Penyalahgunaan Data Nasabah dalam Penagihan Rupiah Cepat

Beberapa minggu yang lalu saya melakukan pinjaman ke PT KUFI melalui aplikasi Rupiah Cepat. Pinjaman pertama saya selesai dan saya melakukan pinjaman lagi. Kali ini saya telat bayar. Saya sangat mengerti dan paham konsekuensi telat bayar dan saya sudah memberitahu pihak PT KUFI atas keterlambatan bayar saya.

Yang membuat saya tidak nyaman dan cenderung terganggu juga, saya merasa data saya telah disalahgunakan oleh oknum staf PT KUFI. Pihak penagih mengancam dan menagih seperti preman. Saya sangat tidak nyaman dengan hal ini

preman penagih
Screenshot pihak penagih

Saya berharap kepada PT KUFI, lebih khususnya OJK untuk lebih jeli lagi dalam penerbitan izin fintech yang akhir-akhir ini menjamur.

Dedi Purwoko
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Rupiah Cepat:
[Total:14    Rata-Rata: 1.5/5]
Tanggapan Rupiah Cepat atas Surat Sdr Dedi Purwoko

Sebelumnya kami dari Rupiah Cepat mengucapkan terimakasih, dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami telah melakukan pemeriksaan atas keluhan yang disampaikan...
Baca Selengkapnya

Loading...

5 komentar untuk “Penyalahgunaan Data Nasabah dalam Penagihan Rupiah Cepat

    • 29 September 2020 - (18:04 WIB)
      Permalink

      Tuh link “Kirim Surat” di kiri atas.
      Jangan lupa, kasih gambar2 terkait sebagai bukti keluhan.
      Jangan lupa juga, surat2 yang dimasukkan tidak otomatis langsung tampil (emangnya komen di sosmed…) tapi diperiksa (dimoderasi) dulu sama admin.

  • 1 Oktober 2020 - (09:02 WIB)
    Permalink

    Jangankan telat bbrp hari, pas tanggal jatoh tempo nya aja di telponin/di whatsapp harus bayar hari itu ditunggu sampe jam sekian..

  • 9 Oktober 2020 - (20:23 WIB)
    Permalink

    Bukankah anda sudah tau konsekuensi kalo telat bayar? Ya inilah salah satu konsekuensinya.

 Apa Komentar Anda mengenai Rupiah Cepat?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Penyalahgunaan Data Nasabah dalam Penagihan Rupiah Cepat

oleh dedi poerwoko dibaca dalam: <1 min
5