Susahnya Penyelesaian Flexi Cash Jenius BTPN

Sebelumnya terima kasih kepada Media Konsumen yang telah menampung permasalahan saya dengan Jenius Bank BTPN. Saya ada pinjaman melalui Flexi Cash Jenius BTPN, dengan awal pinjaman di tahun 2019 dan tenor 14x. Lalu di tahun 2020 saya ada pinjaman lagi dengan tenor 1 bulan sebanyak 2 pinjaman, jadi total pinjaman saya di Flexi cash Jenius ada 3 pinjaman.

Masalah mulai ada di bulan Februari saat jatuh tempo, pada saat itu saya dihubungi oleh team reminder Jenius, yang mengingatkan saya untuk menyiapkan dana pada saldo aktif sebelum pukul 19.00 dengan jumlah sesuai dengan aplikasi Jenius. Saya sudah menyiapkan dana pada saldo aktif sebelum pukul 19.00.

Namun besoknya saya cek pada system app Jenius tiba-tiba muncul denda keterlambatan sebesar Rp50.000. Di situ saya sangat kaget, karena saya sudah melakukan pembayaran seusai dengan nominal pada app dan sudah menyiapkan dana saldo aktif sebelum pukul 19.00. Begitu mengetahui muncul denda pada system app Jenius, saya langsung menghubungi call center Jenius.

Menurut pengecekan pada sistem Jenius, pada saat saya saldo aktif saya ditarik app Jenius sedang bermasalah/error. Di sini saya heran, kenapa waktu team reminder menghubungi saya mereka tidak memberitahu saya jika app Jenius sedang error dan untuk tidak melakukan pembayaran dulu sampai sistem normal?

Setelah saya menghubungi call center Jenius, saya diminta untuk tunggu 1×24 jam karena sistem masih dalam perbaikan. Setelah 1×24 jam, saya cek pada system app Jenius saya, hasilnya sama saja tidak ada perubahan dan saya masih dikenakan denda Rp50.000. Saya langsung berinisiatif mendatangi kantor Bank BTPN Indrapura. Di sana saya menemui CS dan hanya dibantu disambungkan ke call center Jenius melalui telepon Bank BTPN. Setelah menghubungi call center Jenius lagi-lagi saya hanya diminta untuk email ke Jenius-Help untuk dibuatkan laporan, dan saya mengikuti langkah yang diberikan call center.

Setelah saya tunggu beberapa hari tidak ada perubahan pada system app Jenius, saya mencoba follow up kembali by email ke Jenius-Help dan saya mendapat balasan email untuk penyelesaian masalah diperpanjang, yang awalnya 14 hari kerja ditambah lagi menjadi 14 hari. Dimana tidak ada hasil perubahan pada app Jenius saya dan tetap saja muncul denda.

Lalu saya kembali mendatangi kantor BTPN Indrapura, saya masuk ke bagian BTPN Sinaya. Di sana saya dibantu CS BTPN, tapi lagi-lagi hanya di bantu telepon ke call center Jenius karena BTPN Sinaya tidak tahu menahu soal Jenius Flexi Cash. Di sini saya menjadi sangat heran kenapa Jenius yang under Bank BTPN dan dimana di surabaya tidak ada kantor khusus Jenius BTPN? Hanya disarankan datang ke BANK BTPN jika ada masalah, tapi kenapa Bank BTPN tidak bisa membantu menyelesaikan masalah saya dan hanya bisa menyambungkan melalui telepon ke call center Jenius?

Setelah disambungkan melalui telepon dan dibantu jelaskan permasalahan oleh team CS Bank BTPN ke call center Jenius titik permasalahan tidak kunjung selesai, dan saya diminta untuk email kembali ke Jenius-Help. Padahal saya sudah email berkali-kali ke Jenius-Help. Setelah tiket lapor saya dicek oleh CS Bank BTPN tiket lapor saya dianggap sudah solved, padahal tidak ada konfirmasi ke saya untuk penyelesaian case ini.

Pada saat jatuh tempo lagi, saya ditelepon oleh team reminder Jenius untuk tidak lupa isi saldo aktif seusai dengan jumlah pada app Jenius saya. Lalu saya menjelaskan ke bagian reminder jika saya ada masalah dengan bank Jenius karena app saya tidak sesuai dan saya dikenakan denda, yang mana sampai saat ini masalah belum selesai dan saya tidak mau bayar dulu karena dari pihak jenius BTPN tidak ada penyelesaian.

Lalu saya diminta email lagi kronologi dan screenshot app saya yang bermasalah ke team reminder agar dibantu diselesaikan. Namun setelah menunggu 2 bulan masalah tidak kunjung selesai dan tidak ada kabar dari team Jenius. Padahal saya sangat aktif untuk melakukan follow up case saya ini.

Pada saat kondisi pandemi ini usaha yang saya jalankan mulai sepi dan tidak jalan lagi. Lalu saya mendapat telepon dari team collection Jenius yang menagih pembayaran saya. Saya jelaskan saya ada masalah dengan sistem Jenius dan saya sudah berkali-kali email dan telp ke Jenius-Help tapi tidak ada penyelesaian. Sampai denda pada tagihan saya menumpuk dan uang yang sudah saya siapkan untuk pembayaran sudah habis terpakai untuk menutupi usaha saya yang sangat sepi dan akhirnya tutup.

Karena pihak Jenius tidak dengan cepat menyelesaikan case yang saya alami hingga berbulan-bulan, lain halnya jika Jenius dengan cepat merespon dan menyelesaikan case saya dan app saya normal kembali maka tidak akan terjadi penumpukan denda. Lalu team collection memberi solusi dengan menghapuskan denda pada sistem mereka Namun ternyata pada system app Jenius saya denda masih ada.

Lalu pada tanggal 18 Juni saya ada dana untuk membayaran cicilan Flexi Cash. Setelah saya bayarkan besoknya saya cek pada system app Jenius saya, pembayaran yang saya bayarkan tidak masuk ke pembayaran cicilan, tapi otomatis terpotong oleh denda. Sedangkan info dari team collection pada sistem mereka saya sudah tidak ada denda, tapi ternyata pembayarna saya masuknya ke denda.

Di sini saya kembali dirugikan dimana Jenius sangat-sangat tidak kooperatif dalam menyelesaikan masalah di sistem mereka. Saya tidak ada denda, tapi pembayaran yang saya bayarkan otomatis kepotong denda. Saya dihubungi kembali oleh team Jenius BTPN untuk membayar sisa pinjaman Loan 0008 dan Loan 0009 sebesar Rp1,5 juta dan Rp10 juta.

Saya mencoba mencari pinjaman dan menjual aset-aset berharga saya untuk membayar pinjaman tsb. setelah ada dana saya langsung membayarkan untuk pinjaman tsb. Lalu untuk sisa cicilan saya meminta ke team collection untuk diajukan restrukturisasi tapi jawaban dari team collection Bank BTPN tidak ada program dari pemerintah untuk restrukturisasi.

Saya kembali mendatangi Bank BTPN Indrapura untuk diajukan restrukturisasi. Di situ saya dibantu diajukan restrukturisasi melalui Bank BTPN dan dibuatkan ticket pelaporan. Namun selang beberapa minggu tidak ada kabar untuk kelanjutan case saya. Saya mencoba menghubungi kembali ke Bank BTPN Indrapura. Setelah dilakukan pengecekan case saya sudah solved karena nomer saya dihubungi tidak bisa, tapi saya kroscek nomer yang mereka hubungi bukan nomer hp yang saya daftarkan dan juga bukan nomer milik saya. Jadi dari mana mereka dapat nomer hp ygan bukan milik saya dan mereka menghubungi ke nomer itu lalu case saya dianggap solved?

Setelah itu dari team CS Bank BTPN meminta saya untuk download formulir pengajuan pada web Bank BTPN dan saya diberitahu untuk langkah-langkahnya. Setelah saya mengisi formulir dan langsung mengirimkan melalui email ke Jenius Jelp. Saya mencoba menunggu beberapa hari apakah ada kabar dari team Jenius untuk pengajuan saya, tapi saya tidak mendapat kabar sama sekali. Saya sudah mencoba melakukan follow up melalui email tapi jawaban team Jenius Help, seakan seperti template yang hanya copy paste jawaban dari email sebelumnya.

Saya sudah mencoba mendatangi service point Jenius yang ada di Pakuwon Mall Surabaya. Di sana saya menjelaskan lagi kronologi masalah yang saya hadapi mulai dari awal. Lalu setelah dilakukan pengecekan melalui sistem di service point Jenius, tiket pelaporan saya masih dalam analisa. Oke di sini saya masih berharap ada team dari Bank BTPN atau team Jenius menghubungi saya untuk follow up case saya, tapi ternyata tidak ada.

Saya mencoba melakukan follow up kembali melalui email dengan mencantumkan tiket pelaporan dan ternyata balasan email sangat mengejutkan mereka tidak menerima email pengajuan restrukturisasi saya. Yang mereka terima hanya case permintaan penghapusan denda yang tiba-tiba solved tanpa pemberitahuan. Saya kembali email lagi untuk yang ketiga kalinya pengajuan restrukturisasi, dan saya mendapat balasan silahkan menunggu 14 hari kerja.

Di sini saya sebagai nasabah mempunyai itikad dan niat baik untuk menyelesaikan yang menjadi tanggung jawab saya, jika saya tidak ada niat baik maka buat apa saya mondar mandir ke Bank BTPN untuk menyelesaikan case ini. Namun apa yang saya dapat tidak ada respon atau jawaban yang membantu nasabahnya.

Bank BTPN pun selaku pemilik app jenius tidak bisa membantu menyelesaikan dan saya rasa mereka angkat tangan untuk permasalah Jenius. Lalu kenapa pada awal membuka rekening Jenius team marketing gembor-gembor jika ada masalah silahkan datang ke kantor BTPN terdekat? Nyatanya Bank BTPN juga tidak bisa membantu.

Saya mohon kepada Bank BTPN untuk membantu nasabahnya yang masih mempunyai niat baik menyelesaikan tanggung jawab, karena Bank BTPN juga merupakan bank resmi yang terdaftar di OJK.

Jessieca Aprilia
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Bank BTPN atas Surat Pembaca Saudari Jessieca Aprilia

Jakarta, 23 September 2020 Kepada Yth. Pimpinan Redaksi Media Konsumen Di tempat Dengan hormat, Menanggapi surat pembaca dari Saudari Jessieca...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Ikut prihatin atas keruwetan yang dialami, yang sedikit banyak juga ada andil dari "error" di sistem bank ybs.
    Saya juga nasabah sejak tahun lalu. Yang awalnya saya sangat antusias terhadap "kecanggihan" (baca: kelihatan canggih) mereka, sampai akhirnya sekarang saya sangat hati2 terhadap "tabungan" ini. Sudah sejak cukup lama saya cuma isi saldo secukupnya saja, terutama saya gunakan untuk transfer2 maupun transaksi2 yang memang sesuai fiturnya dapat fasilitas gratis biaya. Yang jelas saya tidak simpan kelebihan duit saya di situ, saya simpan di bank lain yang menurut saya lebih aman, khususnya SISTEM nya. Dulu sempat tergiur dengan bunga yang lumayan tinggi di produk "deposito" mereka, tapi sudah lama juga saya tarik & pindahkan ke tempat lain, yang mungkin notabene bunga lebih rendah, tapi yang jelas gak bikin saya gak bisa tidur karena was2.

    Memang soal "inovasi" hal2 yang "wah2" & "milenial banget," si J ini boleh diacungi jempol. Lah tapi sayangnya sistem-nya itu lho, kadang error (ngomongnya sih: pengembangan sistem) tanpa pemberitahuan (sampe merepotkan user2 yang sudah terlanjur bertransaksi). Belum kasus "bobol2" yang entah siapa yang salah (entah user-nya entah bank-nya), yang jelas mayoritas gak ada kejelasan bagaimana akhirnya (lah kalau diselesaikan secara pribadi dengan pihak2 ybs, lalu user2 yang lain disuruh yakin2 aja gitu?).

    Surat ini salah 1 lagi contoh error di "sistem" nya itu. Padahal kan seharusnya sangat simpel & otomatis, karena langsung autodebet dari saldo aktif. Eh, ternyata kena error.
    Ok lah, error masih tidak apa2. Lha tapi error yang notabene dari "sistemnya" sendiri, kok mulai Februari bisa gak solved? Sebetulnya tenaga IT-nya bener2 canggih atau tidak sih?

    Btw, memang antara bank-nya (yang offline) dengan produk J ini, tidak terlalu sinkron & banyak hal yang di offline gak bisa menyelesaikan.
    Ibaratnya bank yang offline itu "produk tradisional," yang J itu "produk milenial," jadi yang "tradisional" gak level untuk ke yang "milenial" wkwkwk.

    Semoga bisa segera dapat penyelesaian yang win2 solution.

    • Bener pak jenius ini mungkin terlalu canggih sehingga mereka pun tidak bisa memperbaiki system mereka sendiri, nasabah hanya di minta update aplikasi setiap kali tlp ke call center, padahal udh di-update paling baru hasilnya ya ttp aja ga ada perubahan. Dan mereka pun tidak mau disalahkan jika system mereka bermasalah. Sampai saat ini pun aplikasi juga masi belum beres dan team jenius tidak ada yg menghubungi saya.

  • Saya juga mengalami hal yang sama. Disini saya kelebihan bayar karna di aplikasi jenius TERTULIS TAGIHAN SAYA 2,6 JUTA PADAHAL CUMAN 1,175 JUTA.
    Di telfon tapi tidak diberikan solusi. KATANYA JANGAN KHAWATIR UANG TIDAK AKAN HILANG. tapi tidak ada solusi sama sekali kelanjutannya seperti apa. Di telfonin CS nya sampe di ulang berkali kali ttp aja bolot nanya lagi nanya lagi. Capek banget. Gak rekomendasi jenius. Payah. Harusnya laporin aja “Flexi Cash” ini ke OJK.
    Karna ga seharusnya bisa kelebihan bayar. Emang aplikasi millenial dengan sistem yang bodoh.

    • Hati - hati dengan system jenius bu, sampai kapanpun systemnya ga akan beres itu. Tlp call center buka data saja sudah habisin pulsa banyak krn lamanya minta ampun, dan cs call center berbelit-belit akhirnya pulsa kita habis masalah tidak selesai. Disuruh email proses 14 hr kerja, setelah pas 14 hr kerja dpt email lg diperpanjang 2 minggu. Setelah di perpanjang tidak ada kabar dan di tnykan ke call center case solved, pdhl masalah belum selesai loh..

      • hi mba, salken ya,
        ngmg2 soal jenius, sy case ny kek mba jess ini, sy ud tlat 2 bln blm byr krn slma pandemi ini sy kna potongan gji n drmhkan. sblm adny corona ini sy bs lncr byr dr awal thn smpe juni.
        sy bgung, n setelah reseacrh ad ingn mlakukan restrukturisasi jg.
        n pas bgt sy bs nemu thread keluhan mba jess ini..
        jd sy bgung utk mau mengajukan, ksmpulan sy kekny btpn spt gkmau mengikuti aturan pmrintah y mba, parah bgt

        gmn y mba, ad sarankah?
        trims sblmnya.

    • Saya juga mengalami hal yang sama. Saya mempunyai cicilan di flexi cash. Saya sudah trfr uang ke Jenius sesuai dengan yang di infokan oleh pihak Jenius (via email, via telepon, via sms, via aplikasi) pada tanggal prmbayaran. Dari pagi sudah saya taro uang di jenius biar auto debet. sehari setelah tanggal bayar ada pihak jenius telepon kalau saya kena denda karna pembayarannya nominalnya kurang. Dan harus membayar denda sebesar 50rb. Saya capture semua. Saya adukan via email. Yaaaaa begitu aja kebawa angin tidak ada kabar. Persis kayak mba jess. Diminta 6 hr kerja. Lalu diperpanjang 6 hr lg. Lalu dapat sms kalo.sudah solved. Padagal tidak ada konfirmasi apa2. Saya email lagi karna tidak merasa kena denda. Ini bukan karna nominalnya. Tapi kami kesal karna sudah membayar sesuai nominal yang tertera dan tidak terlambat tapi kena denda. sampai sekarang ya gak balik uang denda saya.. dan tidak pernah dijelaskan kenapa. Kejadian tanggal 26 Februari 2020 dengan nomor Aduan:
      1. CAS-20-AX2403 (26 feb) katanya solve
      2. CAS-20-BB8551 (6 mar) katanya solve

      Dan sampai saat ini flexi cash saya masih dibekukan

  • Hai juga mbk, kalau untuk saran saya nich mbak mendingan mbak coba pinjem dana ke saudara, teman atau bank lain yg suku bunganya rendah dan cicilannya jg ringan. Karena setau saya kemarin saya baru dihubungin pihak analisnya itu restrukturisasi sekitar 25x disitu sy berpikir lagi bahwa akan lebih lama lg masuk ke jurang keruwetan si bank J ini dan saya capex banget mbk jd langsung saya cancel restrukturisasi itu. Karena bank J ini menurut saya sering error pada sistem aplikasinya tapi mereka tidak mau mengakuinya, lalu saat ke bank btpn pun bank btpn seperti tidak mau tau lagi tentang permasalahan ini pdhl kan si J under BTPN, mbak dan mas di bank J terlalu jenius untuk menjawab pertanyaan2 nasabah jd bener2 ruwet banget mbk. So saran saya carilah pinjaman ke sanak saudara dengan jaminan yg bisa membuat saudara ato teman mbk mau kasik pinjeman ke mbk, atau solusi lainnya coba pinjem ke bank lain yg nggak ruwet seperti J ini. Semoga bisa segera nemuin solusi ya mbk.

  • CS jenius kalau do telpon kaya blm makan 1 minggu. lemes dan tidak akan membantu. Mungkin gaji mereka di bawah UMR

  • Wah parah dong jenius kalo gitu.. Di mall pada nawarin waduh bisa" Penipuan secara tidak langsung jadi takut nih Jenius padahal dibawh bank BTPN jangan" Nih.. Wah saya harus kasih tau kawan saya nih keribetan yang di alamin.. Wajib lapor nih ama kawan yang kerja sama bank dan ojk atau pengacara perlu ditelusuri mendalam kenapa dan adapa dengan mudah dan manisnya bisa menawarkan ke konsumen termasuk mall" Apalagi dengan kesulitan yang di dapat dan malah merugikan