Kategori: KeluhanPertanyaanSurat Pembaca

Kepada Pimpinan BNI, Apa Benar Mengajukan Kenaikan Limit Kartu Kredit Pakai SPT?

Kepada Pimpinan/Kepala Bagian Divisi Hukum BNI,

Saya Wisanto Rustiadi ingin menanyakan apakah benar untuk mengajukan kenaikan limit kartu kredit harus pakai SPT/Surat Pajak Tahunan, dan SPP.

Singkat cerita pada tanggal 2 April 2019 saya mengajukan kenaikan limit KK BNI, dan tidak disetujui. Lalu saya membuat keluhan di MediaKonsumen, dan pihak analis menelpon saya. Lalu pihak analis berkata saya boleh mengajukan kenaikan limit kembali asal disertai SPT (Surat Pajak Tahunan) dan SPP. Katanya peraturan BNI seperti itu? Saya bertanya sejak kapan peraturan ini dibuat, dan pihak analis tidak bisa menjawab.

Lalu saya bertanya kembali, setahun lalu saya mengajukan kenaikan Limit di BNI dari Rp10 juta ke Rp18 juta, ini tidak memakai SPT dan SPP? Lagi-lagi pihak analis berkata ini sudah peraturan BNI. Dan anehnya saya mencoba tes pergi ke dua kantor cabang BNI, KC THI dan KC Bandengan untuk mencari informasi. Di sana customer service-nya bilang kalau ingin mengajukan kenaikan limit tidak perlu SPT dan SPP. Dan saya juga coba menelepon ke CS 1500046. Lagi-lagi dua orang CS bilang tidak pakai SPT dan SPP. Lalu juga saya periksa di Website BNI, ini juga tidak ada yang mengatakan ingin mengajukan kenaikan limit harus pakai SPT & SPP. Kenapa sama saya harus menggunakan SPP & SPT? Dan anehnya 2 bulan yang lalu,saya mengajukan kenaikan Limit di Bank A, ini saya disetujui dan tidak memakai SPT & SPP.

Contoh Bank BCA saja yang terkenal ketat ini tidak memakai SPT & SPP. Bukankah intinya yang penting Kecakapan Kemampuan Nasabah untuk membayar tagihan KK setiap bulannya Lancar. Buat apa punya SPT,tetapi setiap bulan tidak lancar bayar tagihan KK.

Saya tantang kepada Sang Analis itu, coba untuk melihat apakah selama 2 tahun ini saya pernah 1 kali menunggak tagihan? Atau apakah pernah 1x saya membayar minimum payment? Saya selalu bayar tepat waktu, full payment. Jika ditemukan saya pernah 1 kali menunggak, saya akan menerima keputusan sang analis dan saya akan meminta maaf kalau saya salah (nb: CS 150046 saja ini berkata, iya bapak pembayarannya lancar, harusnya layak disetujui, dan pakai SPT SPP itu katanya kebijakan si Analis).

Tolonglah jangan mempersulit nasabah dengan peraturan buatan sendiri. Kecuali kalau saya ingin mengajukan KPR/Kredit mobil, mungkin perlu itu SPT & SPP. Kepada pihak Analis saya ingin jawaban. Terima kasih.

Terimakasih kepada mediakonsumen yang telah menerbitkan tulisan saya ini. Semoga kedepannya mediakonsumen tetap jaya dan eksis.

Wisanto Rustiadi
No Kartu 5426 40** **** 4387
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Wisanto Rustiadi

Komentar

  • Kalau yang sepengalaman saya mas, Kebijakan tiap bank pasti agak beda yah. Ada yang minta slip gaji paling terbaru. Ada yg minta rekening koran 3 bulan terakhir. Ada juga yang emang minta SPT terakhir. Untuk bahan pertimbangan di kasih atau engga nya.

  • Agan sujana@ Ya kalo peraturan seperti itu,ya sy terima. TETAPI Ini sy sudah ke dua kantor cabang dan nelpon ke CS150046,ini 2 orang KC dan CS jg berkata tidak pake SPT SPP.
    Setahun lalu waktu pengajuan kenaikan limit di BNI tidak pake SPT. DAN 2 bulan lalu di Bank*** ini tidak pake SPT jg,sy disetujui kenaikan limitnya.
    Ya kalo mau rekening koran 3 bulan terakhir sy kasih berikan.
    Ayo SANG ANALIS coba jawab, beri sy penjelasan. Sy mau tau jawaban nya.

  • Mungkin kali kalau makin tinggi kenaikan yang diminta atau sudah beberapa kali kenaikan sudah memerlukan SPT.
    Setahu sy pernah mengajukan kenaikan limit KK pertama kali di minta hanya salah satu dokumen, slip gaji terbaru atau rekening tabungan dari bank mana aja gak ada SPT.
    Seharusnya yang jadi pertimbangan utama adalah data histori pemakaian dan pembayaran kalau lancar pasti disetujui kalau macet kan gak mungkin.
    Sama aja ketika sesorang mengajukan pembuatan KK namun sudah memiliki banyak utang dibank tetapi masih mampu membayar dan tidak pernah menunggak dan terlambat walau penghasilan tinggal sedikit masih saja dapat disetujui bank untuk pengajuan KK. Karena yang utama dilihat adalah pembayaran.
    Kalau belum disetujui dapat minta kenaikan limit sementara saja.
    Perlu diingat KK itu kartu berbasis biaya. Apa-apa aja diminta selalu ada biaya. Contoh aja tuh kenaikan limit, biaya overlimit, biaya terlambat bayar, biaya tarik tunai, biaya informasi tagihan, biaya cetak tagihan, materai, iuran tahunan dll. Males deh pake KK.

  • Abg minzir@ benar sekali, pemikiran abang sm kyk ane, yg penting itu data histori pembayaran Nasabah. Apakah perna Menunggak ato tidak. Mknya aneh jg sm analisnya, ane dalam 2 tahun tidak perna menunggak lho, selalu bayar full payment tepat waktu.
    Sy tanya ke Bank" laen/BCA, ini tidak ada pake SPT SPP, GK ADA SEJARAHNYA PAKE SPT. nah kecuali kalo mau kredit rumah/ mobil deh,munkin x perlu SPT.

    AYO KEPADA KAWAN", ANE BUTUH SARAN DAN MASUKKAN, APAKAH KALIAN KALO MENGAJUKAN KENAIKAN LIMIT KK, PAKE SPT SPP. makasih kalo mau berbagi infonya, salam satu konsumen.

    • Saya punya kartu kredit dari bank P×rmt× dan Bank H×B× setiap kali saya menaikan limit tetap kartu kredit selalu diminta SPT karena saya seorang wiraswasta,intinya gini aja,klu kita butuh berikan aja syarat yang mereka minta lain hal nya klu kita ga butuh maka abaikan saja.
      Mngkin waktu bpk wisanto naik limit pertama ga diminta SPT krn pihak analis menilai limitnya masih kecil,bagi analis semangkin limit besar maka resiko juga besar,makanya mereka meminta data tambahan dari SPT itu akan kelihatan seberapa besar income kita,itu cara analis menilai resiko dan kemampuan nasabah termasuk nasabah kartu kredit.

    • Saya punya kartu kredit dari bank P×rmt× dan Bank H×B× setiap kali saya menaikan limit tetap kartu kredit selalu diminta SPT karena saya seorang wiraswasta,intimya gini aja,klu kita butuh berikan aja syarat yang mereka minta lain hal nya klu kita ga butuh maka abaikan saja.
      Mngkin waktu bpk wisanto naik limit pertama ga diminta SPT krn pihak analis menilai limitnya masih kecil,bagi analis semangkin limit besar maka resiko juga besar,malanya mereka meminta data tambahan dari SPT itu akan kelihatan seberapa besar income kita,itu cara analis menilai resiko dan kemampuan nasabah termasuk nasabah kartu kredit.

  • Taufik@ limit sy kecil koq. Sy minta ke bni dari 18jt ke 25jt /28. Tp dua bulan lalu sy bank B dari 15jt naik ke 25jt ini tanpa SPT& SPP. Itu bank sama" BUMN jg. Tp kalo hanya mau melihat dan menilai Resiko Nasabah, seberapa besar income pendapatannya? kan bs dilihat dari rekening koran tabungan. Dan dilihat track Record nya. Selama 1-2tahun apakah perna sekali menunggak/ membayar minimal payment.
    Ysd lah abaikan saja, cos sy malah waktu buat SPT 2tahun lalu,sy bilang freelanch penghasilan sebulan 3jeti hehehe. Ok d makasih bang atas masukan n saran nya.

Bagikan
Penulis
Wisanto Rustiadi
Tags: Bank BNIKartu Kredit BNIKenaikan limit kartu kredit

Artikel Terbaru

  • Tanggapan

Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdr. Ade Ivan Maulana

Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan MediaKonsumen.com…

6 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdr. Ferry Santiago

Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan MediaKonsumen.com…

6 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan BNI atas Surat Ibu Putri Juanita Wahab

Menanggapi surat Ibu Putri Juanita Wahab di www.mediakonsumen.com pada tanggal 18 April 2019 berjudul "Tarik Tunai di Mesin ATM BNI,…

6 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan BNI atas Surat Ibu Budiningsih

Menanggapi surat Ibu Budiningsih di www.mediakonsumen.com pada tanggal 24 April 2019 berjudul "Transfer via ATM BNI, Struk Keluar, Dana Terdebit…

6 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan BNI atas Surat Bapak Indrajid Karim

Menanggapi surat Bapak Indrajid Karim di www.mediakonsumen.com pada tanggal 8 Mei 2019 berjudul "Penarikan di ATM BNI Saldo Terpotong tapi…

7 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan BNI atas Surat Ibu Ni Luh Gede Sukma Rahmawati

Menanggapi surat Ibu Ni Luh Gede Sukma Rahmawati di www.mediakonsumen.com pada tanggal 12 Mei 2019 berjudul "Tarik Tunai di ATM…

7 jam yang lalu