MyPertamina Niat Kasih Cashback 30% Pembelian BBM Gak Sih?

Saya melakukan transaksi pembelian BBM senilai 100.000 untuk mendapat cashback 30% dengan maksimal 30.000. Promo ini berlaku untuk 2.000 orang pertama yang bertransaksi di hari itu. Saya melakukan transaksi pada 20 Maret 2020, pk. 00.03.12 (belum sampai 5 menit lewat dari tengah malam!).

Setelah menunggu 7×24 jam, cashback saya masih belum masuk juga. Segera saya melakukan komplain lewat email ke pcc135@pertamina.com dan dijawab: anda tidak termasuk dalam 2.000 orang pertama.

Setelah itu saya cari data pembanding dan mendapat bukti transaksi yang dilakukan pada 00.04.09 dengan nominal sama, masih mendapat cashback. Segera saya komplain lagi dengan menunjukkan bukti transaksi. Saya pun melampirkan data-data yang diminta.

Pada 28 Maret 2020, saya mendapat ID laporan 200300056928. Setelah itu, saya pun secara berkala menanyakan kemajuan penanganannya lewat email CS dan selalu disuruh tunggu (1 April & 8 April). Pada 9 April, saya pun kembali mengirim email untuk memberi batas pada 20 April 2020, pk. 14.00 sebelum melanjutkan ke surat pembaca ini.

Hingga saat surat ini ditulis pun, belum ada tanggapan sejak email saya 19 April 2020. Saya mempertanyakan keseriusan MyPertamina dengan cashback 30%-nya. Data saya sudah lengkap, harusnya saya jelas mendapat cashback. Namun apabila MyPertamina kesulitan membayar cashback saya, atau tidak mampu menyelesaikan keluhan saya, saya bersedia merelakannya dengan syarat:

  1. Pihak MyPertamina menyampaikan permohonan maaf dan permohonan penghentian laporan keluhan dari saya, yang disampaikan secara terbuka di surat pembaca ini.
  2. Pihak MyPertamina menjelaskan perihal ketidakmampuan atau kesulitan apa yang menyebabkan cashback saya tidak kunjung diberikan.
  3. Pihak MyPertamina tidak menyalahkan saya atas kegagalan pemberian cashback karena alasan apa pun, dan sportif mengakui kelemahannya sendiri.

Dengan ketiga syarat itu, saya bersedia menyetujuinya secara terbuka juga lewat forum ini.

Franky Boentolo
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Memang betul sepertinya, saya ojol dari Medan sdh berapa kali ke spbu banyak alasan bahwa jaringan aplikasi linkaja lagi gangguan, jika mau beli pun harus 50rb minimal pembelian, bagaimana saya membeli 50rb padahal promo utk ojol cuma maksimal pembelian 15 rb saja jadi kalau di atas 15rb nntinya ya tidak dapat promo lah, apalagi tangki minyak s.motor saya tidak cukup utk pembelian 50rb. Kadang di spbu yg ada aplikasi linkaja kebanyakan gangguan jaringan dan operator kadang mengatakan tidak ada linkaja dsini, padahal jelas2 di cari di google spbu yg kerjasama dngn aplikasi linkaja memang ada. Tolonglah Pak AHOK di telusuri SPBU yg tidak mau melayani pakai aplikasi my pertamina atau linkaja diberikan pencerahan karena promo 50% yg Bapak AHOK umumkan utk ojol sangat membantu kami para Ojol.

  • Pak Josen, saran saya seandainya lain kali bisa transaksi: Minta membayar dulu hingga berhasil, baru bensinnya dituang/diisi ke tangki. Saya juga pernah mengalami seperti bapak, sudah sengaja datang on-time dan isi bensin, tapi Linkaja down. Saya tunggu 30 menit pun tetap belum online, dan akhirnya saya bayar pakai metode lain. Setelah itu saya datang bayar dulu, baru isi. Yang penting kendaraannya ditaruh/dikunci dengan aman waktu kita membayar. Semoga pak Josen bisa ketemu unit SPBU lain yang bagus pelayanannya.

  • Saya mengalami hal yang sama, transaksi tanggal 29 Juni, 13 Juli dan 27 Juli, riwayat transaksi tidak tercatat di My Pertamina, cashback dan poin tidak masuk. Tetapi riwayat transaksi di Link Aja tercatat. Sudah komplain ke 135 dan email berkali2, jawaban diminta terus menunggu sedang dalam progress dan dibantu percepat respon akan tetapi tidak pernah ada hasilnya. Jadi kalo tanggapannya adalah diminta call 135, sudah sangat sering dilakukan dan tidak pernah ada solusi.

    • Wah, saya pikir hanya saya yang kena, ternyata tidak. Memang itu yang saya alami juga. Di riwayat/histori transaksi, datanya dihapus. Kita harus segera ambil screenshot setelah transaksi, karena kalau kelamaan dan dihapus, kita susah membuktikan. Saya juga alami lagi di kisaran tanggal yang bapak sebutkan itu. Saya sudah komplain (kali ini lewat LinkAja) dan tidak ada tanggapan.

      Saran saya (jika bapak ada di wilayah Jabodetabekkar, Bandung, Cirebon, Surabaya, Malang, Jombang, Tuban), pindah saja ke SPBU swasta. Di sana juga ada cashback 20% dari kerjasama bank swasta. Kualitas BBMnya juga lebih baik, dan cashbacknya juga langsung masuk (tidak usah tunggu maks 7x24 jam seperti MyPertamina). Saya merasa Pertamina ini sombong dan tidak melayani konsumen dengan baik. Harusnya promo itu jangan hanya ditulis cashback 30% saja, tapi tambahkan dengan "Kemungkinan berhasil juga hanya 30% lho, jika tidak dapat...no complain!".

      Lalu yang lalu, cashback saya juga sempat tidak masuk dari promo LinkAja. Saya komplain meski lama tanggapannya, akhirnya tersolusikan. Jadi saya kira untuk masalah bapak, sumber masalahnya itu di Pertaminanya. LinkAja hanya media bayar, sedangkan cashback sumbernya dari MyPertamina. Bila di LinkAja masih ada histori transaksi dan di MyPertamina hilang, itu membuktikan bahwa Pertaminalah yang tidak profesional.

      Untuk pertamina: saya jadi curiga ada oknum internal yang mempermainkan cashback ini. Mereka bisa menghapus riwayat transaksi pelanggan.