Kategori: Wawasan

Lebih Lanjut mengenai Gejala dan Klasifikasi Kanker Payudara

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Setelah artikel yang lalu membahas tentang Faktor Resiko dan Terapi pada Kanker Payudara maka kali ini kita bahas tentang gejala dan klasifikasi kanker payudara sehingga semakin dapat semakin paham tentang kanker payudara untuk meningkatkan self awareness dan deteksi dini pada diri sendiri. “Early detection can save lives”, , deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa, begitu semboyan yang lazim dikumandangkan dalam kampanye meningkatkan kesadaran wanita akan kanker payudara.

Kanker payudara dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis berdasarkan sel kanker yang terlihat di bawah mikroskop. Berdasarkan American Cancer Society tahun 2013 kanker payudara diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Ductal Carcinoma In Situ/Karsinoma intraductal

Adalah kanker payudara yang belum menyebar (menginvasi) ke sekitar jaringan payudara sehingga dengan penanganan yang tepat dan cepat maka jarang menyebar (metastasis) ke organ yang lain diluar payudara. Namun pada beberapa kasus dapat berubah menjadi kanker invasif

Gejalanya dapat berupa benjolan dengan diameter 1-2 cm bahkan tidak teraba. Screening dengan menggunakan alat mammografi meningkatkan deteksi adanya Kanker ini. Kesembuhan dan ketahanan hidup penderita sangat tinggi mencapai 90%.

2. Invasive Ductal Carcinoma

Invasive Ductal Carcinoma (IDC) adalah kanker payudara yang sudah menyebar (menginvasi) ke sekitar jaringan payudara dan tumbuh ke dalam jaringan lemak payudara. Kanker dapat menyebar (metastasis) ke organ lain melalui sistem limfatik dan aliran darah. Organ yang sering terkena penyebarannya adalah hati, paru dan tulang.

IDC menduduki peringkat pertama jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita.

3. Invasive Lobular Carcinoma

Invasive Lobular Carcinoma (ILC) dimulai dalam kelenjar (lobulus) yang memproduksi air susu. Seperti IDC, kanker dapat menyebar (metastasis) ke bagian lain dari tubuh. Sekitar 1 dari 10 payudara invasif kanker adalah ILC.

Kanker jenis ini sering pada wanita muda sehingga sering didiagnosis sebagai tumor jinak. Kanker jenis ini pula yang sering menyebar ke payudara kontra lateral. Kanker jenis ini pula yang sering menurun secara genetik dari ibu ke anaknya.

4. Kanker payudara inflamasi

Jenis kanker payudara invasif yang jarang sekitar 1% hingga 3% dari seluruh kanker payudara. Biasanya tidak ada benjolan tunggal atau tumor. Sebaliknya, inflamasi kanker payudara membuat kulit pada payudara terlihat merah dan terasa hangat. Hal ini juga dapat memberikan kulit payudara tebal, gambaran yang terlihat seperti an orange peel/kulit jeruk

5. Penyakit Paget dari puting

Kanker payudara ini dimulai di duktus payudara dan menyebar ke kulit puting dan kemudian ke areola. Kanker ini jarang terjadi, terhitung hanya sekitar 1% dari semua kasus kanker payudara. Kulit puting dan areola sering muncul krusta, bersisik, dan merah, dengan area perdarahan atau blood nipple discharge (keluarnya darah dari puting). Keluhan penderita dapat juga berupa rasa terbakar atau gatal. Kanker jenis ini termasuk dalam Ductal Carsinoma In Situ dengan prognosis baik dengan terapi tepat dan cepat.

6. Phylloides Sarcoma

Kanker payudara jenis berasal dari stroma (jaringan ikat) payudara. Khas dari kanker jenis ini berukuran besar bisa sampai 30 cm dengan perdarahan dan nekrosis/jaringan yang mati luas. Kanker jenis dapat terjadi pada tumor jinak phylloides yang kemudian kambuh.

7. Angiosarcoma

Kanker pembuluh darah pada payudara. Ini jarang terjadi pada payudara. Biasanya berkembang sebagai komplikasi dari pengobatan radiasi sebelumnya. Ini adalah komplikasi yang sangat jarang dari terapi radiasi payudara yang dapat mengembangkan sekitar 5 sampai 10 tahun setelah radiasi. Kanker ini cenderung tumbuh dan menyebar dengan cepat.

8. Limfoma/Kanker Getah Bening

Kanker dari sel limfoid yang ada di payudara. Dapat diikuti dengan benjolan di tempat lain seperti di leher , ketiak atau selangkangan namun juga bisa sebagai benjolan tunggal di payudara. Terapinya adalah kemoterapi kecuali payudara sudah berulkus/luka.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.