Debt Collector Kartu Kredit Bank Mega Mempermalukan dengan Menagih ke Alamat Yang Tidak Sesuai dengan Alamat Penagihan

Kepada Divisi Collection Bank Mega, saya ditagih atas tunggakan pembayaran CC saya ke alamat mertua sebanyak 2 Kali. Saya adalah seorang debitur dari Kartu Kredit Bank Mega Carrefour dengan nomor Kartu 4890 xxxx xxxx 9877.

Pada Hari ini Senin 9 September 2019 sekitar pukul 7.30 Malam, debt col tersebut berteriak-teriak membeberkan tunggakan saya di depan rumah mertua. Sehingga semua tetangga mengetahui persoalan yang saya hadapi. Saya bukannya tidak mempunyai komitmen, tanggung jawab ataupun kemauan untuk membayarkan tunggakan saya. Tetapi saya mengharapkan keringanan, kerjasama dan bantuannya, dikarenakan saya jobless selama 1,5 tahun.

Yang amat saya sayangkan adalah tindakan debt collector yang mempermalukan saya terlebih lagi di rumah mertua, yang notabene bukan alamat kantor/alamat rumah/alamat penagihan. Saya meminta debt collector tersebut masuk ke dalam untuk menyelesaikan baik-baik. Tetapi malah semakin membuat ulah dengan suara lantang membeberkan hutang-hutang saya serta mengintimidasi. Seluruh adegan Dan percakapan dilakukan didepan pintu rumah mertua Dan menjadi bahan tontonan publik. Sehingga saya dengan terpaksa menandatangani surat di atas materai untuk melunasi hutang di angka Rp 12.500.000 dengan keterpaksaan.

Saya amat menyayangkan hal tsb. Karena sesuai undang-undang BI dan peraturan OJK bahwa:
– Penagihan dilakukan ke alamat sesuai billing tagihan
– Tidak dengan cara mempermalukan
– Dilarang menagih ke bukan nama sesuai kartu (sempat menagih ke istri dan mertua saya)

Mohon agar Bank Mega menindak tegas debt collector tersebut dengan meminta maaf langsung ke semua warga Yang menonton kejadian tersebut. Dan mengirimkan permintaan maaf resminya. Saya mempunyai video rekaman dan suara yang bisa menjadi barang bukti.

Iis Hengki Setiawan
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Isheng112

Komentar

  • Turut prihatin Pak untuk masalah yang Bapak alami. Endingnya bagaimana Pak ? apakah Bapak sudah datang ke credit center di Setia Budi ? coba datangi mereka Pak, jelaskan permasalahan financial yang Bapak alami. Minta keringanan pembayaran dan stop bunga berjalan.

  • kalo dipaksa seperti itu lebih baik bawa ke kantor polisi atau usir kalau masih ndableg...gebukin rame-rame DC nya

  • Turut prihatin atas kasusnya. Saya juga hampir serupa, namun masih sopan ketika dc menelpon saya tapi ada 3 kali yang nggak sopan belum selesai bicara langsung ditutup. Saya juga sedang kesulitan keuangan, berkali-kali balas SMS minta keringanan cicilan tetap. Tapi belum ada hasil, saya juga sampai DM bank mega via twitter katanya belum bisa karen harus nunggu tagihan sebelumnya, tapi apa daya saya sedang kesulitan keuangan. Jangankan bayar minimal, biaya hidup sehari-hari saja susah. Apakah memang bank Mega sengaja melakukan hal ini ke semua nasabah yang sedang keausahan? Padahal punya itikad baik tapi tidak digubris.