MediaKonsumen
Media Komunikasi & Informasi Konsumen Indonesia

Menuntut Itikad Baik Technogas
Dikirim tanggal: Kamis, 16 Oktober 2008

Para pembaca yang Budiman, saya mau sharing tentang kompor gas merek Technogas yang meledak

Keluarga kakak perempuan saya (Edina Sari – ES) baru pindah menempati rumah baru di Perumahan Tanjung Mas Raya. Dengan rasa senang kakak saya melengkapi rumah dengan peralatan rumah tangga baru. ES pun rela mengucurkan dana untuk melengkapi dapur dengan Kompor Technogas terbaru seharga Rp. 11.000.000,- (sebelas juta rupiah).

Tanggal 2 Oktober 2008 kemarin adalah Hari Raya Lebaran ke dua yang naas bagi kami. Sebagai keluarga besar, makanan yang tersedia pun cepat habis sehingga perlu untuk memasak menu baru untuk mengisi hari special kami. ES dan ibu saya pun memasak di pagi hari.

Sekitar pukul 10.15 wib, tiba-tiba dari kompor gas keluar api yang sangat besar dan suara ledakan yang kencang. Suara ledakan ini sangat kencang sehingga membuat para tetangga dan satpam kaget dan bergegas ke rumah kami.

Dalam waktu singkat api yang sangat panas dan besar menyala. ES dan Ibu yang saat itu sedang memasak pun menjadi korban api biru. Sebagian rambut ES terbakar, tangan kanan dari ujung sikut hingga jari-jari dan kedua kaki (sejengkal keatas dari mata kaki) hingga telapak pun terbakar. Ibu terkena api dari arah depan bawah sehingga kedua kaki dari betis hingga telapak kaki pun terbakar.

Api yang sangat besar dan panas disertai ledakan hebat mengagetkan seisi rumah. Ibu langsung ke kamar mandi untuk mengoleskan odol di seputar kulit yang terkena api. ES shock dan serta merta lari ke kolam ikan untuk beremdam mencoba menghilangkan rasa panas dikulit.

Tidak berapa lama bantuan datang dari Satpam dan para tetangga untuk mengamankan kompor dan tabung LPG biru.

Segera kedua korban dibawa ke UGD untuk mendapatkan pertolongan pertama. Menurut dokter, ES menderita luka bakar sebesar 10% dan Ibu ssebesar 15%.

Mengingat masih dalam suasana lebaran dan libur panjang, diputuskan untuk menghubungi pihak Technogas pada hari senin 6 Oktober 2008. Technogas datang mengirimkan wakilnya untuk mengecek kompor.

Kesimpulan pengamatan teknisi Technogas, kecelakaan terjadi akibat kebocoran selang regulator gas. Didalam kartu garansi tertanggung adalah spare part, dalam kasus ini adahal “Ignition Generator” alias “alat pemantik api” saja. Kondisi kompor yang sebagian besar rusak tidak menjadi perhatian teknisi. Alat pengatur api rusak karena meleleh, badan kompor di sisi kanan, depan dan belakang hangus tidak memiliki arti apa-apa.

Kami sudah bicara kepada Manager Marketing Technogas, untuk meminta pertanggungjawaban mereka. Kami tidak puas dengan garansi mereka hanya mengganti Ignition Generator dan kondisi yang menyalahkan selang regulator gas.

Ada keanehan dalam logika pengambilan kesimpulan teknisi Technogas.

Apabila regulator yang rusak, maka alat otomatis tidak akan berfungsi sehingga tabung gas pasti ikut meledak dan akan membuat ledakan yang jauh lebih besar serta korban akan kehilangan nyawa.

Sejak awal, pemasangan selang regulator pun dilakukan oleh Teknisi Technogas, bukan kami lakukan sendiri. Jadi sebagai teknisi yang handal, pasti pemasangan selang regulator gas dilakukan sempurna.

Dengan alasan tersebut, kami menuntut Technogas untuk bertanggung jawab dan memberikan “Good Will” kepada konsumen yang sudah membayar 11 juta rupiah buat produk kompornya.

Upaya untuk berbicara dengan Manager Marketing Technogas tidak membawa hasil memuaskan, dengan santainya mempersilahkan untuk menuntut Technogas.

Kesimpulan saya, Technogas tidak mempunyai Quality Control dan menjual barang “jelek” kepada konsumen yang sudah dibuai iklan atas nama besar dan penampilan wah dari kompor technogas.

Harga Rp. 11.000.000,- tidak menjamin dan mencerminkan kualitas dari Technogas.

Technogas tidak peduli terhadap konsumen dan mereka tidak menerapkan layanan purna jual.

Garansi yang tertulis pada kartu hanya menenangkan psikologis konsumen dan tidak sama sekali menjamin kedamaian dan ketentraman konsumen dalam pemakaian produk mereka.

Singkat kata Technogas tidak mempunyai tanggung jawab sosial maupun itikad baik terhadap konsumen yang menjadi korban kecelakaan akibat unqualified kompor yang dijualnya.

Keluarga kami pecinta damai, namun kami akan tetap berupaya memperjuangkan hak kami. Setidaknya mereka mengganti dengan Unit kompor baru yang berkualitas.

Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami tidak akan ragu untuk menyarankan kepada sanak keluara, teman dan kenalan serta kolega kami, untuk tidak menggunakan produk Technogas.

Novita Indriani (34th)

atas nama korban:
Edina Sari (42th)
ibu Aidatul Mariza Soebrata (74th)

Novita Indriani
d/a PT Newmont
Menara Rajawali lt. 26,
Mega Kuningan Lot #5.1
Jakarta Selatan


Komentar Anda ?

Saat ini telah ada 18 komentar


  1. Veri | Pesan | Rabu, 15 Oktober 2008

    Memang sudah menjadi budaya di negeri kita, kalau konsumen selalu menjadi korban produsen. icon_eek

  2. ius | Pesan | Kamis, 16 Oktober 2008

    technogas kelaut aje kalo memang bener kaya gitu,

    jual barang 11 juta tp bisa meledak,

    BARANG SAMPAH

  3. P.N Jonathan | Pesan | Kamis, 16 Oktober 2008

    @Novita Indriani..jangan hanya dituntut kompor gasnya aja dong..nah itu luka luka saudaranya,pengobatannya..itu harus dituntut juga..apalagi kalau ibu sudah tahu pasti letak kesalahannya pada kompor tersebut....kalau datengin ahli dari technogas utk memeriksa mengapa kompor itu meledak..ya mereka pasti cari kesalahannya pada anda sebagai konsumen..seharusnya cari technisi yang neutral..baru kelihatan dimana letak kesalahannya..Btw..semoga saudaranya cepat pulih kembali icon_smile

  4. christien | Pesan | Kamis, 16 Oktober 2008

    aku heran deh..kemana sihhh LEMBAGA PERLINDUNGAN KONSUMEN INDONESIA alias LPKI saat-saat seperti ini? icon_rolleyes icon_redface

    @novita apa anda telah menghubungin or ngelapor ke LPKI?

    semoga sodaranya lekas sembuh ya ;)

  5. Hengkyhendra | Pesan | Kamis, 16 Oktober 2008

    Turut prihatin dan berduka atas kejadian yg menimpa keluarga ibu,sekalipun ibu cinta damai,lebih baik lg kalo ibu mau melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,agar konsumen tdk selalu menjadi pihak yg dirugikan.

  6. SHEILA - CUN | Pesan | Kamis, 16 Oktober 2008

    Turut Simpati Atas Kejadian yang menimpa keluarga ibu,.. Jangankan kompor harga 11 juta , yang gratis dari pemerintah pun bisa meledak... Himbauan kepada seluruh konsument agar berhati - hati dalam segala hal, terutama dengan gas. Kalo udah tercium bau, mending gas nya dimatikan.

    Atau jangan - jangan kompor gas Teknogas memiliki daya memasak yg gk bisa lama bu,. so tuntut aja tuh perusahaan mumpung masih ada garansi

  7. schaat | Pesan | Jumat, 17 Oktober 2008

    jgn diem bu .. uuugh .. hayo, galak dikit .. toh, barang nya kt beli pake uang beneran bukan daun .. jual mahal2 tapi ga berguna, pake nyalahin konsumen lagi .. enak bener tuh .. paling tida ada after sales service dong .. mereka HARUS menganti dng barang yg BARU ..

    technogas, jgn jual barang rongsokan ato cacat produksi dong ..

  8. nanang | Pesan | Sabtu, 25 Oktober 2008

    turut prihatin jg...dlm kasus tsb pihak technogas mmg patut disalahkan krn pemasangannya kan dr teknisi technogas. dituntut aja biar kapok...kompor mahal2 kok bs meledak... icon_confused

  9. andi | Pesan | Rabu, 05 November 2008

    Saya,prihatin ama Tecnogas yang belum tentu salah tapi sudah di vonis oleh sdri Novita Indraini,kompor yang meledak. Sebenarnya sangat mudah untuk membedakan ledakan dari kompor atau regulator.Jika ledakan di sebabkan oleh kompor maka kompor tsb akan hancur,termasuk tungku,kacanya berantakan.Jika ledakan disebabkan oleh Regulator maka regulator tsb akan pecah

    dan gas akan keluar api menyambar kemana mana.Sedangkan kompor akan tetap utuh dan tdk hancur.

    Jika hal tsb yg terjadi,sudah pasti pihak Tecnogas tidak mau disalahkan.Sdri seharusnya menuntut yang menjual slang dan Regulator.

    Hati hati membeli regulator dan slang

    Salam

    Becquerel

    Dan pasti nantinya pihak Tecnogas akan menuntut sdri,jika hal tsb yg terjadi.karena telah mencemarkan nama baik.

    Saya hanya kasihan saja ama Tecnogas yg belum tentu salah tapi sdh disalahkan.Lebih baik Sdri Novita Indraini mencek dulu yg benar.

  10. ius | Pesan | Rabu, 05 November 2008

    Saya coba bantu, saya menerima pesan di inbox pribadi saya dari techogas yang isinya : (saya copy paste tanpa kurangi sedikit tulisan pun)

    ---------------

    tecnogas Lius yth,

    Kami akan sangat menghargai sekali kalau anda tidak melihat masalah dari satu sisi saja. Siapapun konsumen bisa berkomentar bebas menjelekkan product apapun. Kami memiliki photo2nya dan kami sudah mengirimkan teknisi untuk membantu semaksimal mungkin kepada konsumen tersebut, tetapi ditolak, karena konsumen menginginkan penggantian 1 unit baru, sementara dia tidak melihat dan mengakui fakta yang ada bahwa ledakan bukan berasal dari kompor Tecnogas tetapi dari regulator yang tidak berfungsi dengan baik sehingga pecah dan mengakibatkan ledakan, sedangkan kompor masih tetap utuh tidak hancur.

    Kami sudah menjual kompor selama puluhan tahun dan tidak pernah menjual barang sampah.

    Terima kasih.

    -------------------------

    yang mana yang benar nih ??

  11. Johnny Antonius | Pesan | Rabu, 05 November 2008

    memang kalo selang gas yg terpasang dgn posisi yg benar arah proteksinya...mk tabung gas tidak akan meledak...

    jadi logika nya sdh bener,,,kl ini memang ada masalah dari kompornya bukan dari selang gas nya...

    seharusnya sih pihak technogas yg notabene nya sdh lama berjlan di bidang ini,,,lbh berlapang dada dan memberikan penggantian produk tsb sbg salah satu bentuk after sale service...

    saya lihat memang kl brand yg sdh besar dan terkenal memang lbh tidak memperhatikan konsumen nya,krn mgkn di benak mereka hilang satu konsumen tidak akan berdampak apa2 thd perusahaan mereka...

    perlu diingat saja...1generasi dr ibu Novita sdh menjadi anti thd produk Anda.. icon_mad

  12. ningsih | Pesan | Rabu, 05 November 2008

    Menanggapi surat ibu Novita Indriani ke Media Konsumen tgl. 16 Okt. 08 yg mengatasnamakan Ibu Edina Sari mengenai kompor Tecnogas yang meledak, hal itu sama sekali tidak benar. Kesalahan/sumber ledakan bukan berasal dari kompor Tecnogas, tetapi dari regulator yang mana safety otomatisnya tidak berfungsi dengan baik sehingga mengakibatkan tekanan gas tidak terkontrol dan penyuplaian gas berlebihan sehingga mengakibatkan ledakan. Jika teknisi kami yang salah pasang regulator, pasti sudah meledak pada saat kompor dinyalakan, tetapi kompor sudah dipakai hampir 3 minggu sampai terjadi peledakan tersebut.

    Ledakan itupun hanya pada bagian tempat gas dan sekitarnya (kami menyimpan photo2nya), sedangkan unit kompor Tecnogas masih dalam keadaan berdiri utuh apalagi oven kaca di sebelahnya, masih utuh.

    Jika kompor Tecnogas yang meledak, pasti unit kompor sudah hancur dan bisa dipastikan akibatnya akan lebih hebat lagi.

    Kami sudah sangat beritikad baik kepada konsumen dengan mendatangkan teknisi untuk mengganti bagian2 yang rusak dan memberikan regulator yang berkwalitas baik, tetapi ditolak oleh pihak konsumen, padahal kami ingin membuktikan bahwa bila dipasang regulator lagi, kompor masih tetap dalam kondisi baik dan menyala. Tetapi pihak konsumen meminta lebih dari itu yaitu 1 unit kompor baru dan menolak itikad baik kami di atas dan terus menyalahkan pihak Tecnogas tanpa melihat fakta atau mengakui bahwa regulatornya hancur karena tidak berfungsi dengan baik.

    Perlu diketahui bahwa kami berhak membuktikan kalau product kami memiliki kwalitas dengan standar dunia. Sepanjang kami menjual kompor Tecnogas kami tidak pernah menjual barang jelek, apalagi yang bisa meledak.

    Jadi perlu kami himbau kepada semua pemakai kompor gas, hendaknya membeli regulator yang berkwalitas baik.

    Akan sangat fair sekali kalau ibu Novita membawa kasus ini kepada YLKI atau semacamnya untuk dicermati dari mana ledakan itu berasal, jadi Ibu tidak berasumsi sendiri dan disebarkan kepada masyarakat yang notabene hanya bisa melihat dari satu sisi saja. Karena hal ini akan melebar menjadi pencemaran nama baik brand kami.

    Demikian tanggapan dan penjelasan dari kami,

    Salam.

  13. Johnny Antonius | Pesan | Kamis, 06 November 2008

    12.Ibu Ningsih

    kl begitu adanya...yah berarti memang hanya terjadi kesalahpahaman yg mgkn disebabkan oleh emosi sejenak saja...

    kl itu memang masalah regulator yg tidak baik,,,ada baiknya dr pihak technogas memberikan optional regulator2 dgn merek apa saja yg layak utk digunakan,, bahkan kl bisa teknisi yg sedang meng install kompor di rumah customer kl menemukan regulator yg tidak baik atau tidak memenuhi standard,harusnya tidak melanjutkan peng install an tsb...

    maklum yah bu,dgn kondisi skg dimana pemerintah menyarankan konversi minytak tanah ke gas,,,adalah sangat rentan krn masyarakat dlm membeli selang gas terkadang berpatokan dgn harga yg terjangkau saja dan lbh tidak memperhatikan maslah keselamatannya...

    mudah2an masalah dgn ibu Novita dgn pihak Technogas berakhir dgn damai...

  14. andi | Pesan | Jumat, 07 November 2008

    Wah bgm tuh Sdri Novita,kalau begitu mah bukan kompor yang meledak.Tapi regulator yg pecah.Kita jadi konsumen juga hrs bijaksana jgn cepat2x menyalahkan org.Kl memang benar begitu bisa2x Sdri Novita dituntut balik ama pihak Tecnogas kr telah mencemarkan nama baik.

    Lebih baik Sdri Novita menyelesaikan secara damai dan kekeluargaan dengan pihak Tecnogas.Dan minta tanggung jawab yg menjual regulator.Dan selanjutnya berhati2xlah kalau membeli Slang dan regulator.

    Semoga permasalahnya dpt diselesaikan dengan damai.

  15. ius | Pesan | Jumat, 07 November 2008

    seru neh icon_lol icon_lol

  16. ningsih | Pesan | Selasa, 25 November 2008

    Ibu Novita Indriani,

    Setelah sekian lama pemuatan jawaban kami dari pihak Tecnogas, sekali lagi kami tegaskan bahwa masalah peledakan terjadi bukan dari kompor Tecnogas, tetapi dari regulator. Ibu Novita maupun masyarakat bisa melihat sendiri photo-photo terlampir, yang memperlihatkan bahwa kompor Tecnogas tidak meledak, tapi regulatornya.

    Jadi kami selaku pemegang brand Tecnogas meminta agar Ibu Novita memberikan pernyataan yang jelas di Media Konsumen ini yaitu pengakuan bahwa peledakan berasal dari regulator, bukan dari kompor Tecnogas, juga permintaan maaf di Media Konsumen ini, karena informasi yang Ibu sebarkan telah mencemarkan nama baik brand kami.

    Atau pilihan lain, kita bisa melanjutkan masalah ini ke jalur hukum.

    Sekian dan Salam.

  17. andi | Pesan | Selasa, 25 November 2008

    Wah seru deh,bagaimana nih tdk ada tanggapan dari Bu Novita,Kalau ibu merasa benar kenapa tdk ada tanggapannya .Kalau saya baca dari pihak tecnogas sih benar kalau kompor/tabung gas yg meledak akan hancur berkeping2x.Dan rumah saudara ibu dipastikan akan hancur berantakan.

    Hati2x Bu Novita,kalau sampai masalah ini di lanjutkan ke jalur hukum,dan misalahnya terbukti tecnogas tdk bermasalah,wah tuntutannya bisa beraaabeeee tuh.

    Karena menyangkut mencemaran nama baik dan fitnah.

    Lebih diselesaikan damai saja.

    Seru nih yeee.

  18. Yudira | Pesan | Senin, 29 Desember 2008

    Sebenarnya saya tertarik dengan produk Tecnogas, tapi setelah mencermati artikel ini memang ada hal yang perlu diperhatikan lebih seksama. Produk Tecnogas sendiri mungkin sudah memenuhi aspek keamanan pengguna. Hanya saja mungkin dari pihak Tecnogas lebih memperhatikan orang-orang yang direkrutnya, selain teknisi, juga salesnya. Sedikit pengalaman tidak mengenakkan dari seorang sales di counter Tecnogas. Setelah memilih beberapa type dari yang harganya 17 jutaan (Stella) hingga yang 11 jutaan (8262), dijelaskan saat itu perbedaan harga yang cukup besar disebabkan adanya fitur pengaman. Dan ketika diputuskan untuk memilih type yang lebih murah (11 jutaan), si sales segera menghubungi kantor pusat Tecnogas dan menanyakan keberadaan stock type tersebut, yang ternyata tidak ada dan tidak bisa menjanjikan kapan akan tersedia. Tapi dengan setengah berbisik dia mengatakan kalau bisa melakukan perpindahan order dari orang lain asal saja melakukan transaksi yang tidak mengikuti prosedur atau kebijakan toko. Dari pengalaman di atas muncul pertanyaan berikut:

    1. Apakah pihak Tecnogas tidak menampilkan status ketersediaan suatu type/model pada displaynya, misalnya tertulis "SOLD" atau "Indent" atau tuliasn lain yang menyatakan produk itu tidak tersedia untuk waktu tertentu, sehingga calon pembeli tidak perlu menghabiskan waktu banyak untuk melakukan transaksi dengan sales yang tidak profesional dan cenderung melecehakan calon pembeli.

    2. Apakah pihak Tecnogas memperbolehkan terjadinya perpindahan order ke pihak lain, kalau benar hal ini terjadi, bukan tidak mungkin order saya juga dialihkan ke pihak lain.

    Kepada pihak Tecnogas, mohon untuk perbaikan SDM karena konsumen bukan semata membeli produk yang bagus, tapi juga disertai dengan pelayanan yang baik. Sehingga jangan hanya menjual produk tapi juga menjual pelayanan yang baik.

    Terima kasih.

Anda harus daftar dan login untuk bisa memberi komentar !



Tulisan ini tampil di situs www.MediaKonsumen.com

Pengutipan di tempat lain mohon mencantumkan Media Konsumen sebagai sumbernya