Kategori: KeluhanSurat Pembaca

Telepon Home Credit Mengganggu Kenyamanan Orang yang Bukan Nasabah

Sudah lama saya ingin menonaktifkan nomor saya agar tidak diganggu oleh Home Credit yang berulang-ulang kali menghubungi saya yang sedang bekerja dan ketika saya istirahat. Teleponnya sih biasa-biasa saja. dengan pertanyaan yang sama dan suara penelepon yang sama. Yang saya permasalahkan kenapa harus telepon berkali-kali dengan pertanyaan yang sama:

“Apakah kenal dengan Bapak Dedi Kurniawan?” Sudah berkali-kali juga saya jawab kalau saya tidak kenal orang yang mereka cari.

Karena penasaran akhirnya saya menelepon pihak Home Credit agar diberikan alamat orang yang mereka cari. Siapa tahu kalau saya bisa menemukan orang yang mereka cari saya bisa hidup tenang lagi tanpa ada gangguan dari Home Credit.

Singkatnya saya berhasil menemukan orang yang mereka cari di alamat rumahnya. To the point saya bertanya kepada Bpk. Dedi Kurniawan perihal kenapa saya yang tidak mengenal beliau tapi nomor saya dicantumkan di Home Credit. Beliau pun menjelaskan tidak pernah mencantumkan nomor saya. Lalu darimana Home Credit mendapatkan nomor saya???

Teror telepon pun terus saya rasakan. Itu membuat saya beranggapan jika ada yang telepon saya pasti adalah Home Credit. Hingga pernah suatu hari hp saya bunyi berkali kali, tapi tidak saya hiraukan karena saya pikir itu pasti dari Home Credit yang tidak penting. Tapi ternyata itu telepon penting dari keluarga saya.

Sampe sekarang Home Credit masih meneror saya dengan pertanyaan dan suara penelepon yang sama walaupun dengan nomor yg berbeda-beda. Padahal saya sudah buat laporan via telepon kalau saya tidak mengenal orang yang mereka cari. Saya heran saja kalau ternyata pihak Home Credit tidak menggubris laporan saya. Bahkan ketika saya memberitahukan mereka kalau saya ingin membuat laporan ke OJK perihal telepon mereka yang sangat mengganggu, seolah-olah mereka menertawakan saya sambil berkata “silahkan saja laporkan kami, kami akan telepon Anda terus menerus”.

Memangnya kalau meneror orang dengan telepon tidak ada sanksi dan hukumnya? Apa tidak ada UU dan pasal untuk perbuatan Home Credit yang selalu meneror orang yang seperti saya yang tidak tahu apa itu Home Credit.

Faidul Zeky Ulhaq
082132138***
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Home Credit Indonesia atas Surat Bapak Faidul Zeky Ulhaq

Yth. Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com, Sehubungan dengan Surat Pembaca yang ditujukan untuk PT Home Credit Indonesia yang dikirimkan oleh Bapak...
Baca Selengkapnya

Faidul Ulhaq

Komentar

  • https://m.facebook.com/groups/211853373087408?group_view_referrer=profile_browser&_rdc=1&_rdr

    Ayo join grup "Gugatan Untuk Home Kredit Indonesia"
    Copy Paste Link di atas & bantu sebarkan.
    Terima kasih.

    #Tujuan Grup:
    1. Mengumpulkan orang-orang yg terganggu karena Home Credit Indonesia.
    2. Melakukan gugatan ke OJK & Kepolisian RI melalui pengacara.
    3. Tidak mendapat telepon dari Home Credit lagi / di hapus dari server mereka.

    #Alasan terbentuknya Grup:
    1. Adanya telepon dari telemarketing Home Credit setiap saat yg sangat menggangu & tetap menelpon walau sudah di complain.
    2. Apabila ingin complain, terlebih dahulu harus mengirimkan data pribadi ke Home Credit. (NIK, nama ibu kandung, TTL, dll)
    Bisa disalahgunakan untuk kejahatan atau penyebaran data pribadi ke orang lain.
    3. Adanya telepon dari debt collector Home Credit yg menagih pembayaran secara memaksa & menganggu, padahal bukan kita yg kredit barang tersebut & bahkan tidak kenal sama sekali.

Bagikan
Penulis
Faidul Ulhaq
Tags: Home Credit IndonesiaKredit dan LeasingPenagihanSistem penagihan bermasalah

Artikel Terbaru

  • Tanggapan

Tanggapan Kredit Pintar atas Surat Bapak Gagana

Kepada Yth Bapak Gagana, Menanggapi surat Bapak Gagana di www.mediakonsumen.com pada tanggal 18 April 2019 berjudul “Rekening Terdebit 2 Kali,…

8 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan Akulaku atas Surat Ibu Laela Siti Muzdalipah

Terimakasih kepada mediakonsumen.com yang telah menayangkan surat keluhan pembaca Ibu Laela Siti Muzdalipah pada tanggal 15 April 2019 dengan judul…

9 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan Bank Mega atas Surat Bapak Ignatius Arintriyanto

Kepada Yth Redaksi mediakonsumen.com, Sehubungan dengan surat Bapak Ignatius Arintriyanto di mediakonsumen.com (26/3), "Lamanya Pengiriman Kartu Kredit Bank Mega”, berikut…

9 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Yuni R

Kepada Yth Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Ibu Yuni R di mediakonsumen.com (22/3), "Penghapusan Annual Fee (iuran tahunan) Kartu Kredit…

9 jam yang lalu
  • Headline
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Perubahan Kepemilikan Kartu Halo Tanpa Persetujuan Pelanggan oleh Telkomsel

Saya menjadi pelanggan kartu Halo Pascabayar - Telkomsel sejak tahun 2013 dan selama ini selalu membayar tagihan, serta aktif menghubungi…

17 jam yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Akibat Saldo BNI yang Tidak Kunjung Kembali, Istri Tidak Bisa Berobat

Sudah sewajarnya perusahaan perbankan sekelas BNI melakukan pengecekan ATM yang rusak. Saya sudah lapor lewat BNI CALL bahkan langsung mendatangi…

19 jam yang lalu