Driver Ojol Kusayang, Driver Ojol Kubenci

Saya bisnis online kecil-kecilan dari rumah lewat beberapa marketplace. Kurir pengiriman dengan same day dan instant selalu membuat saya khawatir. Tidak bisa memberi rating (dari seller ataupun buyer) mungkin menjadi alasan beberapa driver berlaku seenaknya. Di sini saya tegaskan ‘beberapa‘ jadi tidak semua. Gojek dan Grab ya.

Ada yang sangat baik, sopan atau ramah, sehingga membuat saya kasihan melihatnya dan menaruh hormat tinggi untuknya. Tak jarang saya sebagai seller yang memberikan tip, dan begitu mereka pergi saya doakan dengan tulus agar mereka diberi kemudahan dalam rezeki dan kesehatan.

Tapi baru setahun saya memulai bisnis ini sudah ada juga (bahkan banyak) yang kurang mengenakkan. Misalnya perkataannya, perlakuannya terhadap barang dagangan saya, gerutu-gerutu kecil, wajah masam walau saya tidak lelah tersenyum menyambut kedatangannya :).

Tidak sekali dua kali produk saya rusak di jalan dan akhirnya saya yang merugi karena pembeli mengajukan refund atau retur, padahal sudah dipacking sedemikian rupa agar aman dibawa di jalan dan tidak membahayakan driver; dan sudah dipesan “Tolong hati-hati ya pak”, tapi beliau tidak menjawab hanya melihat saya dengan wajah ketusnya.

Ada juga yang begitu sampai marah-marah karena susah cari alamat saya, ada lagi yang menggerutu karena ia tanya alamat pengiriman saya bilang “Sesuai aplikasi pak”, ia jawab “Masa gak tau sih mau kirim ke mana?”. Saya masih sabar dan saya bacakan alamat buyer yang notabenenya alamat buyer di saya sama persis dengan alamat di aplikasi dia, dan saya jelaskan saya tidak mengenal pembeli karena lewat aplikasi online. Akhirnya ia pergi begitu saya dengan menggerutu.

Ada juga yang menyuruh saya mengantar paket ke depan gang karena ia tidak mau masuk ke dalam gang (rumah saya dalam gang). Saya wanita dan memiliki bayi dan balita, di rumah hanya kami bertiga. Otomatis saya bawa si bayi, kakak di rumah menunggu walau menangis ingin ikut juga. Terbayangkah kamu pak? Saya bawa kardus besar dan gendong bayi? Apa yang ia lakukan ketika saya sampai? Lihat saya dari jauh, ia tetap duduk di motor yang mesinnya ia matikan. Ingin rasanya marah.

Sekali waktu pernah buyer saya chat “Kak tolong jangan kasih rating bagus drivernya”. Setelah saya jelaskan saya tidak bisa memberi rating juga, dia menceritakan bahwa driver tadi bentak-bentak ibunya (ibunya yang menerima paket) karena salah tulis nomor, padahal nomor telepon aktif dan saat itu menggunakan instant bukan same day. FYIย itu cluster, tidak banyak rumah di sana.

Tolong teramat sangat, saya benar-benar minta tolong izinkan saya sebagai seller atau pembeli bisa memberi rating. Kepada bapak-bapak Gojek dan Grab terhormat, saya ikut menyesal jika bapak merasa pekerjaan bapak berat dan hidup tidak adil, tapi di sini kita sama-sama cari rejeki. Tolong sama-sama menghargai, tolong jangan bertingkah seperti atasan saya, tolong jangan berucap seperti preman.

Kepada bapak-bapak Gojek dan Grab terhormat, terima kasih telah bekerja dengan bersungguh-sungguh; Insya Allah rezeki tak akan pernah putus untukmu pak.

Cindy Andissa
Tangerang

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai kritik dan saran ini:
[Total:22    Rata-Rata: 4/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

8 komentar untuk “Driver Ojol Kusayang, Driver Ojol Kubenci

  • 4 Juni 2020 - (07:04 WIB)
    Permalink

    Saya juga driver mb…….!! Menurut saya permasalahan seperti ini memang banyak terjadi. Saya pribadi pun sesekali pernah juga melakukan hal demikian, namun ya saya tetap profesional. Saya selalu menjaga barang dengan hati-hati agar sampai ke penerima dalam kondisi yang utuh (tidak rusak). Kalau menurut saya ini memang suatu persoalan dilematis dan kompleks dimana ada unsur saling membutuhkan. Memang driver menginginkan pekerjaannya dipermudah seperti memperbaiki kesalahan titik seller, ada note yang mengarah ke tempat pengambilan, nomor hp pengirim selalu aktif, jenis barang yang dikirim tidak melebihi ketentuan dll.

    Saya memahami kekecewaan mb. Apalagi sikecil yang belum bisa ditinggal dan kakaknya merengek mau minta ikut juga ketika driver tidak mau masuk ke gang. Sebagai driver, saya prihatin namun juga memberi apresiasi setinggi-tingginya ke mb karena turut membantu perekonomian keluarga.

    Saran saya gini mb.
    1. Beri tambahan note di alamat penjemputan. Misal Jl. A Raya Gg. Buntu No. 17 Rt. 3/1 Jaksel ( pak tolong masuk gang, saya punya bayi yang tidak bisa di tinggal).
    2. Buat petunjuk arah dari Depan Gang. Misal triplek yang ditulisi kata kata, spt Toko Subur dll.
    3. Buat banner di dpn rumah. Supaya driver gak bingung.
    4. Pasang bel dipintu yang mudah dilihat.
    5. Jika memang barang terlalu besar ngomong ke driver dg kata kata yang manis. Misal: Terimakasih ya pak, sudah merepotkan.
    6. Tips : Jika sekiranya sudah berkali kali driver menolak/cancel, sebaiknya beri sedikit tips tambahan kepada driver selanjutnya supaya driver semangat. Tidak harus besar yah sekira bisa untuk ngopi.

    Itu hanya berdasar pengalaman saya dilapangan mb. Jadi namanya manusia mana ada yang sempurna. Saya rasa jika saling mengerti hasil akhirnya juga akan baik. Misal: Ada driver yang memang sudah punya masalah dirumahnya. Trus dapat order yang susah pula. Susah ngambilnya, susah menghubungi sellernya, susah masuk gangnya dll. Apalagi kalau kendaraan tidak bisa masuk ke gang. Mau di tinggal takut hilang, mau masuk kedalam ga bisa, pasti nih driver spaneng mb. Ketika dijalanpun jika bertemu org yg tidak dikenal selalu menggerutu karena memang dari awal sudah ada masalah.

    Saran saya sih, mb tidak usah terlalu extrim ingin memberi rating buruk ke driver, karena nanti kesehatan mb juga yang terganggu, bikin enjoy aja. Jangan pernah punya pikiran ingin menjatuhkan driver atau siapapun karena dia berbuat yg kurang menyenangkan. Cari cara agar bagaimana semua berjalan lancar. Dengan menjatuhkan driver dengan ratingpun bukan suatu hal yang bijak juga meski itu sah sah saja. Sebab kita semua memiliki kebutuhan membiayai keluarga. Jika sumber penghasilan kita terhambat, akan banyak yang terkena imbas.

    Hanya itu sepertinya mba. Hayuk semangat. Mohon maaf jika kurang berkenan. Saya dengan rendah hati memohon maaf atas semua. Wassalam.

    • 4 Juni 2020 - (23:07 WIB)
      Permalink

      Bagus sekali tanggapan nya saya suka benar sekali di depan Rumah usaha jika sering menggunakan jasa kurir tulis aja yg jelas banner umpamanya Toko Kue jadi ojol mudah mencari nya berilah tip sebagai pengganti kalau dia ngebel cari alamat jadi sama sama mendapatkan barokah

    • 6 Juni 2020 - (17:23 WIB)
      Permalink

      terimakasih sdh menyempatkan membaca pak Sutikno ๐Ÿ™๐Ÿพ
      No.1 sudah saya lakukan sejak awal
      No.2 & 3 masukanya berarti bgt buat sy pak, insya Allah secepatnya saya buat.
      No.4 saya selalu depan rumah (dan rmh sy kecil) jadi saya rasa tdk begitu perlu bel. karna saya pasti tau kalo ada yang datang
      No.5 Alhamdulillah selalu pak ๐Ÿ™‚ walau kadang tidak dihiraukan. tapi banyak juga yang malah jadinya balik ga enak krn saya minta maaf. ohiya sebesar-besarnya barang saya hanya sebesar kardus indomie untuk yg sameday. jika lebih besar saya selalu tolak orderan (walau resikonya rating saya yg buruk) saya mengarahkan pembeli ke instant courrier, tentunya tetap dgn perhitungan volume besar barang.
      No.6 selama ini kalo yg cancel ga banyak pak Alhamdulillah, karna katanya sekali cancel bisa susah lagi dpt order. tapi akhirnya ya begitu pak hihi, jadi kesel sendiri bapaknya bawa barang.

      mohon maaf mungkin sbg driver bpk ada yg tersinggung dgn ST saya ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™๐Ÿพ, tp sy bnr2 ga bermaksud untuk menjatuhkan driver. Disini saya berfikir tentang Timbal Balik, atau tanam dan tuai.
      Saya berfikir mungkin dengan adanya hak untuk memberi rating seperti order lewat aplikasi, driver2 yang sedang badmood mungkin bisa bersikap lebih profesional dlm bekerja.
      Begitu pula untuk driver yg sdh bekerja sungguh-sungguh dan melayani dgn baik tapi tdk bs diberi rating bagus.
      walau mungkin memang sifatnya yang baik dan terbiasa sopan jadi mereka tdk perduli tip atau rating untuk bersikap seperti itu ๐Ÿ™‚

      terimakasih masukanya ya pak, sehat terus untuk bpk & keluarga.

  • 4 Juni 2020 - (13:44 WIB)
    Permalink

    Saya sungguh respek sama mbak nya ini. Sayang kira2 gak jualan gadget yah… kalau jualan mungkin saya mau beli buat mendukung bisnisnya wkwkwk.

    Saya mau urun pendapat terkait dengan SP maupun komen driver di atas saya:
    1. Kalau memang posisi gang rumah agak sempit, bagus juga usulan supaya kasih note ketika order, biar driver sudah siap mental.

    2. Saya setuju juga supaya app memfasilitasi untuk kasih rating maupun komen. Karena apa bedanya angkut orang & angkut barang titipan orang? Sama aja bukan. Nah kalau angkut orang bisa kasih rating, kenapa yang sebaliknya tidak?

    3. Saya tidak setuju kalau rating dibilang “untuk menjatuhkan siapa pun.” Saya user & bukan driver, tapi pernah ada driver yang nunjukin saya bahwa di app versi driver mereka juga kasih rating buat penumpang. Nah berarti sama sama kan? Penumpang harus bersikap sopan & memanusiakan driver, begitu pula driver kepada penumpang.
    Itulah gunanya rating. Sama aja dengan di marketplace buyer diminta rating ke seller.
    Perkara ada oknum2 yang menyalah-gunakan hal tersebut (misalnya: gak peduli apa pun, selalu kasih bintang 1), yah itu namanya oknum.
    Dalam hemat saya sih rating itu untuk evaluasi (asal dilaksanakan/diberikan dengan benar sesuai kenyataan yang terjadi). Kalau sudah bintang 5, ya silakan dipertahankan prestasi yang sudah bagus. Kalau masih belum 5, bukannya itu masukan supaya meningkatkan kualitas pelayanannya? Di mana2 juga begitu. Bahkan masih mendingan ini cuma sekedar gambar/tulisan bintang, kalau kerja di perusahaan bukan cuma sekedar dikurangi bintang, bisa2 malah dikasih SP ataupun dipecat. Dunia nyata yah memang begini.

    4. Kita kerja di mana pun & di bidang apa pun & di perusahaan apa pun, bad mood ataupun bad luck ataupun bad family tidak pernah sekalipun diterima jadi alasan kita berbuat tidak pantas, tidak sopan, tidak sesuai SOP, tidak memanusiakan orang lain/customer.
    Bahkan sebaliknya, justru kalau kita ingat & sadar bahwa “kita memiliki kebutuhan membiayai keluarga,” justru semakin kita ingat bahwa kita mesti kerja yang bener.

    5. Setiap pekerjaan ada “konsekuensi” nya sesuai dengan definisi dari pekerjaan tersebut. Contoh: sopir ya mesti nyupirin bos ke mana2. Selain itu, dia bisa “santai” dalam arti misalnya: gak perlu stres mikirin indeks saham naik turun macam pialang saham, gak perlu kuatir kalau jembatan/gedung yang dibangun ambruk seperti insinyur/pemborong, gak perlu kuatir dikomplen ataupun dicerewetin buyer seperti seller.
    Nah demikian juga yang sudah mau kerja jadi ojol. Itu ada job description-nya, baik angkut orang, angkut barang, belanja di pasar dll.
    Kalau merasa gak cocok dengan apa yang dikerjakan, mungkin bisa nyoba jadi pialang saham aja, itu gak perlu mondar mandir di jalan, tinggal duduk di depan komputer & telepon, bahkan biasanya kantornya pake AC.

    • 6 Juni 2020 - (17:47 WIB)
      Permalink

      terimakasih sudah menyempatkan membaca pak samuel ๐Ÿ™๐Ÿพ
      saya suka sekali tulisan bapak di poin ke 3.
      Saya juga tdk selalu dpt bintang 5 walau kadang komentar buyer puas, barang bagus, packing rapi, seller ramah tapi bintang 3.
      Bagi saya dan mungkin beberapa driver ojol rating itu sangat berarti. Karna bahan evaluasi untuk produk dan bahkan diri kita sendiri. Jika tdk ada rating & lagi badmood mungkin bisa saja sy malas2an packing sehingga produk cacat ketika diterima atau bls chat judes, toh yang penting sudah dibayar & ga dikasih tip juga kan bls chat ramah ๐Ÿ˜‚
      Saya bukan tipe orang yang ingin dihormati, saya mengerti jika ada sebagian org yang memang pembawaanya kaku, tdk bs senyum dan beramah tamah atau basa basi, tapi tidak dengan menggerutu dan menyesali yang dilakukanya dengan seakan2 saya yang membuat hidupnya susah ๐Ÿ˜ญ karna jujur ini yg sy rasakan setiap bertemu driver ojol yang saya maksud di ST sy.
      Sekali lagi terimakasih pak samuel, semoga sehat selalu untuk bpk dan kekuarga

      • 6 Juni 2020 - (18:01 WIB)
        Permalink

        Hahaha, betul sekali itu mbak!
        “Ada rating” juga bisa jadi pengingat/warning supaya kita kerja semaksimal mungkin & gak semau sendiri. Bahkan sudah ada sistem rating masih saja ada orang yang egp gak peduli, apalagi kalau sama sekali tidak ada rating…

        Btw, sebetulnya sistem rating bintang 1 s.d. 5 ini memang masih belum sempurna. Terkait dengan rating bintang 3, *bisa jadi* jalan pikiran si pemberi rating seperti ini: bintang 3 itu “bagus,” nah bintang 4 itu “bagus sekali” (misalnya, minta bonus dikasih), sedangkan bintang 5 itu “menakjubkan” (misalnya, seller salah kirim barang, eh gak minta diretur tapi barang pengganti langsung dikirim gratis).
        Jadi memang “seller bagus tapi kondisi normal” maksimal cuma bintang 3. Memang hal jalan pikiran seperti ini kurang cocok kalau dilihat dari sudut pandang “selalu cari bintang 5.” Tapi dari sudut pandang lain, lah kalau sudah biasa kasih bintang 4 atau 5, terus kalau ada yang *lebih bagus* (misalnya sangat sopan, bahkan hujan deras pun tetap melayani dengan baik) kan jadi gak bisa ngasih bintang 6 hehehe.

        Tapi memang kalau di ojol bisa disiasati dengan ngasih tip lebih…

  • 4 Juni 2020 - (20:39 WIB)
    Permalink

    ijin baca2 ya mbak penulis, adem rasanya baca tulisan yang isinya keluhan dan kekecewaan tetapi tetap ditulis dengan tenang dan santun. Semoga harapannya segera didengar oleh pihak yang terkait.

    dan salut juga untuk Bapak Sutikno atas cerita dan saran2nya yang mudah2an dapat menjadi jembatan bagi pihak konsumen dan driver agar saling memahami.
    walaupun terkait dengan rating, saya sependapat dengan bapak Samuel, bahwa tidak ada dalam pikiran kami bahwa rating itu untuk menjatuhkan driver. sekedar saran perbaikan untuk driver. itu saja.

    • 6 Juni 2020 - (18:20 WIB)
      Permalink

      terimakasih sudah menyempatkan membaca pak tanpo๐Ÿ™๐Ÿพ
      Jujur saya sendiri agak2 takut buat surat terbuka seperti ini. Saya takut pembaca salah mengartikan bahwa semua driver ojol paket dr market place bersikap seperti ini, Padahal tidak semua seperti ini. Kasihan bapak ojol yang sdh bekerja sungguh-sungguh jika ada pembaca yang mengartikan seperti itu.
      Mungkin balik lagi ke mood driver atau ke pribadinya ya pak ๐Ÿ˜…
      ada yang memang terbiasa ramah dlm berucap atau bersikap, dan terbiasa menghargai sesama manusia.
      sehat terus untuk bpk dan keluarga,Terimakasih sdh mampir.
      semoga pihak tokopedia, shopee, gojek dan grab membaca

 Apa Komentar Anda mengenai kritik dan saran ini?

Ada 8 komentar sampai saat ini..

Driver Ojol Kusayang, Driver Ojol Kubenci

oleh cindy_andissa dibaca dalam: 2 min
8