Lambatnya Respon Akulaku dalam Penanganan Penyalahgunaan Data Pribadi

Saya sangat menyesalkan penanganan kasus penyalahgunaan data pribadi yang saya alami di Akulaku, padahal saya sama sekali tidak pernah registrasi atau membuka akun Akulaku. Penanganannya sangat lambat, tidak responsif, dan tidak informatif dalam menyampaikan kemajuan progress. Berikut akan saya paparkan kronologis lengkapnya dengan harapan Akulaku memberi repon dan kabar kemajuan dalam penanganan kasus saya.

Pada hari Senin (18/5), ada penagih (kemungkinan debt collector) datang ke rumah di Surabaya (alamat tercantum di KTP), bertemu dengan Ibu saya. Mengaku dari Akulaku (pinjaman online) dan mencari saya, bilang ke Ibu saya bahwa anak Ibu melakukan pinjaman online. Mereka telepon-telepon tidak bisa. Jelas yang mereka telepon bukan nomor saya. Ibu saya ditunjukkan foto berupa KTP saya, namun gambar fotonya bukan saya, juga foto selfie juga bukan foto saya. Ibu saya menyuruh penagih pulang dengan cara menunjukkan foto asli saya. Ibu saya langsung melapor ke saya.

Pada hari itu juga (18/5) saya membuat pelaporan ke Akulaku melalui 1500920 dan diterima oleh CS-nya. Informasi dari CS, saya terdaftar sebagai pengguna. Padahal saya sama sekali tidak pernah menggunakan jasa pinjaman online, termasuk Akulaku. Keesokan harinya (19/5) CS Akulaku menyampaikan melalui email bahwa proses blokir Limit Permanent belum bisa diproses karena saya masih ada tagihan (lalu buat apa saya kemarin menjelaskan panjang lebar kalau saya korban yang ditipu dan datanya digunakan untuk pinjaman online).

Lusa atau hari Rabu (20/5) saya menghubungi CS Akulaku kembali dan CS mengatakan bahwa saya tetap harus membayar tagihan saya. Hari Kamis (21/5) saya mendapat 4 informasi baru dari CS Akulaku.

Pertama, Email yang digunakan oleh penipu yang memalsukan data saya leohardana5454@gmail.com, ditemukan bahwa email ini tidak aktif dan jelas bukan email saya.

Kedua, nomor telepon yang digunakan oleh penipu yang memalsukan data saya: 083141254476, ditemukan bahwa nomor ini juga tidak aktif. Alamat penerima hp Xiaomi REDMI NOTE 2 PRIME yang dicicil adalah di Jawa Barat, Depok, Beji, Jl. Raya Margonda Raya KAV-88, Apartemen Mares 5 Depok Mall lt. 11 no 20. Juga Foto selfie sambil memegang KTP adalah bukan foto saya. Saya sudah minta agar pihak Akulaku mengirimkan foto swafoto/selfie yang mereka miliki ke email saya tapi mereka menolak. Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak pernah kehilangan KTP.

Hari Sabtu dini hari (23/5) saya post di sosial media twitter dengan harapan ada respon, namun sampai sekarang belum ada respon dari pihak Akulaku. Hari Senin (25/5) sudah kali kelima saya menghubungi CS 1500920 dalam seminggu terakhir, CS tidak bisa memberikan solusi lain selain saya harus membayar tagihan yang bukan saya lakukan.

Feedback ID pelaporan atau nomor feedback di email sama sekali tidak valid ketika saya konfirmasi di CS, keterangan CS itu bukan komplain saya. Saya diminta untuk menginstall aplikasi dan menggunakan akun saya. Saya kan tidak punya akun akulaku dan akun yang digunakan tersebut adalah akun manipulatif yang dikelola oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Pada tanggal 27 Mei 2020, saya akhirnya mengirimkan email ke Akulaku di cs.id@akulaku.com dengan harapan respon lebih cepat dan tepat. Dalam email saya mengirim 3 lampiran file yang berisi 1) laporan penyalahgunaan data pribadi Akulaku, 2) kronologi penyalahgunaan data pribadi, dan 3) Foto KTP saya untuk pencocokan data.

Dalam laporan tersebut, ada 6 output yang saya harapkan, yakni:

  1. Penghapusan tagihan oleh akulaku karena saya tidak akan membayar transaksi yang tidak saya lakukan.
  2. Penghapusan akun yang mengatasnamakan identitas saya karena itu bukan akun saya.
  3. Instruksikan debt collector untuk berhenti menagih yang bukan tagihan saya.
  4. Pemutihan nama saya di SLIK OJK dan BI (BI Checking) karena itu bukan transaksi dan akun saya.
  5. Penyusunan kronologi transaksi dari pihak Akulaku, penyerahan data saya (KTP) yang dimanipulasi beserta swafoto/selfie terduga pelaku, dan bukti-bukti lain untuk saya teruskan ke penyidikan kepolisian untuk melakukan penindakan pada pelaku.
  6. Perkuat sistem verifikasi Akulaku. saya tidak ingin ada korban selanjutnya seperti saya.

Pada hari itu juga, saya mendapat hubungan telepon pada pkl. 13:45 oleh yang mengaku sebagai fraud investigator Akulaku dengan nomor +622130010996 a/n Bu Tiwi. Saya telah memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan oleh investigator. Investigator (Bu Tiwi) memberikan info bahwa penyeledikan dan penanganan masalah saya akan berlangsung selama maksimal pengerjaan 14 hari kerja, namun hingga saat saya menulis surat ini (30/6) tidak kunjung ada kabar. Artinya sudah 1 bulan lebih berlalu.

Bukti Email Aduan
Tidak ada respon dari Akulaku.

Saya sudah menanyakan melalui email pada tanggal 9 Juni dan 12 Juni, namun tidak juga ada respon. Sementara saya tahu pasti tagihan fiktif saya terus berjalan dan tidak lama lagi nama saya akan masuk di SLIK OJK dan BI Checking sebagai debitur/peminjam yang memiliki record buruk. Pihak Akulaku, mohon respon surat saya dan selesaikan kasus saya.

Saya akan eskalasi ke Asosiasi Fintech Indonesia dan OJK, atau mungkin juga advokasi ke lembaga hukum. Jika perlu ke beberapa media populer yang dapat membantu saya. Ini bukan ancaman, tapi saya ingin saya sebagai korban mendapat perhatian dari pihak Akulaku dan pihak Akulaku menunjukkan keseriusan menyelesaikan aduan kasus saya. Jika Anda (pihak Akulaku) ada di posisi saya, maka saya yakin Anda akan melakukan hal yang sama.

Dewa Hardana
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Akulaku:
[Total:11    Rata-Rata: 2.1/5]
Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Bapak Dewa

Kepada Yth Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Dengan hormat, Terima kasih atas hubungan yang terjalin dengan baik antara Akulaku dan Mediakonsumen.com...
Baca Selengkapnya

Loading...

7 komentar untuk “Lambatnya Respon Akulaku dalam Penanganan Penyalahgunaan Data Pribadi

  • 2 Juli 2020 - (12:22 WIB)
    Permalink

    Klai menurut saya jika memang benar ibu tdk pernah mendaftar dan jika benar juga photo yg di daftarkan juga bukan ibu dan semua data memang bukan ibu, ini sudah kriminal.. Apapun alasannya ibu bisa laporkan saja.. Toh ibu (jika memang sudah ada bukti ya) di rugikan.. Dan kasihan orang tua ibu.. Saya pernah komplain juga.. Alhamdullillah tidak serumit kasus ibu, tapi memang saya setuju jika pelayanan di akulaku memang lambat dan harus menunggu 14 hari, dan soal tagihan juga menjadi tanggung jawab ibu akhirnya.. Jika ibu sudah ada alamat yg mendaftarkan akun ibu.. Kenapa gak di cross cek aja.. Tapi sekali lagi jika memang ibu sudah ada bukti dan memang benar tdk menggunakan.. Saya soalnya bisa merasakan apa yg ibu rasakan.. Walaupun kasus saya akhirnya akulaku merespon tapi itu di endingnya.. Itupun saya yg follow up ke mereka.. Semoga bisa menjadi pertimbangan, tp semua kembali ke ibu..

  • 2 Juli 2020 - (12:58 WIB)
    Permalink

    Kesempatan bagus buat nuntut akulaku.
    Tuntut saja kalau memang gak daftar akun itu.
    Fix pasti menang mas nya.

  • 3 Juli 2020 - (00:48 WIB)
    Permalink

    Lebih baik pinjaman online dihapuskan saja diindonesia.manfaat di awal saja.ketika jatuh tempo,tak jarang yang memaksakan untuk pinjam di tempat lain dan akhirnya banyak yang terjerat banyak aplikasi. Kesalahan di peminjam namun karna pinjol itu terlalu instan hanya butuh hp dan upload identitas serta iklannya tersebar di hampir semua aplikasi dan game smartphone,maka ketika calon peminjam membutuhkannya pasti akan coba-coba dan akhirnya semua aset terjual namun hutang tetap menumpuk.begitulah yang saya alami dan kebanyakan orang

  • 7 Juli 2020 - (18:24 WIB)
    Permalink

    Saya juga sama,pernah jadi korban akulaku..bolak balik didatangi penagih padahal saya g pernah punya akun akulaku,data ktp dan foto juga bukan saya.nomer hp dan bank untuk pencairan juga tidak pernah saya miliki.tapi tetap saja disuruh bayar.saya tidak mau karna waktu mereka saya tanya bisa jamin g BI cheking saya bersih setelah saya bayar&data saya yg sudah dimanipulatif diluaran sana tidak disalah gunakan lagi untuk pinjaman2an lainnya.mereka g berani jamin dan g ada ke jelasan lagi sampai sekarang.rugi disaya data sudah dimanipulatif&nama saya jadi buruk di BI checking,saya mau saja melapor untuk membersihkan nama saya di BI karna saya punya bukti swafoto dg ktp yg sudah dimanipulatif itu..tapi saya g bisa mengurusi karna harus datang ke kantornya dan pasti slowrespon juga,saya g ada waktu juga untuk datang bolak balik ngurus ini itu kekantor akulaku,jika memang ada pihak akulaku yg tau mohon direspon untuk bisa membersihkan nama saya di BI cheking saya tanpa harus saya disuruh kekantor.

  • 15 Juli 2020 - (06:23 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalami draud di akulaku, dari tanggal 12 Juni 2020 sampai sekarang 15 Juli 2020 juga belum ada penyelesaian. Memang samgat slow respon usaha mereka. Saya tidak pernah menggunakan jasa akun akulaku, tidak pernah melakukan transaksi apapun, tapi di minta dan di tagih oleh tagihan2 yang tidak pernah saya lakukan. Apalagi sudah terbukti, barang tidak pernah saya terima!!! Barang di kirim di kepulauan seribu Jakarta, padahal saya berada di Kudus. Penerimanya juga bukan saya, penerima juga menggunakan nama istilah. Tapi saya ttp di tuduh memiliki tagihan tersebut. Tolong akulaku, hapuskan transaksi bodong itu, hapuskan tagihan2 dan bunga2 yg kalian buat sendiri itu, bersihkan nama saya dari BI checking / SILK OJK!!!

  • 22 Juli 2020 - (18:07 WIB)
    Permalink

    Saya baru saja menyadari juga mengalami hal yang sama dengan Pak Dewa Hardana.
    Saya baru melapor per hari ini. Saya bisa pastikan itu bukan saya karena data ktp saya salah hanya NIK saja dan alamat yg sama namun kotanya beda. Saya sedang ada pengajuan KPR untuk rumah pertama saya. Sedih sekali harus terhambat seperti ini. Seharusnya ada tindak lanjut dr akulaku dan OJK. Karna akan terus terjadi, dan akan semakin banyak korban. Skrg bi checking kita jadi kotor. Pdhl itu bukan kita yg bertransaksi.

 Apa Komentar Anda mengenai Akulaku?

Ada 7 komentar sampai saat ini..

Lambatnya Respon Akulaku dalam Penanganan Penyalahgunaan Data Pribadi…

oleh Dewa dibaca dalam: 3 min
7