Pelunasan Awal Home Credit Indonesia Tidak Sesuai Kesepakatan, Bunga yang Mencekik Tidak Sesuai Kontrak

Dear Redaksi Media Konsumen,

Perkenalkan nama saya Charter Durandt, saya peminjam Home Credit Indonesia dengan nomor kontrak: 3904114855. Saya meminjam dari HCI sebesar Rp25.000.000 dengan tenor 36 bulan. Saya telah melakukan pembayaran 10 kali dengan cicilan sebesar Rp1.371.900/bulan sudah termasuk bunga flat 2.49%, biaya administrasi Rp250.000, asuransi AMAN Rp50.000.

  • Pokok bulanan Rp1.371.900 – Rp50.000 (asuransi AMAN) = Rp1.321.900 – Rp32.915,31 (bunga flat Rp1.371.900 × 2.49%) = Rp1.288.984,69.
  • Sudah dibayar 10 bulan × Rp1.288.984,69 = Rp12.889.846,9
  • Pokok pinjaman Rp25.000.000 – Rp12.889.846,9 = Rp12.110.153,1

Jadi, menurut perhitungan saya jumlah yang harus saya bayarkan saat melakukan pelunasan di awal adalah Rp1.371.900 + Rp12.110.153,1 + Rp150.000 = Rp13.632.053,1.

Nominal yang harus saya bayar sebesar Rp13.632.053,1.

Saya menghubungi CS Home Credit untuk melakukan pelunasan di awal, dan betapa kagetnya saya bahwa nominal yang harus saya lunasi adalah sebesar Rp22.107.430 (sudah termasuk biaya administrasi). Ini sungguh aneh. Bukannya nilai pokok berkurang, malah bertambah. Lalu, yang saya bayar selama ini apa? Ini sungguh tidak sesuai dengan apa yang telemarketing Home Credit ajukan pada saya.

Yang telemarketing jelaskan, bahwa saya kapan saja bisa melakukan pelunasan di awal dengan hanya membayar sisa pinjaman pokok ditambah dengan biaya administrasi sebesar Rp150.000, tanpa adanya denda atau penalty, asalkan saya tidak pernah menunggak angsuran.

Beberapa kali saya menghubungi Home Credit meminta kejelasan melalui akun sosial mereka di Facebook, tapi selalu berbelit-belit. Akhirnya mereka meng-email saya, mengatakan bahwa nominal yang mereka hitung sudah benar dan bahwa Home Credit Indonesia menggunakan metode anuitas. Siapa yang bisa mengerti dengan metode itu kalau tidak dijelaskan? Telemarketing sama sekali tidak pernah menyebutkan mengenai metode anuitas tersebut.

Lalu saya meminta rincian pelunasan di awal dan tentu saja rincian angsuran saya. Dan booommmm, berdasarkan rincian mereka, yang saya bayarkan selama ini lebih besar bunganya. Bunga yang saya bayarkan kurang lebih sebesar 75%, dan berubah-ubah setiap bulannya. bukan lagi flat 2,49%. Ini tidak salah? Di email Home Credit bahkan tertulis dilarang untuk menyalin atau mendistribusikan email rincian angsuran yang telah mereka kirimkan, dan disuruh untuk menghapus email mereka dari sistem saya. Ada apa ini? Ini sungguh pengalaman tidak mengenakkan dari Home Credit Indonesia.

Saya menulis ini berharap ada jalan bagi saya, dan etikat baik dari Home Credit, untuk bisa lebih jujur lagi kepada konsumen. Dan juga saya berharap, pihak terkait yang bertanggung jawab dalam hal ini OJK, tolong ditindaklanjuti perusahaan- perusahaan seperti ini.

Charter Durandt
Kab. Minahasa Selatan, Sulawesi Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Home Credit Indonesia:
[Total:239    Rata-Rata: 2.1/5]
Tanggapan Home Credit atas Surat Bapak Charter Durandt

Yth. Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com, Sehubungan dengan keluhan dari Bapak Charter Durandt di MediaKonsumen.com pada 30 September 2020 di kolom...
Baca Selengkapnya

Loading...

52 komentar untuk “Pelunasan Awal Home Credit Indonesia Tidak Sesuai Kesepakatan, Bunga yang Mencekik Tidak Sesuai Kontrak

  • 28 September 2020 - (08:27 WIB)
    Permalink

    Yang sabar saja, namanya telemarketing intinya memang jualan aja.. Masalah nanti di belakang mrk juga gak tau. Mungkin krn kurang koordinasi atau kurang informasi,.. Alhamdullillah saya tdk pernah pake home credit, ini jadi ilmu buat saya. Memang benar dimana2 itungan yg bapak sampaikan memang kurang lebih rumusnya sama.. Gimna bisa kita nyicil tapi malah gak ngefek mengurangi, dan masa bunga bisa 75%..sumpah itu menyalahi aturan.. Dan dosa besar baik perusahaan dan karyawan yang menikmati bunga itu.. Saya hanya bisa memberi saran ini..

    18
    1
    • 28 September 2020 - (09:49 WIB)
      Permalink

      HCI memang bgtu. Ramein aja ke OJK dan BI, kalo bsa Viralkan krna HCI memang ga jelas. Apa lg ada pake Kwitansi dan Asuransi yg kagak jelas. Kalo ga bgtu nama anda nanti bakal BlackList OJK dan BI. Maju terus supaya HCI bsa tau Aturan.

      29
    • 28 September 2020 - (11:23 WIB)
      Permalink

      Tidk akan pernah jadi berkah
      Anak istri suami yg makan dari hasil menipu dan riba

      17
      1
      • 28 September 2020 - (18:05 WIB)
        Permalink

        Saya cuma bisa berharap dengan adanya tulisan Bapak ini akan ada stasiun TV Swasta Nasional yg bersedia mengundang Bapak dan Home Care Indonesia utk membahas tema ini agar terang benderang.
        Atau bisa juga berupa forum diskusi di TV Swasta Nasional dengan mengundang Bapak dan Home Care, anggota DPR, OJK agar lebih jelas lagi perihal ini.

        13
    • 30 September 2020 - (01:58 WIB)
      Permalink

      Pinjol di HCI itu bayar nya 2x lipat dr jmlah yg kita pinjam…….perhitungan nya mmng kecil angsuran nya di bndingkan pnjamn kita ttpi jika kita sampai lunas bayar nya total kita bayar smua 2x lipat dr pinjsmn kita
      Contoh: yg pinjmn nya 25 jt tenor 36 bln
      Ansuran 1,300.000 per bln…..mmng kecil ansuran tp tnpa kita sadari total yg kita bayar slma 36 bln itu adalh 1.300.000 x 36 =46.800.000 itu yg sebnar nya kita bayar,…….trs ktnya klo gk prna nunggak bisa lunasi di awal tnpa bayar potongan apapun lg…..jngn salah mnanggpi kita itu mksd nya itu jika kita sda bayar 10 bln trs kta mau lunasi di awal klo kita hitung 10 bln x 1.3jt = 13jt jd sisa pinjamn 12jt bkn gtu sbnar nya……kita bayar 10 bln trs kita mau lunasi di awal jd yg hrs kita bayar itu tetap pinjamn pokok kita yg di mksd 25jt trs yg sda kita bayar itu sbgai bunga nya saja….gitu yg sbnar nya HCI lakukan

  • 28 September 2020 - (11:17 WIB)
    Permalink

    Saya harap berdoa kepada Allah.. Supaya agen lintah dunia ini cepat tutup dan mendapat azab yang sangat Pedih dari Allah atas perlakuan zholim kepada seluruh masyarakat Indonesia. Allah Akbar Allah Akbar Allah Akbar

    22
    1
  • 28 September 2020 - (11:32 WIB)
    Permalink

    GalBay kan Aja Pak Charter, Teman Sependeritaan Bapak Banyak Ada Ratusan bahkan Ribuan Nasabah HCI yang bernasib Sama pak, kita Tunggu Sampai kapanpun Kebijakan Pemerintah Kususnya BI dan OJK tentang HCI ini bunga yang 100%, Saya Juga Senasib, dan Saya GalBaykan pak. RENTENIR, RIBA pak.

    13
    • 28 September 2020 - (12:03 WIB)
      Permalink

      Sama pak Arif saya jg galbay…. Hbd minta relaksasi ngk di kabulkan yg syaratnya ngk masuk akal. Minta keringanan jg ngk di gublis…. Di telp tiap hr ngk pernah sy angkt. DC DTG ke TPT kerja kebetulan an TPT kerja jg SDH tutup hd blm ketemu SM DC. Tdnya sempat takut jg di telor via telp atau SMS atau wa. Tpsetelah melihat you tubenya Medy brawny hati tenang dan ngk was was.

      11
      1
      • 29 September 2020 - (17:04 WIB)
        Permalink

        Kalo di gagal bayarkan apa nggak dikejar2 debt collectornya n apa gak kena black list BI ?

      • 2 Oktober 2020 - (10:32 WIB)
        Permalink

        Viralkan!!!
        Home credit harus didampingi OJK dalam penjelasan transparansi bunga pinjaman
        Krna saya juga korban tersebut

    • 28 September 2020 - (12:43 WIB)
      Permalink

      Iya betul sekali,gagal bayarkan saja…bunga yg mencekik dgn penawaran d awal yg TDK sesuai fakta…pinjaman multiguna home credit Indonesia adalah “bencana” kmn pergi ny OJK? Pemerintah apakah bs memahami keadaan nasabah HCI ? Please bpk2..ibu2 pemerintah tolong rakyat mu yg SDH tertipu dan tercekik oleh HCI….

      • 22 Oktober 2020 - (11:02 WIB)
        Permalink

        Bener banget pak saya ikt relaksasi setelah saya itung total yang harus saya bayarkan atas pinjaman saya 19.300.000 kurang lebih saya harus bayar 45 jt
        team relaksasi home credit bilang saya hanya cicil sisa pokoknya saja masa iya sisa pokok saya 22 jt
        sebelum relaksasi saya sudah bayar 22 jt, sesudah ikt relaksaai saya di suruh bayar lagi 22 jt.
        Penelponn tidak sopan dan tau waktu.

  • 28 September 2020 - (11:54 WIB)
    Permalink

    Setuju …. kami juga korban dr HCI yg di surabaya …. dr Awal klw kami tidak bisa kasih kuitansi pembelian …. masih ada di tagihkuitansinya … apalagi mau d denda karena tdk bisa mengirimkan kuitansi ke email HCI … Gak jelas Banget HCI …. Tolong OJK di tindak itu HCI

    11
      • 29 September 2020 - (00:14 WIB)
        Permalink

        Saya pernah menanyakan hal tersebut kepada HCI dan katanya HCI menerapkan sistem piramida terbalik dimana diawal kita membayarkan bunganya yang lebih besar, lalu semakin mendekati pelunasan baru utang pokok kita yang lebih besar dibanding bunganya
        Saya saja pinjam 28 juta selama 34x, dan saat mau masuk cicilan ke 16 mau saya lunasi, dan ternyata yang harus saya bayarkan adalah 21 jutaan 😂😂 jujur nyesek banget sih 😢😢😢

      • 3 Oktober 2020 - (14:55 WIB)
        Permalink

        Marketing setiap hari telp menawarkan pinjaman dngn iming2 bunga rendah bla..blaa.blaa..krn tergiur dng apa yg ditawarkan tentu kt mengiya’kan, ketika berjalan br kita sadar ternyata mereka menjebak kt dngn perjanjian yg di buat sepihak & kt menyetujui atas dasar apa yg di sampaikan marketingnya..ini bisa dikatakan jebakan utk kita orng2 awam yg tdk paham, memanfaatkan, menipu krn tdk sesuai dngn yg ditawarkan..home credit sama halnya lintah darat yg berlindung di balik OJK

    • 7 Oktober 2020 - (19:52 WIB)
      Permalink

      Modus penawaran menjebak dan berkesan menipu dari Telemarketing HCI sungguh membahayakan hal ini bisa di pidanakan karna ada unsur penipuan untuk mendapatkan keuntungan bagi HCI. Gerakan serentak GalBay HCI agar usahanya cepat tutup.

  • 28 September 2020 - (13:01 WIB)
    Permalink

    Pesan nya tidak usah ambil dana tunai di HCi. Bunga nya terlalu besar. Nti dikenakan denda kuitansi sebesar 1x cicilan kita perbulan. Saya juga kmaren nanya biaya pelunasan setelah dibayar 11x dan mau dilunasi total uang yg dipinjam sama mau dilunasi sama besar nya. Padahal sudah 11x bayar.

  • 28 September 2020 - (13:12 WIB)
    Permalink

    Namanya kredit semuanya begitu. Saya juga pernah terjerat kpr dengan bunga anuitas. Tahun-tahun awal bayar bunga lebih dari 2x lipat pokoknya. Bayangkan 4 tahun pertama baru motong 15% dari pokoknya. Jangan main2 dengan kredit. Pikir ratusan kali sebelum ambil kredit apapun.

    4
    1
  • 28 September 2020 - (14:11 WIB)
    Permalink

    Semoga kita dikasih rezeki cukup biar tidak terjerat riba ngeri riba jaman sekarang mah kebanyakan tidak memiliki etika apa lagi yang mengaku bangga dengan label ojk atau milik negara

      • 29 September 2020 - (01:34 WIB)
        Permalink

        Senasib Pak sama saya,,saya pun korban penipuan,,pemerasan HCI,,masa saya awal2 Agustus sblm jatuh tempo di tgl 25 Agustus 2020 saya ingin melakukan pelunasan di awal udh ngabisin pulsa tlp CS berkali2,,tangan Kiting emailin trs HCI ternyata pelunasan di awal saya waktu mereka hitung di bulan Agustus itu sebesar Rp 27.500.000,00 lebih padahal selama 18bln x angsuran yang sudah saya bayarkan itu di HCI total uang masuk ke HCI itu Rp 25.025.000,00 dari pinjaman pokok saya sebesar Rp 30.000.000,00 Benar2 tertipu saya sama telemarketing HCI yang bilang bunga rendah dan ttp sebesar 2% eh pas saya mau melakukan pelunasan di awal2 Agustus 2020 betapa kaget dan shock nya saya ternyata saya di kenakan bunga 2,58% perbulan udah gitu HCI pake metode Anuitas padahal telemarketing nya waktu penawaran ke saya dulu itu kaga bilang metode Anuitas sgla macam dan hanya bilang bunga rendah dan bisa pelunasan di awal dengan bayar sisa pokok angsuran+1bulan cicilan+admin 150.000,00 tapi ternyata saya di tipu dan di peras HCI waktu saya nlp CS HCI di awal2 Agustus saya betapa kaget nya di kenakan pelunasan sebesar Rp 27.500.000,00 lebih hampir mendekati pokok pinjaman saya Rp 30.000.000,00..pas saya tanya dan dgn marahnya saya itu hitungan dari mana segitu CS HCI bilang udah sesuai hitungan karena saya di kenakan lagi biaya Rp 2.500.000,00 dari program rektur penundaan cicilan saya padahal waktu saya dapat program itu dengan jls CS HCI bilang ke saya bila sy mendapatkan program rektur penundaan cicilan slm 2 bulan saya tidak boleh telat harus tepat waktu trs sprti biasanya saya jdi kreditur HCI slm kurang lebih 4 thn ini dan TDK bilang KLO pelunasan di awal maka sy di kenakan biaya program rektur tsb makanya saya kaget bgt di kenakan biaya di luar kesepakatan di awal bila saya ingin melakukan pelunasan di awal dan kaget serta marah juga ternyata mereka pake metode Anuitas padahal telemarketing kaga bicarakan itu smua di awal dan LBH kaget dan marahnya saya lgi dari Agustus dan September ini saya memang tidak bayar cicilan lagi karena saya marah dan kecewa pelunasan di awal saya mencekik bgt tapi mereka penagih2 HCI 2bln ini neror saya tiap hari weekend pun di teror saya dengan nope berbeda sampe puluhan x dari pagi smpe malam tapi bukannya nlp untuk menyelesaikan sengketa pelunasan di awal saya mlh nlp sy trs untuk nagih cicilan ya saya kaga bayar lah,,lah wong saya mau melunasi di awal malah di tlp nya di tagih cicilan berjalan saya kan kaga ada otak seperti itu dan alhasil karena saya kaga gubris slm 2 bulan ini saya kaga byr2 cicilan lagi datenglah DC wa saya untuk menanyakan pembayara n cicilan saya yg tertunggak 2 bulan ini tapi saya balik serang DC dgn panjang lebar saya jelaskan di wa dan akhir kata si DC ngabarin saya KLO pelunasan di awal saya bulan September ini jadi Rp 32.200.000,00 lebih gila jadi naik Rp 5.000.0000,00 LBH yang mana CS HCI waktu di bulan Agustus pelunasan di angka Rp 27.500.000,00 aja saya kaget,shock dan marah bgt,,ini malah di HCI lewat DC nya ngabarin saya di wa pelunasan di awal saya bulan September ini jadi naik di angka Rp 32.200.000,00 langsung kaga panjang lebar lagi saya bilang ke DC ok jadi niat baik saya yang ingin melunasi di Awal Rp 15.000.000,00 kesanggupan saya di tolak mentah2,,saya bilang jangan salahin saya KLO saya jadi gagal bayar atau kaga bayar 1sen pun dan jangan ancam2 saya apalgi sebar2 data saya,,ngata2in saya penjahat sgla macam ke DC nya karena bukan saya yang jahat tpi pihak HCI yang jahat peras dan nipu saya dan mengabaikan niat baik saya serta menolak pelunasan di awal saya sebesar Rp 15.000.000,00 padahal itu uang saya bela2in ngutang sm saudara saya demi HCI biar saya bisa melunasi HCI secpt mungkin tapi ternyata bnr2 kejam dan jahat HCI bukannya bersyukur KREDITUR TAAT seperti saya di masa pandemi ini yang mana buat makan aja susah TDK seperti dulu2 malah saya DI CEKEK MATI DULUAN,DI PERAS ABIS SAMA HCI,,Alhasil saya nyerah dan kaga sanggup lagi bayar HCI karena uang Rp 15.000.000,00 saya yang saya bela2in ngutang ke sodara saya demi HCI,,saya balikin ke sodara saya dan saya nyerah ke HCI Krn pastinya saya GAGAL BAYAR karena di masa pandemi seperti ini jangan kan buat bayar cicilan perbulan yang berjuta2 buat makan aja susah ya udah saya GAGAL BAYAR aja daripada maksain diri yang ada keluarga saya kelaparan LBH baik saya GAGAL BAYAR toh memang keadaannya seperti ini PANDEMI COVID bikin ekonomi banyak orang bhkan dunia terpuruk jadi saya kaga takut saya hadepin ke depannya karena KEGAGALAN SAYA MEMBAYAR HCI di masa sulit seperti ini,,

        5
        1
          • 1 Oktober 2020 - (20:09 WIB)
            Permalink

            Hahahahaa udah terkenal dia yaa.. jadi artis MK

        • 29 September 2020 - (10:22 WIB)
          Permalink

          Buat mpok @Mau Dwi Retno, itung2an pinjam meminjam di lembaga keuangan gitu beda sama sama mpok ngutang di warung tetangga, jadi sebenarnya HCI nggak salah karena di surat pembaca mpok juga sudah ada yang ngejelasi hitungan di bank atau fintech itu seperti ini:

          Si nasabah pinjam Pokok Hutang (PH) Rp. 30jt selama Tenor 47bln dgn bunga flat per bln nya 2.58% (i). Sehingga total bunga selama kontrak sebesar 121.26%. Sehingga perhitungannya :
          Total Pokok Hutang (PH) = Rp. 30.000.000
          Total Bunga ( Ti) = 121.26%* PH = Rp. 36.378.000
          Total Hutang = PH + Ti = Rp. 66.378.000. Jika dicicil selama 47x maka angsuran per bln nya Rp. 1.412.300 ( blm termasuk ada nya biaya kontrak, admin, dll ).

          Maka, pihak pembiayaan akan membuat tabel history rencana cicilan Rp. 1.412.300 ke 1 sampai ke 47 sperti ini dgn catatan tanpa adanya restrukturisasi/perubahan skema :
          Pokok Hutang 30jt /47 = Rp. 638.300 /bln
          Total bunga 36.278k /47 = Rp. 774.000 /bln.

          Jika si nasabah sudah membayar 18x cicilan dan ingin mempercepat pelunasan nya, maka estimasi hitungan nya :
          Total PH : Rp. 30.000.000
          Pokok Hutang yg sudah dibayarkan = Rp. 638.300 x18 = Rp. 11.489.400. Sehingga sisa Pokok Hutang yg harus dibayarkan sebesar Rp. 18.510.600. Bunga cicilan selanjut ny tidak diperhitungkan lg. Jika ada denda penalty maka liat nominal perhitungan dikontraknya. Minta copy history cicilan nya yaa untuk detail nya.

          Jadi mohon maaf jika salah/ menyinggung. Jika saya baca artikel dan dikomentar. Sperti nya si nasabah salah persepsi mengenai bunga yg ditawarkan. Krn berfikiran bunga nya rendah hanya 2.58% atau sekitar 600-700rb’an dengan miminjam sebesar 30jt tanpa diperhitungkan total keseluruhan bunga nya. Sehingga kaget uang yg sudah disetor seolah tidak mengurangi pokok hutang.

          Nah coba mpok itung ulang lagi, tapi jangan pake cara mbok ngutang di warung sebelah lagi hehe

          • 29 September 2020 - (23:06 WIB)
            Permalink

            Hadehhhh bang @nicko sok tau ahhh saya ini ambil jurusan akuntansi pastinya saya udh khatam hitung2an,,,apalgi hitung2an masalah duit paling khatam saya,,berarti situ kaga nyimak,,,skr masuk logika kaga HCI minta pelunasan saya di bulan Agustus yang mana masuk bulan ke 19 saya mau melakukan pelunasan di kenakan 27.500.000,00 lebih dan skr di bulan September dahsyat naik nya jdi 32.200.000,00 lebih…itu saya hitung bolak balik pake rumus apa aja kaga ketemu hitungan HCI LiNtah darat itu sebesar itu….saya pun kaga bego lah masalah hitungan,,makanya yang saya permasalahkan itu HITUNGAN GILA HCI sama PENAWARAN AWAL HCI yang kaga sesuai dan apalgi pake sistem bunga dgn metode Anuitas padahal di awal penawaran kaga ada omongan2 sprti itu yg di sampaikan ke saya,,dan ini sudah termasuk saya korban dari penipuan dan pemerasan HCI

          • 30 September 2020 - (05:39 WIB)
            Permalink

            Lebih enak dibacanya daripada itungan saya. Semoga pada ngerti deh… Karena banyakan mikirnya pokok hutang dibagi periode dulu, baru dikalikan bunga per bulan… Ya saya dulu mikirnya gini juga bertahun² pake kredivo. Cs ditanya juga ga mau buka hitungannya. Artinya kan mesti itung² utak atik sendiri

        • 7 Oktober 2020 - (20:02 WIB)
          Permalink

          Setuju @mau dwi retno. Saya jga Korban penipuan Telemarketing HCI…Manis di awal pahit di akhir. Saya jga sdh Pasang badan untuk galbay di HCI Pinjam 8,8 juta 35x sdh bayar 22x 519.000 total 11,4 juta masih ada sisi 6 jutaan lagi LUAR BIASA HCI.. Bunganya 100% salam 3 thn. #GalBay HCI

          • 22 Oktober 2020 - (11:27 WIB)
            Permalink

            Mba @Lina sampe sekarang kaga ada penyelesaian mba,,,padahal dri awal Agustus dan bulan September terakhir saya komunikasi dari A – Z pokoknya sampe berbusa nie mulut ttp HCI kaga bergeming kaga mau nurunin angka pelunasan saya,,mereka masih kekeuh di angka pelunasan yg gila2an itu dan dari saya minta baik2 sama mohon2 sampe Kiting tangan sampe pulsa terkuras percuma dianggap angin lalu yang ada bukan penyelesaian yg saya dapatkan tapi malah Tim penagihannya yang getol tiap hari puluhan x dari pagi sampe malam nlpin saya,,dan klrga saya tapi saya udh ceritakan smua ke keluarga saya dari a-z,,keluarga saya ngerti bukannya saya kaga mau bayar tapi memang dari pihak HCI yang seperti tidak punya hati dan perikemanusiaan mencek nasabahnya jadi saya udah bilang juga KLO mereka neror atau pun sampe DTG ke rumah jangan takut biar saya yang hadapi dan ngomong langsung karena saya ada bukti smua baik email,,wa ataupun rekaman di hape saya KLO saya sudah punya niatan baik untuk melunasi dari bulan Agustus tapi HCI tidak bergeming untuk menurunkan angka pelunasan saya makanya dari bulan Agustus smpe bulan ini saya tidak bayarkan sampe HCI mau menurunkan angka pelunasan saya di angka yang wajar atau sampe HCI kasih saya keringanan mengingat masih sikon pandemi gini seharusnya HCI bersyukur ada niatan baik kreditur mau melunasi diawal bukan nya di ringanin malah DICEKEK MATI..intinya saya mah niat bayar lunas bukan lari dari hutang tapi memang dari pihak HCI yang blm kasih penyelesaian yang berarti jadi saya 3 bulan ini kaga bayar sampe ada titik temu nya

        • 22 Oktober 2020 - (11:19 WIB)
          Permalink

          Bu apakah ada kelanjutan dari Pihak HCI saya juga kasusnya sama sprti ibu, sprtinya mengadu ke ojk gak ada artinya saya kirim email dari bulan lalu tidak ada respon. hci kebal sama ojk sepertinya

          • 22 Oktober 2020 - (11:37 WIB)
            Permalink

            Iya mba @Lina memang HCI ataupun pinjol lainnya baik legal maupun ilegal pasti kebal hukum karena belum ada UU yang mengikat mereka paling cuman sangsi administrasi doank atau peringatan doank dan kita pun sebagai kreditur tidak ada sangsi pidananya mba KLO kita gagal bayar atau pun kaga mampu bayar lagi dan tidak ada yang namanya sita asset itu kaga boleh juga,,paling cuman BI CEKING kita aja yang jelek,,,dan ada sangsi pidananya bila dalam penagihan kita di ancam2,,dihina2 bhkan disebar data kita yang enggak2 sampe2 maaf2 KLO ada unsur SARA,,PORNOGRAFI dll itu tim penagih atau DC bisa di pidana dgn pasal berlapis UU ITE dan juga KLO ada unsur porno nya kena juga dia pasal pornografi dll jadi skr saya sdkt santai dan lega karena udh mulai tau smua nya

        • 22 Oktober 2020 - (12:13 WIB)
          Permalink

          Viralkan mba di instagram banyak juga yang negluh di instagtam mengenai homecredit kasusnya sprti mba dan saya ada yang langsung mention ke ojk

          • 22 Oktober 2020 - (12:23 WIB)
            Permalink

            Mba @Lina Klo saya langsung lapor OJK langsung via WA dari A-Z sudah sy ceritain smua kaga ada kurang sedikitpun dan udah di kasih form nya OJK lewat email saya juga buat isi data tapi sampe skr blm saya isi karena saya pengen tau dulu penyelesaian dari HCI..

  • 28 September 2020 - (19:10 WIB)
    Permalink

    Hci menerapkan bunga sdh melebihi rentenir dan tidak sesuai aturan ojk, viralkan dan jgn di bayar

    2
    1
  • 28 September 2020 - (23:32 WIB)
    Permalink

    Hitungnya salah mas, kurang lebihnya gini ya

    Pokok pinjaman 25,000
    Admin 1% itu 250

    Hitung 25,250 x 2.49% per bulan x 36 bulan
    Hasilnya 22,634.1 (bunga saja)

    Total pinjaman 25,250 + 22,634.1
    Hasilnya 47,634.1

    Waktu pinjaman 47,634.1 selama 36 bulan
    Maka per bulan kena 1,323.17

    Plus asuransi bulanan 50
    Final bayar bulanan 1,373.17

    Ya 1,373,170 beti² sama tagihan yang terbit

    Lebih jeli aja cara hitungnya sebelum peminjaman. Flat x% itu kalikan xx bulan, tambahkan pokok, baru bagi lagi xx bulan

    HCI nya gak salah hitung kok

    1
    2
    • 29 September 2020 - (22:56 WIB)
      Permalink

      Iya penulis salah cara ngitungnya.

      Tapi mas nya juga salah nangkep problemnya. Bukan nominal tagihan bulanan yg jadi masalah om, tapi masalahnya udah angsur 10x knapa pokok hutang masih 22juta

      Idealnya sisa hutang tinggal 18 jutaan

      Disini “rese” nya HCI, ga transparan soal komposisi pokok hutang dan bunga yang diangsur

  • 29 September 2020 - (15:19 WIB)
    Permalink

    Saya aja yg cuman12jt selama 35bln udah bayar 22 kali mau pelunasan yg harus saya bayar 9jt lebih. Gila ya. Kemana aja yg selama ini aq bayar

  • 1 Oktober 2020 - (01:42 WIB)
    Permalink

    Ya begitulah …HCI itu lintah darat isinya..saya juga korban dari rayuan marketing yg menjanjikan pelunasan di awal ga ada denda dan bunga..skrng dlm kondisi b3gini mereka masih saja sibuk meneror dengan sadis dan biadab..coba tlng di share ke akun media sosial bang hotman paris agar bisa di bawa k3 kopi jony

  • 1 Oktober 2020 - (13:08 WIB)
    Permalink

    Sy pinjam 24.800.000
    Angsuran 1.178.100 x 47, jml total 55.370.700,
    Klo seperti ini jd 100% lebih kan, gila bgt HCI

    • 1 Oktober 2020 - (20:20 WIB)
      Permalink

      Bunga 2,49% mah udah disebutin dari awal pas ditawarin om. Kalo dikali 47 ya emang lebih dari 100%.

      Ini mah HCI kaga salah, om nya aja kali yg ga nyimak 😅

  • 1 Oktober 2020 - (14:49 WIB)
    Permalink

    saya ingin bertanya, adakah dsini yang tau cara menghitung bunga dengan sistem anuitas? dan apakah jika menggunakan sistem anuitas, perbulan yang harus kita bayarkan harus bunganya yang lebih besar?

  • 6 Oktober 2020 - (04:44 WIB)
    Permalink

    Di masa Covid nampak instansi2 layanan keuangan dan kredit barang konsumsi yang mana saja berdasarkan pengalaman pribadi saya untuk diberi penilaian. Saya suka isi survey online tentang pendapat konsumen atas layanan instansi2 tsb.Dan tentu saja akan saya jawab dengan jujur dan sesuai pengalaman saya. Untuk HC , saya akan isi di rating yang rendah dibanding beberapa layanan yang memang pro rakyat terutama di masa pandemi. Saya saat ini pengguna HC utk cicilan barang electronic, menurut sy sdh lunas ( 6 kali) tapi di hitung oleh HC 7 kali cicilan. Dengan alasan, 6 kali apabila pembayaran tepat, Masa di saat Covid tdk ada toleransi , toh pernah telatnya tidak sampai lewat bulan, pernah telat sekitar 5 s/ d 8 hari saja, itupun krn terdampak covid. Gpp sy bayar hitungan cicilan ke 7 nya ( terakhir) , tidak lewat tgl 10 Okt ini dan itupun masih ditambah denda . Hanya, maaf nanti saat saya isi survey produk , HC akan saya nilai di rating terendah dibanding beberapa produk layanan yg sejenis . Dari pengalaman saya sebagai konsumen, saya sudah mengantongi instansi2 mana saja yang layak di acungi jempol dan mana saja yg diberi jempol terbalik di saat pandemi ini.

 Apa Komentar Anda mengenai Home Credit Indonesia?

Ada 52 komentar sampai saat ini..

Pelunasan Awal Home Credit Indonesia Tidak Sesuai Kesepakatan, Bunga y…

oleh charter durandt dibaca dalam: 1 min
52