Kecewa terhadap Pelayanan Jasa Pengiriman JNE soal Kiriman COD

Sebelumnya saya menerima telpon dari pihak JNE Pekanbaru mengenai paket saya sudah datang, yang saya sendiri bingung itu paket apa. Tapi karna rasa penasaran saya atas paket itu saya menelepon pihak JNE (kurir) Sunyoto menanyakan apa paket saya tersebut namanya, lalu kurir menjawab jam pintar. Karena masih bingung saya bertanya kepada kurir apabila saya ambil paket dan membayar Rp1.180.000 kalau ternyata paket itu tidak sesuai apa bisa saya kembalikan? Jawab si kurir bisa pak waktu pengembalian 7 hari kerja terus saya bertanya lagi mas kalau gak, gini aja saya cek aja paketnya entar kalau gak cocok saya batalkan saja? Jawab kurir ooo gak bisa pak karena nanti paket itu akan rusak, kalau bapak tidak mau tidak apa-apa batalkan saja. Gak, gini lah mas saya bayar paketnya tapi benarkan bisa dibatalkan? Benar pak.

Setelah saya terima paket dan si kurir membuat tanda terima saya memberi cash uang Rp1.180.000 ke tangan kurir. Setelah kurir pergi saya membuka paket tersebut, benar apa yang saya takutkan, paket itu isinya jam yang harganya sangat murah yang pada intinya tidak sesuai. Di sana saya bingung kemana mau saya hubungi. Saya lihat paket ada no telepon dan email maka dari itu saya langsung telepon dan email tapi alhasil tidak ada respon. Lalu saya berpikir karena saya memberikan dana cash sama si kurir JNE berarti di sini antara saya pembeli dan si pengirim paket palsu mediasinya pihak JNE. Saya cobalah hubungi kurir (Sunyoto) itu lagi, tapi apa yang saya dapat si kurir tidak mau angkat telepon dan dihubungi lagi sampai saat ini.

Saya komplain ke kantor JNE Pekanbaru pihak JNE hanya menjawab kami hanya jasa, jasa, jasa pengiriman padahal di sana mereka terima dana cash.

Saya coba komplain ke bagian COD kordinator tanggapannya sama kita cuma jasa. Saya berdebat dan saya jelaskan kepada petugas betul kalian adalah jasa pengiriman cuma di sini yang membedakan transaksi saya COD yang mana mediasi antara saya dan si pengirim itu JNE, jadi karena saya tidak bisa komunikasi sama si pengirim JNE lah yang bisa bantu saya di sini. Coba tunjukkan no rekening pengirim tempat kalian mengirim dana tersebut. Setelah no rekening VA saya dapat, saya langsung menanyakan ke pihak bank terkait. Pihak bank menjawab no VA itu atas nama PT Probuddy Tienlong Indonesia, dan di sini oknumlah yang bermain untuk menipu. Trus saya keluar dan coba minta bantuan lewat email customer care JNE pusat, jawab mereka juga sama kita hanya sebagai jasa pengirim dengan no resi:

No resi :0117161900030479
Nama Adri Budiarto
No hp :0812663977**

Bahwa paket sudah diterima oleh Adri atas nama sendiri pada tanggal 25 September 2019 pada pukul 14:09. Karena saya merasa tidak ada jawaban atas masalah saya maka dari itu saya mencoba memesan di situs online yang sama dengan no yang berbeda dan nama yang berbeda:

No resi :011716190003031493
Nama: Kolid Ardianto
No hp :0852652149**

Setelah paket datang yang diantar kurir pada pukul 21.26 yang seharusnya tidak pada waktu jam operasional kerja dan setelah saya buka paket ternyata isi paket sama jam murahan yang dijual mahal. Pada saat itu saya ambil paketnya dan menyuruh kurir menelepon kordinator JNE Syahril. Setelah saya jelaskan saya tidak mau membayar paket tersebut dengan tujuan agar mendapat jalan keluar dan dihubungkan sama si pengirim paket palsu tapi tindakan JNE malah mengorbankan si kurir untuk mengganti paket tersebut dan singkat ceritanya saya tidak mendapatkan jawaban.

Adri Budiarto
Pekanbaru, Riau

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai JNE Express:
[Total:11    Rata-Rata: 2.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

33 komentar untuk “Kecewa terhadap Pelayanan Jasa Pengiriman JNE soal Kiriman COD

    • 14 Desember 2019 - (11:30 WIB)
      Permalink

      Tidak ada penyelesaian dari jne selain coba hubungi pengirim kak , wajar dalam benak saya berfikir bahwa oknum yg dikatakan oleh pihak bank terkait adalah jne nya sendiri , dan mengorbankan konsumen untuk mendapatkan keuntungan , karna alasan
      1.setelah paket saya trima dan memberi dana cash ke kurir trus karna barang tak sesuai saya ingin kembalikan no kurir gak pernah mau ngangkat telp saya sampai saat ini
      2. Begitu saya complain ke kantor cabang jne saya hanya dapat jawaban kita hanya jasa pengirim pak padahal transaksi cod
      3.ketika saya meminta no rek tujuan pengiriman duit tersebut jawaban dari jne juga berbelit belit , yg itu privasi lah , cuma kantor pusat yg tau lah , udah ribut sampe urat tegang semua baru dikasih
      4.telp call center hanya dapat jawaban keluhan bapak akan kita sampaikan ke pihak terkait dan sampai saat ini zonk
      5.sangat mustahil jika pihak jne tidak tau data pengirim paket , bahkan sangat mustahil pihak jne tidak bisa menghubungi pengirim , mungkin orang bodoh sekalipun tau bahwa ini transaksi bukan transfer melainkan antara saya penerima dan si pengirim paket tipuan mediator nya jne karna dana cash untuk paket itu jne yg terima (COD) berarti jne yg mengetahui identitas pengirim paket tipuan tersebut kan , kok bisa jawab ke konsumen coba hubungi pengirim pak , eh bpk bpk kalau lah saya bisa hubungi si pengirim paket tipuan ngapain juga saya minta tolong kalian untuk bantu saya , karna apa ? Karna jne yg ambil dana cash saya , lalu kalau jne gak tau identitas pengirim paket palsu kemana dong duit saya ???
      Orang sudah susah jangan dibikin susah , seharusnya karna jne bergerak dibidang jasa yg sangat besar di indonesia tunjukkan tanggung jawab atas ketidak nyamanan konsumen , tunjukkan bahwa jne mmg perusahaan besar , tunjukkan klw jne memang bukan pelaku nya atas barang tipuan tersebut , jngan hanya jawab kita cuma jasa pengiriman pak , tapi uang konsumen jne terima cash , apakah ini jne itu ???

      • 12 Oktober 2020 - (13:15 WIB)
        Permalink

        Hari ini saya juga mengalami yang sama, barang yang dikirim tidak sesuai. dan saya laporkan ke JNE untuk meminta data lengkap dan nomer rekening pengirim. karena JNE tidak dapat memberikan data lengkap. hari ini saya laporkan JNE sebagai pembantu dalam penipuan online shop ke cybercrime. simple aja JNE tidak memberikan data penipu berarti JNE membantu penipu melaksanakan aksinya, dan kasus ini bisa terjadi ribuan banyaknya. Jika pelaku tidak ketemu saya akan SOMASI JNE sebagai pembantu penipuan.

        ayo bang rame-rame kita somasi kurir jasa pengiriman ini

        • 13 Oktober 2020 - (00:50 WIB)
          Permalink

          Iya bg saya sampai ribut dan bertengkar kemaren , akhirnya dikasih juga tu no rek ke saya , setelah di cek no rek ke bank bni itu no rek marketplace besar bg jadi gak bisa di blokir karna pelaku nya adalah member di marketplace tsb , brrti secara tidak langsung member itu adalah pihak oknum jasa pengiriman jne itu juga makanya pihak kurir dan karyawan lain menutup nutupi semua identitas nya
          Yang jelas aja ni bg
          Antara kita pembeli dan sipenjual produk tipuan , mediator nya = JNE kan ???
          Masuk akal gak jne gak tau alamat , gak tau no rek , gak tau semuanya , jadi paket tu bisa ke tangan JNE siapa yg kasih , JIN iprit ???
          Ntar paling ujung2nya pihak JNE bilang coba hubungi pengirim ya pak
          Eh JNE begok klw kita bisa hubungi pengirim kita gak komplain ke elu peak bener , kan jelas pihak JNE yg kirim dan trima duitnya tapi lu bisa bilang gak tau sapa yg kirim paket tsb , jadi duit kita lu kirim kmna , kesaku mamak lu JNE

          • 13 Oktober 2020 - (00:58 WIB)
            Permalink

            Saya masih ingat sekali tu nama karyawan binatang tu dasar kaki 4
            JNE pekanbaru
            Koordinator babi : syahril / ni manusia yg sengaja rusak barang saya
            Kurir anjing : Sunyoto / ni manusia yg gak berani muncul lagi setelah bawa uang saya
            Jasa pengiriman JNE memang Cacat
            Tidak ada kebijakan
            Karyawan nya juga biadab kayak hewan

          • 13 Oktober 2020 - (18:40 WIB)
            Permalink

            Oh gitu ya, gwa tahu nih skrg siapa penipunya. Siap-siap aja gwa bawa ke kepolisian. JNE pusatnya gwa acak-acak disana. *** emang nih Jasa pengiriman

          • 18 Oktober 2020 - (19:39 WIB)
            Permalink

            @adri-

            Penipu menipu anda.

            Anda menipu JNE.

            Kalian sama sama penipu.

            Sudah tahu bukan milik anda tapi tetap anda bayar, berharap untung malah nangis.

      • 18 Oktober 2020 - (18:57 WIB)
        Permalink

        @adri-

        Anda jangan ber fitnah.!
        Apalagi Fitnah di publik. Sangat berbahaya.

        Anda sedang diliputi rasa amarah sehingga tidak bisa berfikir dengan akal sehat.

        Ini yang perlu anda ketahui,

        1. Ini jalur peredaran Uang Anda:

        Uang anda – JNE – Marketplace – Status Transaksi Selesai – Penjual.

        Info yang JNE ketahui adalah semua yang tertulis di paket itu. Anda pun bisa melihatnya.

        Selain itu, uang yang di pegang JNE langsung di setor ke Marketplace nya. Sehingga tidak mungkin JNE tahu rekening Penjual.

        2. Penjelasan kurir sudah benar.

        “ Jawab si kurir bisa pak waktu pengembalian 7 hari kerja “

        “gini lah mas saya bayar paketnya tapi benarkan bisa dibatalkan? Benar pak.“

        Kurir menganggap jika anda pemilik paket, anda yang belanja lewat aplikasi marketplace, pastinya anda juga bisa membatalkan lewat aplikasi Marketplace itu.

        Sayangnya, anda berbohong, anda hanya ngaku ngaku, anda hanya penasaran saja.

        “ kalau bapak tidak mau tidak apa-apa batalkan saja “

        Kurir mengisyaratkan kepada anda jika memang tidak mau jangan di paksakan. Tetapi anda tetap penasaran.

        Kurir masih tidak tahu kalau anda berbohong.

        Karena lagi lagi kurir menganggap anda sebagai pembeli yang bisa membatalkan transaksi melalui Marketplace itu.

        3. Anda merasa tertipu karena tahu bahwa harga barang paketan lebih murah dari yang anda bayarkan.

        Namun jika paketan itu harganya lebih mahal, maka anda akan senang, merasa ketiban rejeki siang bolong.

        Liciknya orang serakah seperti anda ini sangat berjodoh dengan penipu.

        4. Anda dan Penipu sama saja. Sama sama berniat menzalimi.

        5. Orang serakah yang kena tipu memang akan mengeluarkan Amarah yang menyeramkan. Karena awalnya di bayang bayangi berada diatas awan, eh nyatanya tercebur air dan tenggelam. Itulah anda.

        6. Jangan di contoh ya man teman.

        • 18 Oktober 2020 - (19:30 WIB)
          Permalink

          Ente siapa , kok ikut nimbrung komen , aneh lo bodat , ya jelas lah marah kalo itu terjadi sama mamakmu pun mu juga marah
          1. Lo klw gak tau gak usah ikut campur , ni asal lu tau ya , antara saya pembeli dan sipenjual paket mediator nya sapa ? JNE kan ?
          Trus masuk akal gak pihak JNE tidak tau data sesikitpun ? Klw iya itu dari marketplace kan tinggal bilang marketplace apa dan sellernya namanya apa , tapi lo tau gak pihak JNE jawabannya gak tau apa apa
          2.Memang benar penjelasan kurir bisa dikembalikan dalam 7 hari kerja , tapi pada saat itu cuma berselang 15 menit saja si kurir di telp udah gak mau angkat lagi , kira kira saya mau kembalikan kmna ? Ke kurir gak bisa , ke penjual no gak bisa dihubungi , ke JNE tidak ada data datanya , jadi kira kira klw begini kena tipu apa gak ? Atau paketnya kerumah mu aku kembalikan , makanya klw ngomong juga pake otak mu
          3.Iya jujur saya merasa tertipu karna paketnya jauh dari harga uang yg saya bayarkan , tapi itu semua bukan karna licik dan serakah , tapi itu manusiawi dan hukumnya jual beli , jadi jangan belagak dewa lu , lu beli cabe aja nawar kok ikut” komen , pake bilang orang licik dan serakah
          4.sekali lagi lu manusia munafik , jangankan uang jutaan kata saya , lu beli sayur aja nawar supaya murah , itu semua karna apa karna takaran yg ada diotak mu tu , jadi lu manusia munafik klw gak tau crita dan kejadiannya gak usah ikut komen , mu urus aja hidup mu , kayak mamak mamak kau suka begunjing

          • 18 Oktober 2020 - (19:34 WIB)
            Permalink

            @adri-

            Anda berbohong dengan JNE.

            Padahal itu bukan paket anda tapi tetap anda ambil.

            Serakah jangan di pelihara.

          • 20 Oktober 2020 - (12:21 WIB)
            Permalink

            Si M itu gak ush digubris. Tukang spam komentar dimana mana.

    • 13 Oktober 2020 - (19:51 WIB)
      Permalink

      Jgn merasa kena tipu lagi mas , yg iya nya memang kena tipu JNE , apa susahny kan , buat iklan di facebook atau medsos lain trus link nya pake jasa JNE tinggal daftar ke marketplace besar seakan akan yg menjual barang tipuan individu lain yg memakai jasa JNE ini ,, helloooooooo kita gak bodoh jadi lu ngambil barang dari sapa , trus lo kirim danany ke sapa , klw iya ke marketplace seharusnya lo punya link ke marketplace tsb , tapi bisa JNE taik ni gak tau apa apa dan berdalih kita hanya jasa kirim , kalo cuma jasa kirim lu gak ambil uang kita monyet , berarti JNE mediator nya disini betul gak ?? Jadi lu JNE lah penipu nya

      • 18 Oktober 2020 - (19:10 WIB)
        Permalink

        @adri-

        “helloooooooo kita gak bodoh jadi lu ngambil barang dari sapa , trus lo kirim danany ke sapa”

        1. Barang dari siapa.?

        Coba lo praktekin, lo kirim paket lewat JNE.

        Di alamat PENERIMA, lo tulis alamat selengkap lengkapnya.

        Dan di alamat PENGIRIM, lo tulis, nama anda dan nomor hp anda saja. Itu pasti bisa kan.

        Nah, JNE cuma tahu alamat pengirim dari yang dia tulis di paket itu. Anda pun bisa membacanya kan.

        2. JNE kirim dananya ke Marketplacenya.

        Marketplace menunggu laporan transaksi selesai baru kemudian dan di teruskan ke Penjual.

        Yang tahu info Penjual adalah Marketplace.

        Anda tidak merasa belanja di Marketplace, makanya anda tidak bisa membatalkan transaksi anda.

        • 18 Oktober 2020 - (19:41 WIB)
          Permalink

          Eeeh goblooook alias oon , lu barusan bilang JNE tau nya transaksi sama marketplace kan ??? Brrti seharusnya JNE yg bisa cancel atau batalkan transaksi nya kan , tapi kenapa jawaban JNE tidak tau data data lah , tidak tau no rek nya lah , tidak bisa bantulah , klw gak ke JNE kemana lagi konsumen yg telah dirugikan minta bantuan ?? Ke mamak kau kan gak mungkin kan
          Gila kau , sebelum ngomong muncung buruk kau coba kau bayangkan kejadian tu menimpa kau eek , kau bisa terima gak dengan penjelasan dan kejadian yg ada dilapangan , kau uang sejuta pulak , 10.000 aja keluar uang kau bekerut kening kau

  • 14 Desember 2019 - (12:05 WIB)
    Permalink

    Bukan hanya itu saja kerugian yg saya dapat , ketika jne selalu bertahan sama jawaban kita cuma jasa dan jasa , jne tidak ada kerja sama dengan si penipu , saya mencoba ulang pesan paket tersebut di no hp yg berbeda , nama yg berbeda , dan alamat yg juga beda , alhasil Pihak jne jugalah yg mengantarkan paket tipuan tersebut , begitu paket saya trima saya gak bayar berharap mendapatkan jawaban atas permasalahan saya , eeeeeh malah kurir yg gak berdosa yg disuruh bayarkan , karna saya masih punya hati nurani saya kembalikan paket ke dua yg saya pesan dan paket pertama yg sudah saya bayar dengan kesepakatan sama koordinator jne cab pekanbaru bahwa masalah akan di selesaikan dan saya konsumen yg ingin tanggung jawab dari kurir yg mengatakan bahwa paket bisa dikembalikan 7 hari kedepan dan kerugian akan dipertanggung jawabkan , malah mengajak saya ribut dan bertinju , apakah ini jne , dan karna gak ada penyelesaian juga saya balik ke kantor jne untuk mengambil paket yg sudah saya beli cash , eeeeh malah yg saya trima paket nya sudah rusak dan gak bisa di fungsikan lagi , apa ini jne perusahaan jasa besar apabila kena complaint dari konsumen dan gak terima malah merusak hak nya konsumen tersebut , memang perusahaan ini sangat luar biasa dalam memilih standard karyawan nya , apa memang visi dan misi jne seperti itu ya , saya tidak akan pernah terima perlakuan ini kepada saya sampai kapanpun
    Note:
    1.syahril : koordinator cod babi yg rusak paket saya
    2.sunyoto : kurir babi yg bilang paket bisa dikembalikan 7 hari kedepan yang sampai sekarang tidak mau angkat telp saya lagi setelah terima duit saya cash
    Jne luar biasa punya dua karyawan ini , saluuut

    • 18 Oktober 2020 - (16:52 WIB)
      Permalink

      Gw pernah belanja di shoope jam north edge seharga 1.000.000 by cod,karena gw ragu dengan seller yg gw chat ga di bls2 dan liat ulasan di toko nya sama semua alias orang yg sama pada tiap produk..tibalah paket datang dan gw blg ke kurir :” bisa ngga gw buka dlu? Kalo bener brangnya baru gw bayar” karena gak bsa akhirnya gw gak terima paketnya,,karena pas gw pegang tuh paket,kok enteng bgt? Tebel bubble wrap doang warna putih di bungkusnya..gila jam mahal di bungkus bubble wrap doang..bgtu gw tolak,eh seller chat gw..gw bilang aja ” gw gak goblok bro,kalo nipu yg rapihan dkit..hahahhaa..gak bls lg dia..selamet duit gw..

      • 20 Oktober 2020 - (12:23 WIB)
        Permalink

        Dasar tukang spam komentar. Komentar ente dimana-mana ada. Mau jadi pahlawan kesiangan ya? Urus urusan anda sendiri deh. Itu udah ada pihak JNE yang mengatasi. Anda bukan siapa siapa malah ikut campur. Keminter. Pengangguran ya? Gak ada kerjaan? Cari kerja sana.

        • 20 Oktober 2020 - (13:20 WIB)
          Permalink

          Dimas..hahaha.,ente stress ya…maaf ane punya usaha..ente kenapa marah2?? Kena mslah juga? Belanja di pasar aja bro kalo mao aman

    • 18 Oktober 2020 - (19:14 WIB)
      Permalink

      @MediaKonsumen

      Kenapa kata kata kotor dalam kalimat ini tidak di sensor.?

      Kecolongan nih

  • 20 Januari 2020 - (20:16 WIB)
    Permalink

    Saya merasa di tipu oleh piah/ salah satu pekerjaan JNE uang saya udah masuk 1juta tp paket saya tak ada kejelasan nya..jangan sampai saya laporkan ke pihak yang berwajib

    • 18 Oktober 2020 - (16:33 WIB)
      Permalink

      Saya juga bang barusan mengalami hal yang sama. barangnya COD lewat JNE jadi saya harus bayar paketnya ketika diantar ke rumah. COD senilai Rp. 469.000 dan pas dibuka isinya jam tangan 2 yang harganya paling 10 ribu. Saya usaha cari tau bisa dicancle atau dikembalikan tidak, soalnya ini bener bener penipuan. Ditulis di paketan pengirimnya platinum unique dan pemilik no hp yg dicantumkan ternyata sudah pernah posting di FB bahwa ada oknum yg memakai no. Hp beliau untuk penipuan. Ya ampun saya ga habis pikir orang bisa Setega ini, saya gatau kirain ini punya keluarga yg order barang dan pinjam alamat saya makanya saya bayar COD-nya. Saya kira bisa dibalikin lewat JNE karna gak ada yang pesan paketan ini di rumah saya. ternyata gabisa ya Allah, saya cuma mahasiswa dan uang segitu besar banget buat saya 🙁 sungguh tega sekali pelakunya 😭

      • 18 Oktober 2020 - (19:18 WIB)
        Permalink

        @dirwanti

        “saya gatau kirain ini punya keluarga yg order barang dan pinjam alamat saya makanya saya bayar COD-nya”

        Saya yakin itu hanya alasan anda saja. Mana mungkin anda rela mengeluarkan uang 469 ribu, kalau tidak tergiur dengan isi di paket itu.

        Anda serakah. Uang anda itu akan dipakai penipu untuk kebutuhan hidupnya.

        Anda telah membiayai biaya hidup penipu.

  • 18 Oktober 2020 - (16:56 WIB)
    Permalink

    Saran aja,kalo beli jangan by cod..seller gampang buat nipu2,karena di bayar dlu ke kurir baru kita bisa buka isinya..Kebanyakan pembeli maunya cod karena gak mau repot transfer2,,dstulah seller2 penipu bermain karena tau celah cod itu seperti apa,di bayar dahulu terus baru bisa di terima / di cek oleh pembeli,kalo sdh kena tipu susah sekali komplennya,,kalo harganya cuma puluhan ribu,kalo ratusan ribu / jutaaan? Pusing euyy ngurusin bgnian..ITU PENGALAMAN SAYA..

  • 18 Oktober 2020 - (19:24 WIB)
    Permalink

    @Abie

    Jika anda memang pembeli, anda bisa membayar dan membuka kemasannya. Jika tertipu, anda masih bisa komplain di aplikasi marketplacenya agar dana tidak di teruskan ke penjual.

    Berbeda dengan kasus si @adri-
    Dia tidak bisa membatalkan transaksi (lewat marketplace) karena paket itu bukan miliknya. Dia hanya penasaran. Dia berbohong dengan JNE. Berharap Hoki tapi hanya Mimpi.

    • 20 Oktober 2020 - (13:22 WIB)
      Permalink

      Salah dia bro..udh tau bukan paketnya ngapqin di terima dan bayar,,,? Susah kalo kepo apa2 mao tau,,kecemplung dah..wkwkwk

  • 20 Oktober 2020 - (08:52 WIB)
    Permalink

    Pesanan dengan menggunakan COD itu justru adalah metode paling aman dalam proses jual beli online. Karena paket akan dibayarkan setelah sampai ke alamat. Permasalahannya dalam kasus diatas, apabila orang yang mendapatkan kiriman merasa tidak memesan barang, seharusnya tinggal ditolak dan jangan diterima. Bilang saja ke kurirnya bahwa kita tidak memesan barang yang dimaksudkan untuk selanjutnya paket tersebut bisa kembali ke Seller. Jangan diterima, jangan dibayar, dan jangan dibuka.

    Pihak JNE dalam hal ini adalah perusahaan pihak ketiga yang bertugas mengirimkan paket sesuai dengan alamat yang tertera. Permasalahan apakah transaksi tersebut benar terjadi antara pengirim dan penerima jelas bukan kewenangan mereka.

    Pihak PENJUAL juga belum tentu pihak yang salah, karena penjual hanya mengirimkan paket berdasarkan pesanan yang masuk dari akun PEMBELI. KESIMPULANNYA adalah ada akun PEMBELI yang melakukan pesanan, dialamatkan ke alamat penulis surat pembaca ini.

    Tambahan untuk penulis surat : jika Anda menggunakan kalimat seperti itu dalam berkomentar, bukan tidak mungkin surat pembaca ini akan berbalik membawa Anda berhadapan dengan hukum. Apalagi Anda menuliskan posisi seseorang “Koordinator JNE” dan “Kurir JNE” disertai dengan nama mereka dan mengumpat2. Anda bisa didakwa dengan pencemaran nama baik oleh individu yang bersangkutan.

    Tetap berhati-hati dalam bertutur kata di ranah publik ya..Salam….

    • 20 Oktober 2020 - (10:45 WIB)
      Permalink

      Mas klw gak tau cerita awal dan kejadiannya mohon maaf sebelumnya gak usah ikut campur karna anda tidak diposisi saya
      1.Sangat betul sistem cod adalah langkah paling aman dalam transaksi jual beli , dan klw mas katakan bahwa klw gak merasa itu pesanan kita tinggal bilang kembalikan aja betul juga tapi disini kejadiannya bukan seperti yg mas kira , karna saya betul pesan barang tsb melalui iklan di fb , cuma disini yg di jual di iklan tsb sama barang yg datang itu tidak sama , brrti jelas dong saya kena tipu ? Trus karna barang tidak sesuai otomatis saya telp no penjual di iklan tsb tapi no si penjual tidak bisa dihubungi , klw seperti ini menurut mas saya ke siapa harus minta bantuan ? Ke JNE gak, karna transaksi saya sistem COD jasa JNE maksud saya nelp kurir JNE dan menghubungi mereka agar dana saya dibekukan dahulu sampai ada tanggapan dan jawaban dari pihak marketplace mengenai barang tsb
      Tapi apa yg saya dapatkan ? Kurir tidak jawab telp , kantor nya gak tau data apa apa , mohon maaf kita cuma jasa
      Kira kira dengan seperti ini kejadiannya anda sbgai orang yg merasa ketipu bisa terima gak ?
      Sampai saya cari lagi iklan yg jual barang tsb trus saya pesan lagi atas nama adek saya , alhasil barang pesanan saya juga sampe diantar oleh JNE dengan transaksi COD , begitu barang kedua sampe saya ambil barang dari kurir tanpa saya bayar agar dapat kejelasan dari pihak JNE dan disitulah saya baru tau no rek penjual dan saya cek ke bank itu rek atas nama probuddy tienlong indonesia yaitu marketplace besar , brrti yg menipu saya adalah seller yg ada di marketplace tsb
      Stidaknya mas dengan kejadian2 yg sudah ada pihak jne bisa sampaikan ke marketplace nya bahwa pesanan tsb itu merugikan orang banyak
      Kalau cuma terima barang trus antar klw yg dikirim itu bom waktu atau narkoba sapa yg bisa disalhkan akan hal ini ???
      Maksud saya disini cuma ingin pihak jne juga ikut membantu agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi karna itu juga akan merusak reputasi mereka tapi pihak jne kayak gak perduli dan gak mau tau
      Jadi mas klw mmg harus keranah hukum saya siap karna hukum itu untuk orang yg salah dan saya disini jelas tidak salah
      Masalah nama koordinator dan kurir tsb memang itulah adanya , barang saya dirusak tau gak mas , jadi mas klw gak tau crita awal seperti apa akan lebih baik tidak berkomentar

      • 20 Oktober 2020 - (13:11 WIB)
        Permalink

        @adri-

        Anda terus membela diri, malah anda menjelaskan kronologi baru. Tapi itu malah semakin menggambarkan bahwa memang anda sendiri yang telah berbohong dan mempermainkan JNE. Bahkan memFitnahnya.

        1. Pada Kronologi awal, anda menjelaskan bahwa anda sama sekali tidak merasa memesan barang itu, namun di cerita ini anda mengaku bahwa memang anda memesan melalui Fb.

        2. Dari cerita anda menggambarkan bahwa Anda Pembeli yang nyeleneh, anda memesan barang di fb. Namun anda memesan barang tanpa menggunakan aplikasi jual beli/marketplace. Anda hanya membayar.

        – penjual di fb menawarkan barang.

        – anda tertarik dan memesan

        – penjual fb membuka aplikasi marketplace (yang anda tidak tahu aplikasinya apa), dan penjual itu juga yang melakukan transaksi pembelian untuk pesanan anda. Penjual memilih metode pembayaran cod dan mengirimkan ke alamat anda.

        Dari situ sudah jelas, anda sama sekali tidak melakukan apa apa terhadap marketplacenya. Hanya penjual yang melakukan semua itu.

        – Kemudian, paket sampai di alamat anda (JNE terdekat)

        – Anda langsung membayar.

        – Di akhir cerita ketika anda sudah tertipu. Anda baru mencari tahu bahwa MARKETPLACE yang digunakan penjual adalah PROBUDDY TIENLONG INDONESIA.

        Itu skenario yang super sangat berbahaya.

        Itu sama saja ANDA BUKAN PEMBELI, tapi ANDA HANYA PEMBAYAR.

        PEMBELI ADALAH PENJUAL yang bertransaksi di Marketplace TIENLONG dengan memilih metode pembayaran Cod yang di bebankan ke Anda.

        Penjual di fb itu orang asing, bukan orang yang anda kenal ataupun keluarga anda.

        Nekat super nekat.

        Dan sudah di tebak. Anda sendiri yang menjadi penyebab kasus ini terjadi.

        Anda harus meminta maaf pada JNE, karena jelas anda sendiri yang nekat, melakukan transaksi super nyeleneh.

        Tidak mungkin JNE dapat membantu menyelamatkan dana anda.

        1. Anda bukan pemilik akun aplikasi Marketplace (Probuddy Tienlong Indonesia) yang melakukan transaksi pembelian itu.

        2. Pemilik akun Marketplace itu adalah Penipu, yang bertindak sebagai penjual maupun pembeli. Semua yang pegang kendali ya pasti penipu itu.

        3. Anda hanya disuruh Bayar.

        4. JNE hanya menanggapi komplain,

        – Barang rusak, tertukar, lama sampai, hilang,

        – Uang cod dari anda akan langsung di kirim JNE kepada Marketplace Tienlong, jika JNE telat transfer. Maka penjual (penipu) bisa komplain.

        – Anda tidak bisa komplain apa apa.

        Yang harus anda lakukan :

        1. Jujur kepada petugas JNE bahwa anda tidak bisa mengakses Marketplace Tienlong itu. Transaksi pembelian dilakukan semua oleh penipu. Anda hanya sebagai Pembayar.

        2. Anda harus membersihkan nama baik petugas JNE dengan menulis surat pembaca di media konsumen. Dan juga meminta maaf langsung di hadapan petugas JNE itu.

        3. Jangan anda melarang orang lain untuk komentar di media konsumen ini. Karena semua berhak memberikan persepsinya. Jangan anda menghargai yang pro saja, sedangkan yang kontra anda usir. Anda men seting ruang publik ini harus sependapat dengan anda.? Enak betuL.

    • 20 Oktober 2020 - (12:17 WIB)
      Permalink

      Betul sekali.

      Penulis hanya mengikuti amarahnya saja tanpa berfikir tentang tulisannya itu akan jadi apa di kemudian hari.

      Bertahun tahun tulisan dia ini akan tayang, cepat atau lambat akan terbaca oleh orang yang dia fitnah.

 Apa Komentar Anda mengenai JNE Express?

Ada 33 komentar sampai saat ini..

Kecewa terhadap Pelayanan Jasa Pengiriman JNE soal Kiriman COD

oleh adri budiarto adri dibaca dalam: 2 min
33