Pelayanan Toko Nex Boutique Permata Hijau Sangat Mengecewakan

Saya mau menceritakan perihal ketidaknyamanan saya berbelanja di Nex Boutique lantai 2 Permata Hijau. Awalnya saya berbelanja dengan suami saya di butik tersebut, total belanjaan yang saya beli adalah Rp795.000. Karena tidak membawa uang tunai maka saya bayar menggunakan debit CIMB Niaga saya. Saat pertama di-swipe di merchant EDC BNI (digesek satu kali), saya sudah memasukkan PIN. Setelah ditunggu beberapa menit ternyata “transaksi gagal”, tetapi tidak keluar kertas dari mesin EDC tersebut (biasanya apabila gagal akan keluar kertas, dan terlihat transaksi mereka).

Saya pun diminta orang pegawai tokonya untuk men-swipe ulang di mesin EDC BCA mereka. Nah untuk swipe kedua ini ternyata saya sudah memasukkan PIN tetapi tak lama sama juga: gagal. Dan tidak ada kertas bukti keluar dari merchant EDC tersebut atau transaksi terakhir.

Akhirnya saya dan suami berpikir bahwa “Mungkin memang rusak dan kami harus mengambil uang tunai ke ATM”. Lalu saya mengambil tunai ke ATM. Betapa kagetnya saat melihat mutasi, ternyata saya sudah terdebet Rp795.000 pukul 18.20 di tanggal yang sama. Saya kaget sekali dan kemudian datang ke lantai 2 tempat toko tersebut menuntut bahwa saya sebetulnya sudah bayar sebesar Rp795.000 (terdebet). Tetapi toko tersebut sangat ngotot bahwa tidak ada uang yang terdebet di mesinnya, sampai saya berikan bukti nutasi resminya melalui cetak ATM dan CIMB Clicks saya.

Saya menunggu hampir 4 jam di toko tersebut, agar ada konfirmasi dari pihak toko untuk mengurus ke bagian Merchant EDC BNI atau BCA, tetapi tanggapan mereka sangat tidak baik dan akhirnya karena kami kesal karena dari pihak toko tidak meng-kroscek sama sekali maka kami kembalikan barang-barang yang kami beli.

Adapun kekecewaan kami adalah, mengapa pihak pemilik toko tidak melakukan eksyen apapun saat insiden ini terjadi. Dia malah menolak untuk menelpon ke BCA hotline. Baru setelah kami paksa dia akhirnya menelpon. Menelponnya pun tidak mau di depan kami. Dia bilang kalau telepon harus ke sebelah dan tidak bisa kita ikut.

Akhirnya kami menunggu tanpa kepastian, tetapi Si ibu pemilik tokoo tak lama balik ke tempat kami menunggu dan mengatakan “iya betul dari pihak bank bilang tidak ada transaksi dan saldo Ibu gak ada.”

Saya kesal sekali dengan tuduhan bahwa kami tidak punya saldo untuk membayar. Akhirnya kami capek karena sudah malam berdebat kami kembalikan barang tsb dan pulang tanpa membawa barang apapun, tetapi sudah terdebet sebesar Rp795.000.

Besoknya, pagi-pagi kami mengurus ke CIMB Niaga Wisma Slipi mengenai kejadian ini. Dari pihak CS membenarkan bahwa telah terjadi transaksi sebesar Rp795.000, di Butik tersebut pukul 18:20 WIB. Uang tersebut telah masuk ke mereka. Tetapi pihak CIMB akan coba menelusuri kemana uang tsb menggantung sambil menunggu 14 hari kerja. Saya meminta Pihak CIMB Niaga agar memberikan mutasi resmi dari bank untuk transaksi tersebut, namun kecewa juga dengan CIMB Niaga yang malah menyuruh kami mencetak mutasinya dari CIMB Clicks.

Akhirnya saya pulang dari CIMB Niaga Wisma Slipi dengan sangat kecewa, karena tindakan mereka tidak langsung meng-kroscek dana tersebut menggantung di mana, malah kami harus menunggu lama. Ditambah lagi saya sudah telepon ke 14041 CS menginformasikan bahwa belum tahu apakah uang tersebut keberadaannya di mana. Sehingga diminta menunggu selama 45 HK. Sungguh kecewa dengan pelayanan Bank CIMB Niaga yang tidak cekatan, karena ini bukan kesalahan saya.

Akhirnya setelah dari CIMB Niaga, saya pergi ke butik  tersebut yang terletak di Permata Hijau, sama saja tidak ada hasilnya. Pegawai toko tersebut terlihat tidak peduli dengan datangnya kami dan meminta pertanggungjawaban atas uang yang telah terdebet dari rekening saya namun barang tidak diberikan. Ibu pemilik toko saya dengar dari telepon dalam keadaan marah-marah dan membentak pegawai toko bahwa dia tidak mau bicara dengan saya. Ibu pemilik toko pun akhirnya setelah saya minta pengembalian uang saya yang telah terdebet tersebut, dia meminta waktu untuk mengurus ke Bank BNI dan BCA pada keesokan harinya. Karena saya sibuk akhirnya saya pergi saja dan menunggu tanpa kepastian.

Keesokannya Ibu pemilik toko tersebut dengan sangat mudahnya mengatakan bahwa dia telah mengurus masalah ini ke Bank BCA dan BNI, dan mencetak tagihan rekening korannya (tetapi dia tidak memfoto rekening korannya tersebut), bahwa dia bilang CIMB Niaga saya yang salah dan offline saat tergesek di mesin EDC dia. Dalam hal ini saya amat sangat kecewa, karena ini seharusnya bukan menjadi tanggung jawab saya, tetapi saya yang harus repot mengurus semua ini. Seharusnya Pihak Toko sudah tahu ada mutasi resmi seperti itu, tidak menahan barang-barang yang saya beli. Ini sama saja merugikan saya sebagai customer dan saya tidak akan belanja di tempat tersebut lagi (BLACKLIST).

Terlampir bukti mutasi saya atas barang yang dibeli.

Mohon ditindaklanjuti oleh pemilik Toko Nex Boutique di ITC Permata Hijau lantai 2, agar bertanggung jawab memberikan barang-barang yang telah kami beli kepada kami. Kami sebagai customer merasa sangat dirugikan sekali dalam hal ini.

Mega
Jakarta Barat

Catatan redaksi, update 16/3/2018, 14.51 WIB: penulis menambahkan rekaman pembicaraan Whatsapp (screenshoot) dengan pihak butik.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Memang sangat mengecewakan sekali, sampai detik ini tidak ada itikad baik dari Si Pemilik Butik.
    Saya sarankan tidak berbelanja di Butik tersebut, karena Info yang saya dapat dari Security Toko tersebut sering mendapatkan Komplenan dari Customernya, dan masalahnya sama dan herannya kenapa Toko ini masih diperbolehkan buka untuk Publik.

    Semoga si Pemilik Butik ( Ibu nani) sadar bahwa di duni dia bisa lolos dengan cara mencari Uang tidak halal begini, Tapi Allah SWT maha melihat.

    terimakasih