Kategori: HeadlineTips dan TrikWawasan

Tips Berbelanja Online

Oleh Andi Mardika Putra

Halo semuanya, kali ini saya ingin berbagi tips berbelanja online.

Di zaman teknologi seperti sekarang ini berbelanja tidak harus ke pasar konvensional atau ke mal lagi, cukup pegang hp, laptop atau komputer kita bisa mencari semua keperluan kita hanya dari kamar tidur dan barang pun diantar.

Situs belanja online atau online shop pun sekarang kian menjamur, saya pribadi pun termasuk online shopper di mana hampir semua barang saya didapat dari hasil belanja online mulai dari keperluan sehari-hari, keperluan kerja, laptop, kamera, hewan peliharaan, dll. Semua saya dapatkan secara online.

Kenapa saya memilih online? Karena seperti yang saya ungkapkan tadi di atas cukup dari kamar saya sudah bisa mendapatkan apa yang saya inginkan, banyak pilihan, kualitas baik dan harga yang murah tentunya.

Namun banyak juga kita temui teman-teman kita yang terjebak atau tertipu dari situs belanja online terutama bagi yang belum berpengalaman sehingga mereka merasa kapok berbelanja online.

Berikut ini beberapa tips simple dari saya biar tidak terjebak, tertipu dan kapok belanja online.

1. Bandingkan harga sebelum membeli untuk memastikan kita mendapatkan harga terbaik, jika perlu bandingkan dengan harga di pasar konvensional.

2. Setelah menemukan toko dengan harga yang kita harapkan, cek ulasan atau komentar yang sudah ditulis oleh pembeli sebelumnya untuk memastikan barang tersebut telah memberikan kepuasan kepada pelanggan lain.

3. Biasakan chat dengan penjual untuk menanyakan ketersediaan barang, warna yang kita inginkan, dll. Hal ini berguna agar terjalin komunikasi yang baik antara penjual dan pembeli sehingga pembeli senang penjual untung.

Nah itu saja beberapa tips dari saya kali ini, selamat mencoba berbelanja online.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Komentar

  • Cukup bagus & to-the-point tips nya, cuma tetap juga tidak menjamin kita-kita sebagai pembeli tidak "dimainkan" oleh penjual, karena:

    1. Ada 1 tips yang kurang, yaitu: bijak (baca: pertimbangkan benar-benar) ketika melakukan pembayaran dengan transfer ke nomor rekening pribadi. Karena setelah hal tersebut dilakukan, maka yang bisa mengeluarkan kembali uang tersebut (refund) hanyalah nama pemegang rekening tersebut. Tidak ada gunanya misalnya komplen ke "marketplace" kalau ternyata pembeli tidak men-transfer ke rekening marketplace tersebut. Silakan komplen langsung ke pemilik rekening (& berdoalah kiranya pemilik rekening merespon komplen anda). Alternatif lain, silakan sediakan waktu & dana untuk menempuh jalur hukum.

    2. Di lain pihak, sekalipun kita sudah menempuh prosedur yang benar dalam melakukan pembayaran, kadang bisa terjadi bahwa justru pihak "marketplace" lah yang "tidak kooperatif" ketika kita mengajukan refund karena 1 & lain hal. Contoh-contohnya silakan dibaca di Surat Pembaca di tempat ini.

    3. Beberapa online store yang bernama besar atau bahkan memiliki offline store pula, sering justru tergolong kurang responsif dalam merespon komunikasi dari kita. Kalaupun terlihat responsif sebelum kita membeli, juga tidak menjamin akan tetap responsif setelah transaksi dilakukan.
    Nah, apakah berarti online store bernama besar tersebut tergolong not-recommended? Silakan dijawab sendiri-sendiri...

    Kesimpulannya, berbelanja offline maupun online tetap saja ada resikonya masing-masing, di samping tentunya ada juga keunggulannya masing-masing.
    Sama seperti kita perlu cerdas & berhati-hati ketika kita berbelanja offline, berbelanja online pun demikian. Dan sama seperti terkadang kita mengalami nasib sial ketika kita berbelanja offline, di online pun bisa juga terjadi. Terakhir, sama seperti ketika terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan dalam kita berbelanja offline & kemudian kita hanya bisa menyalahkan diri kita sendiri karena kurang waspada, demikian pula di online, bukan berarti karena berbelanja online kemudian kita lebih bebas (baca: lebih mudah) untuk mempersalahkan pihak-pihak lain. Tanggung jawab terbesar tetap saja ada di pundak kita, entah itu berbelanja offline ataupun online.

    • Setuju banget pak, terutama point satu itu terlewat dalam tips saya, hindari yang namanya transfer ke rek prinadi penjual krn risiko terlalu besar bahkan hampir 90% kasus penipuan terjadi karena pembeli mentransfer lamgsung ke rek penjual, jadi cari lah online shop yang menyediakan escrow account.

      Untuk point 2 dan 3 itu lwbih ke bagaiman kita pribadi menghandle nya.

      Terimakasih atas waktunya telah membaca tulisan saya.

Artikel Terbaru

Merasa Sudah Melunasi KTA DBS tapi Masih Dikirim SMS Reminder

Saya mempunyai KTA di DBS semenjak 3 tahun lalu dan menurut perhitungan saya selesai pada Mei 2018 kemarin namun selalu…

23 September 2018 21:15

Penagihan Desk Collection Bank Mega Kasar

Saya adalah pemegang kartu kredit Mega Visa dengan no kartu 4201 9*** 63** 5***. Jujur memang saat ini keadaan ekonomi…

23 September 2018 20:20

Pelayanan MyRepublic Mengecewakan

Saya adalah pelanggan Myrepublik dengan ID 1221508 sudah 2 minggu ini koneksi MyRepublic putus sambung. Buka Youtube loading terus, ping…

23 September 2018 18:41

Pengajuan Kenaikan Limit Kartu Kredit BCA Saya Ditolak Analis

Pada tanggal 6 Juni 2018 saya mengajukan permohonan kenaikan limit permanen kartu kredit BCA saya dengan nomor customer 15700284. Pada…

23 September 2018 01:04

Aplikasi Akulaku Merchant Tidak Profesional

Selamat pagi, surat ini saya kirim untuk semua karyawan yang bernaung di aplikasi Akulaku Merchant. Seandainya ada salah satu dari karyawan…

23 September 2018 00:53

Mohon Bantuan Bank BCA Pusat

Pada tanggal 18 September 2018 ditelepon oleh pimpinan BCA Kartu Kredit di Gedung Chase Plaza lantai 8, beliau marah karena…

23 September 2018 00:51