Fitur Nomor Samaran Gojek Menyusahkan

Saya customer Gojek dengan nomor telepon akun 082150932*** , sejak 18 Agustus 2020 tiba-tiba nomor telepon saya banyak yang menghubungi dari DRIVER dan CUSTOMER Gojek untuk konfirmasi pemesanan dan itu berlangsung setiap jam. Bisa dalam sehari terjadi lebih dari 50 call. Jika call dari mereka tidak saya angkat mereka beralih ke chat whatsapp.

Kejadian ini sudah kedua kalinya. Dan ternyata setelah saya telusuri sama persis dengan case masalah saya pada bulan Februari 2020 dimana NOMOR SAMARAN APLIKASI GOJEK SANGAT MIRIP dengan nomor HP saya. Jadi pada saat driver/customer klik menu telepon di aplikasi akan masuk ke panggilan, tetapi dengan nomor +62 21 50932***. Karena nomor tersebut ada + nya maka hampir semua driver/customer yang belum paham fitur samaran tersebut akan mengganti dengan nomor 0821 50932*** yang otomatis akan tersambung ke nomor HP saya.

Saya sudah email ke customerservice@go-jek.com dan telepon sejak 19 Agustus 2020 dengan nomor laporan 38710023, hasil komplain saya NIHIL. Dari pihak GOJEK hanya memberikan respon bahwa saya harus mengirimkan data-data untuk menonaktifkan akun saya (padahal gak ada hubungannya dengan akun Gojek saya loh).

Karena dari respon email yang tidak menyelesaikan saya mencari contact person salah satu karyawan Gojek di Surabaya. Kenapa saya gak ke kantor Gojek? Karena kantor tsb TUTUP SEMENTARA .

Akhirnya dari informasi teman teman saya tersambung ke karyawan GOJEK dengan nama Mas Adi dan beliau sudah membantu follow up ke team PUSAT GOJEK tapi sampai dengan tanggal 20 September tidak ada hasilnya juga. HP saya masih dan makin sering dihubungi driver/customer Gojek. Bahkan saya dituduh penipu karena saya menjawab salah sambung, saya dibentak dengan kata kasar. Tengah malam ditelepon hingga 40 kali oleh 1 driver dan yang lebih parahnya lagi SAYA TIDAK BISA MEMBEDAKAN mana client saya dan mana GOJEK ini, karena nomor saya ini sudah 7 tahun lebih saya pakai untuk bekerja.

Sampai akhirnya saya menghubungi kembali GOJEK pada tanggal 22 September 2020 dengan mengirimkan bukti screenshot driver pada saat klik nomor telepon, muncullah nomor +62 21 50932***. Akhirnya dibuatlah kembali nomor laporan 42089290 dengan respon akan segera diproses ke pihak terkait, tapi sampai dengan tanggal 25 September tidak ada perubahan NOMOR SAYA MASIH SERING dihubungi oleh GOJEK. Terakhir saya mendapatkan email dari Gojek untuk mengirimkan screenshot data akun saya di aplikasi, padahal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan AKUN saya.

Kejadian ini sudah 2 kali saya alami. Mohon agar GOJEK INDONESIA segera memberikan respon dan tindakan cepat untuk kasus saya ini, karena tidak hanya saya yang benar-benar dirugikan, tetapi driver/customer kalian juga.

Christine Indriyani
Sidoarjo

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai GoJek:
[Total:108    Rata-Rata: 2.6/5]
Tanggapan Gojek atas Surat Pembaca Ibu Christine Indriyani

Kepada Yth. Redaksi Mediakonsumen.com di Tempat Terima kasih telah menjadi jembatan komunikasi antara kami dan masyarakat pelanggan setia Gojek. Menanggapi...
Baca Selengkapnya

Loading...

23 komentar untuk “Fitur Nomor Samaran Gojek Menyusahkan

  • 26 September 2020 - (09:58 WIB)
    Permalink

    Astagaaa Mbak, saya jadi ikut mangkel habis baca suratnya…

    Ada 2 hal yang mau saja komen kan:
    1. Yang masalah bulan Februari dulu itu, bagaimana solusinya?

    2. Soal CS gojeg, perasaan saya memang sudah ada perubahan kualitas dari yang duuluuu dengan yang sekarang (entah sejak momen apa perubahannya, apa gara2 bos yang dulu sekarang sudah jadi menteri?). Jadi rasanya sekarang ada semacam CS tingkat 1 (level terrendah, dengan SDM yang “kualitas terrendah” pula) yang karakteristiknya antara lain:
    – cuma bisa sekedar copas s & k
    – pemahaman akan apa esensi dari yang disampaikan konsumen (via tulisan/omongan) sangat rendah, mirip seperti kalau kita ngomong ke anak kecil yang gak/belum ngerti apa2
    – semua komplen “biasa” akan ditangani mereka2 ini; hanya komplen2 “luar biasa” (misalnya: yang viral, yang orang penting, & mungkin/semoga yang masuk MK) yang kemudian bisa lepas dari tangan CS level 1 ini & berlanjut ke CS level berikutnya.

    Saya pernah mengalami ketemu CS model begini. Begini kisahnya:
    Ada seorang pelanggan HP prabayar yang berpindah ke pascabayar. Nah salah 1 syaratnya kan harus memberikan alamat e-mail untuk pengiriman bill. Nah entah gak tahu apa alasannya, yang diberikan oleh pelanggan tersebut malah alamat e-mail saya.
    Jadi kemudian saya terima e-mail konfirmasi dari provider lengkap dengan kopi formulir yang berisi segala data pelanggan tersebut (nama lengkap, alamat, tanggal lahir dll pokoknya lengkap dah wkwkwkwk).
    Nah, saya lapor kan ke provider tersebut: saya tidak mendaftar, tapi kok e-mail saya dipakai orang; nih buktinya: saya terima e-mail konfirmasi ini, lengkap dengan data2 orang lain.
    Coba tebak, bagaimana respon CS provider tersebut? PERSIS seperti apa yang mbak alami: saya diminta memberikan NO HP YANG TERDAFTAR DI PROVIDER TERSEBUT.

    Susahnya kalau ketemu CS beginian…

    Semoga dengan tayangnya surat Mbak di sini, perusahaan terkait lebih responsif & segera menugaskan CS level berikutnya, yang lebih canggih kemampuan membaca & mendengarnya.

    10
    • 26 September 2020 - (11:03 WIB)
      Permalink

      Untuk case di bulan februari kemarin, saya langsung datangi kantor gojek di surabaya dan itu harus 3X (saya buang waktu kerja saya untuk bolak balik kesana) dan akhir saya ke kantornya akhirnya saya ketemu sama Manajer CS bernama mas Ahmad, beliau lah yg membantu langsung ke pusat dan butuh 2 hari saja masalah saya selesai.
      Tapi saat ini mas ahmad sudah resign dari gojek dan kantor GOJEK SURABAYA juga TUTUP SEMENTRA.
      Makanya saya binggung sekarang harus gimana

  • 26 September 2020 - (10:19 WIB)
    Permalink

    benar khan.. CS gojek emg parah, bodohnya luar biasa.. lebih parah lagi sering keluhan konsumen tidak ditindaklanjuti alias tdk ada penyelesaian.. perusahaan yg arogan, mungkin mereka merasa kehilangan segelintir konsumen tidak berarti bagi omset bisnis gojek.

    • 26 September 2020 - (11:06 WIB)
      Permalink

      Parah sih ini, gak cuma rugi tenaga, waktu, emosi tapi ini juga MATERI karena saya harus menelpon CS berulang kali itu butuh PULSA kan, emang GOJEK yg bayar.. Yang kasus bulan februari saja tidak ada sama sekali KOMPENSASI dari gojek

    • 27 September 2020 - (09:29 WIB)
      Permalink

      Saya driver gojek juga mrasa sedih waktu telpon di samarkan kadang tidak terhubung kadang jaringan padata .dan kadang nyasar ke orang dan orang itu tidak merasa pesan

  • 26 September 2020 - (10:36 WIB)
    Permalink

    Gojek kan katanya sudah Decacorn, harusnya masking nomer telepon pake yg premium lah, yg 5 digit. 😉

    4
    1
    • 26 September 2020 - (11:08 WIB)
      Permalink

      Rata rata nomor samaran mereka mirip dengan nomor telkomsel, jadi gak hanya saya saja yg menjadi korban

  • 26 September 2020 - (12:56 WIB)
    Permalink

    Pindah aja ke GRAB mbak jadi hidup gak monoton dengan satu aplikasi ojol Viva konsumen indonesia

    • 27 September 2020 - (05:30 WIB)
      Permalink

      Saya sudah menjadi mitra Grab Corporate mba hehe, ini bukan perkara AKUN gojek nya saya mba, misalnya pun saya gak instal gojek tapi kalo nomor saya MIRIP ANGKA nya sama aplikasi CALL mereka ya sama saja saya akn menjadi korban

  • 26 September 2020 - (12:59 WIB)
    Permalink

    Saya tidak akan panjang lebar seperti yang di atas karena intinya adalah kurangnya edukasi ke driver (dalam hal ini bersifat netral). Sebenarnya antara +62 21 509xxx sudah pasti berbeda dengan 08 21 509xxx karena nomor pertama adalah produk Telkom berupa telepon kabel (fixed line) sedangkan nomor kedua adalah produk Telkomsel berupa nomor HP. Menurut saya, yang harus dilakukan oleh GoJek yaitu mengedukasi para mitranya terkait pengenalan penulisan nomor telepon tersebut agar mengetahui cara membacanya. Selain itu, komunikasi yang dilakukan melalui aplikasi Gojek dan bukan nomor WA pribadi. Bisa jadi itu ulah oknum yang dengan sengaja memberikan nomor HP anda. Hal ini yang harus ditelusuri oleh pihak Gojek, apakah memang ada oknum yang tidak bertanggung jawab serta wajib memberikan edukasi ke mitranya secara berkala.

    Dan Gojek layak memperoleh gelar Decacorn karena sudah lumayan banyak masyarakat yang terbantu dengan kehadiran Gojek.

    4
    1
    • 27 September 2020 - (05:26 WIB)
      Permalink

      Saya sudah telurusuri sendiri mas, dan dari karyawan gojek yg saya kenal kemarin pun mengakui bahwa banyak driver yang belum paham akan nomor samaran tersebut, jadi bukan nomor saya yg sengaja dipakai oleh oknum” nakal.
      Kebetulan saja dan kok ya pas banget nomor saya yang sangat MIRIP BELAKANG nya, apes dah

    • 27 September 2020 - (09:32 WIB)
      Permalink

      Kadang di samarkan nomor biasa kak bukan 021
      Tapi 081 saya sendiri yang ngalami saya driver surabaya

  • 26 September 2020 - (13:11 WIB)
    Permalink

    Gojek merasa dianak-emaskan jadi ya keluhan konsumen dia acuhkan….percuma ada CS jga ngabis2in pulsa aja,jalan keluar nihil.
    satu2 jalan unistal app nya.

    • 27 September 2020 - (01:17 WIB)
      Permalink

      Segitu customer loh.. gmna driver.. yg d PM sepihak…

      Baik.. mari kta liat..
      +62 21 509xxxxx
      +62 821 509xxxx

      Jelas ada perbedaannya kan ??

      +62 = 0 bukan 08
      Entah.. gmna.. mngkin drivernya gak ngerti atau memang CS gojeknya yg terlalu pintar ??
      Tpi yg pasti customer lah yg jdi korban.. driver cma jdi kambing hitam…

      Krna kami para driver sngat mengerti prbedaan +62 dngan +628 …

      Gojek saat ini bkan agi aplikasi anak bangsa … tpi warisan anak bangsa … MIRIS!

    • 27 September 2020 - (05:34 WIB)
      Permalink

      Saya sudha uninstal pak, tapi tetep saja karena yg jadi korban nomor hape saya.
      Bahkan dri laporan terakhir saya pun tidak ada sama sekali respon dri gojek via email , mau tidak mau saya harus telpon lagi call center nya

  • 27 September 2020 - (02:09 WIB)
    Permalink

    Sebaiknya pihak Gojek merubah nomor +62 menjadi 0 saja agar driver dan customer mudah memahami.

    • 27 September 2020 - (05:31 WIB)
      Permalink

      Saya jelaskan kronologi dri awal, dan jika tidak dijelaskan spt ini akan binggung nantinya

    • 27 September 2020 - (05:32 WIB)
      Permalink

      Benar pak, +62 21 banyak org kira itu nomor kantor ato apa, jdi mereka yg gak paham maen ganti aja ke 08

  • 27 September 2020 - (12:05 WIB)
    Permalink

    Pengalaman saya sbg driver, ketika saya menghubungi customer otomatis akan tersambung ke nomor pemesannya walopun nomornya di samarkan, dan ketika nomor Customer di telpon manual tentu tdk akan tersambung terutama jika orderan udh selesai. Kemungkinan jika ada nomor driver yg nyasar ke nope anda, berarti no.telpon driver nya tdk sesuai dgn nomor telp yg terdaftar di akunnya alias driver joki,,pake akun org lain.

  • 28 September 2020 - (06:21 WIB)
    Permalink

    Betul, saya pun sebagai driver sangat kesusahan untuk mode samaran ini, misal ketika no. Pelanggan tidak aktif tidak tau lagi harus telpon kemana, apalagi ketika ada orderan gofood/ goshop yang jumlahnya lebih dari 100rb, bikin sport jantung tuh..
    Terkadang kebijakan nya tuh malah gak bijak..
    Percuma tanya k cs juga buang buang pulsa gak da hasil

 Apa Komentar Anda mengenai GoJek?

Ada 23 komentar sampai saat ini..

Fitur Nomor Samaran Gojek Menyusahkan

oleh CHRISTINE INDRIYANI dibaca dalam: 2 min
23