Shopee Merugikan Penjual karena Memblokir Produk yang Dijual

Saya sebagai penjual dengan id CEDSEL di Shopee, merasa dirugikan karena saya tidak bisa menjual produk saya Logam Mulia Antam 1 gram dan Logam Mulia Antam 5 gram. Produk tersebut berstatus diperiksa dan sempat diblokir oleh Shopee. Untuk yang 1 gram sudah 2×24 jam diblokir dan untuk yang 5 gram sudah 4×24 jam tidak bisa diklik oleh pembeli.

Saya protes karena saya sudah menjual sesuai ketentuan dan kategori, tetapi mengapa begitu update harga malah status postingan jualan saya diperiksa dan mengakibatkan pembeli tidak bisa membeli barang jualan saya? Karena jika pembeli mengklik yang akan muncul adalah link jualan saya tidak ditemukan.

Kejadian ini sudah saya laporkan ke pusat bantuan Shopee sejak tanggal 2 Juli 2020, tetapi Customer Service tidak bisa menjelaskan penyebabnya. Bahkan sampai 03 Juli 2020, tetap tidak ada tindakan kooperatif dari Shopee dan kedua produk tersebut tidak bisa saya jual. Hal ini mengakibatkan menumpuknya stok saya.

Saya berharap Shopee lebih tanggap terhadap komplain penjual apalagi saya merasa tidak melakukan kesalahan dalam penjualan.

Saya mohon produk saya tersebut segera dibuka blokirnya. Thanks.

Christina Luis
Karawang, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Shopee:
[Total:13    Rata-Rata: 2.8/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

16 komentar untuk “Shopee Merugikan Penjual karena Memblokir Produk yang Dijual

  • 4 Juli 2020 - (11:59 WIB)
    Permalink

    Kasus yang sama dengan saya. Saya menjual peralatan dapur berupa pisau mini untuk kupas bawang. Produk sudah ada yang terjual dan mendapat ulasan positif. Tetapi begitu saya update harga, produk saya langsung dihapus. Dan beberapa kali saya coba upload ulang selalu dihapus. Padahal kategory dan keterangan prpduk sudah sesuai. Saya komplain ke shopee, dan dijawab cs shopee bahwa barang yang saya jual adalah senjata tajam berbahaya. Padahal ratusan toko lain menjual produk yang sama yang saya jual tapi tidak dihapus. Malah ada toko-toko yang memang khusus menjual barang senjata tajam seperti golok silat, belati atau senjata tajam yang bukan keperluan dapur bisa dijual dengan bebas tanpa hambatan di shopee. Saya komplain ke cs mengenai hal tersebut tapi tidak digubris, produk saya tetap dianggap melanggar ketentuan. Padahal hanya pisau untuk mengupas bawang yang ukuran keseluruhannya hanya seukuran telapak tangan.

  • 4 Juli 2020 - (22:52 WIB)
    Permalink

    Saya juga baru ini sudah lihat di shopee seller center ada pemberitahuan bahwa untuk update produk atau baru di upload masih ada masalah maintainance, mengalami keterlambatan,, setahu saya jika update harga dinaikkan untuk memasang harga promo minimal jangka satu minggu setelah di update untuk menghindari blokir.

    • 5 Juli 2020 - (12:59 WIB)
      Permalink

      Produk saya memang naik modalnya, mau gak mau harus naik juga. Dan itu terjadi langsung sehari setelah saya update harga, dan memang tidak memasang promosi apapun untuk produk tersebut😔

  • 5 Juli 2020 - (08:32 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalami hal yg sama, jual alat kesehatan, waktu update status produk krn stok mau habis, lalu notifikasi sedang pemeriksaan, tunggu2 2×24 jam akhirnya berhasil muncul online tp 1 jam kemudian produk saya dihapus oleh shopee krn melanggar aturan. Saya betul2 kecewa, krn produk saya bukan ilegal, dan banyak contoh produk yg tidak diblokir? Kenapa saya malah dihapus, lalu foto2 di produk saya bukan comot copy paste tapi foto otentik sendiri, karrna saya komplain ke cs tiap hari, tiba2 produk saya muncul lagi. Bayangkan sdh hampir 1 minggu saya bergelut dgn masalah ini. Shopee sdh tidak ramah bagi penjual lagi, dan sebaiknya kita mencintai produk dalam negeri spt Tokopedia, Bukalapak daripada dijajah asing.

    • 5 Juli 2020 - (11:37 WIB)
      Permalink

      sama saya juga saya update harga dan informasi produk tapi sama shopee malah di periksa tanpa kejelasan kapan boleh jual lagi di konfirmasi ke cs tapi belum ada kejelasan seminggu ini

    • 5 Juli 2020 - (13:02 WIB)
      Permalink

      Masih oke gan, produknya masih boleh ditampilkan. Saya sudah komplain, tetap dianggap melanggar ketentuan walaupun saya sudah berdebat dan membandingkan dengan produk” lain yang jelas” senjata tajam bukan keperluan dapur.

  • 5 Juli 2020 - (20:59 WIB)
    Permalink

    Bagi anda para penjuaL di toko online manapun. Jangan update harga yang terkesan seakan akan anda menaikkan harga ketika barangnya sedang laris larisnya atau sedang banyak yang beli.

    Contoh : ketika anda menawarkan barang stok yang tersedia anda tampilkan stoknya sebanyak 10 unit. Ada perhitungan/ rumus khusus untuk jenis item tertentu yang memang harus menunggu item habis terjual baru layak di update, dan ada juga jumlah penjualan tertentu pada frekuensi penjualan tertentu untuk layak update harga.

    Ada kemungkinan geliat perubahan harga yang anda lakukan terbaca seakan akan anda menaikan harga karena banyak pelanggan yang butuh. Bukan karena penyesuaian biaya produksi dan lain lain.

    Atau ketika anda melihat bahwa whislist untuk barang anda cukup banyak peminat sehingga dengan itu anda menaikkan harga produk.

    Apapun yang terjadi pada aplikasi toko online sebagian besar di jalankan otomatis oleh sistem, sistem dengan kode tertentu memblokir aktifitas tertentu. Dan ketika penjual bertanya pada operator kadangkala operator hanya memberikan jawaban sederhana yang umumnya terjadi.

    Sistem toko online sedang bijak bijaknya mengatur skema harga untuk kedua pihak seadil adilnya.

  • 6 Juli 2020 - (00:21 WIB)
    Permalink

    Wah wah sepertinya ada orang shopee yang berkomentar disini. Saya lihat dari sisi sistem shopee sangat berantakan, bila anda menggunakan sistem AI foto, hanya butuh waktu kurang dari 1menit untuk mendeteksi adanya foto barang yang tidak sesuai dengan judul, kategori, dan bila melanggar norma norma yang ada di Indonesia (Itu juga kalau anda paham code nya)!!.

    Lalu @Muhammad, anda mengatakan “Apapun yang terjadi pada aplikasi toko online sebagian besar di jalankan otomatis oleh sistem, sistem dengan kode tertentu memblokir aktifitas tertentu. Dan ketika penjual bertanya pada operator kadangkala operator hanya memberikan jawaban sederhana yang umumnya terjadi.” Wah-wah tau kah anda bahwa 80% sistem shopee itu manual!! Tidak perlu lah anda menutup nutupi, saya lihat AI shopee tu masih zaman batu!!!

    Dan hal ini pun tidak di informasikan kepada pengguna shopee, seperti memasukan pada TOS mengenai perubahan TOS cara berjualan, memberikan email, sms atau notifikasi yang jelas.

    Sadarlah shopee, penjual di anda itu bukan jualan hanya di shopee, namun di ecommerce di indonesia yang lain, seperti tokopedia, bukalapak, lazada dan lainnya, sistem shopee itu jauh dibawah mereka, kok susah banget sih mengakui kalau shopee itu memang bermasalah.

    Saya berjualan di shopee pun saat membuat produk baru, sudah 7 hari statusnya masih diperiksa hingga sekarang, mohon maaf tapi di tokopedia, bukalapak, lazada, blibli semua normal dan barang tersebut pun sudah terjual, bahkan di tokopedia sudah saya update semua karena harga naik dan normal2 saja tuh.

    • 7 Juli 2020 - (11:56 WIB)
      Permalink

      Sistem pada masing masing aplikasi memang memiliki safety tersendiri, disitu juga bisa di rasakan kelebihan dan kekurangan masing masing aplikasi. Di balik itu semua setiap dari mereka selalu melakukan pembaharuan dan penyesuaian terhadap apa yang di inginkan pengguna. Demi kenyamanan dan keamanan tentunya.

      Bila di baca dengan seksama, kata yang saya tulis ini merupakan pendapat klasik yang semua orang sering dengar, dan juga bisa dikatakan jawaban sederhana yang umumnya terjadi.

      Secara bijak, pengguna wajib memahami dengan seksama aplikasi apa yang di gunakan dan sistem yang mengaturnya. Sehingga perlu mempelajari secara utuh. Dalam hal aplikasi toko online, kebijakan pengguna terkait dalam dua sisi, penjual dan pembeli, maka kedua hal itu wajib di pahami oleh setiap pengguna. Tidak cukup penjual hanya mempelajari kebijakan penjual tapi harus mempelajari juga kebijakan pembeli.

    • 10 Juli 2020 - (08:00 WIB)
      Permalink

      Mungkin maksud Anda “Algoritma” bukan “AI”. AI adalah Artificial Intelegence.
      Kalo 80% sistem Shopee manual, nanti “Manual Labour” nya megap-megap pak..

  • 6 Juli 2020 - (13:05 WIB)
    Permalink

    Surat pembaca yang satu ini saya rasa masih kurang lengkap. Mungkin bisa disampaikan apa alasan produk Anda diblokir. Karena ada banyak sekali alasan produk diblokir. Mulai dari gambar, harga tidak wajar, indikasi manipulasi penjualan, dll.

    Mungkin kalo boleh berandai – andai, karena Anda berjualan Emas asumsi kita adalah Anda terlalu sering merubah harga. Harga emas yang naik turun setiap hari membuat kita harus merubah harga mengikuti harga emas terbaru. Tp sistem marketplace mungkin mendeteksi perubahan harga setiap hari sebagai bentuk manipulasi.

    Coba alasan diblokirnya disampaikan, mungkin bisa lebih dipahami bersama…

  • 6 Juli 2020 - (22:52 WIB)
    Permalink

    @Xplod, yang anda berikan adalah ketentuan penggunaan aplikasi Shopee, isinya lebih ke intelektual keamanan kedua belah pihak antara pengguna dan perusahaan shopee itu sendiri. Untuk syarat dan ketentuan penjualan diatur pada link berikut https://shopee.co.id/communityrules/

    waduh anda orang shopee saja bisa salah memberikan informasi, perbedaan besar antara legal firm dan TOS. Yah dari sini pembaca bisa menilai lah shopee seperti apa, bagi saya wajar ada sisi kekurangan dan kelebihan masing-masing ecommerce, namun ada baiknya perbaikan itu dilakukan cepat karena ini era teknologi, bukan lagi era silat lidah…

    Antara pembeli dan penjual sama pentingnya bagi shopee, tanpa penjual, shopee pun akan kehilangan income, tanpa pembeli, shopee pun akan kehilangan income, itulah yang disebut dengan C2C..

  • 10 Juli 2020 - (07:49 WIB)
    Permalink

    Intinya Anda sudah paham. Semua platform marketplace dan e-commerce memiliki “Syarat dan Ketentuan Pengguna” dalam website mereka. Bukan mengirimkan Email, SMS atau Notifikasi seperti pernyataan Anda.

    Kalo Anda berjualan di semua platform yang Anda sebutkan diatas harusnya Anda sudah paham mengenai hal tersebut. Apalagi Anda menyebutkan jualan di Blibli, padahal berjualan di Blibli mengharuskan kita mencetak perjanjian kontrak kerja sama, melakukan tanda tangan kontrak, dan mengirimkan dokumen ke kantor mereka.

 Apa Komentar Anda mengenai Shopee?

Ada 16 komentar sampai saat ini..

Shopee Merugikan Penjual karena Memblokir Produk yang Dijual

oleh shopee cedsel dibaca dalam: 1 min
16