BukaDompet Dibekukan Tanpa Alasan Jelas

Dimulai pada tanggal 23 Agustus 2020, saya menghubungi CS Bukalapak via email, karena tiba-tiba BukaDompet saya dibekukan setelah saya berhasil menjual 2 barang di aplikasi tersebut. Barangnya adalah 1 buah headset JBL dan 1 buah parfum Baccarat KW dengan metode pengiriman Gojek instan. Oleh karena itu Bukalapak menginformasikan agar saya memberikan bukti pengiriman oleh kedua driver Gojek (dalam bentuk foto driver).

Dari sini masalah berawal, karena sudah puluhan kali saya bertransaksi dengan metode pengiriman ini. Saya tidak pernah memfoto driver, pun juga saya merasa aman karena tidak pernah ada kendala apapun ketika pengiriman menggunakan Grab/Gojek. Di sisi lain, tidak ada peraturan dari pihak Bukalapak (BL) yang mewajibkan foto sebelum barang dikirim.

Akhirnya saya menelepon pihak Bukalapak, kemudian diberi solusi untuk melampirkan bukti chat/history pengiriman dari akun driver. Singkat cerita saya sudah berhasil menghubungi 2 driver yang hari sebelumnya mengirimkan orderan saya, kemudian saya kirim bukti pengiriman dari hp driver untuk selanjutnya saya email ke BL .

Beberapa jam kemudian BL meminta syarat yang lain. BL meminta bahwa saya diharuskan untuk mengirim bukti foto pembeli beserta barang yang dibeli oleh pembeli. Hasilnya saya mendapat foto tersebut, dan ternyata pembeli 2 barang tersebut adalah orang yang sama, hanya saja pembeli menggunakan akun BL berbeda.

Saya tidak tahu jelas alasan pembeli menggunakan akun berbeda untuk membeli barang yang berbeda, di toko yang sama (toko saya). Setahu saya itu tidak melanggar ketentuan apapun di BL. Selanjutnya saya mengirim foto pembeli tersebut, barang, dan identitas pribadi ke pihak Bukalapak.

Tidak lama kemudian pihak BL membalas email dengan syarat yang baru, bahwa saya harus mengirimkan stok barang yang ada milik saya. Saya tidak patah arang, saya pun mengirimkan bukti stok barang yang ada, kemudian saya email. Terakhir pihak BL hanya  membalas bahwa email diterima dan akan ditindaklanjuti dalam waktu 1×24 jam (29 Agustus 2020).

Tanggal 30 tidak ada konfirmasi apapun, sampai tanggal 31 Agustus 2020, akhirnya saya menelepon kembali pihak Bukalapak dan menjanjikan akan mengonfirmasi 3×24 jam. Sejak saya telepon terakhir, sampai hari ini saya menghubungi pihak BL melalui email maupun Twitter, tidak ada itikad baik dari BL untuk menyelesaikan dana saya yang tertahan sejumlah Rp2,5 juta rupiah.

Berhari hari saya riset melalui daring hasilnya sangat mengejutkan ternyata banyak penjual yang lain mengalami hal yang sama dengan saya, BukaDompet dibekukan . Saya merasa ada yang salah dengan manajemen Bukalapak, apakah dana para penjual sengaja dibekukan agar bisa didepositokan di bank tertentu? Bayangkan dengan jumlah penjual jutaan penjual yang menggunakan BL. Hitungan simple andaikan per 1 penjual dana ditahan 50 ribu rupiah, sudah berapa bunga yang didapatkan dari hasil deposito di bank?

Semoga dugaan saya salah, saya berharap BL segera menanggapi keluhan saya, dan bagi pembaca/penjual di BL silahkan berpikir kembali untuk menggunakan aplikasi BL.

Tommy Firman Hidayat
Yogyakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Bukalapak atas Surat Bapak Tommy Firman Hidayat

Dengan hormat, Terima kasih atas masukan yang diberikan kepada Bukalapak melalui kanal Media Konsumen. Kami informasikan bahwa kendala transaksi yang...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Transaksi online pengiriman jarak dekat, banyak yang di curigai hanya akal akalan penjual untuk menaikkan rating di tokonya.

    Kecurigaan menaikkan rating toko secara instan, seperti ini,

    1. Penjual dan Pembeli adalah orang yang sama/ orang yang berbeda namun bekerjasama.

    2. Transaksi jarak dekat, agar proses transaksi cepat selesai, demi cepatnya menaikkan rating di tokonya.

    3. Barang branded yang lumayan mahal, walaupun harganya sedikit di miringkan. Namun laku beberapa item dalam sekali transaksi.

    4. Rating toko naik. Memancing ketertarikan pembeli awam untuk bertransaksi di toko ini.

    5. Yang jadi masalah besar, jika toko ini adalah ‘toko abal abal’ yang sedang di persiapkan rating baiknya demi menarik pembeli awam untuk selanjutnya di tipu.

    5. Sistem di toko online mencium gelagat aktivitas ini, dan dengan sigap membekukan aktivitas mencurigakan, demi melindungi pembeli awam.

    Untuk keluar dari kecurigaan sistem, memang harus terus mematuhi langkah demi langkah yang di minta.
    Sistem terbentuk oleh beberapa pemikiran manusia. Maka dari itu terkesan banyaknya bagian dari aktivitas transaksi yang harus di jelaskan. Dan masing masing penjelasan memerlukan bukti untuk di input pada sistem.

    Semoga persoalan ini berakhir dengan keadilan.