MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

AOWA...!!!
Dikirim tanggal: Jumat, 05 September 2008

Saya adalah eks karyawan aowa yang baru diberhentikan dari perusahaan tersebut, saya ingin sedikit komentar tentang pandangan negative masyarakat terhadap perusahaan tersebut.

Begitu banyak keluhan dan komplain terhadap perusahaan tsb, dan banyak pula masyarakat yang menilai aowa itu bohong, penipu, blackselling, dan masih banyak lagi. 1,5 tahun saya kerja di perusahan tersebut banyak hal yang saya pelajari, dan begitu banyak orang beli barang tersebut sama saya, dan ada juga yang complain, terjadinya complain itu hanya ulah sebagian marketing atau salesnya, tetapi prodak begitu banyak masyarakat yang mengakui manfaat dan kualitas barang tsb.

Perusahaan telah mengajarkan salesnya sesuai aturan disperindag dan BPSK, dimana begitu ada masalah maka pihak sales yang harus bertanggung jawab karena perusahaan telah mengeluarkan aturan yaitu 'MARKETPROTECTION',

1.dilarang gesek kartu kredit atau debit customer tanpa ijin.
2.dilarang janji aowa idol 8 juta.
3.dilarang minta uang tips.
4.dilarang menjelaskan cicilan bank yang diluar kerja sama dengan aowa.

Apabila dalam compalain custemer melibatkan salah satu point diatas maka sales yang bersangkutan yang harus tanggung jawab. Tapi kalau compalain mengenai barang atau kerusakan pada barang maka pihak perusahaan akan bertanggung jawab 100% kepada customer...

Aowa, dengan begitu banyak cabang diseluruh indonesia dan begitu bnayak karyawan aowa, coba anda pikirkan kalau perusahaan sebar AOWA ditutup ijin usahanya, berapa banyak lagi pengangguran yang akan bertambah diindonesia... Siapa yang akan bertanggung jawab kalau semua itu terjadi???

Jangan selalu menilai dari sisi negative, coba anda belajar untuk berpikir bijaksana dan arif dalam menyikapi satu masalah.

Ferie Aditya Budiman
jl.Malangbong 6 no 44
Bandung


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 15 komentar


  1. Tarantula | Pesan | Jumat, 05 September 2008

    Gimana nggak dinilai negative mas ... lha wong kenyataan yang ada di masyarakat tentang AOWA memang negative smua kok.

    Anda mengatakan "coba anda pikirkan kalau perusahaan sebar AOWA ditutup ijin usahanya, berapa banyak lagi pengangguran yang akan bertambah diindonesia... Siapa yang akan bertanggung jawab kalau semua itu terjadi???"

    Maka korban2 AOWA juga bisa mengatakan begini "kalo AOWA nggak ditutup, berapa banyak lagi korbannya yang akan bertambah? Siapa yang akan bertanggung jawab?"

    Kalo mo jadi perusahaan yang oke harusnya oke juga dong pelayanan & produknya icon_cool

    Yang menilai negative nggaknya suatu produk/perusahaan itu kan konsumen, bukan diliat dari banyaknya cabang dimana2.

  2. Thomas Aquino | Pesan | Jumat, 05 September 2008

    Mas Ferie, anda itu masih di AUOOOO (biar kek Tarzan) atau dah keluar darisana si..biasanya orang dah resign mah gk belain kumpeninya deh...tapi mungkin pengecualian buat anda..hehehe..

    Terlepas daru AUOOOO...banyak makan korban atau pun berjasa bagi orang laen..kalo bikin kumpeni yah beres lah..dimana tuh orang2 yang ngakunya HRD, bukannya HRD tuh yang bagian untuk bikin karyawan bener? lah kalo HRDnya aja gak beres..gimana karyawannya beres..

    Mungkin mas Ferie bisa memberikan dua atau tiga bukti dari orang luar yang pake produk AUOOOOO...dan mereka puas dengan produk AUOOOO... icon_wink

  3. ius | Pesan | Jumat, 05 September 2008

    kayaknya ini alibi buat ngebelain aowa saja..

    anda bilang kalo aowa di tutup berapa banyak karyawan aowa yang diberhentikan

    lalu saya tanya kepada anda yang simpel,

    kalo aowa di biarkan terus jalan dengan praktek seperti ini, berapa banyak ribuan orang yang bakal di tipu lagi ?

  4. gege | Pesan | Jumat, 05 September 2008

    Mas Ferie,anda dapat peangon berapa Milyar? he.. he..

  5. Winata | Pesan | Jumat, 05 September 2008

    iyah tuh sekali menipu dinamakan penipu...... icon_biggrin

  6. Abdul Haris | Pesan | Jumat, 05 September 2008

    icon_lol icon_lol icon_lol icon_lol

    Bung Ferie, rupanya anda belum tahu kalau rekan2 di MK ini cukup kritis. Bisa2 nasib anda sama seperti agen asuransi yang "dibantai" habis-habisan oleh teman2 MK.

  7. schaat | Pesan | Jumat, 05 September 2008

    mas ferie, saya salah satu korban aowa, aturan2 diatas, tidak boleh gesek KK, tdk boleh minta tip .. OMONG KOSONG .. nyata nya 4 poin diatas semuanya DILAKUKAN ..

    intinya cuma 1, PENIPU!tapi sudah lah .. mungkin sy boleh sedikit angkat dagu bahwa sales AOWA makan dari hasil menipu saya ..

    hai teman2 yg sm2 tertipu .. kita yg ngasih makan untuk PENIPU2 itu loh ... gapa2 deh Ikhlasin aja .. anggap aja SEDEKAH ... icon_evil

  8. gege | Pesan | Jumat, 05 September 2008

    Mas Ferie, Ibu saya juga di tipu Aowa yg anda bela,terus terang saya mempunyai akses untuk menelusuri kemana ATM ibu saya di gesek(usia ibu saya sdh sepuh dan hanya dgn pembantu pd waktu itu).MENGAPA NAMA PERUSAHAAN ANDA TDK TERCANTUM PD WAKTU MENDEBIT KARTU ATM ? apa bukan indikasi penipu ? sama dgn komentar teman2, semoga AOWA mendapat karmanya di akhirat nanti

  9. yenny yuliana | Pesan | Senin, 08 September 2008

    sebenarnya apa yang dikatakan sama mas ferrie mengenai market protection yang dijalankan oleh AOWA itu sudah bener, itu semua adalah kesalahan para salesnya yang dilapangan, ketika menjual mereka selalu melakukan hal2 yang seharusnya itu tidak boleh dilakukan...sekarang untuk AOWA sendiri apabila ingin memperbaiki image mengenai brand tsbt seharusnya sering melakukan training marketing terhadap para salesnya, sehingga kejadian2 serupa tidak pernah terjadi lagi...dengan tehnik selling yang baik pasti akan lebih baik dibanding dengan cara seperti itu yg mengakibatkan image AOWA jadi jelek. icon_biggrin

    chayo... icon_smile

  10. Yeny | Pesan | Senin, 29 September 2008

    Sebelum tahun 2005: PT Indonusa Lestari

    Tahun 2005-2008: PT Satria Putra Indo

    Tahun 2008 (Juni): PT Indo Prima Putra Pratama

    Please dong...koq banyak sekali ganti nama bendera... takut ijin usaha dicabut? Tenang... kalo saya mau, pasti kecabut juga koq haha...

    Juga produk andalan kalian kompor induksi... itu kan cuma seharga kurang lebih 1.3 jt rupiah... kalian pasang harga 8.3jt dengan ditambah sistem voucher (atau apapun namanya itu, yang pasti cuma akal-akalan dengan menelpon ke kantor cabang yg lain), seolah-olah konsumen mendapatkan barang2 dengan harga 15-20 jutaan. Bilang aja mau jual bundle...

    Konsumen kian kritis lho... mereka yang "mau" beli rata-rata bukan chinese perkotaan, melainkan pribumi. Chinese nggak ***** bung... kita udah cek hingga RRC, ya barangnya ya harganya. Mark Up penjualan kalian terlalu tinggi, apapun alasannya (biaya showroom kek, gaji kek, distribusi cost kek...)

    Memang di kota-kota yg lebih kecil kalian terlihat lebih mampu meraup untung... tapi itu tidak akan lama, ini jaman internet bung... mereka akan menyebarkan berita negatif ini ke seluruh calon konsumen anda. Berbenahlah sebelum usaha anda benar-benar tutup...

    So jangan kaget kalo banyak calon pengunjung udah pada negatif setelah tau merk AOWA anda. Chef Rudy... nama besar anda bisa rusak juga lho dengan menjadi maskot AOWA, pertimbangin lagi deh.

    Berbenahlah AOWA... nama anda sudah terlanjur rusak di masyarakat, tidak mungkin secara instan mengembalikan kepercayaan masyarakat lho... paling tidak prediksi saya paling cepat 2-3 tahun. Tergantung apa yang dibenahi. Bisa pricing strategy, promo strategy, customer service, Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan, training karyawan, dll

    Pemerhati AOWA...

  11. SHEILA - CUN | Pesan | Kamis, 23 Oktober 2008

    kONSUMEN AKAN MENILAI SUATU PERUSAHAAN DENGAN BIJAKSANA KALAO PERUSAHAAN TERSEBUT PROFESIONAL DALAM MELAYANI CUSTOMER, TAPI DALAM HAL INI AUUUOAAAAA TIDAK SANGAT PROFESIONAL........

    SAYA UDAH 3 X DI UNDANG AUOAA. TAPI SAYA DATENG AJA, SEKEDAR MENGAMBIL HADIAH NYA DOANG. BIAR AOUA BANGRUT,... CUSTOMER YANG LAIN LAKUKAN HAL YANG SAMA AJA SEPERTI SAYA.....

    BUAT MAS FERIE,,,,,,,, MALING KOK TERIAK MALING SIH icon_lol icon_lol icon_lol icon_lol

  12. gege | Pesan | Selasa, 28 Oktober 2008

    Salut Utk Sdri Yeni yang bisa mengetahui nama PT yang berganti2 nama ini, terus terang waktu itu saya di bantu teman2 dari BCA untuk menanyakan kok ada EDC BCA yang di gesek tanpa tahu PT nya kepada pimpinan mereka, dan di sarankan utk pelaporan resmi.

    Apakah Sdri Yeni tahu alamat PT nya lengkap?

  13. Nani | Pesan | Selasa, 28 Oktober 2008

    Image suatu perusahaan kan sebagian besar terbentuk karena 'usaha' dari para karyawan yang bekerja dan memberikan service ke customer.. kalau imagenya jelek, harusnya pikir sendiri lah

  14. Rio Albert P | Pesan | Jumat, 12 Desember 2008

    Dear Pak Ferry Budiman,

    Sayapun korban penipuan AOWA. Buktinya ATM saya digesek tanpa ijin atau persetujuan dari saya, tandatangannya juga bukan tandatangan saya, dan atas kasus ini sudah saya laporkan ke Polda Metrojaya pd 12 Desember 2008. Saya bisa paham posisi Pak Ferry, tapi seperti yg saya singgung di atas ini murni penipuan. Saya harap Bapak paham mengapa banyak konsumen mengelur, lagian mana ada belanga masak harhanya Rp.4.880.000,- kecuali bisa terbang atau kita bisa minta masakan apapun. Produk merk international aja gak segitu. Jelas ini Penipuan. Untuk korban2 yg lainnya saya harap bisa membantu korban2 yg lain dgn membaca sedikit tulisan saya utk korban penipuan produk AOWA di bawah ini :

    Dear Ibu V.Lilywati, Pak Dudung dan Pak Billy dan kepada semua konsumen yg merasa tertipu dan merasa dirugikan oleh Marketing AOWA jgn kecewa. Pada hari JUumat 11 Desember 2008 Pukul 11.30 Siang, Saya, Rio A. Pangemanan telah melaporkan kasus penipuan oleh para marketing dan sales AOWA ke POLDA Metrojaya. Kala7u mau saya claim krn kasus penipuan agak susah krn mereka punya bukti kuat kalo itu murni proses jual beli. Tetapi saya laporkan atas dasar tindakan atau kegiatan yg meresahkan masyarakat, dan seperti hal yg terjadi sya minta POlda Metrojaya utk segera menindak kegiatan mereka. Pihak Polda Metrojaya sendiri berjanji akan turut menindak dgn melarang Pihak AOWA utk menghentikan proses penjualan barnag yg selama ini mereka lakukan, dgn catatan Bapak2 dan Ibu2 sekalian juga melaporkan, sehingga tindakan mereka itu bisa dibilang tindakan pemasaran yg meresahkan masyarakat konsumen Indonesia. Akan lebih baik j8ika Bapak Ibu yg berdomisili di Jakarta juga melapor dgn berdasarkan atas laporan saya pd tgl di atas. Kalu yg dari luar jakarta bisa dgn berkirim surat ke Bagian Pelayanan MAsyarakat POLDA MetroJaya Alamat resmi Polda Metro di Jl Sudirman Kav 55 Jakrta, akan lebih baik lg jika ada bukti2 yg disertakan. Saya sendiri sampai sebelum melapor ke POLDA MetroJaya telah menelpon ke pihak AOWA utk mengembalikan uang saya, tetapi dgn santainya CS nya menjawab tidak bisa, jika mau saya bisa menukar dgn produk lain dgn harga serupa, yg setelah saya iseng tanyakan kem,bali apa saja produk yg harganya sama dgn barang yg saya beli, jawabnya tidak ada, kalau mauu saya disarankan menukar dgn produk lain dgn menambah biaya. icon_eek Kurang ajar sekali mereka. Saya berharap daripada tidak ada yg bergerak dan kita hanya berkomentar di situs aja tanpa tindakan maka AOWA akan semakin menjadi. Mungkin langkah yg saya ambil merupakan langkah awal kita menyadarkan pihak AOWA atas tipu muslihat mereka selama ini. Jika Bapak Ibu Sekalian sepakat dgn saya ikutilah saran saya dgn hanya mengirimkan surat pengaduan ke Bag. Pelayanan Polda Metrojaya Jl. Jend Sudirman Kav 55 Jakarta, isinya bisa merujuk pada laporan an saya Rio Pangemanan pd hari Jumat 12 Desember 2008 Pukul 11.30. Jika ada detail yg anda seklaian butuhkan bisa menghubingi saya via email ke rio_devillanov@yahoo.com atau sms/telp ke 081344055424

    Thanks

    Rio

  15. Dewi Hendrayani | Pesan | Rabu, 24 Desember 2008

    Auwoo..ngeliat salesnya yg heboh ngejar2 gw di mall aja dah enek...

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya