Baru
Jakarta


Artikel lain dalam kategori Jasa Pelayanan :

Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 3 komentar


  1. Thomas Aquino | Pesan | Sabtu, 06 September 2008

    1,3 juta + biaya lainnya pasti suatu hal yang besar bagi keluarga anda. Saya pun akan ngamuk2 kalau saya harus menanggung semuanya ini dan yayasan lepas tangan.

    Namun terlepas dari permasalahan anda dan yayasan anda, hidup manusia itu lebih penting. Uang memang akan habis dengan segera, namun saya yakin rejeki akan ada untuk anda nantinya.

    Lebih baik anda bicarakan bertiga; anda, suster, sama keluarganya. Cari solusinya bersama-sama.

    Mohon maaf, saya hanya bisa memberikan komentar disini namun saya tidak bisa membantu apa-apa untuk anda.

    Semoga susternya cepat sembuh dan solusinya cepat didapatkan yah :)

  2. Rini | Pesan | Senin, 08 September 2008

    Itu yayasan cuek banget sich?

    Gak punya perasaan apa?

    Padahal menyangkut nyawa orang

    untung cepat dibawa ke Rs. C0ba Klu telat sedikit mnding klu pihak yayasan ngasih asuransi gitu

    ini mah maen lepas tangan aja...

    Untuk suster Asih

    i h0pe y0u'll be better s00n and keep on spirit...

    G0d bless u always...

  3. ius | Pesan | Senin, 08 September 2008

    untuk suster asih semoga cepat sembuh,

    untuk yayasannya :

    anda ini yayasan suster, dan anda menjual jasa baby sitter, yang ngak laen itu manusia juga, sama seperti anda

    dan inget, anda (pemilik yayasan) bisa hidup dan makan dari para suster anda, tanpa mereka, anda dan keluarga anda dapat uang dari mana ? tau malu dan respon dikit donk !!!

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !


 Pencarian lebih lanjut dengan Google..

Google
 
Web www.mediakonsumen.com



Surat/Artikel Terbaru



Komentar Terbaru