Saya terkena juga oleh salesman PT. AOWA.
Tentunya para konsumen di media konsumen pernah mendengar atau bahkan mengalami sendiri tentang produk AOWA. Saya menulis ini tidak ingin panjang lebar, kasus saya kurang lebih mirip dengan banyak, ratusan mungkin ribuan kasus AOWA lainnya. Bedanya, saya dan juga dua konsumen lain yang mengalami kasus yang sama mengajukan ke BPSK. Nah kami dibantu penyelesaian kasus ini oleh BPSK.
Saya menulis ini kiranya masyarakat umum jadi tahu mengenai BPSK ini, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang membantu bila konsumen merasa dirugikan oleh produsen atau pelaku usaha. TANPA BIAYA loh.
Bahkan apabila, semoga tidak, ada kasus konsumen lainnya yang mengalami hal yang sama yakni kasus dengan AOWA, maka bisa tahu ada satu jalan atau badan hukum yang bisa melindungi. Karena sejak berdirinya tahun 2006 atas UU perlindungan konsumen, keberadaan BPSK belum banyak yang tahu, dari ratusan kasus AOWA hanya belasan yang tahu kemana harus minta perlindungan (BPSK).
Terima kasih BPSK.
Lisa
Taman Surya 5 No 25
Cengkareng, Jakarta
Yes...bagus tuh Ibu Lisa, laporin aja AOWA, memang mereka cerdik tuh, pertama bilang dpt hadiah bla bla bla, tapi begitu mereka minta ktp dan kredit card, udh beda lagi tuh omongannya.
Pokoknya kl lagi jalan2 di mall atau shopping center trus ada yg nawarin kasih hadiah gratis bisa macam2 spt mug, asbak, cairan pembersih, dll. Saya anjurkan jangan diambil hadiah2 gratis tsb, krn itu jebakan untuk membeli barang2 mereka dari AOWA. Barang2 AOWA mutunya jelek, after sales servicenya juga tidak ada payah, mahal lg.
Saya juga baru tau ada BPSK
Buat yang sama2 blum tau juga, ini link tentang BPSK:
http://pkditjenpdn.depdag.go.id/
http://bpsk-jakarta.blogspot.com/
Saat ini AOWA sedang buka stand di Botani Square Bogor, gimana kalo kita kerjain rame2 tu sales2nya ... hihihii...
Walaupun saat ini saya belum perlu dengan yang namanya BPSK, ada baiknya bila dicantumkan alamat dan nomor telepon badan tersebut, dan mudah-mudahan sangat berguna bagi konsumen yang membutuhkan dan siapa tahu ada teman-teman saya juga ada yang membutuhkan...!
Salam
@Tarantula
Yah duluan kamu postnya
tadi aku masih/baru baca sampai yang nomor 2
saya baru smalam kajadian nya, jadi gak usah aku ceritakan lagi, smuanya sama. cuma aku ingin tau no telp. orang BPSK itu yg bisa menyelesaikan nya.
Saya juga mengalami pengalaman buruk dengan AOWA ini,
Saya berencana untuk mengumpulkan kawan2 yang mengalami pengalaman yang sama untuk mengajukan Class Action ke YLKI.
Karena jika diselesaian satu-persatu secara perlahan-lahan tidak menutup kemungkinan khyalayak umum untuk tertipu lagi, kan keren kalau sampai masuk media, dan diumumkan masyarakat akan lebih berhati-hati...
Jika ada yang bersedia membantu..feel free untuk menghubungi saya.
PS: saya cuman ilang 200.000...tapi ga terima! kalo beramal sih gapapa...namun kalo di tipu...5000 juga saya kejar deh!
Sebelum tahun 2005: PT Indonusa Lestari
Tahun 2005-2008: PT Satria Putra Indo
Tahun 2008 (Juni): PT Indo Prima Putra Pratama
Please dong...koq banyak sekali ganti nama bendera... takut ijin usaha dicabut? Tenang... kalo saya mau, pasti kecabut juga koq haha...
Juga produk andalan kalian kompor induksi... itu kan cuma seharga kurang lebih 1.3 jt rupiah... kalian pasang harga 8.3jt dengan ditambah sistem voucher (atau apapun namanya itu, yang pasti cuma akal-akalan dengan menelpon ke kantor cabang yg lain), seolah-olah konsumen mendapatkan barang2 dengan harga 15-20 jutaan. Bilang aja mau jual bundle...
Konsumen kian kritis lho... mereka yang "mau" beli rata-rata bukan chinese perkotaan, melainkan pribumi. Chinese nggak bodoh bung... kita udah cek hingga RRC, ya barangnya ya harganya. Mark Up penjualan kalian terlalu tinggi, apapun alasannya (biaya showroom kek, gaji kek, distribusi cost kek...). Konsumen mana mau tau urusan internal kalian (product cost, delivery cost, dll). Mereka cuma mau tau dapat barang yang terbaik dengan harga murah bung... Ini indonesia bung, bukan malaysia yg daya beli masyaraktnya lebih kuat.
Memang di kota-kota yg lebih kecil kalian terlihat lebih mampu meraup untung... tapi itu tidak akan lama, ini jaman internet bung... mereka akan menyebarkan berita negatif ini ke seluruh calon konsumen anda. Berbenahlah sebelum usaha anda benar-benar tutup...
So jangan kaget kalo banyak calon pengunjung udah pada negatif setelah tau merk AOWA anda. Chef Rudy... nama besar anda bisa rusak juga lho dengan menjadi maskot AOWA, pertimbangin lagi deh.
Berbenahlah AOWA... nama anda sudah terlanjur rusak di masyarakat, tidak mungkin secara instan mengembalikan kepercayaan masyarakat lho... paling tidak prediksi saya paling cepat 2-3 tahun. Tergantung apa yang dibenahi. Bisa pricing strategy, promo strategy, customer service, Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan, training karyawan, dll
Pemerhati AOWA...
Note: Bagi yg tidak puas, laporin ke YLKI terdekat di kota anda. Merujuk info BPSK diatas juga boleh. Bisa di track koq perusahaan ini. Teliti sebelum membeli ok...
Bagi AOWA... yg perlu anda menangkan adalah bagaimana merubah persepsi masyarakat yg negatif menjadi positif (the battle is in your customer's mind). Advertising yg mendidik (di media2) mutlak diperlukan sebelum efek negatifnya melumat perjalanan bisnis anda. Cepat-cepatlah melakukan advertising sebelum keburu KO sebelum berbenah. Pertimbangkan, buka factory di Indo saja biar product costnya lebih murah...