Email dari Kartu Kredit UOB sebagai Jawaban atas Surat Pembaca Saya

No. 20/CAS/0084

Jakarta, 6 Januari 2020

Kepada Yth.,
BAPAK VINCENT CANGGARA
******************************************
******************
***************

From
PT Bank UOB Indonesia
HEAD OFFICE UOB Plaza
Jl. M.H. Thamnn No. 10
Jakarta 10230
Telp . (021) 2350 6000
Fax · (021) 2993 6632 www.uob.co.1d

Dengan hormat,

Terima kasih telah memilih PT Bank UOB Indonesia sebagai mitra perbankan terpercaya. Menindaklanjuti keluhan Bapak melalui Mediakonsumen.com pada tertanggal 3 Januari 2020 yang berjudul “Kartu Kredit Yolo Card UOB Tidak Dapat Cek Tagihan, Bayar Tagihan dan Internet Banking Error“, dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang telah Bapak alami.

Kami informasikan fasilitas Personal Internet Banking UOB, saat ini belum memiliki layanan untuk melihat Tagihan Kartu Kredit Yolo namun Bapak dapat melihat Histori/riwayat transaksi yang telah dibukukan pada kartu kredit UOB.

Dalam kesempatan ini juga kami ucapkan terima kasih atas masukan yang telah Bapak sampaikan, sehingga kami dapat segera melakukan perbaikan dan memberikan layanan yang terbaik.

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

PT Bank UOB Indonesia
Amelia Ragamulu
Customer Advocacy and Service Quality Head

Tembusan:
Divisi Cards & Payment PT Bank UOB Indonesia

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Komentar

  • Hahaha, ada2 saja bank yang 1 ini. Punya produk KK tapi "dianak-tirikan." Emang apa bedanya KK Yolo UOB dibanding dengan KK2 UOB yang lain? Sebegitu eksklusifnya ya, sampai perlu punya/bikin/develop internet banking sendiri khusus untuk bisa lihat tagihannya.

    & coba ditingkatkan tuh CS-nya yang ngasal jawab aja, sampe bawa2 urusan banjir segala. Padahal *kalau benar* kondisinya seperti apa yang tertulis di e-mail dari UOB di atas, lah masak kondisi "spesial" KK Yolo tersebut si CS gak tahu/gak diberi penjelasan oleh supervisor-nya?
    Saya lebih menghargai CS maupun individu pribadi yang ketika gak tahu/gak ngerti akan ngomong dengan jujur: saya masukkan laporan/saya cek dulu
    Ketimbang yang jawab ngasal aja dengan asumsi "konsumen gak bakal ngeh kalau saya jawabnya ngasal"...