Bermaksud Belanja di Lazada tapi Tertipu Penjual Gadungan

Tepat 1 minggu hari ini, saya tidak mendapatkan respon positif dari Lazada atas pembelian yang saya lakukan melalui OL Shop mereka. Mungkin karena menurut mereka kejadian yang menimpa saya adalah tidak penting.

Kejadiannya seminggu yang lalu 17 Oktober 2017, saya melakukan pembelian melalui Lazada atas 1 unit HP Xiaomi A1, di mana iklan untuk menantikan HP ini sudah lama dinantikan oleh anak saya. Ternyata pada harinya tiba, saya mencoba melakukan pembelian melalui nomor telepon yang tercantum di Lazada kolom pembelian.

Singkat kata, orang yang memiliki nomor telepon yang tercantum, meminta saya melakukan transfer Rp 3.099.000 (sesuai nilai HP yg tercantum di Lazada) ke rek BRI no. 041601005786509 an. ANTON YUDISTIRA, dia juga melampirkan izin kerja toko HP nya sebagai technical support dari Lazada, SIM dan KTP.

Saya ternyata tertipu dan saya coba meminta penjelasan dari Lazada atas kejadian ini. Tetapi sampai dengan detik ini, saya tidak mendapatkan penjelasan yang saya harapkan. Saya begitu percaya akan nama besar Lazada, tapi saya ternyata SALAH. Karena hanya untuk penjelasan saja, mereka tidak bisa memberikan.

Jadi saya memberikan ulasan ini, agar seluruh pembaca lainnya agar lebih berhati-hati melakukan pembelian online, walaupun kita membeli dalam naungan nama besar sebuah Online Shop. Hal semacam ini harusnya tidak perlu terjadi, apabila Lazada memiliki technical support untuk semua penjual dan pemberi ulasan yang untuk kemudian Lazada izinkan upload untuk dibaca seluruh konsumen tanah air. Sehingga kejahatan yang terjadi bisa tidak terjadi di bawah naungan nama besarnya.

Leony Kusnadi
Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240

Tambahan informasi dari penulis melalui e-mail kepada redaksi:

  1. Saya langsung bertransaksi dengan penjual (tidak lewat Lazada) karena ada nomor telepon yang tercantum di barang yang saya pilih (di Lazada), saya lampirkan berikut percakapan saya dengan penjual (terlampir).
  2. Saat saya meminta jaminan kepada penjual (mereka mengirim fotokopi identitas, SIUP, SIM dan KTP), karena mereka minta saya transfer langsung. Saya sempat ragu nama pada rekening yang diberikan berbeda dengan data identitas yang diberikan, tapi saya berpikir memang banyak terjadi hal semacam itu.
  3. Mereka juga sempat memberikan 2 bukti transfer dari customer pembeli HP yang lain (terlampir)
  4. Saya sudah telepon Lazada hari Rabu, 18 Oktober 2017, dan mereka meminta saya email untuk detailnya. Kemudian saya mengirimkan email langsung saat itu, kemudian langsung dijawab secara sistem bahwa mereka sudah menerima email saya, dan akan diteruskan ke bagian terkait. Kemudian saya email lagi 4 kali menanyakannya sampai saat ini, tetapi tidak ada jawaban apapun.

Lampiran-lampiran:

Catatan Redaksi: Beberapa bagian dibuat ‘blur’ oleh redaksi untuk melindungi identitas (yang kemungkinan dipalsukan). Redaksi memiliki salinan asli dari penulis.

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Turut prihatin yah Bu.. ☹️ Sepertinya Ibu bukan korban yang pertama dari komplotan penipu ini, sebaiknya laporkan saja ke polisi.. UU ITE seyogyanya ditujukan untuk melindungi konsumen dari tindakan2 penipuan di dunia maya seperti ini.. Semoga polisi mau serius menindaklanjuti kasus2 seperti ini (berdasarkan UU ITE), bukan hanya memproses kasus2 hate speech aja..

    Pihak Lazada, sebagai e-commerce market place terkemuka di Indonesia, juga harusnya lebih serius lagi dalam mencegah tindakan2 penipuan seperti ini..

    Untuk Bu Leony, agar lebih berhati2 lagi dalam bertransaksi di internet ke depannya.. Jangan percaya jika ada yang meminta transaksi langsung di luar sistem platform e-commerce yang Ibu gunakan.. ?

  • Ibu Leony, saya juga prihatin dengan kejadian yang Ibu alami. Menurut hemat saya, jangan sekali-sekali transaksi diluar system situs belanja Online tanpa COD.
    Sebab, kalau kita belanja via situs belanja Online, uang kita tidak akan diserahkan kepada penjual sebelum kita konfirmasi terima barang dengan baik tanpa kendala.
    Sedangkan kalau Ibu transfer langsung ke penjual, maka tidak ada jaminan penjual akan mengirim barangnya ke Ibu.
    Lazada harusnya bisa membantu melacak penjual tersebut karena penjual tersebut terdaftar di Lazada.
    Memang Lazada tidak bisa bertanggung jawab secara langsung atas kasus penipuan pada transaksi di luar system Lazada.
    Semoga pengalaman ini berguna bagi Ibu dan semua orang yang ingin membeli barang atau belanja baik secara online maupun offline.

  • Waduh, ternyata bisa begitu ya padahal belanja lewat online. Mudah mudahan ada solusi terbaik.
    Mari kita gaungkan UU Perlindungan Konsumen agar kita sebagai konsumen merasa nyaman & aman.

  • turut prihatin,
    beberapa kenalan saya juga kena tipu beberapa kali belanja online (diluar Lazada).
    Kita harus hati-hati sekali kalau sudah begini...
    Saya lebih memilih ke Toko Offline walaupun harga berbeda,
    lebih aman dan lebih bisa dipertanggung jawabkan jika terjadi sesuatu
    Kecuali barang benar-benar dibutuhkan dan tidak tersedia dikota saya, saya mesti cari online ^^

  • Gregetan sekali.... karena nasip yang sama dgn Bu Leoni... saya order Xiaomi Mi A1 juga Tgl.31 Oktober 2017 dengan mentransfer pada admin sebesar harga flash deal di Lazada... saya baru ngeh kalau ini penipuan karena ketika saya menanyakan resi berkali-kali di WA tak ada balasan... dan saya diblock....

  • GOKILLLLLL
    Dua lembar pengiriman dengan dana yang segitu besar.
    itu Pelapak emang harus dicari tuh.
    Perusak Reputasi Brand LAZADA saja.
    turut prihatin kepada pembeli yang sudah terlanjur ketipu.
    semoga jadi pelajaran, dan was was dalam berbelanja online.

  • setahu gw, Lazada TIDAK AKAN BERTANGGUNG JAWAB jika transaksi transfer tidak ke rekening Lazada. Kalo menurut gw, itu kelalaian anda sendiri.

    Kalo pengalaman gw belanja Lazada atau Jd, gw lebih mengutamakan COD. Barang bayar saat diterima. kalaupun toh barangnya penting dan tidak bisa COD gw bayar lewat rekening resmi, BUKAN REKENING PENJUAL LANGSUNG