Kategori: Tanggapan

Tanggapan PT AXA Mandiri Financial Services (“AXA Mandiri”) atas Surat Ibu Yovi Marice

Dengan hormat,

Sehubungan dengan dimuatnya Surat Pembaca yang disampaikan oleh Ibu Yovi Marice pada tanggal 11 April 2020, berjudul “Saya Merasa Dibodohi Financial Advisor dengan Dana “Tabungan Investasi” AXA Mandiri selama 7 tahun”, perkenankan kami untuk memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Ibu Yovi Marice. Dapat kami sampaikan bahwa AXA Mandiri telah menghubungi Ibu Yovi Marice pada tanggal 13 April 2020 guna meminta penjelasan atas aspirasi yang disampaikan. Saat ini, kami tengah menindaklanjuti aspirasi tersebut dan akan menyampaikan solusi penyelesaiannya kepada Ibu Yovi Marice.

AXA Mandiri merupakan perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Produk asuransi jiwa unit link yang kami pasarkan memberikan manfaat perlindungan jiwa dan manfaat investasi yang hasil pengembangan dananya bersifat fluktuatif, tergantung dari jenis investasi yang dipilih dan tidak dijamin.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan, terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Hormat kami,

Luile Sawitri
Head of Corporate Communications & Event Management
PT AXA Mandiri Financial Services
AXA Tower lt.10 Jl Prof Dr Satrio Kav. 18 Kuningan City, Jakarta 12940, Indonesia
luile.sawitri@axa-mandiri.co.id
Tel: +62 21 3005 8888 Fax: +62 21 3005 8500

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat Pembaca Terkait Tanggapan Ini

Saya Merasa Dibodohi Financial Advisor dengan Dana “Tabungan Investasi“ AXA Mandiri selama 7 Tahun

Saya bernama Yovi Marice pemilik buku AXA Mandiri dengan No 513-931 **** sejak bulan Mei tahun 2013. Tanggal 8 April...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Terimakasih saudara/i yovi telah memberikan pelajaran berharga berdasarkan pengalaman nyata.
    Anda yg sudah selesai membayarkan premi saja dana hanya kembali kurang dari sepertiga total dana yg sudah anda setorkan.
    Apalagi yg tutup premi di tengah jalan?
    Di tengah pandemi, di saat sedang butuh2nya dana malah hal seperti ini yg dialami.
    Semoga jajaran axa mandiri terketuk dan terpanggil untuk mengembalikan dana saudara. Aamiin.

    Tapi satu hal yg perlu saya sampaikan, di dalam tubuh axa ataupun mandiri, masih ada orang2 yg transparan dalam memberikan informasi yg sejelas2nya.
    Contohnya terjadi pada diri saya sendiri.
    Setelah mencari info dan meminta saran, justru saya disarankan untuk tutup polis secepatnya, tidak perlu nunggu akhir pembayaran premi. Karena tidak ada jaminan premi kembali 100%. Jangankan memgharap keuntungan, kembali 50% dana saja merupakan hal yg langka. Berdasarkan info tersebut, maka saya tutup polis saya secepatnya, walaupun harus rugi/dana tak kembali belasan juta.

    Bila ingin berinvestasi, lebih baik jangan pakai yg ada klausul ASURANSI. karena itulah sumber masalahnya.
    Bila tak ingin berinvestasi, maka simpanlah uang di bank saja, atau dibawah bantal, setidaknya dana anda minimal akan utuh.
    hehehe

    Terimakasih untuk beberapa rekan di axa dan mandiri yg masih punya hati untuk memberikan informasi yg benar kepada saya kala itu. Semoga tetap sehat dan salam lindungan Allah. Aamiin

  • Saya juga mengalami hal yang sama, kala itu saya pertama kali mengurus atm saya yang tertelan mesin atm, saya mengurus ke atm terdekat dan diarahkan ke meja CS dan saya menolak tawaran lain. Hari berikutnya saya ditelpon CS dan menanyakan data diri saya dengan alasan melengkapi data untuk pengurusan atm yang tertelan. Saat itu juga saldo saya otomatis terpotong dan berbagai alasan yang katanya untuk tabungan masa depan dan bisa dicairkan kapan aja kebetulan saya bekerja sambil kuliah. saya meminta untuk tidak bergabung tapi CS nya bilang tidak bisa harus tetap lanjut . selama 2 th setiap bulan gaji saya dipotong dan ketika saya tidak bekerja lagi saya membutuhkan uang untuk membayar kuliah. saya pergi ke kantor terdekat yang mendaftarkan saya, mereka bilang tidak bisa di cairkan harus berjalan minimal 5th dan saya pergi ke pusat bisa ditutup akunnya akan tetapi yang cair hanya 50%. saya sangat sedih atas pelayanan mandiri ini, di masa pandemi ini orang2 sangat membutuhkan uang termasuk saya orang yang merantau kuliah sambil bekerja.

    saya juga merasa miris dengan hal ini, sangat menyedihkan