Bukalapak Gagal Mengatur Pelapaknya

Sejujurnya saya tidak ingin membuat kasus ini panjang. Tapi karena tidak ada itikad baik dari Pelapak & Bukalapak maka saya ingin menyampaikan aspirasi saya.

Pada 16 Juli 2020, saya melakukan pembelian 3 helm sepeda (anak) ke Pelapak JEShop lokasi di Jakarta Baratwaktu pengiriman hanya ada pilihan reguler 2 hari, yang mana asumsinya akan sampai 18 Juli 2020. Hingga 16 Juli 2020 malam, barang belum dikirimkan.

Saya butuh barang tersebut untuk shooting tanggal 19-20 Juli 2020, jelas tidak akan sampai waktunya. Malam itu juga saya request pembatalan. Pelapak sudah saya chat hanya dibaca (centang 2 biru). Saya cukup sabar menghadapi Pelapak, pagi Pukul 08:36 saya chat lagi, hanya dibaca.

Siang pukul 11:09 saya chat, hanya dibaca. Sorenya barang dikirim (poin ini penting tertulisnya sudah dikirim)

*) Pada 18 Juli 2020 pukul 20:30 dari pihak Bukalapak menelepon saya, mengenai komplain Pembatalan yang ditolak oleh Pelapak, dengan alasan barang sudah dikirim. (ini poin kunci ketidakjujuran). Karena kondisi ekonomi sekarang sedang kurang bagus, saya pikir ah sudahlah kalo terlanjur dikirim ya saya terima saja. Tapi kalau belum dikirim saya minta dibatalkan saja, karena saya sudah dapat helm dari penjual di tempat lain.

Jadi posisi disini saya sudah tidak membutuhkan helmnya. Saya diamkan sampai sejauh apa itikad Pelapak JEShop dan mau tau bagaimana sistem Bukalapak bekerja.

Nyata, sampai tanggal 4 Agustus 2020 barang tidak sampai dan tidak ada kabar beritanya.

Terlampir screenshot barang gagal pick up, bahkan tertulis Tokopedia, padahal saya beli melalui Bukalapak.

baca dari paling atas kiri ke kanan pindah ke bawah kiri ke kanan

Keterangan gambar:

1. Bukti Bayar 16 Juli
2. Bukti Chat Permohonan Pembatalan
3. Bukti Pelapak tolak pembatalan karena barang sudah dikirim
4. Bukti kronologis pengiriman (ada Tokopedianya?)
5. Bukti Chat kalo tidak ditanya tidak ada progress kirim
6. Bukti editing sejarah proses barang dan baru saja dikirim.

Janggal & bikin gregetan. Saya chat CS Bukalapak & JEShop jawabannya “mohon maaf atas ketidaknyamanan” yang saya butuhkan adalah tanggungjawab, bukan permohonan maaf. Tiba-tiba waktu saya cek, barang sedang dikirimkan dari SIDOARJO dengan resi JP1566523852. Duar pecahlah bisul.

Bahkan histori dari package sampai pengiriman bisa berganti seluruhnya. Seperti yang sudah sudah menguap begitu saja.

Pada *) katanya pembatalan saya ditolak karena barang sudah dikirim. Pada data resi diatas SUDAH JELAS baru dikirim tanggal 4 Agustus 2020. Berarti alasan pelapak menolak pembatalan saya, SANGAT TIDAK BISA DITERIMA.

Saya harap Bukalapak lebih bijak dalam menangani kasus seperti ini, sistem dropship lintas kota. Serta bisa menengahi barang yang tidak saya butuhkan lagi, mau dikembalikan ke Pelapak boleh saya bayar ongkirnya. Yang penting Dana saya dikembalikan utuh. Dulu Bukalapak pernah seperti ini juga karena sistem dropshipnya, waktu itu saya mengalah. Tapi kali ini saya tidak ada mengalah dan menuntun bertanggungjawaban.

Saya tidak ingin ada konsumen lain yang merugiJangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga, Bukalapak. Terima kasih sudah menyita waktu dan materi saya.

Frissa Kurniawan
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bukalapak:
[Total:35    Rata-Rata: 2/5]
Tanggapan Bukalapak atas Surat Ibu Frissa Kurniawan

Terima kasih atas feedback yang diberikan melalui Media Konsumen. Terkait kendala tersebut, Tim Bukalapak telah menghubungi Ibu Frissa Kurniawan pada...
Baca Selengkapnya

Loading...

10 komentar untuk “Bukalapak Gagal Mengatur Pelapaknya

  • 8 Agustus 2020 - (20:45 WIB)
    Permalink

    Memang dropship sangat merugikan pembeli, sebagai pembeli kan memilih lapak tertentu tapi malah dropship. Seharusnya marketplace melarang sistem dropship, kalau lapaknya tidak punya barang ya jangan jualan.

    4
    2
    • 9 Agustus 2020 - (10:47 WIB)
      Permalink

      Sistem dropship sebetulnya baik-baik saja. Yang tidak baik adalah dropshippernya.

      2
      1
    • 9 Agustus 2020 - (21:58 WIB)
      Permalink

      Kejadian sperti ini pernah saya alami juga sekitar sebulan yg lalu. Intinya adalah pada kelemahan sistem bukalapak yang tidak bisa mendeteksi resi invalid.

      Berbeda dengan Tokopedia yg punya sistem jauh lebih baik daripada bukalapak

      2
      1
    • 10 Agustus 2020 - (09:14 WIB)
      Permalink

      betul kak, mungkin kalo Dropship masih dalam area yang sama, misal sama-sama Jabodetabek masih OK ya,
      kalo dari Jakarta melenceng ke Sidoarjo kan kebangetan ya 😀

  • 8 Agustus 2020 - (21:28 WIB)
    Permalink

    setelah menyimak perkataan di atas bahwa sesungguhnya jika di bukalapak itu semua pelapak merupakan super seller tdk tau bagaimana membedakaa antara penjual asli atau penjual system dropship atau kah penjual yg kamuflase jika di monitor dengan system bukalapak seharusnya mampu membedakan antara system dropship atau penjual asli dan penjual kamuflase . untuk system bukalapak jangan semua pelapak di berikan super seller itu bisa menjadi bumerang pihak pembeli dengan kata lain bisa saja pembeli membeli barang ke penjual yg kamuflase atau sebaliknya ke penjual dropship

    6
    1
    • 9 Agustus 2020 - (10:44 WIB)
      Permalink

      Bener banget, Bukalapak sekarang sistemnya “mantep” dah. Yakali bisa jadi Super Seller dengan syarat punya 1 transaksi berhasil dalam 30 hari terakhir. Gitu aja.

  • 9 Agustus 2020 - (00:06 WIB)
    Permalink

    Kekecewaan sya hampir sama dgn anda,pengalaman sya pada saat tracking orderan sya lht 2 hr kosong updatean,akhrnya sya chat pelapak utk menanyakan sdh smpai dmn pesanan saya dan sgt disayangkan sang pelapak tdk ada respon dan sya ttp ambl ksmpulan sya tggu sja brang tsb dgn merasa kecewa dgn tdk ada ketenangan apakah barang tsb smpai kapan bs sya terima,stelah sya sdh tdk brminat lg utk brtanya ke pelapak akhrnya brg tsb smpai dan keluarlah notifikasi tanggapan utk pelapak dan sya komen tdk suka dikarenakan respon pda saat sya chat si pelapak tdk digubris,dan entah kenapa stlh sya komen unlike ke pelapak sang pelapak langsung ngechat sya dgn statement menggurui saya utk dpt mmberi komen bijak,sementara sang pelapak tdk melihat history chat sebelumnya dmn sya mengemis utk dpt kbar ttg pesanan sya dan tdk direspon.

  • 9 Agustus 2020 - (08:10 WIB)
    Permalink

    Sejujurnya saya pun kecewa dengan buka lapak karena sudah tidak aman untuk konsumen. Karena ada pelapak yang curang atau penipu dibiarkan tanpa ada keamanan untuk konsumen. Sayan pernah beli hp lewat aplikasi bukalapak karena sebelumnya aman dan lancar2 saja tapi sekitar bulan des 2019 saya beli hp untuk anak saya dan akhirnya terjadi penipuan uang raib dibelanjakan pelapak pulsa dan hp pun tak ada.. sungguh kecewa sudah dilaporkan ke bukalapak tanggapannya sangat mengecewakan. Akhirnya saya tutup akun bukalapak dan dengan perasaan kecewa saya kredit hp untuk anak saya satu bulan lagi lunas. Kecewa bukalapak tidak aman

  • 9 Agustus 2020 - (21:42 WIB)
    Permalink

    Sama om, malah akun ane pakai nomor tlp di bekukan ama buka lapak, emang toko online cuma bukalapak doang, online sebelah aja lurus2 aja yg logonya ijo😀

 Apa Komentar Anda mengenai Bukalapak?

Ada 10 komentar sampai saat ini..

Bukalapak Gagal Mengatur Pelapaknya

oleh Agatha Frissa dibaca dalam: 2 min
10