Pembatalan Otomatis dan Tuduhan Tokopedia terhadap Transaksi Promosi Waktu Indonesia Belanja

Perkenalkan nama saya Fenny. Tanggal 25 Agustus 2020 Waktu Indonesia Belanja Tokopedia pukul 18.00 berhasil mendapatkan SJCAM M20 Wifi Mini Sport Kamera Master 32gb-Black dari harga Rp1.800.000 menjadi Rp98.000 dengan nomor invoice INV/20200825/XX/VIII/614144081. Setelah dapat, saya langsung hubungi penjual dan mendapatkan tanggapan yang bagus.

Akan tetapi betapa kagetnya saya ketika pada pukul 09.58 keesokan harinya mendapatkan notifikasi pesanan dibatalkan karena “Transaksi melanggar syarat dan Ketentuan”. Saya langsung hubungi penjual dan tanggapan penjual “Coba hubungi tokopedia kk. Kami juga lagi mempertanyakan”. Langsung saya hubungi CS Tokopedia tapi balasanan nya menyatakan “Transaksi terindikasi melakukan pelanggaran syarat dan ketentuan Tokopedia poin B(9) mengenai aktivitas tidak wajar dan/tidak terpenuhinya syarat dan ketentuan Tokopedia poin M(3) tentang promo” dan “Kendala ibu sebelumnya masih dalam antrian proses pengecekan”.

Dana diteruskan ke penjual setelah berhasil checkout

Namun anehnya sampai hari ini 18 September masih belum tuntas dan Tokopedia masih dalam pendirian jika akun saya melanggar S&K poin B(9) dan M(3) tentang promo. Sangat anehnya, transaksi dibatalkan keesokan harinya bukannya seketika itu juga. Hal itu yang jadi pertanyaan terbesar. Ditambah lagi, akun saya murni 1 akun 1 pengguna dengan verifikasi KTP dan tidak ada manipulasi yang dituduhkan tim Tokopedia.

Setelah saya coba lihat diskusi produk ternyata ada 1 orang pun yang mengalami hal yang sama dengan saya. Hal itulah yang menjadi kecurigaan saya jika sistem Tokopedia dengan sengaja membatalkan transaksi yang dirasa mustahil didapatkan konsumen. Dimana ada yang berhasil tembus pertahanan Tokopedia sehingga berhasil dapat SJCAM Kamera M20.

Saya pun sudah laporkan ke YLKI tapi tidak ada tanggapan sama sekali. Di mana peranan YLKI dalam membela konsumen yang dirugikan e-commerce besar seperti Tokopedia? Saya hanya rakyat kecil yang minta keadilan atas tuduhan yang tidak saya lakukan. Saya minta Tokopedia transparan dan bertanggung jawab atas tuduhan serta pembatalan otomatisnya karena itu adalah hak saya.

Saya pun suka cek review produk, ada yang berhasil dapat. Tapi tidak tahu apakah beneran atau bohongan supaya terlihat ada yang berhasil karena bisa 2 orang yang dibatalkan sepihak di keesokan harinya. Hal itulah yang menjadi pertanyaan terbesar saya. Demikian masalah yang saya alami dan banyak hal yang saya rasa sistemnya jelek karena berdasarkan pengalaman masalah2 yang ditimbulkan dari Maret – Agustus 2020. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Fenny Rahayu
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Belum Ada Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Komentar

  • Ada beberapa pembeli lain yg pesanannya dicancel juga yah? Berarti sistem Tokopedianya yg Error, meloloskan pesanan melebihi stok produk yg dipromosikan. Biar mereka aman, keluarlah jurus sakti dengan menyalahkan pembeli yang melanggar syarat dan ketentuan. 😂

    • Pagi gan, kalo berdasarkan pengamatan ku tidak seperti gan. Soalnya pernah juga waktu itu beli promo mainan yang murah banget jatuhnya di kejar diskon biasa. Jika stok produk habis itu langsung seketika itu juga dibatalkan. Tapi anehnya di kasus ku ini, keesokan harinya. Itu yang jadi pertanyaan besar. Menurut pendapatku, tokped sengaja membatalkan karena berhasil tembus pertahanannya yang dirasa mustahil karena dari harga 1,8 juta jadi 98rb. Setelah itu langsung deh sistemnya berubah hari itu juga (26 agustus) suami yang bilang karena dia suka banget belanja online dan ada produk yang diincer, langsung habis ngga bisa di klik-klik terus ditambah harga produk yang jutaan jadi 999ribuan😅😅😅. Ngga diiklanin lagi jadi 98rb 😅😅😅. Itu sih analisis ku dan suami dari banyak masalah di tokopedia gan. Padahal mah, aku biasa aja seperti waktu kejar diskon biasa yang klik-klik terus sampai berhasil masuk dan bayar atau move on deh.

  • Td pagi bayar tagihan telkom 49rb ,admin 2500 dipotong 10rb promo toped. Jd cm bayar41.450an.
    Dibatalkan toped.duit dibalikinvcm 39rb. Yg 2500 ga dibalikin. Ah sudahlah.capek sm toped skrg.mknya bnyak yg pindah sebelah.

  • Kalau yang kaya gini ga aneh, dari 1 juta lebih jadi 98 ribu wow, yang aneh itu di shopee, jual alat sex fotonya ga vulgar di hapus tapi yang vulgar ga di hapus, yang copy paste, barang kw juga banyak di jual pantes aja barangnya itu" aja

  • Bukannya toped emang sering gini ya? Wakakaka makanya gak pernah trx di toped. mana no telpon gak ada. Di email lama nanggepin. Malesin

  • Kemaren juga kejadian cashback 50 ribu ditangguhkan sama toped, dituduh kesamaan data dengan pengguna yang lain (istri saya). Kan yang namanya istri ya pasti serumah, aneh-aneh aja alasannya. Saya suruh cek transaksi kami berdua malah kasih alasan yg bertele-tele, Tim tokopedia care tidak professional.

    • Masih mending toh serumah. Saya dituduh manipulasi transaksi dan dianggap punya kesamaan data sama kembaran saya, yg hanya mirip nama beda huruf ujung nya doang dan kesamaan tanggal lahir. No telp,NIK dan Alamat ktp beda semua karena uda pisah rumah dan masing" berkeluarga. Hufff cape saya digituin mlulu sampe berkali", auto stop transaksi di tokped

      • Kalau menurut saya sih memang tuh SI SISTEM komputer yang dibilang "mahacanggih" tapi ternyata memang artificial intelligence nya masih jauh kalo dibanding Terminator hehehe.
        Terminator mah gak bisa dikibulin suami/istri yang 1 rumah, saudara kembar dll.
        Nah yang ini masih belum bisa, jadi gampang kena false positive. Nah, sementara masih belum nyampe ilmu/level nya, maka sama employer/bosnya dipukul sama rata aja: gak boleh sama alamat, gak boleh sama tanggal lahir, gak boleh sama kartu, gak boleh sama rekening dll.
        Karena iya kalo false positive, lah kalo bener2 mau nipu tapi lolos, rugi dong perusahaan.

        Gitu lah kira2 analisa saya wkwkwk.

        • Masalahnya bro, cuma ane yg dapat soalnya di keluarga baru 2 orang yang pake tokopedia (saya dan suami). Mo lihat seberapa bagus dibandingkan e-commerce lain. Nyatanya semenjak aktif pakai tokped dari bulan maret 2020 ini banyak banget masalah. Memang sistem yang sensitif. Beda banget sama toko sebelah yang 1 keluarga bisa pakai promo yang sama dan suka gratis ongkir 0 rupiah lagi😅

          • O iya sis, komen saya sih khususnya reply buat komen di atasnya, yang tentang kesamaan data.
            Kalau surat Anda, saya cukup setuju dengan analisa Anda, bahwa bisa jadi itu "kecelakaan/kebobolan," mestinya gak ada yang bisa dapat (alias cuma buat heboh2an aja: tuh 2 jt jadi 100 rb), eh bocor sarungnya wkwkwk.
            (Tanda bahwa programmer-nya masih kurang sakti barangkali?)

            Memang plus (maupun minusnya) marketplace yang 1 ini di "sistem" alias "teknologi" nya. Semua serba sistem. Kadang ada bagusnya, misalnya resi otomatis dilacak & diverifikasi.
            Tapi jeleknya ya itu, kadang ada yang kena kesamaan data.

            Nah kalau kasus Anda, apalagi pelanggan baru, yah mungkin memang ada beberapa user yang "gak jodoh" aja sama marketplace ini LOL.
            Kalau saya sih user lama, cukup puas lah, tapi juga soalnya di rumah/alamat saya yang aktif belanja di sini cuma saya, jadi cukup terhindar dari "kesamaan data."

          • Ya kak, masalahnya setiap orang punya keinginan belanja produk yang berbeda. Kadang pun bisa sama tergantung kebutuhan. Ditambah sesuai tingkatan level grade khan gratis ongkir berbeda-beda😁

  • Sama saya juga gan..saya tadi siang order susu bebelove 1 yg 1800g 3 kardus dibikin lama nunggu verifikasi & lapor ke topcare malah diduga penipuan padahal pake kupon juga enggak. Asli baru kali ini aplikasinya bikin ribet belanja.

  • Kalo berdasarakan Syarat dan Ketentuan yang dimaksud oleh Tokopedia Poin B9 berbunyi di website mereka berbunyi :

    "Pengguna dilarang untuk menciptakan dan/atau menggunakan perangkat, software, fitur dan/atau alat lainnya yang bertujuan untuk melakukan manipulasi pada sistem Tokopedia, termasuk namun tidak terbatas pada : (i) manipulasi data Toko; (ii) kegiatan perambanan (crawling/scraping); (iii) kegiatan otomatisasi dalam transaksi, jual beli, promosi, dsb; (v) penambahan produk ke etalase; dan/atau (vi) aktivitas lain yang secara wajar dapat dinilai sebagai tindakan manipulasi sistem."

    Di komentar bawahnya penulis SP menyatakan dia melakukan "Klik klik terus sampe berhasil masuk" mungkin itu masuk dalam tindakan manipulasi sistem sis. Hahaha...

    • Gan masalahnya, namanya kejar diskon ya seperti itu krn semua lagi coba masuk. Siapa tau ada yg ngga berhasil bayar. Soalnya hari biasa pun gitu juga kalo sdh mo hampir habis. Tinggal tergantung akhirnya berhasil checkout bayar atau ngga. Pengalaman wtk kejar diskon biasa😅 sih. Sampai2 benci banget kl sdh ada keterangan merah "stok sudah tidak tersedia, coba lagi siapa tau ada yg tidak bayar" (ngga terlalu ingat kalimatnya tp intinya suruh coba lagi atau cari produk lain)😓😓😓. Begitulah sistem tokped, buat vooling deh tentang sistemnya gimana😁

  • Iya sis..
    Sebagai tambahan informasi, Tokopedia itu punya sistem yang melindungi PENGIKLAN di Platform mereka. Ada fitur TOPADS yang biasa digunakan oleh SELLER untuk beriklan.

    Topads itu dilindungi oleh "Klik Klik Liar" dari akun lain, karena toko yang menggunakan Topads membayar Tokopedia apabila ada KLIK di iklan mereka.

    Mungkin "Klik klik terus sampe berhasil masuk" yang dilakukan itu dinilai melanggar sistem. Bisa jadi SISTEM PERLINDUNGAN diatas juga diterapkan ketika promo. Bahkan banyak akun dan toko online pemula tidak tahu keberadaan SISTEM PERLINDUNGAN itu..

  • Bener gan, saya beli baju dengan harga 78rb dengan gratis ongkir, saya jadi hanya membayar rp1000, tp dibatalkan sepihak karna dianggap melanggar s&k, lucunya pihak tokopedia tidak memberitahukan kesalahan saya.