Tahun-tahun pertama launching stasiun TV Indosiar, saya menilai program acaranya cukup berbobot bahkan setelah beberapa tahun kemudian pernah menjadi stasiun TV favorit. Tapi di tahun 2006 sampai sekarang, program acaranya terutama film-film yang ditayangkan hampir seluruhnya film kolosal (entah apa namanya) yang pasti settingnya adalah kehidupan orang kaya raya dan berkaitan dengan alam gaib.
Kita harus sadar bahwa yang menonton TV bukan orang dewasa saja yang telah sanggup memahami dan membedakan dunia nyata dan rekayasa. Saya memiliki tetangga yang anaknya (berumur 1,5 tahun) sangat doyan menonton film di Indosiar ini dan akan sangat ketakutan bila listrik padam. Dia akan teriak-teriak mengatakan ular besar, nenek lampir dan semua bermacam-macam hantu mendatanginya.
Saya belum memiliki anak tapi saya sangat prihatin dengan keadaan ini. Mohon Indosiar memilih-milih tontotan yang masuk akal, mendidik dan tidak menyesatkan!.
Kritik yang sama untuk seluruh stasiun TV lain, mohon film-film yang ditayangkan tidak berbau horor, alam gaib atau hal lain yang tidak masuk akal (misalnya orang mati bisa bangkit dan mendatangi keluarganya). Boleh saja ada film seperti itu tapi saya sangat berharap penayangannya hanya di layar lebar saja.
Hal lain yang tak kalah penting, penayangan kasus kriminal kiranya tidak perlu ditayangkan rincian kejadiaannya apalagi diperankan ulang. Hal ini bisa menjadi masukan yang berharga bagi orang lain yang ingin melakukan tindakan kriminal yang sama. Batasi saja pada latar-belakang, kejadian dan akibatnya (secara hukum misalnya hukumannya maupun akibat psikologisnya). Hal ini perlu agar menjadi shock therapy bagi yang lain.
terima kasih.
Lisbeth
Alamat & no telepon ada pada redaksi
ga bisa komen apa2, karena buat saya hanya metro TV yang paling mendidik, stasiun TV lainnya ga bermutu !!!
Keponakan saya awalnya jg begitu,, tp gimana ya,, tv2 kebanyakan kan mencari acara yang ratingnya tinggi,,makanya spt itu..
Untuk mengantisipasi hal itu, drpd mencegah anak2 nonton begitu (toh dia suami istri dua2nya kerja, dan pengawasan ada di tangan baby sitter yg nota bene penggemar acara film2 sihir2 ato hantu2 demikian) jadi hanya diberi pengarahan dan penjelasan bahwa itu hanyalah bikinan orang.
Ya memang kebetulan sih papanya adalah graphic designer, diberikan contoh bahwa itu bisa dibuat, jadi dasarnya itu bohong2an..sampe skrg tuh anak gak pernah takut lagi loh..
Saya setuju dengan pendapat ibu lisbeth,
yang pertama untuk indosiar,kok acara unggulan cuman mamamia saja n film-film yang ngga masuk akal(alam gaib, ular dll) apa udah kekurangan ide yang bagus,buat rcti&sctv yang katanya paling ngetop cuman sinetron aja tiap hari, padahal kita tahu sinetron indonesia cuman menjual kemewahan dan mimpi yang tidak mungkin.cabalah buat sinetron yang mendidik kayak si doel anak sekolahan.
Buat TV one, salut atas program bincang-bincang malamnya artinya TV one peduli atas apa yang terjadi dinegara ini, juga program benar atau salah yang bagus banget untuk disaksikan.Rcti dan sctv coba tirulah dari mereka...(Metro, TV one,Trans 7 &Trans TV)
salam
andrey
Selama tidak ada larangan,acara televisi Indonesia nggak akan berubah tetep aja begitu...akhirnya kita kembalikan pada lembaga pemerintah juga..merekalah yang harus mengatur acara mana yang dianggap baik atau tidak untuk semua,jadi bukan untuk anak anak saja..kalau lembaga pemerintahnya gampang dibeli yah...orang sunda bilang eta blegug dipasihan tuang
Kritik buat pemerintah, kalo soal goyang ngebor inul langsung sensor karena dinilai merusak moral, kalau soal peredaran film fitna di internet pemerintah langsung meblokade YouTube tanpa pandang bulu karena menyangkut penghinaan agama dan terakhir kalo soal acara-acara gaib di tv (penjelajahan alam gaib) pemerintah langsung blokir karena dianggap tidak mendidik.
Saya mau nanya, apa bedanya sinetron-sinetron Indonesia dengan goyang ngebor Inul
, kalau dilihat dari merusak moral, sinetron Indonesia lebih merusak dari mulai mendidik hidup hedonis, mendewakan Uang, amoral dan terkadang cabul. Kenapa Sinetron Indonesia tidak dilarang sekalian.
Kalau Pemerintah hendak membatasi kebebasan Internet kenapa tidak sekalian melarang Imfoteinment di TV yang jelas-jelas menebar fitnah dan bergunjing, tak peduli mau disebut gosip itu berita, bergunjing tetap bergunjing, fitnah lebih kejam dari pembunuhan
.
Terakhir kalo acara hantu-hantuan dilarang oleh pemerintah karena tidak mendidik, trus memang kalo acara talent show mendidik gitu?. Penebar mimpi
Tul, saya setuju banet kalo Indosiar adalah TV swasta yang paling-paling tidak bermutu. Bahkan sama sekali keluarga kami tidak pernah nonton dalam beberapa tahun terakhir ini. Kalo untuk anak saya, saya lebih aman putarkan CD daripada lihat tayangan TV yang makin lama makin tidak mendidik. Rasanya lebih bermanfaat nonton Dora adatu Thomas & Friends...