Pelayanan Sangat Buruk JNE yang Tidak Kunjung Membaik (Part 1)

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Sebelum lebih mendalam masuk ke inti permasalahannya, izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama Saya M Rizky Oktavianto, seorang mahasiswa di kota kecil yang cukup padat yaitu Purwokerto. Oke cukup segitu saja kenalannya, karena ini bukan media untuk mencari jodoh atau sebagainya.

Sebelumnya mohon maaf, karena mungkin keluhan ini akan saya bagi menjadi beberapa part karena kronologis yang akan saya jelaskan akan saya tulis serinci-rincinya, dan ada beberapa keluhan yang saya alami jadi agar tidak terlalu panjang dan melebihi regulasi dari tim mediakonsumen.com saya akan bagi ke dalam beberapa bagian.

Masuk pada inti permasalahannya. Masalah yang pertama “Barang saya katanya TERTAHAN”

Jadi begini kronologinya tercatat pada tanggal 21 Juni 2018 saya melakukan pemesanan kabel harddisk eksternal dari salah pelapak di situs belanja online. Resi sudah sampai di tangan saya pada tanggal 22 Juni 2018 dengan no Resi 014460045887518. Saya tunggu barang sampai di rumah dengan perkiraan saya “paling 3 hari sampai”. Saya tunggu sampai tanggal 28 Juni 2018 barang tak kunjung sampai di tangan saya dan hasil tracking saat itu kondisinya masih stak dan tidak ada progress seperti tertera pada gambar pertama.

Karena saya merasa ada kejanggalan di situ akhirnya pada tanggal 28 Juni 2018 sekitar pukul 18:30 saya mendapatkan SMS (Maaf saya tidak bisa memberi capture chat, karena kondisi HP habis di-flash) yang inti pesannya berbunyi “Selamat malam, saudara Riski paket anda sudah tersedia dan tertahan di warehouse purwokerto. Untuk mengambil silahkan membawa KTP”

Oke, okeee di sini saya cukup merasa kesal karena di tengah penantian saya yang sudah cukup panjang dan barang tersebut sangat saya butuhkan secepatnya untuk keperluan saya tetapi berujung malah tertahan. Tapi saat itu saya tidak ambil pusing, dan saya langsung mengatur waktu untuk mengambil pada tanggal 29 Juni 2018.

Sesampainya saya di warehouse JNE PURWOKERTO pukul 11:00, saya langsung memberikan no resi dan yang membuat saya terkejut adalah jawaban dari penjaga counter “Mas barang atas nama bla bla sudah ada di gudang kami, karena saat pengiriman tanggal 25 Juni 2018 dilokasi tidak ada orang…..” wait wait wait “TIDAK ADA ORANG” katanya padahal setiap hari rumah saya ada orang karena memang orang tua saya sudah tidak bekerja kantoran, dan semisal orang tua saya ada acara pun pada tanggal 25 Juni saya benar-benar di rumah dari bangun hingga malam hari.

Sedikit FYI rumah saya bukan rumah besar bertingkat-tingkat yang kalau dipanggil dari luar tidak terdengar sampai dalam, jadi seharusnya tidak ada kurir yang terlewat karena di rumah saat itu ada 3 kepala yang berada di dalam rumah. Saya memberi sedikit feedback kepada penjaga counter “Ga ada orang mba? saya hari Senin stand by loh di rumah dari pagi”

Tapi apa daya jawaban yang saya dapat tidak solutif “Tapi tertulisnya seperti itu mas di sini”.

Oke saya tidak mau ambil pusing karena kondisi counter penuh jadi saya tunggu barangnya dicari. Perlu diingat posisi saat itu masih sekitar pukul 11:00 yaa, saya tunggu beberapa menit barang tak kunjung datang, sampai waktu menunjukan sudah waktunya untuk solat Jumat, maka saya memutuskan untuk solat Jumat dan memberi pesan kepada penjaga counternya agar setelah jumatan saya langsung ambil barangnya.

Solat Jumat pun selesai sekitar pukul 12:20 saya memutuskan untuk melipir sebentar ke swalayan karena cuaca yang sangat panas mengharuskan saya untuk mencari sedikit pemuas dahaga. Alhasil saya sampai di warehouse sekitar pukul 12:40 dengan harapan barang tinggal saya bawa, tapi ternyata harapan hanya sekedar harapan barang saya masih dicari kata penjaga counternya. Mulai sedikit muak saya menunggu, dan akhirnya kemuakan saya benar benar memuncak setelah penjaga counter kembali tanpa membawa apa-apa dan bilang “Barangnya masih kami cari mas, mungkin nanti segera kami antarkan ke alamat saja biar masnya tidak lama menunggu”.

Heiii tolong lahhh, saya dari jam 11 sampai jam 1 siang itu jaraknya 2 jam lohh dan mbaknya masih bisa bilang “agar tidak lama menunggu”. Tidak banyak basa-basi saya langsung ambil KTP saya dan meninggalkan counter, dan barang baru saya terima di hari esoknya tanggal 30 Juni pukul 14:30.

Yang harus digarisbawahi pada permasalahan saya adalah:

1. Bagaimana controlling JNE ke pihak courier saat pengiriman, apakah disaat courier bilang rumahnya tidak ada orang ya sudah tidak ada upaya telfon atau hal lain? karena di kotak pun tertera no HP saya pribadi. Karena yang saya alami kondisinya saya dan keluarga berada dirumah, dan seharusnya tidak terlewat apabila ada orang datang. Tapi status di tracking malah tidak ada orang katanya

Kalau semisal memang semua paket sesuka kurirnya, negative thinkingnya saya bisa aja kalo emng kurirnya udah capek atau males kerja, ya sudah tinggal bilang ke warehousenya “Rumah ibu A kosong, Rumah mas B kosong” terus nanti tinggal sms suruh ambil paket langsung ke warehousenya deh kita. Selain JNE hemat bensin, hemat tenaga juga kan kalo semua konsumen suruh ambil langsung ke warehousenya?? toh kmrin yang ambil paket langsung ke warehouse juga bukan saya doang ternyata banyak.

2. Bagaimana bisa saya yang sudah nunggu sekitar 2 jam, ujung-ujungnya malah barangnya ga ketemu. Barang saya di anggap sampah atau gimana sampai hilang gitu? dan baru saya terima pun hari esoknya. Suudzonnya saya lagi pihak JNE ini memang sangat asal dalam menaruh paketnya, sampai-sampai 2 jam mencari paket saya tidak kunjung dapat. Suudzonnya saya lagi jangan-jangan kalau saya tidak datangi ke warehouse bisa jadi sampai saya menulis pesan ini pun barangnya tidak diantar karena memang lupa kalo ada paket milik saya. Toh 2 jam dicari juga ga ketemu-temu.

Yang saya garis bawahi adalah kalau kedepannya begini terus impact-nya bisa ke banyak pihak loh. Jujur saya belanja online karena nyari praktis, tinggal via HP, transfer via m banking, tunggu barang sampai. Kemudahan teknologi memang sudah sangat memanjakan umatnya. Tapi kalau semua barang yang saya pesan melalui online shop ujung-ujungnya harus membuat saya menunggu dan berujung keluar rumah ke tempat yang jaraknya cukup jauh dari rumah saya ya mending saya belanja langsung. Impact-nya jadi berantai, ke seller yang menjual barang, bisa juga ke platform penyedia belanja online, dsb.

Masih ada 1 keluhan lagi dari saya tapi nampaknya sudah tidak cukup saya tulis di halaman ini. Terima kasih dari saya.

M Rizky Oktavianto
Purwokerto, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai JNE Express:
Tanggapan JNE atas Surat Bapak M Rizky Oktavianto

Sehubungan dengan surat pembaca yang telah dimuat di Media Konsumen pada tanggal 7 Juli 2018 berjudul “Pelayanan Sangat Buruk JNE...
Baca Selengkapnya

Loading...
Tentang Penulis
M Rizky Oktavianto  

Pesulap ide usang

3 komentar untuk “Pelayanan Sangat Buruk JNE yang Tidak Kunjung Membaik (Part 1)

  • 9 Juli 2018 - (11:36 WIB)
    Yang salah permasalahkan bukan masalah diterima atau tidaknya, ya saya juga tahu saya sudah menerima sendiri. Tapi dari segala macam pelayanan yang saya dapat untuk mencapai barang tersebut sampai ke tangan saya menurut saya pribadi cukup buruk.
    • 13 Juni 2019 - (14:32 WIB)
      Ga usah ditanggapi pihak JNE, mereka seperti ignorant terhadap konsumennya, padahal kita yang membayar tapi sepertinya kita yang berhutang ke mereka. Dua tahun lalu, saya belanja HP online dan dikirim melalui JNE, sudah dua Minggu tidak sampai2, saya ke kantornya, dua Minggu setelahnya saya bolak-balik di kantornya karena mereka masih melacak paket saya dsb, tapi akhirnya saya diberitahu kalau paket saya kemungkinan dicuri oknum kurir mereka yang nakal. Padahal saya butuh barang tersebut secepatnya. Dan yang paling menyebalkan, mereka malah meminta saya untuk mengajukan refund ke pihak seller, tapi mereka bilang saya tidak perlu khawatir ‘untungnya paket saya sudah diasuransi’. First of all, yg bermasalah siapa, yg bayar ganti rugi siapa? Dan yang repot mengurus refund siapa? Saya cuma ditinggalkan seperti itu. Wah, sungguh kesal sekali.

      Oke itu masalah lama, masalah terbaru, baru saja ini layanan servis gagal mengirim dengan alasan alamat tidak ditemukan, tapi tidak bertanya atau menelepon. Padahal sebelumnya pernah mengantar ke tempat yang sama. Layanan lain juga bisa menemukan alamat yang ada. Kemudian menelepon seminggu setelahnya, terus menawarkan untuk bertemu di tempat tertentu. Saya menunggu selama sejam di tempat yang mereka tentukan, tapi tidak ada yang muncul sama sekali. Besoknya menelepon tanpa ada permohonan maaf atau apalah, malah menyalahkan kami yg katanya tidak mengangkat telepon, padahal saya menelepon kembali berulang kali. Diberitahu untuk mengambil di kantor cabang. Sampai di kantor cabang, sama seperti di telepon, customer servicenya sama sekali tidak respek terhadap pelanggan, tidak ada permohonan maaf dsb, dan katanya produk sudah coba diantar sebelumnya (padahal saya menunggu sejam lebih, tidak ada yang muncul atau menghubungi lagi), kemudian kembali mempermasalahkan soal telepon yang tidak diangkat, padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan, mereka hanya memisscall dan saya akan menelepon kembali, tapi sudahlah. Namun setelah itu, diberi tahu lagi bahwa paket tidak berada di situ (padahal di telepon sebelumnya diberitahu untuk mengambil di kantor cabang tersebut), tapi sudah berada di gudang. Dan diminta untuk menunggu beberapa jam, atau kembali lagi (padahal jarak rumah ke kantor cabang tersebut sekitar 10 km) atau mengambil ke gudang, lagi-lagi tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Sungguh pelayanan yang buruk! Seolah-olah hanya mereka yang punya kesibukan, padahal saya sendiri harus meninggalkan kerjaan saya untuk meladeni ketidak profesionalan mereka. Bukannya syaa gila maaf, tapi itu sungguh menunjukkan kualitas pelayanan yang diberikan. Menyedihkan.

 Apa Komentar Anda mengenai JNE Express?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Pelayanan Sangat Buruk JNE yang Tidak Kunjung Membaik (Part 1)

oleh mrizkyokta dibaca dalam: 4 min
3