Dibohongi Berkali-kali oleh Bukalapak

Saya membeli TV 50 inch tanggal 1 April 2020 melalui Bukalapak sekitar pukul 10, dengan metode pengantaran Go-Send 4 jam. Dari sini saya sudah mulai curiga di sistem BL yang secara logika, apa mungkin mengirim TV sebesar itu dengan motor? Namun konsumen diberi pilihan dan saya juga butuh barang itu cepat.

Saya hubungi seller sebelum melakukan pembelian apakah barang tersedia dan siap dikirim.

 

Sampai sore hari saya menanyakan status kirim karena status belum berubah:

Hingga hari berikutnya dikirim GoSend, yang setelah datang hanya membawa kertas!! Abang Gojek bilang yang akan kirim barang adalah seller-nya langsung dengan membawa mobil.

Hari itu juga saya langsung tahu akan ditipu seller dan minta dibatalkan saja dan mengajukan komplain ke BL. Saya mengajukan komplain lewat telepon dan komplain BL, dibalas melalui email bahwa akan diproses dalam 1×24 jam.

Setelah lewat 24 jam, saya hubungi kembali BL dan akan diproses kembali, begitu terus jawabnya sampai hari ini belum ada kejelasan mengenai status pembelian barang saya. Ini sudah hari ke-6 sejak pembelian, dan barang atau uang belum kembali.

Saya tidak paham proses validasi di BL, seller jelas-jelas sudah mengaku hanya mengirim kertas bukan TV, tapi masih dibela oleh BL.

Capek marah-marah terus ke BL, kayak budeg. Dan sistem yang dibuat engineer-nya juga super enggak jelas (saya mau bilang bodoh, tapi siapalah saya). Mengizinkan pelapak menyediakan jasa kirim dengan motor untuk TV 50 inch? Itu bukan bodoh, tapi go***k!

Eko Andri Subarnanto
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bukalapak:
[Total:50    Rata-Rata: 2.6/5]
Tanggapan Bukalapak atas Surat Bapak Eko Andri Subarnanto

Jakarta, 07/04/2020 Dengan Hormat, Terima kasih atas feedback yang diberikan melalui Media Konsumen melalui Surat Pembaca tanggal 7 April 2020...
Baca Selengkapnya

Loading...

9 komentar untuk “Dibohongi Berkali-kali oleh Bukalapak

  • 8 April 2020 - (12:24 WIB)
    Permalink

    Saya berasumsi. Uangnya tidak akan diberikan jika barang yang dibeli belum diterima konsumen. Mungkin penjual dillema jika barang yang dijual diserahkan konsumen.
    Memang hukum berdagang, dibayar dulu baru serahkan barang dagangan. Ini kalau transaksi langsung.

  • 8 April 2020 - (12:34 WIB)
    Permalink

    Ini salah satu hal yang membuat saya meninggalkan bukalapak, CS nya ngeselin dan engga ada solusi.. uang saya dikonversi seenaknya aja ke dana oleh buka lapak dan didaftarkan ke nomor hp saya yang sudah lama tidak aktif, alhasil uang saya tidak bisa diambil, dengan entengnya saya disuruh ke cs dana, lah saya berurusan dan belanja di bukalapak malah disuruh ke dana.. bye bye bukalapak…

  • 8 April 2020 - (20:40 WIB)
    Permalink

    Saya jadi was was belnja online,saya juga pernah mengalami pembelian barang di tgl 24.tgl 27 baru mau di kirim,terus si pelapak nya juga gak jelas info nya,malah sering off lagi,harusnya pihak BL membatasi waktu pengiriman jangan smpai 3 hari minimal 24 jam.jika tidak di proses oleh pelapak harusnya menurut saya batal otomatis saja,biar pembelinya merasa tenang dan jelas

    • 10 April 2020 - (07:47 WIB)
      Permalink

      Sama bis sy baru baru ini mengalami nya BL memang gak bisa diandalkan ..pelapak yg gak jelas..pemasanan ok,dan diproses lama sampai 1 minggu status proses dibawah ada catatan si cepet “barang not ready”,giliran chat pelapak jawabnnya ada masalh dengan exspedisi,..sampai sekarg terakhir setelah lewat CS/bantuanBL selalu jawabn gak memuaskan dan sangat kecewa …kapok denangan buka lapk mengecewakan CS jawabn terakhir pelapak sedang proses ditunggu .padahal sudah hampir 2 minggu batas akgir tgl 8 april dana kembali ,giliran diminta dana ,gak bisa malah dibalikin ke plapak ..hadeh.bikin emosi ..parah deh BL.gk tanggung jawab banget…kapok.deh klau udh selesai urusan ini…kapok sy gak akan lg belanja disinj..sangat2 mengecewakan,pesanan si fak seberapa tapi barang nya dibutuh kan banget sebagai obat ,..bener bener sangat mengecewakan BL.

  • 12 April 2020 - (05:13 WIB)
    Permalink

    Ini salah satu alasan saya meninggalkan Bukalapak dan beralih ke Tokopedia. Dulu pelayanan Bukalapak sangat prima, barang bagus, responsive terhadap konsumen dan aman. Makin kesini banyak seller fiktif dan kualitas barang yang buruk.
    Saya pernah mengalami kejadian kurang mengenakkan. Saat itu saya berniat membeli laptop. Pembayaran selesai namun sampai besoknya barang belum dikirim juga. Tiba-tiba ada yang menelpon mengatasnamakan petugas bea cukai. Saya dituduh sebagai penadah karena berbelanja di lapak tersebut dan barangnya tertahan di bea cukai. Jika ingin barangnya keluar, saya harus menyerahkan uang diatas harga laptop tersebut.
    Beruntung saya dapat tenang melayani ancamannya, saya sadar ini penipuan. Saya bilang kalau saya punya saudara di bea cukai. Saya tanya nama si penelpon dan posisi dia di bea cukai. Tapi dia bersikukuh tidak ngasih tau identitasnya. Akhirnya dia tutup telponnya.
    Kemudian saya mengajukan komplain ke Bukalapak dan ditanggapi sehingga dana bisa kembali lagi.

 Apa Komentar Anda mengenai Bukalapak?

Ada 9 komentar sampai saat ini..

Dibohongi Berkali-kali oleh Bukalapak

oleh Eko dibaca dalam: 1 min
9