Mohon Solusi Bank Mega, Jangan Dioper ke Debt Collector Terus!

Selamat siang kepada rekan-rekan collection Bank Mega,

Saya selaku pemegang kartu kredit Bank Mega No. 4201-9200-5375-**** atas nama Ludi Djatmiko (nomor lengkap ada pada redaksi). Saat ini sedang menunggak pembayaran atas tagihan kartu kredit tersebut, yang mana diakibatkan oleh adanya urusan keluarga yang sangat mendesak dan membutuhkan banyak biaya, yaitu orang tua / mertua saya yang sakit sejak bulan Oktober 2016 dan harus bolak-balik dirawat di Rumah Sakit, dan akhirnya meninggal di awal Januari 2017.

Hal ini tentunya sangat mengganggu kondisi keuangan pribadi saya dan keluarga. Atas musibah tersebut, banyak tunggakan yang harus saya bayarkan, dan semua saya tempuh dengan cara minta program cicilan kepada masing-masing bank pemberi kredit. Tapi hingga saat ini hanya Bank Mega saja yang belum memberikan jawaban atas permohonan kami (saya sudah email ke Bpk. Martua Edy Putra Sidabariba & Bp. Wahyu Santoso), tapi email saya tidak dibalas oleh pihak collection Bank Mega. Malah ditanggapi dengan mengirimkan debt collector dan tagihan via telepon dengan nada dan gaya bicara yang kasar menurut saya. Dan sekali lagi, TANPA SOLUSI, nilai hutang pun terus membengkak hampir 2x lipat dari pokok hutang dengan denda-denda dan bunga yang terus berjalan.

Boleh diketahui bahwa limit kredit saya Rp. 23 juta, dan tagihan sudah membengkak hingga Rp. 35 jutaan. Kami saat ini sedang menyusun perampingan budget pengeluaran kami agar dapat memenuhi pembayaran cicilan yang telah kami proses dengan beberapa bank lainnya, sehingga kami terpaksa mengharapkan bantuan dari pihak Bank Mega untuk dapat menghentikan / menghapus perhitungan bunga yang dibebankan atas tagihan kartu kredit Bank Mega tersebut.

Dan kami sangat memohon agar sisa pokok hutang tersebut diperhitungkan sebagai cicilan dengan nilai / nominal yang tidak memberatkan kami, yaitu Rp. 500.000 per bulan.

Kami sangat mengharapkan respon yang baik dan sesegera mungkin dari pihak Bank Mega, sehingga kami bisa mulai mencicilnya hingga lunas, daripada ditangani oleh Debt Collector yang hanya bisa menekan dan meneror dengan kasar tanpa memberi solusi. Apabila pihak Debt Collector tetap mengganggu saya dengan menghubungi kantor di mana saya bekerja hingga saya akhirnya dipecat, maka saya sudah tidak mungkin bisa membayar tagihan tersebut.

Demikian saya sampaikan, semoga Bank Mega memiliki sedikit kebijakan untuk menangani masalah saya ini. Terima kasih atas bantuannya.

Salam hormat,

Ludi Djatmiko dan Ratnasari (Istri)
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Tolonglah Bank Mega segera perbaiki cara debt collectornya dlm menangani nasabah yg terpaksa menunggak / macet pembayarannya.
    Seharusnya berikan program cicilan yg nilainya mampu utk dibayar oleh nasabah hingga LUNAS.
    Daripada mau ditutup juga gak bisa, hapus bunga gak bisa, cicil gak bisa, ehh malah dilempar ke pihak ke-3 yg sengaja nunggu sampai nilai denda jadi setinggi langit, trus mereka berusaha mencekik kita sekasar mungkin & se-barbar mungkin dgn cara meneror dan mengancam.
    Aduh apa2an ini kelakuan DC dari Bank sebesar ini kok begitu rendah dan sangat tidak manusiawi?? Apakah tidak dibriefing dengan benar saat kerjasama dgn pihak bank??
    Coba lihat tuh bank-bank kelas internasional saja bisa berlaku lebih baik, sopan dan memberi solusi cicilan hingga lunas.
    Camkan baik2 sebelum masyarakat sadar dan mencap buruk layanan Anda.

  • Benar sekali, saya pun sdh mengalami pahitnya ditagih bank Mega, saya blm dpt solusi keringanan. Org beritikad baik berusaha utk bisa tetap byr tp malah dilempar ke dc yg arogan. Jgn salahkan nanti malah nasabah kabur tdk byr sama sekali.