Dear Rekan,
Saya punya usulan lagi yang mohon ditanggapi, melihat www.mediakonsumen.com, di media massa, forum detik.com, cukup banyak komplain atas pelayanan dari operator Telekomunikasi, oleh pelanggannya.
Secara umum banyak yang mempertanyakan kinerja operator tersebut yang menyediakan layanan telpon, voice, sms, internet, nampak pelanggan tidak puas dengan jawaban Customer Service terkait masalah pulsa, tagihan, billing. Terlebih dalam situasi perang tarif, banyak tulisan kecil-kecil bernada menjebak, spanduk, situs, guna menyembunyikan dari pandangan pelanggan atau calon pelanggan akan kemahalannya. Atau tulisan besar-besar yang bernada menjebak, tertulis di pamflet, penjelasan yang berbelit-belit, tapi ditulis "sesuai syarat & kondisi", dst.
Saya punya usul sbb :
1. Mohon tiap situs operator Telekomunikasi yang menyediakan layanan telpon, sms, baik pra maupun paskabayar, memiliki program simulasi tarifnya yang update sesuai program yang ada. Sehingga dengan program, bisa berbasis javascript, PHP, ASP atau lainnya, pelanggan ataupun calon pelanggan memahami benar apa yang dikenakan oleh operator
2. Dalam program simulasi tersebut, apabila melakukan panggilan dalam jangka waktu tertentu, detik/menit, pada waktu tempo waktu tertentu, dapat melihat dengan mengisikan sesuai program yang ada, termasuk PPN, dst, sehingga bisa melihat nyata apa saja konsekwensi yang didapatkan secara pasti berapa uang yang harus dikeluarkan apabila telpon/sms sekian kali, sekian menit, sekian jam sesuai program yang ada
3. Dalam sistem simulasi tarif itu, pengunjung situs tsb bisa juga melihat untuk pelanggan paska bayar, total biaya yang ditetapkan operator, misal berapa PPN bulanan, PPN, materai, biaya tetek bengek, yang nantinya kita bisa melihat secara jelas apa saja yang harus dibayar, berapa yang harus dibayar, semestinya tepat sama dengan tagihan/informasi bulanan yang dikirimkan operator terkait.
Intinya, program itu membuat pelanggan yang menerima informasi sejelas-jelasnya dari Operator, pelanggan bisa dengan mudah crosscek ke situs operator terkait, misal baru saja telpon dengan pulsa sekian, habis sekian. Dengan croscek di halaman khusus situs operator secara online untuk member atau publik, maka dapat memperingan kerja customer service via telpon, email, yang kadang berbelit-belit.
Sekaligus dengan simulasi online tarif itu, sebagai media yang nyata untuk mempromosikan berapa tarif jasa telekomunikasi di suatu operator, apa saja keuntungannya, berapa biayanya, juga akan membantu bagi pelanggan atau calon nasabah untuk waspada dari jebakan para operator yang ternyata melakukan kartel itu. Bahkan hal ini juga menguntungkan operator, berarti operator memberikan informasi yang sejelas-jelasnya bagi nasabah dan calon nasabahnya akan sistem yang diacu oleh operator tanpa melakukan penjelasan berulang-ulang.
Maka hal ini akan juga memudahkan untuk mengetahui kenapa adakah perbedaan yang signifikan antara yang tercetak di kertas tagihan/billing statement bulanan, atau di situs resmi simulasi tarif di situsnya itu. Selanjutnya hasil perhitungan tersebut bisa disimpan oleh pelanggan yang terdaftar, sebagai bahan komplain ke operator untuk dijelaskan CS/Pihak Operator apabila terjadi perbedaan.
Nah hal ini mungkin akan membuat nasabah dan calon nasabah merasa nyaman, karena tahu akan resiko terlebih dahulu. Akan lebih baik lagi, kalau penyedia layanan/jasa umum lainnya memiliki sistem simulasi serupa yang update, agar jelas dan fair dalam melayani masyarakat. Operator tidak perlu menjelaskan dalam program simulasi itu semua produknya, cukuplah tarif telpon, sms dulu saja.
Dan dengan program simulasi tarif yang lengkap ini, sesuai ajaran Islam bahwa transaksi itu harus jelas, tidak boleh ada yang dirugikan, juga tidak boleh membahayakan pihak lainnya Laa dharara walaa dhirara, dst.
Demikian usul dan saran dari saya. Mudah-mudahan dapat bermanfaat. Wallahu a'lam.
Hormat saya,
Yudha M
Jl. Enau 30
Yogyakarta
operator mana yang mau buat kaya gitu ?
lah wong semua operator lagi bokek, pemasukan sedikit karena tarifnya murah semua......
contohnya adalah XL yang signal nya jelek dan di akui pihak xl karena overload BTS (waktu itu pembicaraan via telp yang saya tangkap dan XL meng-iya kan karena kekurangan BTS)
XL tarif murah kualitas murahan.
kalo dolo XL terkenal mahal karena slogannya XL bening karena jarang ada yg pake XL, sekarang karena XL terkenal murahnya, tapi signalnya butek
@IusBetul sekali u/ koment yang terakhir, waktu itu slogannya bening karena yang make' CUMAN secuil.
sekarang berani ga' pake' slogan beniiiinnnngg...!
Sekarang iklan konyol aja dipake' (kawin ama kambing dan akhirnya menelan ludahnya sendiri dengan menampilkan iklan lain yang mengatakan itu isu
dan terakhir dengan iklan buang alis sebelah segala'..!
XL empat IKLANnya dalam setahun NORAK n ga' bermutu semua n ga' kreatif...!
sebenarnya saya ga' peduli dengan kualitas jaringannya karena mmg ga' make' XL.
dengan pelanggan yang sedikit dari Txlkxmsxl dan namun menggembor-gemborkan tarif murah, pendapatanpun sedikit, iklan konyol, pelanggan sedikit, bts minim,..!
bagaimana mau menyediakan signal yang baik
Mudah-mudahan BRTI, Dirjen Postel bisa memaksa mereka bersikap fair, mewajibkan adanya program simulasi tarif, sehingga kita tidak tertipu tulisan "besar" dan tulisan "kecil" yang bermuatan menipu dari iklan operator tsb.