Akun Mitra Bukalapak Dibekukan, Sudah 3 Minggu Hanya Diminta Menunggu

Assalamu’alaikum,

Saya Fitri, salah satu agen mitra Bukalapak yang berdomisili di Serang, Banten. Sudah hampir setahun belakangan ini saya bergabung sebagai mitra Bukalapak untuk berjualan pulsa, token listrik, transfer, dll. Semua data diri bahkan warung saya pun sudah terdaftar dan diverifikasi oleh Bukalapak.

Pada tanggal 18 Oktober 2019, pelanggan saya mau transfer uang lewat fitur kirim uang di Bukalapak, saya menyanggupi seperti biasa. Saat menunggu laporan sudah diterima atau belum dananya oleh si pemilik rekening, tiba-tiba akun saya ter-log out sendiri. Sy coba login ulang berkali-kali tapi katanya nomor saya belum di konfirmasi atau salah memasukkan kata sandi. Saya mencoba reset password pun tetap tidak bisa masuk kembali ke akun saya. Tidak lama kemudian masuk email dari Bukalapak yang menyebutkan bahwa transfer yang baru saja saya lakukan dibatalkan karena akun saya sedang dalam proses moderasi, ada indikasi terjadinya aktivitas mencurigakan.

Saya langsung menghubungi call center 021-50813333, lalu diarahkan untuk menghubungi via email ke cs.mitra@bukalapak.com. Saya melaporkan kronologis dan melampirkan bukti-bukti yang ada, lalu saya diminta menunggu untuk pengecekan. Berhari-hari saya menunggu respon atau kabar terbaru dari Bukalapak tapi nihil, akun saya belum juga aktif. Saya kembali mencoba menghubungi Bukalapak via Twitter, tapi tidak ada respon sama sekali. Lalu saya coba mention instagram @MitraBukalapak, hanya jawaban mohon maaf atas ketidaknyamanannya lalu lagi-lagi saya diminta menunggu 7×24 jam.

Hingga detik ini, sudah kurang lebih 3 minggu akun mitra saya masih belum aktif juga. Bagaimana solusinya, Bukalapak? Saya agen mitra kalian tapi kenapa harus diperlakukan seperti ini? Sungguh kecewa. Semoga dengan saya menulis surat pembaca di Media Konsumen ini bisa mendapatkan feedback dan masukan dari para pembaca sekalian, begitu juga dari pihak Bukalapak semoga keluhan saya bisa didengar.

Terima kasih. Wassalamu’alaikum.

Fitri Juwita
Serang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Platform e-commerce ini sudah cukup banyak keluhan dan komplain dari konsumen, pelapak hingga mitra mereka sendiripun tidak luput dari masalah.

    Semoga konsumen lebih berhati-hati menggunakan platform ini untuk bertransaksi. Masih ada e-commerce lain yang lebih baik, profesional dan tidak merugikan konsumen. Saya sendiri sama sekali tidak tertarik untuk menggunakan platform ini, apalagi dengan banyaknya keluhan dan komplain dari konsumen.

    • Betul sekali Pak, saya melihat banyak keluhan yang hampir sama dengan yang saya alami disini setiap hari. Entah bagaimana kelanjutannya, laporan saya pun hanya di UP terus dan diminta kesediaan menunggu. Hampir 2 bulan belum cukupkah waktu untuk mereka menyelesaikan laporan saya?

    • Dear Bukalapak,
      sudah hampir 2 bulan saya menunggu kejelasan kapan akun mitra bukalapak saya aktif kembali. Saldo saya disana ada 1,3 juta rupiah, bagaimana kelanjutannya? Saya hanya terus menerus diminta menunggu tanpa ada progress berarti. Tidak ada itikad baik penyelesaian dari pihak Bukalapak. Sungguh mengecewakan!

  • Saya Fitri Juwita, penulis surat pembaca ini, menginformasikan bahwa keluhan saya sudah direspon oleh pihak Bukalapak. Pada hari Kamis, 12 Desember 2019, saya dihubungi via email oleh tim Anti Fraud Bukalapak dan meminta sejumlah data dan foto untuk verifikasi ulang bahwa saya sebenar-benarnya pemilik akun Mitra Bukalapak. Hari Jumat sore akun saya sudah aktif kembali dan saldo utuh. Alhamdulillah, terima kasih tim Bukalapak. Semoga hal seperti ini tidak terulang kembali dan semoga kedepannya Bukalapak semakin maju dalam usahanya mengembangkan perekonomian mikro. Sekali lagi, terima kasih.