Terbitkan POJK untuk Pinjol/P2P Lending untuk Membantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Yth OJK,

Salam Hormat,

Saya Taufik, wirausaha dan pegawai di salah satu di industri perdagangan milik swasta. Saya berterima kasih atas kebijakan yang tertuang di POJK terkait relaksasi yang diberikan pada Bank Konvensional/Syariah maupun Lembaga Pembiayaan.ย Namun kenapa untuk Jasa Keuangan P2P Lending belum ada regulasinya?

Situasi saat ini saya lihat sudah semakin buruk, banyak P2P Lending bahkan tidak membuka lagi (peminjaman kembali) saat setelah nasabahnya melunasi kewajibannya. Entah dikarenakan plafon yang diberikan OJK sudah habis, atau banyak debiturnya yang macet.ย Padahal masalah utamanya saat ini adalah nasabah kesulitan mencari penghasilan dikarenakan pandemi covid-19.

Ada juga debitur yang tetap beritikad baik dengan setidaknya membayar bunganya (dengan cara membayar full pokok pinjaman+bunga dengan harapan dapat meminjam kembali pokok pinjamannya) ini semata-mata dilakukan debitur untuk tetap beritikad membayar, dan berusaha untuk bertahan hidup di situasi seperti ini. Namun tetap saja ada yang tiba-tiba memberikan alasan maintenance sistem (entah betul atau tidak), saya juga pernah dengar ada yang bilang bahwa area debitur termasuk berisiko covid-19.

Kondisi saat ini yang membuat debitur pasti semakin kesulitan untuk mempunyai dana cadangan untuk bertahan hidup, dikarenakan setelah dibayar, dia tidak bisa meminjam lagi (untuk mendapatkan pinjaman pokoknya). Belum lagi dengan calon debitur baru yang masih belum mendapatkan kejelasan kapan dana dicairkan oleh P2P Lending.

Fenomena ini terjadi tidak lain dikarenakan POJK saya kira belum ada untuk P2P lending, perkiraan saya akan banyak collection yang tidak mau tahu kondisi debiturnya. Bahkan bisa saja mengancam dengan hal-hal psikologis yang dapat membuat masyarakat semakin stress mengahadapi hal ini. Kiranya OJK sebagai pengawas kegiatan P2P Lending dapat mengambil sikap atas fenomena tersebut.

Jangan tunggu ada pergesekan dari collection dan NPL (debitur macet). Saat ini masyarakat kondisi dalam berbagai macam kondisi. Pembayaran macet tidak semata-mata karena menghindar, tapi memang ada alasannya. Baik itu dirumahkan, PHK, penghasilan turun drastis, dll.

Mohon dibantu oleh pihak terkait agar regulasi terbit seperti POJK untuk Bank Konvensional/Syariah/Leasing.

Taufik
Bandung, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:338    Rata-Rata: 4.5/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

37 komentar untuk “Terbitkan POJK untuk Pinjol/P2P Lending untuk Membantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

  • 4 April 2020 - (20:29 WIB)
    Permalink

    Sepertinya saya tau P2P lending mana yang dimaksud dengan alasan sistem sedang maintenance tapi sampai berminggu-minggu gak beres maintenancenya. Saya juga salah satu UMKM yang memiliki pinjaman di P2P, pembayaran sudah lunas bahkan satu minggu sebelum jatuh tempo, namun saat akan pengajuan kembali alasannya sistem sedang maintenance namun gak beres-beres maintenancenya hingga berminggu-minggu. Padahal lebih baik jujur aja ya kalau mereka gak akan kasih pinjaman ke siapapun di masa pandemic ini, gak usah pakai alasan seperti itu terkesan malah membohongi publik. Padahal saya termasuk good debitur dengan pembayaran lancar bahkan pembayaran selalu dilakukan jauh hari sebelum jatuh tempo. Sungguh mengecewakan.

    • 5 April 2020 - (12:29 WIB)
      Permalink

      ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘.๐Ÿ™๐Ÿ™..mohon para pimpinan OJK ( khususnya Bpk Presiden ), melihat dan mendengar keluhan kami yg usahanya di sektor infirmal/usaha kecil,,usaha dan pendapatan kami pun ikut terdampak pandemi corona,,,mohon kebijaksanaan dari semua lihak,,baik pemerintah OJK,,Pinjol /fintech P2P,pemberi dana Pinjol,,dari lainnya di situasi dan kondisi seperti sekarang ini,,

      • 7 April 2020 - (05:04 WIB)
        Permalink

        Bagus bang kita sebagai Rakyat kecil keluhanya kurang d perhatikan, hati2 sama Pinjol apalagi Akulaku katanya sudah OJK tetapi tidak menjalankan Intruksi dari Presiden dan OJK untuk memberikan keringanan bagi Pekerja I formal

    • 5 April 2020 - (15:16 WIB)
      Permalink

      Peer to peer landing yang illegal berjamur dan ojk maupun pemerintah terkait mengetahui dilihat dr daftar yg terpampang di ojk tapi tidak ada tindakan pemblokiran sedangkan masyarakat kecil mayoritas mencari pinjeman sering tidak memenuhi syarat dr pinjol legal sehingga mereka mencari yang gampang sehingga terjerumus dalam lingkaran pinjol illegal dan debt collectornya yg selalu menteror meskipun masih ada waktu 1 hari tenor apalagi sampai terlambat semua kontak pasti terkena imbas, dan ini jelas melanggar serta pencemaran nama baik. Sebaiknya pinjol illegal itu diberantas dan di blokir rekening mereka biar kapok. Dalam kondisi seperti ini mereka ternyata lebih berbahaya dari covid-19 menyebar keresahan.

      • 7 April 2020 - (05:09 WIB)
        Permalink

        Betul kak Apalagi PT Akulaku katanya sudah OJK, tapi tidak mentaati apa yg d Intruksikan Oleh OJK dan Bpk Presiden Akulaku ttp menagih terus walaupun debitur terkena Dampak dari Covid 19,

        • 7 April 2020 - (11:59 WIB)
          Permalink

          Jadi memang ga bisa meminta keringanan kepada pihak Akulaku y mas?
          Saya jg ada kewajiban sama Akulaku, sebelumnya saya bayar selalu tepat waktu dan g prnah ada masalah sedikitpun..
          Hanya saja untuk saat ini pekerjaan saya terdampak covid-19 sehingga dirumahkan untuk waktu yg tidak jelas..
          Klo memang bisa mengajukan keringana mohon di info mas ๐Ÿ™

        • 25 April 2020 - (20:01 WIB)
          Permalink

          Kalau mereka tidak mentaati aturan. Ya kita saja yg mentaati peraturan. Tidak bisa bayar. 3 bulan berjalan. Hutang hangus. Kita diblacklist. Selesai

      • 7 April 2020 - (22:29 WIB)
        Permalink

        sama bang,,sejak pertengahan maret smpe saat ini jg diliburkan. Saya udh usaha bicara sama pihak akulaku baik email smpe tlp tetep aja gk digubris. Bahkan mrk sempet bilang klo akulaku tdk termasuk dalam kebijakan tersebut jd tetap harus bayar beserta denda keterlambatan yg terus berjalan. Yg saya makin gak suka,, mrka hubungin kontak tlp yg di hp saya secara acak!!! Jd bikin malu aja,, jd orang pd tau!! Kapok saya gini caranya,,klo gk kedesak jg gk mau pinjem gini… saya jg udh coba baca dan adukan k OJK tp belum dpt jawaban pasti dengan solusi tsbt.

    • 11 April 2020 - (17:47 WIB)
      Permalink

      Saya setiap hari di telp home credit.. awal2 telp suaranya agak ga enak didengar trus pas baca2 di internet katanya ada yg suka kasar sama ga sopan kalo nagih makanya pas hari ke 2 di telp saya rekam pembicaraannya.. eh pas udah di rekam udah manis banget nelponnya padahall saya lagi kumpulin bukti kalo mereka berani ngancam mo saya laporin.. teman2 saya jg udah saya kasi tau kalo di telp segera rekam bt saya jadiin bukti penyalah gunaan data pribadi saya..

  • 4 April 2020 - (22:55 WIB)
    Permalink

    Mungkin masalahnya banyak dari bank atau yang lainnya tidak memberikan pinjaman lagi karena masa yang pandemic ini, dan untuk kelonggaran macet bukannya kita tetap bekerja dirumah tapi tetap di gaji, dan kalau memang ada kelonggaran macet itu bagus, tapi bisa di jadikan senjata untuk para oknum yang sudah di kasih waktu sebelum jatuh tempo atau sebelum ada nya lockdown itu dengan tidak menyelesaikan kewajiban nya

      • 5 April 2020 - (16:46 WIB)
        Permalink

        Bkn hanya umkm pak
        Tp ada sektor2 pekerja informal.
        Petani. Buruh harian.
        Dan pekerja lainnya bersifat gajinya harian
        Termasuk ojol dan taksi online

    • 6 April 2020 - (16:48 WIB)
      Permalink

      Sy gimana bos yg kerja harian…. sekarang dirumahkan tanpa kejelasan…..mesti bayar pake apa

      • 7 April 2020 - (12:00 WIB)
        Permalink

        Ikut prihatin mas, semoga ada solussi dan semoga situasi seperti ini segera membaik..
        Salam satu nasib

    • 8 April 2020 - (14:39 WIB)
      Permalink

      Masa..memangnya berapa banyak yg jadi pekerja gajian…? Kalo anda orang akulaku ya pasti bela tempat anda lah,takut perusahaan anda bangkrut,anda ga tau mau kerja dimana lagi..yang terkena dampak covid itu semua.mau yg kerja tetap atau yg ga kerja sekalipun..anak sekolah saja terkena dampak..

  • 5 April 2020 - (01:48 WIB)
    Permalink

    Udah ada arahan sebenernya dari AFPI cek aja websitenya bagian press release, pinjol itu asoasiasinya AFPI.

    intinya pinjol atau perantara P2P lending harus izin dulu sama orang/institusi/Bank yang invest dana di sana sebelum netapin relaksasi/restruktur.

    beda dengan bank, karena duit yang dipenjemin pinjol ke peminjam itu bukan duit mereka, gak bisa sembarangan main ubah ubah perjanjian pinjaman yang disetujui dua pihak (pemberi pinjeman & peminjam) karena di perjanjian itu ada tanggal jatuh tempo, biaya yang harus dilunasin dll, ada tanda tangan elektronik juga jadi ada kekuatan hukumnya, kalau pihak pinjol sepihak relaksasi tanpa izin dulu bisa dituntut sama yang invest dana di sana.

    Kalau mau ikutin aturan OJK mereka harus update sistem supaya bisa bikin perjanjian ulang yang disetujui dua pihak.
    prosesnya mungkin sama seperti di bank, peminjam harus ngajuin permohonan, pihak pinjol lalu info permohonan ke pendana, kalau pendana setuju baru bisa atur ulang tgl, nominal pembayaran.

    Intinya sekarang regulasi udah ada, tinggal tergantung platform mau tambahin fitur pengajuan relaksasi apa nggak, kalaupun dibuat itu juga tergantung pihak pemberi dana setuju juga apa nggak.

    • 8 April 2020 - (14:41 WIB)
      Permalink

      Masa..uang orang lain..yg ada juga itu uang boleh minjem juga ke bank lain,mereka diringankan,konsumen di injak

  • 5 April 2020 - (04:41 WIB)
    Permalink

    Setiap hari di teror,oh pemerintah dimana peranmu.kondisi seperti ini lintah darat makin kuat menggigitnya

    • 5 April 2020 - (21:28 WIB)
      Permalink

      Betul….harus d tutup semua p2p mau yg ilegal mau non ilegal….karna Allah pun melaknat pjm berbunga…makanya Allah berikan sebuah wabah….berdoa sama Allah, agar Allah hancurkan sehancur2 nya p20

    • 5 April 2020 - (22:26 WIB)
      Permalink

      Nah ini diteror utang, kok nyalahin pemerintah, pas mau utang mikirin pemerintah nggak,
      Kita harus sama2 sadar dan menyadari kalau kiranya kita memang harus bayar utang, kita jangan koar2 ketika ditagih

      Kalau memang mau menyampaikan aspirasi, sampaikan saja, nggak perlu nyalahin siapa2.

      Dorong pemerintah membuat kebijakan p2p, jangan nayak, ngeluh, nyalahin peran pemerintah.

  • 5 April 2020 - (05:13 WIB)
    Permalink

    saya sangat setuju jika pemerintah jg memberi kelonggaran kepada peminjam di pinjol seiring wabah covid 19 msh berlangsung.Kasian masyarakat di teror dalam kondisi yg sudah serba susah.Mohon sangat Pemerintah ceoat tanggap.

  • 5 April 2020 - (05:29 WIB)
    Permalink

    Ojk memang tidak sigap dalam hal itu, seakan-akan ojk tidak ada eksistensinya dalam menangani fintegh yang ada. Tidak ada regulasi yang jelas dan seakan pula amanat yang diinstruksikan presiden diabaikan begitu saja….

    • 5 April 2020 - (09:11 WIB)
      Permalink

      Ga akan pernah diperhatikan OJK…OJK makan duit cukong2 Pinjol…bikin kebijakan saja abu2..berujung semua penilaian di kembalikan ke pihak bank…OJK cuma pengeras suara…makan gaji ga jelas

    • 5 April 2020 - (13:12 WIB)
      Permalink

      Siang semua,
      Pemerintah mohon keluarkan kebijakan dan pasti yang dapat dipertanggungjawabkan serta diperhatikan dalam segi masyarakat kecil maupun menengah, entah yang memiliki usaha kecil maupun yang lain. Palagi saat ini kita semua lagi mengalami musibah bersama yaitu covid-19. 1. OJK lebih mendetail dan jelas dalam pengawasannya, 2. Bank dalam System apapun harap diterapkan dan kejelasan bagi para pelanggan yg memiliki cicilan/ pengusaha yang ada kerjasama dengan bank. 3. Pengusaha /nasabah yang ada kerjasama dengan bank, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan di dalam usaha yang berbentuk pinjaman modal melalui OL,dengan mengambil keuntungan lebih /bunga yang dari standart bank /perbankan. 4. Nasabah/ peminjam yang melakukan pinjaman modal diluar dr bank /pinjaman online, diharapkan tertib dan bekerjasama satu sama lain. 5. Pemerintah diharapkan segera buat aturan baru/tambahan didalam pengawasan jasa keuangan ini.

      Salam hangat,

      Wong cilik

    • 11 April 2020 - (17:54 WIB)
      Permalink

      Saya kmrn dapat no wa ojk.. trus saya kirim pesan mengenai keluhan saya soal home credit yg tiap hari telp saya.. tp sama ojk tidak pernah dibuka atau dibaca pesan saya

  • 5 April 2020 - (16:27 WIB)
    Permalink

    Bukan hanya di pinjol saja..dibank sampai koperasipun…tidak bisa cairkan pengajuan dari nasabah…banyak nasabah yg butuh pinjaman,tapi tidak bisa dicairkan dananya…sungguh merugikan rakyat kecil…sudah bayar tepat waktu,mau ngajukan lagi tidak bisa…

  • 5 April 2020 - (17:59 WIB)
    Permalink

    Bagaimana dana salah teranfer BNK BRI.ke BRIVA KEREDI PINTARno kontrak 262151245439058. Sebesar 1.860.000.bisa di kembalikan .karna sudah 3 minngu belum ada penjelasan mohon bantuanya .apalagi dampak virus corona ini sangat memberatkan bagi saya yg salah teranfer..mohon bantuanya ..mksi

  • 6 April 2020 - (08:13 WIB)
    Permalink

    Saya dikategorikan orang yang terlilit pinjaman online yang terdaftar di ojk.sudah mencoba ajukan keringanan berupa cicilan namun mereka tetap mengharuskan membayar lunas atau memperpanjangnya untuk menghentikan denda yang berjalan setiap harinya.lalu bagaimana solusinya.di platform sendiri tidak memberikannya.memang ada satu yang mau memberikan keringanan namun dalam kondisi dampak wabah saya berhenti kerja dan tidak ada penghasilan namun ia tak bisa mengerti harus tetap dicicil.harapan saya agar diadakannya surat resmi dari ojk untuk orang seperti saya yaitu surat hak mencicil untuk memperkuat kami yang gagal bayar agar tetap dapat mencicilnya.saya bukan debitur nakal pinjam satu untuk bayar lainnya.namun secara sadar saya bahwa pinjaman online itu terlalu instan karna semua orang butuh uang.ketika seseorang sangat membutuhkan uang dan susah mencari pinjaman offline akan berpikir ke online.dan ketika pinjam pun merasa sanggup untuk bayar dan alhasil dana tidak cukup akhirnya susah cari pinjaman offline untuk gali lobang jadi ke online.mudah-mudahan kedepannya agar diberlakukan aturan baru pinjol legal agar menghapus tenor hari dan menjadi bulan misal 3bulan 6 bulan dst.hal ini saya rasa penting mengingat banyak sekali yang senasib seperti saya gali lubang tutup lubang akhirnya kandas ditengah dan jual aset bahkan gaji hanya untuk bayar dan belum juga lunas.korban berjatuhan.maaf maaf pinjol memang menguntungkan didepan namun tak lain bukanlah memerangi rentenir offline namun sekarang sudah seperti pengembangan saja.menjadi online.maaf hanya gambaran saya saja sebagai peminjam.apabila ada kesalahan mohon dikoreksi.apabila dari kata-kata saya ada yang pas mohon segera dipercepat perubahannya agar tidak semakin banyak yang stress,jual tanah,perhiasan,bahkan bunuh diri.tujuannya kemajuan ekonomi menjadi penyebab ekonomi

    • 7 April 2020 - (05:19 WIB)
      Permalink

      Sama bang saya juga d tagih2 terus sama Akulaku, katanya Akulaku sudah OJK tapi kenapa tidak menjalankan Intruksi dari OJK dan pemerintahbyaa.. apa jgn2 Pinjol yg sudah OJK.. Itu cuma Kedok doang supaya banyak yg tertarik

  • 13 April 2020 - (12:59 WIB)
    Permalink

    Buset dah home credit telfon nagih cicilan bulan ini sampe” ngancem mau datangin pihak lapangan klo ga di bayar la gmn mau bayar buat makan aja ga ada orderan sepi tolong OJK beri penjelasanya apa di perbolehkan pihak lapangan mendatangi nasabah di tengah kesulitan ekonomi kaya gini

  • 14 April 2020 - (00:31 WIB)
    Permalink

    mohon pihak ojk berpihak ke masyrakat kecil seperti saya mungkin yg lain cuma bs bertahan hidup dengan apa adanya apalagi situasi ekonomi semakin sulit Ya Allah buka mata hati mereka supaya melihat rakyat dan pro rakyat

    • 6 Mei 2020 - (19:14 WIB)
      Permalink

      Sekarang P2P lending juga was2 dimasa pandemi ini. Mereka pasti galak2 nagihnya dibanding bulan2 sebelumnya karena kahawatir debiturnya pada skip dgn alasan macem2. Mereka iming2 bisa ngajuin lagi dalam hitungan menit padahal mah begitu bayar langsng di lock pencairannya. Ane gak pernah minjem tp ngerti alurnya mereka, karena mereka paham yg pinjem itu buat nutup lobang yg lain.

  • 25 April 2020 - (19:57 WIB)
    Permalink

    Maap hanya kasi saran. Saya perkirakan saya juga akan mengalami gagal bayar. Tapi Yg namanya hutang ya tetap harus dibayar. Tapi kalau tidak bisa bayar. Ya sudah kita ikut aturan pemerintah saja. Yaitu di blacklist tidak bisa dapet pinjaman lagi

    Sekian terima kasih

 Apa Komentar Anda?

Ada 37 komentar sampai saat ini..

Terbitkan POJK untuk Pinjol/P2P Lending untuk Membantu Masyarakat Terdโ€ฆ

oleh Mohamad dibaca dalam: 1 min
37