Kategori: Wawasan

Yuk Kenali Penyakit Asam Urat

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Penyakit asam urat atau gout adalah penyakit yang terjadi akibat kadar asam urat yang tinggi dalam darah. Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan keluar melalui urine. Tetapi dalam kondisi tertentu, tubuh dapat menghasilkan asam urat dalam jumlah berlebih atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat, sehingga asam urat menumpuk dalam tubuh.

Penumpukan asam urat akan membentuk kristal di sendi, yang dapat memicu nyeri dan pembengkakan di berbagai sendi tubuh. Selain itu, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan batu saluran kemih

Gejala Penyakit Asam Urat

Gejala penyakit asam urat umumnya berupa nyeri sendi mendadak dalam waktu singkat, kemudian hilang dalam beberapa hari, dan dapat muncul lagi terlebih setelah mengkonsumsi makan yang tinggi purin. Pada serangan asam urat akut, nyeri hanya terjadi pada satu atau beberapa sendi, seperti di jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki.

Selain itu, sendi yang terasa nyeri akan terlihat merah, bengkak, dan akan sangat sakit meski hanya tersentuh sedikit. Beberapa penderita asam urat akut juga mengalami demam selama nyeri menyerang sedangkan pada asam urat kronis, gejala yang muncul adalah nyeri disertai radang sendi yang terjadi berulang, dan bisa mengakibatkan kerusakan sendi permanen, di mana sendi tidak bisa bergerak normal. Selain di ibu jari kaki, nyeri juga terjadi pada banyak sendi di tubuh, seperti siku, jari dan pergelangan tangan, serta tumit.

Penyebab Penyakit Asam Urat

Purin adalah zat yang secara alami dihasilkan tubuh, tapi juga terdapat di beberapa jenis makanan. Untuk mengurai zat purin, tubuh akan secara alami menghasilkan asam urat. Sebagian besar asam urat dibuang melalui urine, dan sebagian lainnya dibuang melalui feses.

Faktor Risiko Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat lebih sering menimpa pria, terutama dalam rentang usia 30-50. Meski demikian, wanita juga dapat mengalami penyakit ini, terutama setelah masa menopause. Beberapa faktor lain yang dapat memicu naiknya kadar asam urat dalam darah adalah:

  • Memiliki keluarga yang juga menderita penyakit asam urat.
  • Baru saja mengalami cedera atau menjalani operasi.
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna).
  • Mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula.
  • Menggunakan obat, seperti diuretik, aspirin, ciclosporin, dan beberapa obat kemoterapi.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas.
    Penegakan Diagnosis Penyakit Asam Urat

Untuk memperoleh diagnosis penyakit asam urat, dokter akan terlebih dahulu menanyakan riwayat penyakit pasien, dan seberapa sering gejala muncul, serta melihat lokasi sendi yang sakit. Setelah itu, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan adanya kristal pemicu nyeri pada persendian, seperti:

  • Tes darah: untuk mengukur kadar asam urat dan kreatinin dalam darah. Seseorang dengan kadar asam urat dalam darah hingga 7 mg/dL, dinilai sudah menderita penyakit asam urat. Namun demikian, tes ini tidak selalu dapat memastikan penyakit asam urat. Beberapa orang diketahui memiliki kadar asam urat tinggi, namun tidak menderita penyakit asam urat. Sebaliknya, ada orang yang memiliki gejala dan tanda penyakit asam urat meski kadar asam urat dalam darah normal.
  • Tes urine 24 jam: memeriksa kadar asam urat dalam urine yang dikeluarkan pasien selama 24 jam.
  • Tes cairan sendi: mengambil cairan synovial/sendi pada sendi yang sakit, untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • Radiologi: Foto rontgen pada daerah yang nyeri untuk mengetahui penyebab radang pada sendi dan USG dapat mendeteksi kristal asam urat pada sendi dan tofi (benjolan).
  • Dual energy CT scan : untuk mendeteksi kristal asam urat di sendi meski tidak terjadi peradangan.
  • Biopsi sinovial:. sebagian kecil jaringan (membran sinovial) di sekitar sendi yang terasa sakit diambil kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Faktor Risiko Asam Urat

Faktor-faktor yang meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh meliputi:

1. Diet
2. Kegemukan
3. Kondisi medis
4. Obat-obatan tertentu
5. Riwayat keluarga asam urat

Pengobatan Penyakit Asam Urat

Penanganan penyakit asam urat adalah dengan pemberian obat-obatan, untuk meringankan gejalanya dan mencegah penyakit kambuh kembali. Jenis obat yang biasanya diresepkan dokter untuk menangani penyakit asam urat adalah colchicine dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau allopurinol dapat menghambat produksi asam urat di tubuh.

Jenis obat lain yang juga dapat diberikan adalah obat untuk meningkatkan pembuangan asam urat berlebih dari tubuh seperti probenecid. Untuk mencegah serangan asam urat kembali terjadi, pasien akan disarankan untuk menghindari makanan berkadar purin tinggi.

Komplikasi Penyakit Asam Urat

Penderita penyakit asam urat harus mewaspadai komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit ini, di antaranya:

  • Munculnya benjolan keras (tofi): Tofi terbentuk akibat penumpukan kristal asam urat di bawah kulit, dan dapat muncul di beberapa area tubuh, seperti jari, tangan, siku, kaki, dan di sekitar mata kaki. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, tofi bisa membengkak dan mengeras saat serangan asam urat terjadi.
  • Asam urat kambuh/berulang: Pada sejumlah kasus, serangan asam urat bisa kambuj atau berulang. Bila dibiarkan tidak tertangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan pengeroposan dan kerusakan pada sendi.
  • Penyakit batu ginjal: Kristal asam urat bisa menumpuk di saluran kemih dan dapat menyebabkan batu ginjal.

Pencegahan

Preventive is the key. Pencegahan jauh lebih baik dan lebih murah dibandingkan pengobatan untuk asam urat. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mencegah terjadinya asam urat adalah:

  1. Mengurangi konsumsi makanan yang tinggi purin seperti jeroan, udang, kerang, daging bebek, melinjo, dll.
  2. Mengatur pola makan dengan baik (tidak berlebihan protein dan karbohidrat)
  3. Minum air yang cukup
  4. Melakukan olahraga rutin
  5. Menjaga berat badan
  6. Minum vitamin atau herbal alami yang dapat mencegah naiknya kadar asam urat
Catatan redaksi: Meskipun artikel ini ditulis oleh tenaga medis profesional, konten ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Selalu mencari saran dari dokter Anda atau penyedia layanan kesehatan berkualifikasi lainnya atas kondisi medis yang sedang Anda alami. Jangan pernah mengabaikan nasihat medis profesional atau menunda dalam mencarinya karena sesuatu yang telah Anda baca di Situs Web ini.
Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa