Penyalahgunaan Identitas untuk Pengajuan Kredit di Bank Mandiri

Surabaya, 01 Nopember 2019
Kepada Yth. Pimpinan dan Manajemen Bank Mandiri
KCP Surabaya Kembang Jepun

Dengan hormat,

Saya dengan data identitas lengkap di bawah ini:

Nama Lengkap: ADENG GUMAWAN
No. KTP/Identitas: 3578232002730***
Alamat: Jl. Tenggilis Mulya No. *** A RT.005 RW.006 Tenggilis Mejoyo Surabaya

menyampaikan permohonan kepada Pihak Manajemen Bank Mandiri, khususnya KCP Surabaya Kembang Jepun, untuk menyelesaikan masalah Kredit KUM Tanpa Agunan dengan data sebagai berikut:

Nomor Rekening: 1400100702704
Nama Pemilik Rekening: ADENG GUNAWAN
Alamat: Jl. Tenggilis Mulya No. *** A RT.005 RW.006 Kel.Tenggilis Mejoyo, Kec.Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya
Plafon Pinjaman: Rp. 25.000.000,00
Jangka Waktu Pinjaman: 36 bulan
Angsuran per Bulan: tidak tahu

Sebagaimana yang telah saya sampaikan dan saya mohonkan ke petugas bagian Kredit KUM Tanpa Anggunan Bank Mandiri KCP Surabaya Kembang Jepun, dengan datang langsung ke kantor Bank Mandiri KCP Surabaya Kembang Jepun sebanyak 3 (tiga) kali untuk segera menyelesaikan dan segera membersihkan identitas saya dalam masalah perbankan khususnya di Bank Mandiri. Karena pinjaman atas Nama Pemilik Rekening: ADENG GUNAWAN itu bukan saya yang melakukan Kredit KUM Tanpa Agunan tersebut.

Sekalipun Nomor KTP/Identitas yang dipakai untuk pengajuan Kredit KUM Tanpa Agunan tersebut benar Nomor KTP/Identitas saya (ADENG GUMAWAN), akan tetapi data-data lainnya semuanya bukan data-data saya. Pada formulir aplikasi Mandiri kredit usaha mikro, isinya tidak sesuai dengan data diri saya, tanda tangan yang tertera di fotokopi KTP juga bukan tanda tangan saya. Data-data yang ada di Kartu Keluarga juga semuanya bukan data keluarga saya. Jadi pada intinya semua data-data utama dan pendukung utk pengajuan kredit tersebut benar-benar bukan data diri saya yang bernama ADENG GUMAWAN. Secara pribadi, Saya sangat menyayangkan sekelas Bank Mandiri masih bisa meloloskan pengajuan kredit dengan data-data yang tidak benar atau dapat dikatakan data-data palsu.

Saya sebagai orang yang Nomor KTP/Identitasnya digunakan untuk melakukan pinjaman (kredit) tersebut sangat kecewa dan benar-benar sangat dirugikan, karena setiap pengajuan saya berhubungan dengan perkreditan di perbankan selalu ditolak karena tidak lolos dari OJK. Jangankan untuk bisa kredit rumah (KPR) atau pengajuan kredit untuk modal usaha, untuk pengajuan kartu kredit aja yang limitnya hanya 4 jutaan tidak bisa lolos. Untungnya saya masih dipercaya sama Bank BCA yang telah mengabulkan pengajuan kartu kredit saya. Saya ucapkan terima kasih kepada Bank BCA yang masih mempercayai saya.

Untuk itu saya minta pihak Bank Mandiri KCP Surabaya Kembang Jepun segera menyelesaikan masalah yang telah menimpa saya dan bentuk pertanggungjawabannya atas kelalaian dalam pelaksanaan prosedur proses kredit KUM Tanpa Agunan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Adeng Gumawan
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Bank Mandiri:

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...
Tentang Penulis
Adeng Gumawan  

Adeng Gumawan atau biasa dipanggil Adeng oleh orang-orang disekitarnya lahir di Tasikmalaya pada tanggal 20 Pebruari 1973. Terlahir di keluarga yang sangat sederhana dari pasangan Solihin dan Cicih, Ayahnya seorang Guru di SDN Ciawi I Karangnunggal, Tasikmalaya. Sejak kecil dia selalu di nasehati oleh ayahnya untuk selalu rajin belajar, jujur dan baik terhadap sesama. Adeng adalah anak ke enam dari 7 bersaudara dan terkenal pendiam dan sabar. Semasa kecil bercita-cita untuk menjadi seorang guru, sekarang tinggal di kota Surabaya. Pertama kali masuk sekolah di tahun 1981 – 1987 di SDN Ciawi I Karangnunggal, Tasikmalaya. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN Karangnunggal, Tasikmalaya dari tahun 1987-1990. Kemudian melanjutkan sekolah lagi ke SMAN Karangnunggal, Tasikmalaya dari tahun 1990-1993. Dan kemudian melanjutkan sekolah/kuliah di IKIP Surabaya (Program Studi Pendidikan Akuntansi) lulus tahun 1998. Setelah lulus kuliah sempat bekerja di perusahaan Jasa Konstruksi selama 7 tahun dan selanjutnya mencoba untuk berusaha mandiri dengan mendirikan perusahaan perseorangan berbentuk CV tercatat sebagai Direktur CV. Karya Putera Mandiri di Surabaya tahun 2010 bergerak dibidang supplayer alat-alat kantor dan sempat mengalami kemajuan walaupun hanya bisa bertahan selama 3 tahun dan pada akhirnya facum dari kegiatan suplayer sejak tahun 2013-2018. Setelah facum dari kegiatan suplayer beralih ke bidang administrasi perpajakan (Freelance) di beberapa perusahaan perorangan dan badan usaha sampai sekarang dan sejak tahun 2019 perusahaannya yg bernama CV. Karya Putera Mandiri mulai dijalankan lagi dibidang yang sama.

2 komentar untuk “Penyalahgunaan Identitas untuk Pengajuan Kredit di Bank Mandiri

  • 4 November 2019 - (14:49 WIB)
    Saya kira Bank Mandiri sangat ketat dalam proses verifikasi (calon) nasabah… eh ternyata bisa juga kebobolan dengan data aspal.
    Curiga ada oknum di dalam yang “meluluskan/meloloskan.”
    Soalnya untuk lolos verifikasi pengajuan KK saja susah, ini pinjam 25 juta kok lolos hehehe.
  • 4 November 2019 - (23:12 WIB)
    benar-benar sangat disayangkan…. saya sendiri sudah cek di OJK dan emang benar yang menghambat/menggagalkan semua proses kredit saya disebabkan adanya kredit di Bank Mandiri. Saya masih menunggu kebijakan dan bentuk pertanggungjawaban dari Management Bank Mandiri.

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mandiri?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Penyalahgunaan Identitas untuk Pengajuan Kredit di Bank Mandiri

Adeng Gumawan 2 menit
2