Lomtalanítás, Tradisi Unik Hari Bebas Buang Sampah di Budapest

Lomtalanítás atau terjemahan bebasnya “hari bebas buang sampah” adalah tradisi unik penduduk di Budapest, Hungaria. Kegiatan ini dilakukan sekali dalam satu tahun dan tanggalnya diatur bergiliran di setiap distrik. Pada hari yang telah ditentukan penduduk di Budapest bebas membuang barang apapun yang sudah tidak terpakai, mulai dari kertas, pakaian, karpet, komputer, sampai barang-barang besar seperti ranjang, sofa, lemari, mesin cuci bahkan lemari es. Mereka cukup meletakkan barang-barang tersebut di pinggir jalan di luar rumah atau apartemen mereka.

MediaKonsumen menelusuri salah satu distrik di Budapest dan merekam tradisi unik Lomtalanítás dan menghadirkan dalam vlog berikut ini. Video direkam pada bulan November 2016.

Di hari yang sama, penduduk lain yang membutuhkan (biasanya dari masyarakat kurang mampu atau bahkan kaum Gipsi) akan berkeliling kota untuk memungut barang-barang yang masih bisa mereka gunakan. Kegiatan ini berlangsung sehari penuh. Banyak orang yang membawa mobil yang kemudian mereka penuhi dengan barang-barang bekas yang mereka pilih. Menurut cerita dari penduduk setempat terkadang mereka harus berebut dengan para “pemulung” profesional saat mengambil barang-barang bekas tersebut. Tak jarang proses rebutan tersebut menimbulkan ketegangan atau sekedar saling berteriak.

Setelah waktu yang ditentukan selesai, petugas kebersihan kemudian akan menyapu bersih barang-barang bekas yang tersisa. Kemudian memusnahkannya dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah akhir.

Tapi jangan coba-coba membuang sampah seperti ini di luar hari yang diperbolehkan, pemerintah setempat akan mengenakan denda yang sangat tinggi bagi yang melakukannya. (*MK/WSU)

Sepatu dan ban juga termasuk barang yang dibuang (foto: MK/WSU)
Masyarakat memilih barang bekas yang masih bisa dipakai (foto: welovebudapest.com)

Komentar

  • Kebiasaan baik yang diikuti tata kelola yang dipayungi aturan main yang jelas, termasuk sangsi bagi para pelanggar, hasilnya lingkungan yang nyaman dan enak dipandang mata. Kita pun bisa seperti mereka asal ada usaha semua pihak. Sampah itu dari kita oleh kita untuk kita. Kebersihan sebagian dari iman.

  • Asyik juga kalau ada kegiatan seperti ini di Indonesia, konsep reduce, reuse, recycle bisa melibatkan partisipasi seluruh masyarakat

  • Sering pusing dengan sampah yang menggunung namun petugas kebersihan mogok dengan alasan-alasan yang kurang masuk akal sementara kami tetap membayar iuran.
    Tradisi Lomtalanitas sepertinya bisa diterapkan di perkotaan. Kegiatan ini bisa menjadi simbiose mutualism antara yang membuang sampah dan yang memungut/memerlukan sampah untuk diolah atau dipergunakan kembali.

Bagikan
Penulis
Redaksi