Pokemon Go dan Keamanan Negara

Permainan Pokemon Go telah mendapatkan promosi gratis secara besar-besaran di Indonesia (juga di seluruh dunia) melalui pemberitaan masif di berbagai media masa akibat kontroversi yang melekat pada permainan tersebut. Seperti biasa, semakin ramai kontroversi dibicarakan semakin banyak konsumen yang tertarik untuk ikut memainkan permainan tersebut.

Pokemon Go adalah permainan augmented reality, berbasis lokasi yang memanfaatkan teknologi GPS (geo positioning satellite) yang dikembangkan oleh Niantic untuk perangkat dengan sistem operasi iOS dan Android. Permainan ini mulai mendapatkan popularitasnya di bulan Juli 2016. Para pemain menggunakan GPS dan kamera di perangkat pintarnya, untuk menangkap, atau bertempur dengan makhluk monster virtual yang disebut Pokemon (dan karakter lainnya). Permainan ini memungkinkan pemain menggabungkan dunia virtual dan dunia nyata, pemain diajak merasakan kehadiran mahluk-mahluk virtual itu di lokasi tempat mereka berada.

Yang memicu kontroversi di masyarakat selain permainan tersebut berpotensi membahayakan pengguna yang lengah terhadap lingkungan sekitar akibat terlalu asyik bermain, juga kekhawatiran bahwa permainan ini berpotensi membahayakan keamanan negara dan bisa dimanfaatkan intelejen asing untuk memata-matai lokasi strategis dan objek vital negara. Akibatnya berbagai instansi pemerintah sampai perlu mengeluarkan larangan memainkan permainan tersebut. Tak kurang dari Kepala BIN, Sutiyoso yang menyatakan kekhawatiran tersebut. Seperti dikutip detik.com:

“Bisa digunakan untuk kepentingan asing. Bisa. Permainan itu kan membutuhkan kamera. Kalau itu dimainkan di instalasi penting, objek vital asrama kepolisian, TNI atau intelijen tentu itu bisa dibaca oleh intelijen lain gambar-gambar itu. Itu yang berbahaya dari sisi keamanannya,” ujar Sutiyoso di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016)

Namun apakah kekhawatiran soal keamanan negara tersebut bisa diterima? Untuk itu kita perlu memahami sedikit sejarah dan siapa dibalik permainan Pokemon Go tersebut.Konsep permainan Pokemon Go awalnya berasal dari permainan Pokemon (pocket monster) dari Nintendo Game Boy di Jepang pada 27 Februar 1996. Lalu pada April 2014 seorang mantan teknisi di Google Maps, Tatsuo Nomura punya ide membuat kejutan April Mop yang memungkinkan seorang berburu Pokemon dengan menggunakan aplikasi Google Maps. Ide tersebut kemudian dikembangkan menjadi cikal bakal permainan Pokemon Go mulai Mei 2014 oleh John Hanke, pemilik perusahaan Niantic Labs. Selain pendiri perusahaan Niantic Labs, John Hanke ini adalah pendiri Keyhole inc. yang kemudian diakuisisi oleh Google dan menjadi aplikasi Google Earth. John Hanke lantas diangkat menjadi Vice President Product Management untuk divisi Geo di Google (Google Earth, Google Maps, Local, StreetView, SketchUp, dan Panoramio).

Seperti diketahui aplikasi Google Street View memungkinan hampir semua lokasi di Indonesia (juga di berbagai penjuru dunia) terpetakan dengan sempurna. Bahkan bukan sekedar peta 2 dimensi, tetapi semua pengguna bisa melihat foto di sebuah lokasi dengan pandangan panoramik 360°. Foto-foto peta di Google Street View mulai dari jalan besar, jalan kecil di kompleks perumahan, sampai objek vital terdokumentasi lengkap. Foto tersebut adalah hasil dari rekaman dari kamera di mobil Google Maps yang bebas merekam semua lokasi di Indonesia. Bahkan kini setiap pengguna aplikasi tersebut juga bisa dengan sukarela mengirimkan foto panoramik 360° hasil jepretan sendiri.

Google-Street-View-Cars
Mobil Google Street View yang merekam foto panoramik
streetviewistanamerdekaa
Istana Merdeka Jakarta dari Google Street View
streetviewmarkaskopassuss
Pusdik Kopassus dari Google Street View
streetviewpekanbaru
Foto-foto panoramik hasil unggahan pengguna Google Street View

Jadi bisa dikatakan saat ini adalah era dimana tidak ada lagi tempat yang rahasia di muka bumi ini? Menjadi pertanyaan apakah selama ini para petinggi negara tidak mengetahui tentang hal ini. Jika mereka sudah tahu mengapa baru sekarang muncul kekhawatiran mereka bahwa Pokemon Go berpontensi membahayakan keamanan negara kerena bisa dimanfaatkan untuk kepentingan intelejen asing?

Teknologi memang seperti pisau bermata dua, di satu sisi teknologi aplikasi peta bisa membantu pengguna memudahkan pencarian sebuah alamat, tetapi di sisi yang lain semua lokasi menjadi terbuka untuk diakses siapapun. Karena itu apakah larangan permainan Pokemon Go dengan alasan membahayakan keamanan negara masih relevan?

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
 [Penilaian Rata-rata: 4.6]
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Tentang Penulis
Dadang Syahid  

Seorang konsumen dan peminat masalah konsumen. Memiliki harapan pemberdayaan konsumen khususnya dan warga negara Indonesia pada umumnya. Pernah menjadi praktisi pemasaran internasional di perusahaan swasta. Semua artikel dari akun ini adalah pengalaman, opini dan pandangan pribadi.

3 komentar untuk “Pokemon Go dan Keamanan Negara

  • 29 Juli 2016 - (14:38 WIB)
    Maaf sebelumnya,
    Pokemon berasal dari game sebelumnya yang bernama Ingress. Foto tersebut yang submit adalah Ingress Player (Agent).
    Coba deh install ingress. Karena sebelum game pokemon ini terbentuk kami duluan sebagai Ingress player yang submit yang semua nya dipakai oleh pokemon game.
    Coba mohon di cek kembali pernyataan yang menyatakan foto pada pokestop adalah hasil dari jepretan Google StreetView. Ingress Player yang submit foto foto yang ada pada Pokestop. So, install ingress biar tau.

    Mohon maaf, terima kasih

    • 29 Juli 2016 - (18:21 WIB)
      Terima kasih Mas untuk koreksi dan tambahan informasinya. Memang maksud utama dari tulisan ini adalah menyoroti bahwa teknologi GPS dengan foto lokasi bukan hanya milik Pokemon Go, tetapi aplikasi Google street view ( dan juga Ingress) sudah duluan ada, tetapi kenapa pemerintah baru meributkannya sekarang 😀

      Sebagai Ingress player tentu Mas lebih paham lebih detail mengenai permainan Pokemon Go dan Ingress, bagaimana kalau Mas menulis artikel tentang itu biar masyarakat umum (termasuk saya.. hehehe) yang belum pernah main Ingress jadi lebih paham sejarah permainan ini. Salam.

  • 28 April 2017 - (14:07 WIB)
    “PENTING” Pembagian dan pembatasan kuota untuk 2G/3G/4G juga diminta dihapus. Begitu pula dengan paket bundling layanan internet HOOQ dan Viu untuk hiburan. “Gue cuma butuh kuota internet. Titik,” sang peretas menegaskan bahwa paket bundling dengan layanan hiburan tak terlalu penting.

 Apa Komentar Anda?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Pokemon Go dan Keamanan Negara

Dadang Syahid 2 menit
3