Kategori: Tanggapan

Tanggapan BNI atas Surat Bapak Ahmad Muslih Suryono

Menanggapi surat Bapak Ahmad Muslih Suryono di www.mediakonsumen.com pada tanggal 24 Juni 2019 berjudul “Investigasi Sanggahan Tarik Tunai dengan Kartu Kredit BNI Terdebit, Uang Tidak Keluar Sudah 2 Bulan Berlalu“, BNI telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Bapak Ahmad Muslih Suryono dapat menerima permohonan maaf dan penjelasan yang disampaikan dengan baik.

Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Ahmad Muslih Suryono untuk senantiasa tetap menggunakan produk BNI.

Hormat kami,

Meiliana
Corporate Secretary BNI

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Surat Pembaca Terkait Tanggapan Ini

Investigasi Sanggahan Tarik Tunai dengan Kartu Kredit BNI Terdebit, Uang Tidak Keluar Sudah 2 Bulan Berlalu

Sudah dua bulan lebih sanggahan saya belum terselesaikan atas transaksi penarikan tunai dengan Kartu Kredit BNI. Apakah memang perlu berbulan-bulan...
Baca Selengkapnya

Humas BNI

Didirikan pada tanggal 5 Juli 1946, PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk atau BNI menjadi bank pertama milik negara yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. Lahir pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, BNI sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955. Oeang Republik Indonesia atau ORI sebagai alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia pada tanggal 30 Oktober 1946 dicetak dan diedarkan oleh Bank Negara Indonesia. Menyusul penunjukan De Javache Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai bank sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peran BNI sebagai bank sentral. BNI lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan dan diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa pada tahun 1950 dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri. Kantor cabang BNI pertama di luar negeri dibuka di Singapura pada tahun 1955. Peranan BNI untuk mendukung perekonomian Indonesia semakin strategis dengan munculnya inisiatif untuk melayani seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke pada tahun 1960-an dengan memperkenalkan berbagai layanan perbankan seperti Bank Terapung, Bank Keliling, Bank Bocah dan Bank Sarinah. Tujuan utama dari pembentukan Bank Terapung adalah untuk melayani masyarakat yang tinggal di kepulauan seperti di Kepulauan Riau atau daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat seperti Kalimantan. BNI juga meluncurkan Bank Keliling, yaitu jasa layanan perbankan di mobil keliling sebagai upaya proaktif untuk mendorong masyarakat menabung. Sesuai dengan UU No.17 Tahun 1968 sebagai bank umum dengan nama Bank Negara Indonesia 1946, BNI bertugas memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Segmentasi nasabah juga telah dibidik BNI sejak awal dengan dirintisnya bank yang melayani khusus nasabah wanita yaitu Bank Sarinah di mana seluruh petugas bank adalah perempuan dan Bank Bocah yang memberikan edukasi kepada anak-anak agar memiliki kebiasaan menabung sejak dini. Pelayanan Bank Bocah dilakukan juga oleh anak-anak. Bahkan sejak 1963, BNI telah merintis layanan perbankan di perguruan tinggi saat membuka Kantor Kas Pembantu di Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan. Saat ini BNI telah memiliki kantor layanan hampir di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta terkemuka di Indonesia. Dalam masa perjalanannya, BNI telah mereposisi identitas korporatnya untuk menyesuaikan dengan pasar keuangan yang dinamis. Identitas pertama sejak BNI berdiri berupa lingkaran warna merah dengan tulisan BNI 1946 berwarna emas melambangkan persatuan, keberanian, dan patriotisme yang memang merefleksikan semangat BNI sebagai bank perjuangan. Pada tahun 1988, identitas korporat berubah menjadi logo layar kapal & gelombang untuk merepresentasikan posisi BNI sebagai Bank Pemerintah Indonesia yang siap memasuki pasar keuangan dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri. Gelombang mencerminkan gerak maju BNI yang dinamis sebagai bank komersial Negara yang berorientasi pada pasar. Setelah krisis keuangan melanda Asia tahun 1998 yang mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional, BNI melakukan program restrukturisasi termasuk diantaranya melakukan rebranding untuk membangun & memperkuat reputasi BNI. Identitas baru ini dengan menempatkan angka ‘46’ di depan kata ‘BNI’. Kata ‘BNI’ berwarna tosca yang mencerminkan kekuatan, keunikan, dan kekokohan. Sementara angka ‘46’ dalam kotak orange diletakkan secara diagonal untuk menggambarkan BNI baru yang modern. Peningkatan Shareholders Value BNI kembali mencatat sejarah dengan menjual saham perdananya kepada masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tahun 1996. Dalam sejarah perbankan nasional, BNI menjadi bank negara pertama yang go-public. Bersamaan dengan program divestasi saham pemerintah, BNI menerbitkan saham baru pada tahun 2007 dan 2010 melalui Penawaran Umum Terbatas (right issue) dengan memperluas komposisi kepemilikan saham publik menjadi 40%. Dengan meningkatnya kepemilikan publik, BNI dituntut untuk meningkatkan kinerja unggul sehingga dapat memberikan nilai lebih kepada pemegang saham. Globalisasi juga menuntut industri perbankan untuk selalu meningkatkan kemampuan dalam memberikan solusi perbankan kepada seluruh nasabah. Secara historis BNI focus pada corporate banking yang didukung dengan infrastruktur retail banking yang kuat. Kini BNI terus berupaya meningkatkan kapitalisasi keduanya menjadi keunggulan BNI.

Bagikan
Penulis
Humas BNI
Tags: Kartu Kredit BNISanggahan Transaksi Kartu KreditTransaksi gagalUang tidak keluar di ATM

Artikel Terbaru

  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Kecewa dengan Pelayanan Pencairan Dana BukaLapak

Saya benar-benar kecewa dengan Bukalapak dikarenakan untuk pencairan dana penjualan begitu susah. Dan saat kita chat ataupun telepon langsung ke…

14 jam yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Sangat Kecewa dengan Akulaku atas Pesanan yang Tak Kunjung Datang

Langsung ke poin saja, saya pesan barang ke Akulaku mesin cuci 2 tabung Polytron dari tanggal 30 Juli dan 2…

1 hari yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Sulitnya Penutupan Kartu Kredit UOB, Padahal Sudah Tidak Ada Tagihan

Selamat Sore, nama saya Suman Hadinoto, saya adalah pemegang kartu kredit UOB Platinum dengan no 5193 1120 4010 XXXX dan…

2 hari yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Status Tagihan Shopintar Tidak Berubah Padahal Sudah Dibayarkan Tepat Waktu

Pada hari Jumat, 08:32 saya mendapat telepon dari pihak Shopintar perihal reminder tagihan yang jatuh tempo tanggal 16 Agustus 2019…

2 hari yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Refund Dana OVO Berbelit-belit

Pada tanggal 15 Agustus saya melakukan top up ke rekening OVO sebesar 1 juta rupiah. Saya cek di bank sudah…

2 hari yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Masalah Double Payment Kartu XL Prio Gold di Tagihan Kartu Kredit BCA Tak Kunjung Selesai 2 Bulan Lebih

Dear Team XL Care , Tolong dibantu tindak lanjut keluhan saya sudah 2 bulan lebih. Nama saya Kiki D Putra…

2 hari yang lalu