Komplain ke Penjual malah Dituduh Melanggar Ketentuan oleh Tokopedia

Tokopedia Penipu…benar..yang menipu bukan penjual di Tokopedia tapi Tokopedianya yang menipu pembeli.

Awal cerita, karena Tokopedia membuat promo diskon THR yang akan diadakan pada tanggal 17 Mei 2019 dengan diskon sebesar 10% maksimal Rp500 ribu (Gold Member) maka saya pun tertarik untuk membeli 1 unit HP yang memang sudah saya incar sebelumnya.

Tanggal 17 Mei 2019 pun tiba dan saya pun melakukan pembelian 1 unit HP senilai Rp5,1 juta di Toko Keong Store dan mendapatkan cashback berupa OVO poin Rp500 ribu (INV/20190517/XIX/V/315876853).

Barang dikirim oleh toko pada tanggal 17 sore dan diterima oleh saya tanggal 18 siang (barang cepat sampai karena memang 1 kota). Saat kemasan dibuka ternyata warna HP yang saya pesan tidak sesuai dengan yang minta ke penjual (sebelumnya sesaat sebelum order sudah konfirmasi dan warna yang saya minta ada). Dan saya pun mencoba untuk menanyakan langsung ke penjual. Saat itu penjual beralasan bahwa warna yang saya mau sudah habis dan menawarkan opsi return atau tukar. Karena saya memang menginginkan HP tersebut maka saya pun coba minta untuk tukar warna dengan cara mendatangi toko langsung (berhubung 1 kota). Akan tetapi penjual keberatan dan minta untuk dikirim saja. Dan saya pun keberatan (karena faktor resiko, biaya dan waktu) alhasil penjual pun tidak kooperatif dan tidak mau membalas chat saya lagi.

Tanggal 19 Mei 2019 saya pun memberikan ulasan jelek ke penjual karena telah berbohong akan ketersediaan warna HP (warna yang saya minta memang warna favorit) dan tidak kooperatif. Saya juga menuliskan peringatan kepada calon pembeli lain di beberapa halaman si penjual dengan harapan tidak ada yang mengalami hal yang sama.

Tanggal 22 Mei 2019 saya pun mendapatkan peringatan dari Tokopedia karena dianggap melakukan spam di halaman si penjual. Saat itupun saya menjelaskan ke Tokopedia maksud dan tujuan saya serta komplain atas transaksi tanggal 17 Mei 2019. Tokopedia pun menanggapi keluhan saya dan mencoba untuk menghubungi si penjual untuk klarifikasi dan mencari jalan keluar, menurut informasi dari Tokopedia mereka sudah berkali-kali mencoba menghubungi penjual akan tetapi tidak ada respon dan telepon pun tidak diangkat. Saya pun meminta Tokopedia untuk menindak penjual tersebut yang sudah tidak jujur dan tidak koperatif, alhasil Tokopedia pun menutup keluhan saya karena saya pun sudah tidak mau mempermasalahkan barang yang saya terima dan Tokopedia menginformasikan akan menindak penjual tersebut.

Tanggal 11 Juni 2019 saya pun tiba-tiba diemail oleh Tokopedia yang menyatakan bahwa saya telah melanggar aturan dan terindikasi manipulasi transaksi pembelian HP pada tanggal 17 Mei 2019 sehingga OVO poin saya ditarik kembali oleh Tokopedia (sisa OVO poin saya saat itu Rp300 ribuan), sungguh tuduhan yang sangat menggelikan selama saya belanja online.

Saat itu saya masih percaya bahwa kesalapahaman ini bisa diselesaikan dengan baik oleh Tokopedia dan saya pun mencoba meminta penjelasan melalui CS Tokopedia, alangkah terkejutnya saya bahwa Tokopedia tidak mau menerima penjelasan apapun terkait tuduhan tersebut dan menganggap keputusan tersebut adalah final. Saya pun masih mencoba beberapa kali untuk mengklarifikasi ke Tokopedia terkait masalah tersebut dan saya pun meminta bila memang saya melanggar mohon pihak Tokopedia bisa menunjukkan pelanggaran yang telah saya lakukan dan saya akan menerima keputusan tersebut. Tapi lagi-lagi Tokopedia beralasan bahwa bukti pelanggaran adalah rahasia (Apa….?, Bagaimana bisa bukti pelanggaran jadi rahasia Tokopedia sendiri?).

Karena sudah menemui jalan buntu maka saya pun menuliskan keluhan saya ini di mediakosumen dengan harapan pihak Tokopedia yang memiliki wewenang untuk bisa menjelaskan dan memberikan bukti pelanggaran yang saya lakukan atas transaksi tersebut. Bila tidak mohon OVO poin saya bisa dibalikkan karena sudah dituduh dengan tuduhan yang tidak berdasar.

Kejadian ini bukanlah dialami oleh saya sendiri, akan tetapi ada beberapa konsumen juga mengalami hal yang sama dan merasa pasrah karena tidak tahu lagi harus mengadu kemana.

Mohon respon dan penjelasan Tokopedia atas masalah ini.

Susanto
Medan, Sumatera Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Tokopedia dalam hal ini abuse of power dgn syarat dan ketentuannya yg multi makna..saya aja kena transaksi fraud gara2 waktu tahun sebelumnya bantu temen saya beli emoney tp bayarnya saya masukin virtual akun temen krn dia yg mau bayar..skrg temen beli barang saya d tokped pake cc dia malah kena fraud 15% gede banget dan open tiket trus ditutup lagi open lagi ditutup lagi begitu aja terus ud seminggu g balik nih..g tau musti ngadu kmn..skrg ud uninstall tokped open tiket via email & web..nasib..

  • Ternyata Tokopedia tidak menanggapi keluhan di atas. Pembelian saya juga sedang bermasalah di tokopedia dan sudah membuat surat pembaca. Barang pesanan sebulan g sampai, sekarang mau balikin uang masih belum terealisasi karena nunggu BAP dari agen pengiriman alasannya.

  • Jika tidak profesional , kinerja amatir ya un install saja selesai , sebarkan di Facebook , Instagram , LinkedIn , medsos lainnya.
    Orang amatir layak di abaikan .

  • Tokonya saya coba search di Tokopedia tidak ketemu. Mungkin sudah ditutup?
    & jangan-jangan sistem mahacanggih-nya gak bisa paham bahwa ada transaksi yang dilakukan terhadap toko yang sudah tidak eksis lagi (padahal transaksi terjadi sebelum toko tersebut tutup), jadi pelaku transaksi tersebut didakwa melakukan transaksi ilegal?
    Konyol betul kalau begitu.

    Memang paling aman ovo point maupun cash jangan sampe terlalu banyak, mengingat ada pihak2 yang berkuasa untuk mendebet tanpa seizin pemegang nama rekening.
    Btw, memang menurut OJK hal seperti ini diperbolehkan kah?

    • Toko sdh ditutup oleh tokopedia krn membohongi pembeli dan tidak bertanggung jawab.
      Saya jg gak tau gimana cara kerja system tokopedia dalam menentukan pelanggaran, sebenarnya hal itu tidak masalah asal saat consumen komplain benar2 ditindaklanjuti, kalau ini mah percuma lapor ke cs, 100% bakal merujuk ke system dan gak da solusi.

  • Memang berhak dengan dasar yang jelas. Masalahnya ga ada kejelasan ,tiba-tiba dituduh. Bagaimana kasus punya bang Susanto? Sudah selesai?

    • Itu dia, saya sebagai pembeli yg jujur hanya minta bukti pelanggaran dan pihak tokopedia tidak mau atau lebih tepatnya tidak sanggup menunjukkan bukti pelanggaran.
      Punya saya sdh diselesaikan, coba ja tulis di mediakonsumen, semoga ditindaklanjuti

  • Saya korban dari toko itu juga. Dan tokopedia secara sepihak menuduh saya manipulasi transaksi dan saldo ovopoint saya ditarik sebesar 365 ribu. Saya coba lapor, dijawab berulang ulang tanpa ada kejelasan. Dan tiba-tiba ditutup secara sepihak. Lewat twitter juga tidak dihiraukan. Sekarang akun saya juga tidak bisa pakai promo lagi karena tuduhan yang tidak berdasar.

    • Bener..transaksi sudah sebulan lebih baru direview.Dan yang bikin bingung..OVO kan dompet digital yang seharusnya segala sesuatu harus memakai PIN user,tetapi dalam hal ini tidak berlaku..

      • Hiii, Secara Aturan memang Tokopedia berhak menarik Ovo poin yg sudah diberikan tanpa meminta izin pengguna.