Penagihan Bank Mega Tidak Beretika dan Mengintimidasi Nasabah

Saya Rista, nasabah lama credit card Bank Mega bahkan CC pertama saya adalah Bank Mega. Sebelumnya saya mempunyai CC Carrefour, Metro dan Classic. Untuk Carrefour dan Metro sudah saya lunasi dan tutup. Sisa Classic, karena sedang kesulitan keuangan maka saya tidak membayar full tagihan hingga menunggak. Namun saya selalu mengusahakan membayar karena jujur saya khawatir dengan sikap Debt collector Bank Mega yang terkenal arogan (saya sudah mengalami sebelumnya).

Saya sudah beberapa bulan tidak menerima billing statement dengan alasan menunggak jadi saya benar-benar tidak tahu rincian tagihan saya. Dan walaupun saya ada pembayaran rasanya tetap tidak mengurangi jumlah tagihan. Jumlah tagihan pun berbeda antara call center dan collection.

Di awal November an Ayu atau Duma, saya tidak tahu mana yang nama yang benar dengan no HP WA 0822-0822-29** menghubungi saya melunasi dengan keringanan diskon sekali bayar pada saat itu juga . Dan, saya sedang tidak Ada dana namun saya tetap mengusahakan dari tagihan yang ditawarkan Rp5 juta saya baru mampu membayar Rp1 juta, sisanya di tanggal 17 November. Saya pun terus mengusahakan sampai pada tanggal 17 saya tetap belum mendapatkan dana Rp4 juta karena number penghasilan saya hanya dari gaji. Saya diminta mengusahakan dengan meminjam atau bagaimanapun caranya. Saya berusaha semaksimal saya bisa. Saya tetap konfirmasi via WA, angkat telepon HP.

Sampai pada tanggal 18 pagi Bu Ayu ini menelpon kantor, padahal ke HP pun saya angkat. Beliau tidak mau telepon ke HP maunya ke kantor sedangkan kalau telepon kantor saya tidak dapat berbicara bebas, namun tetap saya jawab. Beliau dengan nada tinggi, logat tertentu, meminta saya bayar saat itu juga, jika tidak akan ditelpon ke HRD atau akan buat kantor saya hanay menerima telepon dari dia dengan alasan saya tidak kooperatif dan berkomitmen.

Saya sangat sadar bahwa hutang harus dibayar, oleh karena itu saya tetap bayar walaupun tidak sesuai tagihan, saya jawab telepon, WA apakah itu tidak kooperatif dan komitmen? Saya diminta bayar detik itu juga, saya perlu usaha dan sudah saya lakukan. Saya bukan tukang sulap yang dapat uang dalam hitungan detik. Jika saya tidak beritikad baik menyelesaikan hutang, saya sudah kabur lama, sedangkan saya saja pernah ke kantor Bank Mega Aini untuk minta keringanan namun tidak berhasil. Bahkan karena saya tidak dapat menjawab omongan Bu Ayu karena beliau bicara dengan teriak-teriak. Saya sempat bilang silahkan lapor HRD dan saya akan laporkan ke media konsumen. Jawaban beliau adalah, silahkan tidak apa-apa.

Sungguh ajaib debt collector Bank Mega, entah bagaimana proses rekrutmennya, mengintimidasi sedemikian rupa, menantang dibuatkan surat ke media konsumen, bahkan berani mengancam akan membuat ribut dan kantor hanya menerima telepon dari dia. Sebuah perusahaan yang cukup besar lho yang dia ancam. Dan saya bukan menunggak bertahun-tahun, tagihan pun tidak sampai Rp10 juta (yang saya tidak tahu rinciannya).

Mohon lebih beradab dan beretika dalam penagihan, dengan suara pelan pun sudah terdengar dengan jelas (karena pendengaran saya masih bagus). Dapat membedakan nasabah yang beritikad baik menyelesaikan hutang ataupun tidak. Semoga tidak Ada kantor yang berani menuntut balik Bank Mega karena membuat ribut di kantor nasabahnya. Tidak ada dasarnya juga debt collector meneror kantor nasabah? Dan ada peraturannya di OJK kan dan Bank Mega terdaftar juga kan di OJK?

Alhamdulillah dengan berbagai cara, saya dapat membayar sisa Rp4 juta dan sedang menunggu surat pelunasan. Alhamdulillah juga saya tidak akan menjadi nasabah Bank Mega dalam bentuk apapun lagi seumur hidup saya. Bahkan saya berniat tidak meneruskan Tabungan Haji di Mega Syariah saya. Tidak akan kasihan jika bertemu sales cc Bank Mega di manapun walaupun dengan muka manis mereka. Ini surat kedua dan terakhir untuk Bank Mega saya setelah kasus Mega Metro.

Semoga Bank Mega bisa berbenah diri, merekrut karyawan bukan preman. Semoga para nasabah Bank Mega dapat melunasi tagihan mereka full payment. Dan, inilah surat yang bu Ayu bilang tidak apa-apa jika saya kirimkan.

Terima kasih dan semoga surat pelunasannya segera saya dapatkan.

Salam,

Rista Permata
Jakarta Selatan 12510

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Penagihan Bank Mega Tidak Beretika dan Mengintimidasi Nasabah

Saya Rista, nasabah lama credit card Bank Mega bahkan CC pertama saya adalah Bank Mega. Sebelumnya saya mempunyai CC Carrefour,...
Baca Selengkapnya

5 komentar untuk “Penagihan Bank Mega Tidak Beretika dan Mengintimidasi Nasabah

  • 27 Desember 2018 - (03:01 WIB)
    Permalink

    saya setuju dengan mbak rista, bank mega menagih sungguh tidak sopan hingga suruh saya jual diri untuk bayar hutang bahkan saya sudah deal angsuran dengan bapak aditya masih juga ditelp dibilangnya saya nunggak, padahal saya setiap bulan selalu bayar sesuai dengan nominal yg disepakati dengan bapak aditya walau itu memberatkan saya dan bapak aditya tidak menepati janji nya kepada saya. bank mega masih juga nagih saya dan itu di hari libur bertepatan dengan hari keagamaan, cobak deh ya bank mega klw nyari data itu pakai mata jangan pakai mulut, jaga mulut kalian untuk menagih suatu hari nanti kalian akan merasakan hal yg lebih parah lagi dari kami yg kalian tagih AMIN

  • 27 Desember 2018 - (10:37 WIB)
    Permalink

    iya Mba Derry, saya sungguh kapok dengan bank Mega. jadi cukup seumur hidup saya tidak akan pakai jasa bank Mega karena sistem dan sumber daya manusianya yang tidak profesional. Jika ikut program keringanan, surat permohonannnya dikirim ketika nasabah sdh membayar tagihan yg disepakati seharusnya surat permohonan dikirimkan sblm dibayarkan angsuran, jika disetujui baru dibayarkan jadi ada proses dan data otentik tidak hanya sekedar teriak-teriak minta dibayar. ADA WIN-WIN SOLUTION. sayang sekali bank sebesar itu tidak ada sistem dan SDM yang memadai dan surat saya ini pun tidak ada tanggapan, tapi tidak apa-apa krn semua chat msh saya simpan. Semoga ada solusi yg menguntungkan kedua belah pihak ya Mba.

    • 15 Februari 2019 - (18:11 WIB)
      Permalink

      sama banget mba, saya juga barusan ngalamin hal yang sama. sama sekali tidak profesional bahkan mengeluarkan asumsi kalo saya minta di kurangin tagihan dan play victim padahal dari awal yg saya minta itu supaya bisa dicicil 10x tagihannya ga pernah minta diskom, juga mengatai saya KURANG AJAR gara2 saya minta untuk crosschek tanggal gajian saya di payslip yang dia pegang. sampai ngucapin “anda pikir anda siapa?” padahal intinya dia ga mau cari dokumen yang udah saya kasih ke dia..miris banget padahal mereka “makan” dari nasabah tapi perlakuin nasabah kaya buronan dan ga akan prnh lagi deh pake produknya bank mega. saya juga pernah di kecawain sama aditya yg di mega kuningan belakang RS aini, dia kasih simulasi tu totalnya malah melebihi tagihan akhirnya sya gagalkan programnya selain karena berat dengan besaran ciciliannya juga saya ga terima ditipu mentah2 begitu. tadi juga saya pastikan kalo saya dapat surat permohonan reschedule dr mega supaya kedepannya ga ada lg yg pura2 gila datang nagih

  • 28 Mei 2020 - (14:04 WIB)
    Permalink

    Sepertinya memang bukan yang nagihnya yang ga beretika tapi atasannya juga ada yang tak beretika. namanya Katharina Kurniawati Area Business Manager selalu chat2 pasangan saya diluar pekerjaan secara pribadi sehingga pacar saya memutuskan hubungan dengan saya.
    Tante2 girang yang kesepian.. udah tua ga tahu diri.. masih chat2 pasangan orang lain.
    orang – orang seperti ini harusnya di Pecat aja. tidak menguntungkan bagi perusahaan…

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Penagihan Bank Mega Tidak Beretika dan Mengintimidasi Nasabah

oleh Rista Permata dibaca dalam: 3 menit
5