Lazada Mempersulit Konsumen untuk Membatalkan Pesanan dan Pengembalian Dana

Saya adalah konsumen yang senang belanja di e-commerce, salah satunya adalah Lazada. Pada tanggal 7 Juli 2020, Lazada melakukan Campaign Mid Year Sale 7.7 dengan banyak diskon produk, terutama dari seller LazMall. Saya melakukan pemesanan produk 1 unit Android TV merek TCL dengan model 40” A5 dari LazMall TCL Indonesia dengan nomor pesanan #432372959645775.

Pada saat proses pembayaran saya memilih metode kartu kredit. tidak seperti e-commerce lainnya, di halaman pembayaran Lazada, tidak otomatis terhubung ke verifikasi OTP dari pihak bank, melainkan cuma mengisi CVV. Proses tersebut sangat tidak aman dan tidak nyaman karena saya tidak bisa membatalkan pembayaran, karena langsung otomatis terbayar melalui sistem Lazada.

Setelah pembayaran, status pemesanan saya otomatis langsung berubah menjadi sedang diproses, dan langsung terbit nomor resi dari Partner Logistik Lazada yakni SiCepat dengan nomor resi #000881258126. Saya mencoba membatalkan pesanan tersebut, tapi tidak tersedia dengan alasan pesanan saya sedang diproses.

Saya menghubungi Live Chat 24 jam, Live Agent Lazada menginformasikan saya bahwa pesanan saya tidak bisa dibatalkan dan harus menunggu barang diterima baru dilakukan retur dan pengembalian dana, proses yang sangat berbelit dan merugikan pembeli. Saya coba menghubungi pihak LazMall tetapi tidak bisa juga dengan alasan pihak mereka tidak memiliki akses karena semua diproses langsung oleh pihak Lazada. Saya juga telah menghubungi pihak Bank untuk melakukan hold transaksi pembayaran pesanan tersebut tetapi Pihak Bank tidak punya otorisasi, harus pihak merchant sendiri dalam hal ini Lazada.

Status pesanan saya tersebut sedang proses dengan keterangan produk telah dikemas dan akan dikirim dengan estimasi barang akan diterima pada tanggal 9-11 Juli 2020. Saya kemudian melakukan tracking pemesanan saya melalui situs resmi Logistik SiCepat. Betapa kagetnya saya karena setiap pihak Logistik melakukan pickup request selalu gagal karena barang di gudang Lazada selalu tidak tersedia (tidak ready). Dalam artian produk tersebut tidak ada, kok bisa jualan tapi barangnya tidak ada?

Sebagai konsumen saya merasa sangat kecewa, karena bagaimana mungkin pesanan tersebut bisa sampai ke tangan konsumen kalau barangnya saja tidak ada sehingga pihak Logistik tidak bisa melakukan pengiriman. Saya berharap pihak Lazada dapat membatalkan pesanan saya tersebut sesuai dengan kebijakan Pembatalan, apabila barang tidak dikirim dalam 7 hari karena tagihan sudah tercetak di Billing Kartu Kredit saya.

Saya berpacu dengan waktu karena apabila sampai tanggal terbit tagihan kartu kredit tanggal 26 Juli, pesanan tersebut belum saya terima dan harus retur dengan proses memakan waktu 1-3 hari, serta proses pengembalian dana atau pembatalan transaksi yang juga memakan waktu 7-14 hari, berarti saya otomatis harus membayarnya tagihan tersebut atas barang yang wujudnya tidak ada.

Pihak Lazada harus segera memproses pembatalan pesanan saya agar tagihan pesanan tersebut bisa dikoreksi pihak Bank di Billing Kartu kredit saya. Lagipula barang tersebut juga tidak ada sekaligus belum dikirim, tidak perlu mempersulit konsumen untuk membatalkan pesanan karena.

Terima kasih.

Novrizal Sulistyanto
Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Lazada Indonesia:
[Total:2    Rata-Rata: 3.5/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

5 komentar untuk “Lazada Mempersulit Konsumen untuk Membatalkan Pesanan dan Pengembalian Dana

  • 13 Juli 2020 - (18:23 WIB)
    Permalink

    Btw sekedar saran, kalau ada toko online (khususnya yang lokal) yang gak mendukung 3DS, sepantasnya jangan bayar pake KK…

    Demikian juga, toko online yang jualan barang tapi gak ada stok, sepantasnya juga jangan didatangin calon pembeli.

    • 14 Juli 2020 - (06:49 WIB)
      Permalink

      Kadang menggunakan 3DS kadang tidak, sangat tdk nyaman dan aman buat pembeli. LazMall di Lazada kan toko resmi, masa sih tidak ada stok.

  • 14 Juli 2020 - (11:50 WIB)
    Permalink

    Saran saja, kalau sekiranya setelah barang tiba lalu di return dan uang di refund ke limit kartu setelah tagihan kartu kredit muncul. Bayar saja dulu minimum payment dari tagihan tsb, supaya status pemilik kartu tsb tidak macet. Toh kalopun ada kelebihan bayar di limit kan kartunya bisa di pake di lain waktu.
    Untuk Lazada emang tidak pake 3D verifikasi, tapi setahu aku, kalau belanja dgn nonimal besar suka minta 3D verifikasi ya. Memang rada tidak aman untuk transaksi dgn KK di Lazada.

    • 14 Juli 2020 - (12:38 WIB)
      Permalink

      saya pasti mau tidak harus bayar kalau sampai tanggal terbit tagihan, pesanan belum juga di proses. Yang saya kecewa prosesnya begitu mempersulit pembeli, padahal barang pun belum dikemas, apalagi dikirim, sangat-sangat merepotkan pembeli prosesnya tidak semudah saat membeli dan membayar. Saya juga heran di Lazada, kadang menggunakan, kadang-kadang tidak menggunakan 3D secured verification, padahal itu adalah sisi keamanan agar tidak terjadi penyalahgunaan kartu kredit diuar dari card holder sendiri.

  • 14 Juli 2020 - (13:16 WIB)
    Permalink

    Sekedar sekilas info bagi yang demen pake KK untuk belanja online & yang belum tahu:
    Saya pelanggan marketplace online A di sebelah, & rajin belanja online maupun bayar tagihan di sana, & SELALU diminta & diproses OTP walaupun cuma bayar 15 rb sekalipun.

    Saya juga kadang2 belanja di marketplace online B & C di sebelahnya lagi, & so far sejauh ini juga TIDAK PERNAH TIDAK diproses OTP.

    Pernah 1x kalau tidak salah ada kejadian di salah 1 toko online tersebut di mana saya transaksi tidak diminta OTP (jadi langsung gol sukses saja), perkiraan saya itu salah si bank penerbit KK yang waktu itu entah sedang maintenance atau apa lah (jadi bukan gara2 si toko online). & setelah itu baik KK tersebut maupun toko online tersebut juga SELALU ALWAYS minta OTP.

    Jadi saran saya demi keamanan pemilik KK itu sendiri, jauhilah & hindarilah belanja online (khususnya di dalam negeri) yang belum support 3DS ataupun yang suka2 support-nya…
    Pilihan toko online bejibun banyaknya, ngapain juga ngotot belanja di tempat yang lebih tidak aman dibanding yang lainnya.
    Sekaligus tindakan2 demikian akan “mendorong/memotivasi” toko online tersebut untuk meningkatkan pelayanan maupun keamanannya. Lah kalau konsumennya tetap aja rame, mana mungkin toko online tersebut mawas diri.

    Kalau toko online LN memang malah banyak yang tidak support 3DS. Ya sudah lah, pilihan di tangan masing2 pengguna. Kadang memang kalau terpaksa mesti beli di amajon ya apa boleh buat.
    Saya duga karena di LN khususnya Amrik & Eropa perlindungan konsumennya sudah sangat ketat & mantap, jadi kasus2 penyalah-gunaan KK dapat diselesaikan dengan relatif simpel dengan tetap menomor-satukan nasabah.
    Lah kalau lokal di sini kan jelas tidak begitu kondisinya.

    Fyi juga bagi yang belum tahu: mau support 3DS ataupun tidak, itu 100% hak & tanggung jawab merchant (selama penerbit KK sudah menyatakan bahwa kartunya support 3DS ya). Jadi jangan mau lagi dibawa polemik salah siapa tanggung jawab siapa, itu 100% tanggung jawab & pilihan dari merchant.

 Apa Komentar Anda mengenai Lazada Indonesia?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Lazada Mempersulit Konsumen untuk Membatalkan Pesanan dan Pengembalian…

oleh Novrizal Sulistyanto dibaca dalam: 2 min
5