Merasa Dipermainkan oleh Pihak Leasing

Saya Metha, nasabah ACC Finance. Saya merasa dipermainkan oleh ACC Finance gara-gara cicilan mobil saya yang sudah menunggak 3 bulan, begini kronologinya:

Sejak tahun 2017 saya mengambil cicilan mobil Toyota Calya matic di ACC Finance cabang Kwitang, karena posisi dekat dengan kantor saya. Saya ambil yang cicilan 60 kali. Sejak saya ambil sampai di tahun 2019 ini, tepatnya dari bulan Mei 2019, cicilan saya mulai suka menunggak, tapi masih dapat saya bayar walau telat-telat 20 hari. Hal ini karena kondisi keuangan saya yang sedang jatuh, karena habis kena musibah ditipu sama orang ratusan juta. Hal ini membuat saya pontang-panting membayar beberapa cicilan saya, tapi cicilan mobil masih saya prioritaskan untuk membayar.

Sampai pada bulan September, Oktober dan November ini saya benar-benar belum bisa bayar cicilan mobil karena posisi saya sudah tidak bekerja. Saya mengharapkan pencairan Jamsostek saya untuk membayar cicilan, terutama mobil.

Pada saat akhir bulan Oktober, pihak collector mobil masih saya respon, karena kebetulan saya waktu itu sedang sakit dan butuh bed rest. Saya memang dikonfirmasi via telepon dan WA oleh debt collector, tapi belum saya balas karena saya masih bingung, belum tahu pasti kapan saya dapat dana dari Jamsostek karena banyak problem untuk pengurusannya. Maksud saya, saya akan konfirmasi ke debt collector-nya itu setelah saya sudah urus dana saya di Jamsostek dan sudah tidak ada masalah lagi.

Tetapi sebelum sampai ke situ, kemarin pas tanggal 19 November 2019, pada saat malam-malam, tiba-tiba orang ACC datang langsung ke tempat usaha saya di Banten. Mereka datang bertiga (1 orang kantor, 2 orang berwajah seram seperti debt collector). Mereka saya sambut baik dan saya ceritakan masalah saya kenapa bisa menunggak. Saya bilang akan bayar setelah Jamsostek saya cair di akhir bulan.

Namun mereka tidak bisa menerima alasan saya itu, karena saya dianggap seperti kabur atau menghindar, gara-gara saya gak pernah ada di rumah dan unit mobil juga gak pernah ada di alamat rumah. Ya jelas aja, saya kan usahanya di Banten, masa mobil ada di rumah? Mereka juga mempermasalahkan alamat rumah saya yang sudah tidak sesuai KTP dan perjanjian kontrak. Rumah lama sudah saya jual. Saya juga sudah infokan ke debt collector yang menagih saya tiap bulannya, tentang alamat saya yang baru. Kurang itikad baik apalagi coba? Kalau saya kabur, gak mungkin saya kasih alamat rumah say yang baru.

Pokoknya mereka tidak mau menerima alasan saya. Mereka meminta saya nego langsung di kantor ACC terdekat. Saat itu yang terdekat yaitu ACC Karawaci, padahal sudah tengah malam. Karena saya berpikiran positif dan ingin menyelesaikan permasalahan, ya saya mau aja ikut. Jadi 2 orang debt collector itu mengendarai mobil saya dan saya ikut di mobil ditemani oleh sepupu saya, cewek juga.

Sampai di Karawaci sudah pukul 10 malam dan kantor ACC sudah tutup. Mereka bilang, gak bisa nego malam ini karena mobil harus diserahkan ke kantor ACC Kwitang (tempat awal saya ambil). Saya saat itu masih berpikiran positif, karena mereka bilang mobil hanya dititipkan saja, besok masih bisa diurus lagi. Pokoknya dikasih waktu 7 hari untuk saya urus permasalahan itu di kantor ACC Kwitang. Saya dikasih surat oleh mereka untuk dibawa ke kantor esok harinya.

Setelah foto-foto dan cek kondisi mobil, mereka lalu pergi dengan membawa mobil saya itu dan saya ditinggalin gitu aja di depan ruko ACC Karawaci. Untung saya bawa ATM, kalau tidak gimana saya pulang? Pihak ACC emang mau nanggung jika terjadi apa-apa dengan saya malam itu? Udah bawa orang malam-malam, dibilangnya mau negosiasi. Kalau saya cowok masih mending, saya cewek berduaan ditinggalin gitu aja. Menurut saya udah gak wajar caranya. Itu aja udah minus menurut saya. Namun saya saat itu masih bisa terima, karena saya masih berpikiran ada peluang untuk dilakukan nego ke pihak ACC besok harinya.

Tanpa tunggu lama, besoknya saya datang jauh-jauh dari Banten ke Kwitang, untuk mencoba nego ke pihak office. Pukul 1 kurang saya sampai di ACC Kwitang, pas jam makan siang. Saya minta bantuan security, karena saya tidak tahu harus bertemu dengan siapa. Saya cuma menunjukan surat penarikan mobil saya semalam. Pihak security bilang, kalau tidak ada mobil saya tsb di Kwitang, tapi dia akan coba telusuri ke bagian office-nya. Saya liat security itu terima telepon. Sehabis dia terima telepon, security-nya cuma kasih saya nomor telepon, katanya yang menangani mobil saya adalah orang ACC Serpong. Gimana saya gak gondok? Kemarin malam saya disuruh datang ke Kwitang, dikira saya gak ada kerjaan apa ya?

Saat itu saya merasa dipermainkan dan memang ada yang gak beres. Saya langsung kontak orang yang semalam datangin saya itu. Dia bilang ternyata memang di Serpong. Nilai minus lagi, tanpa konfirmasi saya kejelasannya. Dan yang bikin saya kesel, selama saya kerja di kantoran, saya dari dula kerja di bagian finance, kalau ada customer saya datang ke kantor, pasti saya temui. Di ACC ini saya baru nemuin, customer dilayani oleh security. Sesibuk itukah orang kantor ACC sampai gak mau turun kasih konfirmasi ke saya? Saya bukan maling lho, saya customer. Customer bukannya raja ya? Apa cuma customer yang ada duitnya aja, baru dianggap dan diperlakukan dengan baik?

Nah lanjut, dikarenakan sudah sore baru besoknya saya datang ke kantor ACC Serpong, bertemu dengan org yang menangani mobil saya. Saya sudah datang dengan lapang dada dan itikad baik yang besar untuk nego ke pihak ACC. Saya bilang, saya baru bisa bayar di akhir bulan karena emang baru dapat duit nya kurang lebih di akhir bulan. Saya sudah menceritakan kondisi keuangan saya yang memang sedang tidak baik. Petugas itu malah bilang: “Kita mana mau tahu bu, semua customer juga bilang begitu”. Dikira saya bohong kali ya mengenai sikon keuangan saya. Dia malah bilang, jika sudah dieksekusi sudah susah dan cuma ada 2 pilihan, dilelang oleh perusahaan atau dibayar full sisa outstanding. Dalam kasus saya, harus bayar 105 jutaaan, plus denda dan biaya-biaya lainnya. Itu nego atau memeras??

Dibilangnya saya tidak kooperatif kemarin pada saat ditagih dan riwayat pembayaran saya buruk. Riwayat saya buruk itu baru mulai bulan 7 tahun 2019, sebelum-sebelumnya pembayaran saya bagus kok. Mungkin ada yang lebih buruk dari saya, tapi mereka bisa aman-aman saja mobilnya. Kalau dibilang saya gak kooperatif, gak mungkin malam-malam saya ikhlas dibawa sama debt collector ACC Finance. Terus saya datang ke Kwitang, datang ke Serpong. Saya pasti sudah sembunyiin itu mobil jika saya gak kooperatif. Jelas-jelas saya taruh itu mobil di depan ruko usaha saya. Gak saya tutupin apa-apa.

Saya bukan lari dari tanggung jawab dan saya bukan maling. Terus mereka juga bilang, saya gak respon WA dan telepon debt collector yang nagih saya. Sekarang gini ya, itu debt collector nagih saya cuma tanya kapan bayar, karena saya memang belum dapat pencerahan itu duit kapan cair makanya saya belum respon. Saya ada niat respon setelah hari Jumat ini dan saya tidak pernah diberikan surat SP 1 lah, SP 2 lah, somasi penarikan lah, gak ada! Saya cuma ditanya kapan bayar doang, dan dia telepon saya juga paling cuma 3 kali. Apa udah diasumsikan saya kabur? Di bulan Oktober saya masih respon kok. Saya juga dulu kerjanya collection (7 tahun), dan untuk membatalkan perjanjian itu harus ada tahapan-tahapannya, berapa kali sudah dihubungi atau sudah berapa kali diberikan SP tertulis. Bukan kayak gini, langsung datangin saya dan nipu-nipu saya.

Saya tadi sudah mau marah-marah di depan orangnya. Nada saya sudah beda dan orangnya nyuruh saya nulis surat pengajuan lanjutin cicilan. Menurut saya sih aneh, tulisnya di kertas biasa, gak pake materai. Terus katanya harus diajukan dulu ke pihak manajemen. Tulisan saya juga kayak cakar ayam, masa iya mau dibawa ke manajemen? Dia bilangnya dicoba tapi gak bisa berbuat banyak karena history kredit saya yang buruk.

Daripada saya emosi jiwa di sana, setelah nulis surat saya pamit aja langsug. Saya akan pikirkan cara lain lagi karena saya gak mau mobil saya hilang gitu saja, mobil masih bagus dan terawat. Mohon infonya, mengenai kasus saya ini apakah bisa ada yang bantu? Mohon masukannya.

Jika ada pihak ACC yang baca, mohon ke depannya jangan perlakukan nasabahnya seperti itu. Apalagi nasabah yang lagi kesulitan. Anda kan bisa lihat dari history pembayaran saya dari awal. Kalau saya awalnya bagus bayarnya, tiba-tiba nunggak, pasti kan ada penyebabnya. Peruasahaan ACC perusahaan besar lho. Bank aja masih ada mediasi, ini malah disuruh bayar semua. Memangnya duit metik dari pohon? Kalau saya orang yang banyak duit mah, silakan saja ditarik, saya beli mobil baru. Ini kan saya udah dalam kesulitan, makin dibikin sulit. Itu mobil soalnya saya perlu untuk usaha saya dan juga antar orang tua terapi. Mohon juga SDM-nya ditatar dengan baik, customer datang disambut dengan ramah oleh officer, bukan diselesaikan oleh security.

Saya mohon keadilannya dan bantuannya untuk memproses kredit saya ini.

Demikian cerita tentang saya, semoga next tidak ada customer yang bernasib seperti saya ini. Mohon komennya dari teman-teman yang lain. Siapa tahu ada pencerahan.

Metha
Tangerang Selatan, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Semangat mba metha serem bgt ya mna kalau pakai leasing acc ini,knapa ga mnya tolong rt setempat mba atau pak polisi telpon hallo polisi mnta prlindungan ,kjadi mba meta malam malam ga kluar apalgi mba perempuan di mana hati nurani mreka itu dc dc ,apa gavtakut ya mreka sewaktu waktu menimpa mreka semua..kalau sy mslh dc cc mba meta 😆😆

  • Mb Metha, hrs tegas mb soal biaya2 ghoib. Pelajari lagi isian kotrak kreditnya. Sy jg pernah ngalami kasus serupa, cuman beda leasing nya. Sy di MNC Finance. Dan kasus saya malah cuman telat blm sampe sebulan. Pd saat itu Jt per tgl 22 tiap bln, sy byr tgl 12 bln berikutnya. Sblmnya tgl 10an dtg debt collector 4 orang ke rmh katanya sy nunggak 2bln. Pdhl unt bln berjalan jt nya msh tgl 22. Akhirnya sy blg kalo sy usahakan tgl 20 sy byr. Kejutan lagi pas tgl 17 mobil ditarik mlm2 di pinggir jln disuruh ttd surat penarikan yg cuman kertas lusuh kyk fotokopian. Trus pas sy ke kantor MNC dg santainya office blg gk ada yg kasih tau kalo sy sdh menyampaikan kesanggupan byr tgl 20. Dan singkat cerita sy diminta byr biaya penarikan unit dr 10jt turun jd 5jt stlh nego atau pelunasan 120jt. Pdhl di kontrak kredit sdh jelas bahwa semua biaya yg timbul unt kepentingan kreditur ditanggung oleh kreditur. Dan lucunya untuk biaya penarikan tsb sy tdk boleh transaksi di kantor MNC krn sedang ada audit wkwkwkwkk... Kondisi saat itu jam stgah 5sore. Sy diminta transaksi ke kantor debt collector. Tp prinsip sy adl sy kontrak kredit sm leasing bukan debt collector jd sy gk peduli dg ancaman oknum tsb. Alhasil tgl 20 sesuai janji sy byr cicilan yg mestinya jt tgl 22 bln tsb. Tp tetep mobil tdk diserahkan kecuali sy mau byr 5jt + by adm 750rb (biayanya nambah wkwkwk..) pdhl di virtual account tertera tagihan sdh lunas dan sy jg sdh kontak MNC jkt bahwa tdk ada tunggakan. Akhirnya sy blg ke oknum tsb kalo misal mobil gk bs keluar ya terpaksa sy buat pengaduan ke polresta krn sy tau itu pemerasan akhirnya mobil bs keluar.
    Moga cepat selesai ya mb dan mobil bs balik ke mb metha lg.

    • Boleh dibilang begitu Sdr. Samuel Wijaya. Tp DC (biasanya mereka menyebutnya pihak eksternal) tanpa ada kerjasama dg pihak leasing jg gk bs "nyeper".
      Buat note saja, bagi yg berniat ambil mobil scr kredit harap pahami betul apa itu jaminan fidusia. Undang2 tentang leasing itu jg sperti apa. Biasanya pihak leasing "menakut2i" kita dg ini pdhl mereka sendiri yg sdh menyalahi aturan & prosedur dlm kontrak kredit yg mereka buat. Dlm undang2 ttg leasing jg sdh ada penjelasannya (silahkan googling ya unt detail isi pasal2nya). Dan kalo pun leasing blg kalo DC mereka itu sebuah PT besar dan di "backing" oleh kepolisian jgn takut, itu slh satu cara buat nakut2i konsumen (pengalaman pribadi saya hehehehe..).
      Sy berharap wadah seperti Media Konsumen ini bs betul2 membantu konsumen dan bs sbg bahan acuan untuk perbaikan undang2 perlindungan konsumen di Indonesia. Krn pd prakteknya msh byk oknum yg "ngawur" dlm memperlakukan konsumen (dlm hal ini yg berhubungan dg leasing / kredit ranmor).

    • Berarti terbukti nyata bahwa bisa jadi pihak DC ikut2an mengail di air keruh ya, cari ceperan.
      Gila juga, sudah "dapat wewenang" untuk me-maki2 orang, eh di akhir peristiwa masih sempat coba2 malak lagi.
      Mungkin pikir mereka: mumpung ketemu orang berduit nih (asumsi berduit karena kredit mobil).
      Suram....

  • Mba meta
    Jangan takut, terus perjuangkan mobil yg memang hak anda, saya pernah ada diposisi anda dan saya hanya menunggak 1 bulan, tetapi peneroran sudah seperti nunggak berbulan2

    Beberapa kali saya ribut dengan kolektor leasing by phone.. Akhirnya dengan sengaja saya telat kan pembayaran ke 2 bulan, saya datang langsung ke leasing sendiri dan ingin negosiasi dengan pimpinan.. Tetapi tidak ada yg mau menemui, sampai saya beberapa kali datang tdk di gubris, akhirnya dengan berat hati saya membawa pasukan pasukan ambon kolektor yg masih kerabat jauh saya, baru mereka mau menemui..

    Ini hanyalah permainan leasing, jika anda tidak bisa dengan cara anda sendiri, datang ke ojk atau lembaga perlindungan konsumen, sounding kan ke mereka perihal yg terjadi dan minta surat dari lembaga tersebut dan bawa surat itu ke leasing acc.. Ingat, konsumen punyak hak untuk dilindungi, tidak ada mobil yg bisa dititipkan dileasing jika konsumen telat bayar, jika diambil paksa itu namanya perampasan..

    Tetapi tetap kita sebagai konsumen harus ingat atas kewajiban membayar cicilan yg sudah disepakati, jika ada kendala keuangan, langsung segera sounding kan dengan tatap langsung ke pimpinan leasing tersebut, pasti ada solusi

    Semangat selalu mba meta, badai pasti berlalu..

    Jika mba berkenan untul tanya lebih banyak,
    boleh email saya velliciapuspaning@gmail.com

  • Seperti yang sudah sering saya komen kan, ya beginilah ketidak-adilan dalam hal penegakan hak & kewajiban antara (beberapa) korporasi dengan rakyat biasa. Kalau rakyat biasa tertunda pelaksanaan kewajibannya, segala cara yang melanggar etika maupun hukum bisa diterima olehnya. Untuk meminta keadilan dari pelanggaran etika ataupun hukum yang dialami, bisa malah bikin dobel stres (awalnya cuma stres karena kesulitan memenuhi kewajiban, sekarang malah mesti mikirin langkah2 hukum yang belum tentu gol pula).

    Sebaliknya (beberapa) korporasi bisa "menunda-nunda" pelaksanaan kewajibannya untuk memenuhi hak konsumen (misalnya: refund, buka blokir, pengecekan transaksi yang dobel ataupun tidak gol, dll) sementara konsumen cuma bisa "mengemis2" tanpa ada kepastian kapan deadline pemenuhan haknya.
    Bahkan deadline pun bisa diundur sewaktu-waktu!!
    Bahkan ada asuransi jiwa yang bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk melaksanakan klaim polis!!!
    & mereka semua kalau dikontak cuma copy paste template, atau malah gak membalas sama sekali!!!!

    Bandingkan dengan SP ini. Ini nasabah dikontak & bisa menjawab. Terakhir tidak menjawab karena sedang menunggu kabar pencairan aset (sama saja kan dengan CS yang cuma copy paste template atau sekedar "sudah disampaikan ke bagian terkait"? Korporasi bikin SOP buat CS nya untuk copas template ketika konsumen nanya, tapi ketika konsumen memberlakukan hal yang sama, eh ngamuk mereka nya LOL).
    Belum lagi penipuan & pengelabuhan yang dilakukan (pergi ke kantor yang jelas2 sudah tutup, ganti2 & menutupi nama cabang).

    Tapi ya entar yang kena "masalah" pasti juga cuma petugas2 kecil2an seperti mereka, yang notabene juga cuma "sekedar cari uang kecil." Boleh dibilang: caramu salah. Tapi kalau orang lagi BU, disuruh bos, belum tentu juga yang komen & nyalah2in (bilang caramu salah) gak bakalan melakukan hal yang sama...
    Teori boleh: keluar aja, cari pekerjaan & bos lain yang lebih beretika... wkwkwk enak bener kalo sekedar ngomong & ngetik komen LOL.

    Korporasi pasti sekedar bakal menanggapi: maaf atas ketidak-nyamanannya, hal tersebut bukan SOP resmi dari perusahaan, "oknum2" yang terkait telah ditegur maupun dihukum.
    Lah, habis gitu pasti bulan depan nyuruh perusahaan DC & orang lain lagi. Hahahaha, ya memang begitulah potret hidup sehari-hari di sini.

    Tuh bank penerbit KK yang paling banyak di-SP-kan di sini gara2 cara penagihannya yang tidak beretika & bahkan cenderung melanggar hukum. Bagaimana nasibnya? Yah jalan terus aja kan wkwkwk.
    Ada perubahan kah di metode penagihannya? LOL

    • Setuju bgt bro.. org awam yg ga ngerti apa2 ttg hukum.. ya nasib nya bakal kyk sy.. smoga bs ada jln kluar baik dan tidak ada nasabah yg diperlakukan spt sy.. memang tidak ada kekerasan sama skali.. yaa krn mrk nipu sy.. blg mau nego.. klo sy taw, itu mbl mau d tarik.. sy bakal bikin heboh dlan d wilayah sy.. dan ga bakal mau ikot tengah mlm k kntr..
      Nama nya panik dan bingung, logika ga bs jln..

    • Jgn cm trima kasih saja.. tp d tindak lanjutin.. soalnya bukan cm satu atau 2 kasus.. tp bnyk sudah trjadi..

    • Nasib saya sama banget dengan mba metha, penarikan pada malam hari, oleh acc kebon jeruk, esok harinya saya disuruh tebus cash 150juta, janagankan angka itu kalau saya kaya pasti saya langsung bayar, dimanakah hati nurani pihak leasing, sudah bertahun tahun saya cicil apalagi saya repeat order tiba tiba kendaraan saya dilelang. Semoga masalah saya ada jalan keluarnya.

      • Saya juga mengalami nasib mobil ditarik leasing..tgl.14 nov silam pas lg jln tiba2 mobil sy distop dc 1 mobil dan 2 motor (batak dan ambon)..dgn rayuan manis bla bla terhipnotislah saya diajak ke ktr leasing olypindo bekasi..ktnya sy suruh jelasin kl mobil gak diover kredit..jelas2 mobil msh disaya kok bisa2 nya si dc batak itu bilang mobil dialih tangan...pas udh sampe diktr olypindo dgn secara manis org ktr bilang minjem kontak utk cek noka nomesin..saat saya msh ngobrol dgn org ktr olypindo mobil udh dibasa kabur si dc batak menyebalkan itu..barang2 saya ditutunin di parkiran depan ktr olyindo...selang brp hr saya dtg ke ktr leasing utk selesain tunggakan saya..apa yg saya dapet..pihak leasing ngasih print out suruh bayar semua tunggakan utang + biaya tarik 8 jt..kaget sy disodorin kertas itu...ini mah gak adil...mana sanggup kl suruh byr sisa utang + biaya tarik dgn total 122 jt..edan aja ini mah pemerasan...sampai saat ini kami msh upaya negoisasi tp blm ada titik temu...semoga pihah leasing terbuka mata hatinya utk tdk semena2 memperlskukan nasabahnya....#mhn leasing jtrus olypindo mendengarkan jeritan hati org kecil seperti saya..jgn arogan kpd konsumen...trmksh