Kategori: HeadlineKritik dan SaranSurat Pembaca

Kritik dan Saran untuk JNE agar Lebih Baik Pengaturan Ekspedisi dan Sistem Logistiknya

Saya akan memberikan kritik dan saran untuk JNE (terutama JNE Jakarta) di mana perusahaan JNE ini yang sudah lama berdiri tapi menurut saya manajemennya kurang baik dibandingkan kompetitornya yang baru seperti JnT, siCepat, dkk. POS Indonesia juga saya lihat mengalami perbaikan dalam manajemennya dibandingkan dahulu (sekitar 5-7 tahun yang lalu).

Berikut ini adalah kritik dan saran saya untuk JNE:

1.  Berawal dari Keterlambatan Paket dan Buruknya Koordinasi

Saya mempunyai no resi 012030144918418 yang dikirimkan pada tanggal 12 Juni 2018 dan JNE sudah mulai tidak beroperasi sepertinya mulai tanggal 13 Juni tersebut karena barang saya tersimpan di gudang JNE Angke berhenti statusnya di tanggal tersebut. Lalu pada tanggal 18 Juni 2018 saya telepon ke JNE Pusat di 021-29278888 untuk menanyakan apakah JNE sudah mulai beroperasi untuk mengirimkan paket, dan kata operatornya sudah mulai beroperasi tapi masih petugas piket. Jadi menurut saya masih belum beroperasi, dan saya tanya kapan mulainya, kata operatornya seharusnya tanggal 19 Juni.

Dan pada tanggal 19 Juni siang/sore saya tanyakan kembali ke operatornya karena status paket saya masih di tanggal 13 Juni pukul 00:18 (menurut JNE Tracking di web browser) dan belum di-pick up oleh driver, kemudian jawaban operator akan di-KOORDINASI-kan (sengaja saya huruf besar semua agar menjadi perhatian) ke JNE angke untuk di-MAKSIMAL-kan pengirimannya. Lalu pada tanggal 20 Juni ada pengiriman baru dengan no resi 011130385470418 dan berhenti juga statusnya di JNE Angke pada tanggal 21 Juni.

Pada tanggal 21 Juni sore saya telepon di JNE Pusat di 021-29278888 untuk menanyakan mengapa status berhenti di JNE Angke? Apakah masih belum beroperasi? Ujung-ujungnya operator mengatakan yang itu-itu saja yaitu KOORDINASI dan MAKSIMAL kan pengirimannya.Pertanyaan saya KOORDINASI semacam apakah ke JNE Angke? Dan MAKSIMAL seperti apa pengirimannya? Karena pada tanggal 23 Juni saya putuskan untuk mengambil sendiri di JNE Angke ternyata mobil-mobil delivery masih terparkir rapi di sana, dalam arti tidak ada operasional yang berjalan???

Kalau memang KOORDINASI yang baik, mengapa jika JNE Angke tidak beroperasi sampai tanggal 23 Juni masih menerima paket saya di tanggal 20 Juni 2018??? Lalu bagaimana bisa MAKSIMAL-kan jadwal pengiriman jika JNE Angke memang masih belum beroperasi??? Apakah operator/CS nya tidak tahu kalau JNE Angke masih belum beroperasi??? Apakah ini yang namanya KOORDINASI???

2. Sistem Layanan Pelanggan di Gudang JNE Tidak Berjalan dengan Baik

Saat saya tiba di JNE Angke pukul setengah 3 sore, saya dikejutkan lagi bahwa banyak sekali orang yang mengantri untuk mengambil barangnya di gudang JNE Angke, bisa dilihat di foto yang saya unggah di bawah ini. Dan alangkah hebatnya juga ada yang mengantri mulai dari siang tadi dan belum menerima barangnya. Bahkan mereka (konsumen) berdebat kepada petugas bagaimana mengatur daftar resi yang sudah ditulis di buku kok seperti tidak berjalan dengan baik, malah banyak yang pulang dengan tangan kosong.

Bahkan ada beberapa orang yang mempunyai usaha toko ONLINE terpaksa harus membatalkan transaksinya karena barang belum didapat juga. Dan hebatnya lagi ada yang antri mulai siang sampai sore tersebut sampai kelaparan sambil membawa anak kecil.

Pertanyaan saya, kok bisa perusahaan ekspedisi yang katanya sudah puluhan tahun berdiri tapi tidak dapat melayani konsumennya dengan sebaik-baiknya??? Ingat loh konsumen adalah raja, saya juga kasihan kepada perusahaan JNE kalau caranya seperti ini terus bisa kalah dengan kompetitor-kompetitor yang mulai banyak bermunculan di mana manajemen mereka lebih baik menurut saya. Bisa-bisa konsumen beralih ke perusahaan kompetitor JNE dan apakah tidak kasihan kepada pegawai-pegawai JNE yang ujung-ujungnya perusahaan mengalami kerugian.

3. Saran Perbaikan Manajemen Logistik

Akhirnya saya tahu mengapa kok orang gudang agak lama mencari barang tersebut, karena sistem logistik mereka masih manual dan berantakan, mengapa kok berantakan? Karena barang yang masuk ke gudang JNE (berkali-kali ini saya melihat karena saya berkali-kali juga mengambil barang sendiri ke gudang JNE) masih dalam bentuk karung yang asalnya dari pos-pos cabang JNE franchise, tentu saja akan kesulitan mencari barang tersebut karena dari pos franchise pasti terdiri dari banyak tujuan.

Sedangkan yang datang ke gudang JNE untuk mengambil barang mereka kebanyakan adalah penerima barang tersebut. Mengapa begitu barang datang di gudang JNE sudah masuk ke dalam packaging system picking list (istilah dalam sistem logistik) di mana sistem picking list mempunyai nomor dan informasi siapa kurir/kendaraan yang akan mengirim, dan satu nomor picking list terdiri atas kumpulan no resi.

Jadi jika ada konsumen penerima barang datang tinggal dicari no resi tersebut sudah dalam daftar picking list ataukah masih berada di gudang yang belum diberi nomor picking list. Jika belum dalam dalam nomor picking list, setidaknya sudah dalam rak/kardus/area yang mempunyai kode wilayah pengiriman. Mengapa kok tahu? Saya pernah ke gudang JNE S. Parman dan gudang JNE Angke, saya mengintip ke gudang mereka (walau akhirnya dihalau oleh petugas) selalu masih dalam berupa karung, pagi-pagi orang gudang membongkar karung tersebut saat kurir sudah mulai berdatangan untuk mengirim atau konsumen terpaksa datang untuk mengambil barang mereka???

Pada akhirnya saya membatalkan untuk mengambil barang karena begitu crowded nya di gudang JNE Angke saat itu (23 Juni 2018).

Saya mohon agar ini menjadi perhatian khusus buat perusahaan sebesar JNE, kalau hal ini masih tidak ada perbaikan dalam manajemen logistik mereka maka saya tidak menjamin apakah konsumen masih mau menggunakan jasa JNE ini. Seiring kemajuan teknologi, setidaknya JNE menengok sistem kompetitornya atau bahkan sistem perusahaan jasa ekspedisi di luar negri (yang saya tahu ada beberapa perusahaan ekspedisi sudah menggunakan teknologi RF-ID untuk mencari barang mereka).

Sekian kritik dan masukan saya, semoga hal ini bisa bermanfaat buat perusahaan-perusahaan ekspedisi lainnya juga, kalau bisnis dan teknologi tidak berjalan seiring dan sejajar maka bisnispun akan tertinggal dan ditinggalkan oleh konsumen mereka.

Steve Handoko
Kalideres – Jakarta Barat 11830

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Komentar

  • Trend masyarakat yg lebih memilih belanja online skrg ini sebenarnya adalah berkah buat jasa layanan kurir.. Sayangnya hal ini kurang diantisipasi dengan baik, banyak yg pelayanannya masih kedodoran..

  • Lebih baik jika JNE menjelaskan kepada konsumen, karena sekarang email saya tidak ada tanggapan sejak 4 hari yang lalu, customer care tidak bisa dihubungi, Twitter tidak ada balasan. Tanpa ada kejelasan malah konsumen akan semakin kecewa. Sekarang entah paket saya ada dimana, mengajukan komplain pun tidak ada tanggapan.

  • JNE dijadikan kurir default (yang selalu ada) oleh marketplace B***L****.
    Ini sebuah promosi gratis sebenarnya yang sayang jika tidak diiringi dengan pelayanan prima.
    Semoga JNE melakukan revolusi management workflow demi pelayanan yang lebih baik.

  • Saya kecewa dengan pengiriman JNE dengan no resi 082010036441518. Pada saat mengirimkan barang saya telah berpesan bahwasanya barang yang saya paket kan jangan sampe basah apalgi ditindis. Tetapi setelah barang tiba di lokasi tjuan, barang yang saya paket kan ternyata hancur.. Jadi bagaimana dengan kepuasan pelanggan jika tidak sesuai dengan harapan?

Artikel Terbaru

Tanggapan CIMB Niaga atas Surat Bapak Hendri Tjahjadi

Dengan hormat, Sehubungan dengan surat Bapak Hendri Tjahjadi yang berjudul: “Perubahan Data Nomor HP Kartu Kredit CIMB Niaga Memakan Waktu…

16 November 2018 10:29

Transaksi dengan Kartu Kredit BCA Tidak Berhasil, Namun Tetap Tertagih

Saya dengan Keni, yang telah menjadi nasabah Bank BCA selama 20 tahun dan saat ini menjadi nasabah BCA Prioritas. Keluhan…

16 November 2018 10:04

Kredivo Tidak Profesional, Cenderung Curang

Saya pelanggan Kredivo, saya korban iklan di medsos yang beredar di mana-mana. Akhirnya akun saya di-suspend. Selama di-suspend saya telepon…

15 November 2018 22:11

Respon Tidak Pasti DBS Bank untuk Jumlah Cicilan KTA Peralihan dari ANZ

Pertama saya punya KTA ANZ yang selanjutnya dimerger ke DBS. Uraian perjanjian dengan ANZ adalah cicilan Rp1.573.400, yang jatuh tempo…

15 November 2018 22:02

Beli Paket Internet yang Pakai FUP? Cuma ada di Indosat Ooredoo

Sudah lebih dari 10 tahun saya menjadi pelanggan setia Indosat, namun baru kali ini merasa sangat kecewa dengan pelayanannya. Dahulu…

15 November 2018 18:16

Tanggapan Bukalapak atas Surat Bapak K. Hary

Dengan Hormat, Terima kasih atas hubungan yang terjalin dengan baik antara Bukalapak dan MediaKonsumen.com selama ini. Sehubungan dengan dimuatnya Surat…

15 November 2018 13:50