Tagihan PLN Tiba-tiba Naik Hampir 3 Kali Lipat!

Halo,

Surat ini saya tujukan kepada PLN khususnya, dan juga pengguna PLN lain yang mungkin mengalami hal yang sama seperti saya.

Kejadian ini bermula pada saat saya ingin membayar tagihan listrik saya di awal bulan Agustus. Saya kaget melihat tagihan listrik saya melonjak dari yang biasanya Rp350-400 ribu, menjadi Rp819.092 di bulan Agustus ini. Lalu saya coba telepon pengaduan PLN dengan nomor aduan 61AM45B pada hari Selasa, 6 Agustus 2019.

Pada hari Kamis, 8 Agustus 2019 petugas dari PLN datang (saya lupa catat namanya) pada pukul kurang lebih 08.30 pagi. Saya kaget sekali saat petugas itu bilang sambil cengengesan “Maaf pak, tagihan bapak sudah benar, tagihan bapak ada kelebihan pemakaian di bulan Juni & Juli”. Saya bingung dengan penjelasan si petugas itu. Saya selalu bayar tepat waktu dan tidak pernah sekalipun menunggak tagihan listrik.

“Tagihan bapak sudah benar karena waktu di bulan Juni & Juli, saya tidak memfoto meteran listrik bapak karena saya sedang sakit, dan tidak ada petugas yang memfoto meteran bapak”. Tolong PLN, ini alasan apa ya? Anda kan bergerak di bidang jasa, lalu kalau anda tidak memfoto meteran saya, lalu tagihan listrik yang saya bayar di bulan Juni & Juli maksudnya tidak valid? Sebagai tambahan informasi, saya membayar tagihan PLN melalui e-commerce setiap bulan.

Logika saja, tagihan yang keluar melalui e-commerce, sudah pasti diterbitkan oleh PLN karena tidak mungkin pihak e-commerce mencatat penggunaan saya setiap bulan. Karena kesal, kami meminta si petugas mengecek kembali ke pusat, dan kembali lagi apabila sudah ada solusi.

Singkat cerita, saya kembali menghubungi pengaduan PLN di hari Senin dengan nomor aduan C1ARF39. Lalu sekitar pukul 3 sore, ada yang menghubungi saya dari PLN Rayon Depok atas nama Kinta. Petugas ini pun tetap bersikukuh bahwa tagihan kami sudah benar, yaitu Rp819.092. Dan si petugas ini pun tetap dengan alasan kenapa tagihan naik dikarenakan petugas tidak memfoto meteran saya karena sakit, sehingga ada tagihan di bulan Juni & Juli yang tidak terfoto dan terekam oleh mereka.

Cara mereka menghitung tagihannya adalah dilihat dari penggunaan rata-rata tagihan listrik saya bulan-bulan sebelumnya, lalu diambil rata-rata. Kekurangan itu lalu ditambahkan ke tagihan bulan Agustus. Alasan ini cukup tidak masuk akal buat saya, kenapa kelalaian petugas menjadi tanggung jawab saya sebagai pengguna ? Kami kecewa sekali dengan alasan ini.

Berikut saya attach percakapan saya dengan petugas bernama Kinta dari PLN Depok.

Saya cukup bingung dengan logika ini, kenapa PLN tetap bersikukuh ada tagihan saya yang tidak terfoto oleh mereka karena petugas sakit, dan saya bertanggung-jawab membayar atas kelalaian mereka. Saya juga bekerja di bidang jasa, dan saya paham betul kepuasaan konsumen seperti apa. Logika ini tidak masuk dalam nalar saya. Kalau memang petugas Anda sakit (sampai 2 bulan lagi), kenapa penagihannya dikeluarkan di Agustus ?? Kenapa kelebihan pemakaian saya tidak keluar di bulan Juli ?? Kenapa tidak ada petugas backup yang melakukan foto meteran tagihan??

Saya tinggal di lingkungan dengan hanya 9 rumah, hanya saya yang terpilih dari PLN mendapatkan tagihan sampai 3 kali lipat ini !! Saya akan menunggu resolusi dari PLN. Tolong berikan solusi yang baik ke konsumen. Si petugas PLN malah bilang tagihan saya bisa dibayar mengangsur. Halo mba, tidak perlu diangsur! Saya mampu bayar! Tapi yang saya tidak paham adalah logika dari Anda yang menurut saya sangat mengada-ada!!

Saya tidak ada menambah daya, tidak ada menambah alat elektronik, selalu bayar tagihan listrik di awal. Yang kami dapat di sini malah sering ada pemadaman listrik, dan sekarang ada lonjakan tagihan listrik yang diakibatkan oleh kelalaian petugas PLN. Aneh !!!

Saya tunggu itikad baik dari PLN untuk menuntaskan persoalan ini.

Yudha Permana
Depok, Jawa Barat 16412

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Sudah saatnya PLN tidak mendominasi! Sudah saatnya ada perusahaan listrik swasta di Indonesia. Sebagai pengguna PLN yang tidak pernah ada masalah, saya sangat merasa kecewa sekali dengan pelayanan mereka yang seperti ini !!!

      • itu gampang, yang susah masuk nalar saya kenapa petugas lupa foto dan dibebanin ke konsumen.. itu alasan yang sangat aneh sekali

        • Kalau sudah seperti itu, beralih saja jadi pelanggan prabayar. Soalnya waktu dulu saya jadi pelanggan pascabayar, petugas meteran sering mengira2 sendiri jumlah meteran akhir pemakaian dg alasan yg dibuat2, padahal aslinya ga segitu

  • tagihan sebelum bulan juni&juli berapa pak?
    perhitungan nya biasanya jumlah kwh yg terpakai, jadi kalo kasus nya spt yg bapak alami,biasanya si petugas akan "asal" memasukan jumlah kwh yg terpakai,makanya setelah missed 2 bulan, bulan berikut nya si petugas mencatat dan itulah sebenarnya yg terpakai.. jadi akumulasi aja juni + juli + agustus dibagi 3...
    kalo nominal nya ga beda jauh dr tagihan bulan mei atau bulan sebelum nya,kita ga bs komplain

    • Tagihan juni juli itu 350 & 370 ribu, dan agustus jadi 819 ribu.

      Pertanyaannya, kalau memang ada tagihan yang tidak "terfoto" oleh petugas dan si petugas isi "asal-asalan" dengan memasukkan angka rata-rata pemakaian saya per bulan, kenapa ada tagihan yang dterbitkan oleh PLN ke e-commerce tempat saya biasa melakukan pembayaran ?

      Kalau memang PLN sudah link dengan e-commerce dan menerbitkan tagihan setiap bulan ( reminder ke saya tiap tanggal 5 ) kenapa harus ada petugas yg foto meteran ?

      Sedangkan petugas yang melakukan tugas secara manual ini kan manusia, kadang sehat kadang sakit dan dari 9 rumah, hanya rumah saya saja yg dikenakan tagihan 3x lipat.. alasannya petugas sakit dan izin di siang hari..

    • Daya saya 1300.
      Pemakaian. Ac.sama tv.
      Pembyaran tiap bulan itu sya di kenakan 450 mendekti 500. Pdhl sya tdk pakai kulkas😒 ataupun yg lain nya.
      Kok bisa gitu😭

      • Saya mau share juga tentang tagihan PLN yang membengkak. Kalau kasus saya saat kena zona merah atas covid19, semua dianjurkan WFH. Kemudian beredar informasi mengenai pembayaran listrik digratiskan utk yg berdaya 450, 900 dg ketentuanya masing2. Listrik di rumah saya 1300 jd tdk termasuk program penggratisan tsb. Stlh itu ada informasi jg agar secepatnya kirim sms ke PLN dg format (ID Pel*5 digit trakhir angka yg ada di meteran#). Sms itu harus dikirimkan ke PLN agar tagihan listrik bulan saat itu (Maret) tetap tertagih normal dikarenakan tdk ada petugas yg dtg utk memfoto meteran (dg alasan utk mencegah penyebaran virus covid19). Kalau tdk mengirimkan sms, akan ditagihkan dg cara mengambil rata2 tagihan 3 bln sbelumnya. Kemudian saya mencoba kirim sms, namun berkali2 tdk ada respon. Tdk ada status gagal atau sukses. Saya tdk lgsg mendatangi kantor PLN utk menanyakan perihal sms tsb krn hanya bbrpa hari saja informasi tsb muncul, lgsg ada informasi lg bahwa disuruh abaikan sms tsb. Logika saya kan sdh tdk berlaku informasi mengenai sms ke PLN? Pas saya mau bayar tagihan di tgl 19 April (cek e-commerce, tp bayarnya ke kantor PLN krn skalian mau komplain pembengakakan tsb), tagihan membengkak dg selisih hampir 60rb an. Kata mas cs nya, sms saya tdk masuk. Jd tagihan di ambil rata2 3 bln sblmnya. Saya kekeh krn wkt itu ada informasi utk abaikan informasi sms ke PLN. Masnya cm blg, BERLAKU. PLN itu milik negara, tp oknum2nya kok seperti menyepelekan. Penjelasan kurang valid, ada situasi pandemi malah kesempatan.

  • Kalau kebetulan bertemu lagi sama si petugas meteran itu utk rekap tagihan bulan berikutnya, bisa dimintai pertanggungjawaban nya, kenapa kok dia asal2an masukin tagihan pelanggan

    • Saya juga mengalaminya bulan september kemarin.. tagihan melunjak sampai berlipat2, yang biasanya cuma 500san bulan september kmrin sampai 2 juta. Saat ditanya, mereka beri alasan yang sama, tidqk sempat foto meteran katanya.

  • hati2 pak, saya pernah alami seperti kasus ini nanti mereka bilangpelanggan punya hutang bayar loh. lalu PLN Bintaro bilang saya kelebihan bayar dan dikasih tagihan untuk bayar abodemen. tahun2 berikutnya ternyata mereka bilang saya kurang bayar. Jadi punya utang ke PLN, jadi tagihan makin menggila, katanya bisa dicicil 4 bln, lewat dari 6 bulan bukan nya sadar malah makin jadi mereka nagih nya. padahal dirumah cuma ada tv, air, kulkas dan kipas. ini kan gila. begitu aja smp pelanggan mati disuruh bayar kurang bayar padahal mereka yang ga pernah cek meteran kita, PLN ga pernah cek meteran kira error/bgm cuma alibi lihat angka di meteran. gimana cerita isi rumah apa tagihan menggunung. dan kasus sy tidak kelar2 smp sekarang.

  • Memang benar apa yg di katakan admin, saya mengalami nya sendiri, kalau dari mas yuda permana tidak di cek lantaran si petugas meteran itu sakit dan tidak ada petugas lain yg memback up.
    kalau saya beda 2 kali tidak di foto meteran kwh karna saya dan keluarga tidak di rumah.
    trus yg saya sayangkan dari pihak PLN tidak memberitahu saya, kalau petugas meteran setiap akhir bulan akan cek meteran di rumah.
    2 kali tidak di cek,
    lantas dari pihak PLN menerbitkan tagihan setiap bulan dan saya selalu membayar tepat waktu, sebelum tgl 21,
    lalu yg jadi pertanyaan buat saya uang saya kmn? yg 2bulan itu🤦
    mustinya pembayaran gak sebengkak gini. paling naik gak terlalu gede!
    masa saya musti bayar tagihan listrik 3 bulan🤮. trooos uang saya 2bulan kmn cuk!!! kalaupun kurang pembayaran di 2bulan yg lalu, itung yg kurang nya aza! gak bisa ngitung di sini tempat kursus nya nih👇 oon (tolol) juga loh!!!
    kerja/molor loeh!!! mikir!!!

  • nah giliran saya nih yg kena, pln kirim rek tagihan listrik bln mei lewat email, pas dibuka invoicenya tagihannya cmn beda 20 rb dengan bln kemaren. pdhl ruko saya sudah tutup dari tgl 20 maret gara2 pandemi dan yg menyala hnya lampu luar saja. catatan meteran di biling dgn aslinya jauh beda sampe 500 an. jangan2 alasan petugasnya sama karena sakit / tidak sempat cek meteran.............
    masa ia selama sebulan ga sempat cek? emang petugas pln cmn 1 org?
    hal ini blum saya laporkan, tp bukti sdh sy kumpulkan. hati2 pelanggan lainnya jgn sampe lengah

  • Saya mau share juga tentang tagihan PLN yang membengkak. Kalau kasus saya saat kena zona merah atas covid19, semua dianjurkan WFH. Kemudian beredar informasi mengenai pembayaran listrik digratiskan utk yg berdaya 450, 900 dg ketentuanya masing2. Listrik di rumah saya 1300 jd tdk termasuk program penggratisan tsb. Stlh itu ada informasi jg agar secepatnya kirim sms ke PLN dg format (ID Pel*5 digit trakhir angka yg ada di meteran#). Sms itu harus dikirimkan ke PLN agar tagihan listrik bulan saat itu (Maret) tetap tertagih normal dikarenakan tdk ada petugas yg dtg utk memfoto meteran (dg alasan utk mencegah penyebaran virus covid19). Kalau tdk mengirimkan sms, akan ditagihkan dg cara mengambil rata2 tagihan 3 bln sbelumnya. Kemudian saya mencoba kirim sms, namun berkali2 tdk ada respon. Tdk ada status gagal atau sukses. Saya tdk lgsg mendatangi kantor PLN utk menanyakan perihal sms tsb krn hanya bbrpa hari saja informasi tsb muncul, lgsg ada informasi lg bahwa disuruh abaikan sms tsb. Logika saya kan sdh tdk berlaku informasi mengenai sms ke PLN? Pas saya mau bayar tagihan di tgl 19 April (cek e-commerce, tp bayarnya ke kantor PLN krn skalian mau komplain pembengakakan tsb), tagihan membengkak dg selisih hampir 60rb an. Kata mas cs nya, sms saya tdk masuk. Jd tagihan di ambil rata2 3 bln sblmnya. Saya kekeh krn wkt itu ada informasi utk abaikan informasi sms ke PLN. Masnya cm blg, BERLAKU. PLN itu milik negara, tp oknum2nya kok seperti menyepelekan. Penjelasan kurang valid, ada situasi pandemi malah kesempatan.