Kekecewaan terhadap Kinerja Indihome soal Refund yang Berlarut-larut

Kepada Yth Pimpinan PT TELKOM (Indihome)

Awal muasal adalah keinginan saya untuk pasang baru berlangganan indihome, tertanggal 10 April 2020 referensi dari marketing indihome. Tanggal 12 April 2020 saya melakukan transfer deposit sejumlah Rp 280.000. Tapi tgl 13 April 2020 pihak dari mekanik memberi tahu bahwa pemasangan tidak dapat dilaksanakan alasan terlalu jauh dari server tiang terdekat. Saya menerima putusan itu.

Seminggu berselang 23 April saya mengajukan refund di Plasa Telkom Cibadak, diterima oleh Ibu Susi dengan meminta data-data yang diperlukan, dan memberi jawaban tunggu 14 hari kerja dari semenjak pengajuan, dan akan ditrasnfer balik ke rekening saya.

Tunggu punya tunggu sampai hari ini tgl 27 Mei 2020 masih belum juga menerima refund deposit tersebut. Bukan saya tidak berusaha, saya sudah coba menghubungi plasa terdekat dan 147 jawabannya tetap itu itu juga, katanya saya akan teruskan ke pimpinan kita ujar operator 147.

Yang saya tanyakan kenapa sampai bisa terjadi begini, saya sudah mengikuti prosedur menunggu 14 hari kerja, jawabannya nihil.

Mohon kepada pihak TELKOM indihome, coba responsif, peka terhadap keluhan konsumen, jangan hanya tagihan saja krang kring minta cepat dibayar, tapi kalau masalah keluhan begini cuek cuek saja. Terakhir saya hanya minta hak saya yaitu uang saya kembali lagi.

Iyus Setiawan
Kp Bojong Jagal, Kel/Kec Cibadak
Sukabumi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:3    Rata-Rata: 4.3/5]
Tanggapan PT Telkom Regional III atas Surat Bapak Iyus Setiawan

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com, Terima kasih kepada mediakonsumen.com yang telah menayangkan surat keluhan pembaca Bapak Iyus Setiawan pada tanggal 28...
Baca Selengkapnya

Loading...

4 komentar untuk “Kekecewaan terhadap Kinerja Indihome soal Refund yang Berlarut-larut

  • 28 Mei 2020 - (11:19 WIB)
    Permalink

    Memang ya seperti ini mayoritas (semua?) korporasi di sini, uang masuk harus on-time, lengkap dengan segala sangsi & denda. Bahkan deadline-nya pun mantap (baca: singkat): 3 jam, 24 jam.
    Begitu uang keluar, langsung beda bagai langit & bumi. Tenggat waktu sangat longgar: berhari-hari kerja. Bahkan bisa diperpanjang sepihak (saya sendiri pernah mengalami, sama, berhubungan dengan BUMN juga).

    Tidak bakalan ada perubahan selama peraturan/hukum/undang2 belum ada yang sungguh-sungguh mengutamakan konsumen/rakyat biasa. Terbukti: badan usaha negara saja begini “SOP” nya. & bahkan kadang2 badan usaha swasta malahan lebih bagus pelayanan terhadap konsumen nya.

    Btw, emang di daerahnya belum ada kompetitor lain ya untuk akses internet?
    Karena mending ikut yang lain saja. Proses jauh lebih mudah, gak perlu deposit2an, harga relatif lebih murah, kalau ada permasalahan kontak CS mudah cukup via medsos, & yang paling utama: 1 X PUN TIDAK PERLU KE KANTORNYA untuk urus2 masalah apa pun.
    Saya sudah langganan 5 tahun, kantornya di mana pun saya tidak tahu wkwkwk.
    Karena segala keperluan tinggal kontak secara online/by phone.
    Bahkan mau berhenti pun tinggal kontak secara online. Bandingkan dengan BUMN tersebut di atas…

      • 28 Mei 2020 - (16:14 WIB)
        Permalink

        Sy pernah pakai fm, mnc, dan biznet semua laporan, mau dr daftar, komplain sama mau berhenti langganan ga pernah keluar rumah, cukup telp, tweet atau mention di sosmed mereka.

        Bahkan klo mau berhenti langganan, semua tawaran promo, diskon bakal dijadikan rayuan agar tdk jadi berhenti langganan.

        Emang sih tdk ada yg sempurna, apes2an juga ,tapi setidaknya kita ga bakalan apes sblm/ ga jadi pelanggan.

        Ini telkom blm resmi jd pelanggan sdh minta uang , yg lain klo koneksi sdh jalan bru dimintakan uang. Di telkom mau komplain urusan cepat kelar sama berhenti hrs ke plasa, jaman sdh online, masi tradisional cara kerjanya.

 Apa Komentar Anda?

Ada 4 komentar sampai saat ini..

Kekecewaan terhadap Kinerja Indihome soal Refund yang Berlarut-larut

oleh Iyus Setiawan dibaca dalam: 1 min
4