Lazada Memblokir Akun dan Menuduh Kami Melakukan Penipuan

Saya adalah seller Lazada dengan ID ID67X6XMF7, dengan nama Toko Jolanda, yang baru bergabung jualan di Lazada sejak bulan Maret. Pada bulan Juli selama 2 minggu saya melakukan promo free ongkir untuk semua produk di toko saya.

Pada akhir bulan 7, karena ada peningkatan penjualan 70 – 100 bungkus/hari, saya mengakhiri promo free ongkir karena merasa tidak menguntungkan. Selama awal bulan 8 tanpa free ongkir penjualan saya di Lazada cukup bagus.

Pada tanggal 10 Agustus 2020 saya dapat tagihan untuk promo free ongkir dari Lazada untuk pengiriman ke daerah Papua sebanyak Rp46.529.000, untuk penjualan barang sebanyak 9 pcs total Rp200.300, dengan berat barang masing2 100 gram/pcs.


Pada waktu itu saya langsung meminta konfirmasi Lazada via live chat seller center Lazada

Saya kaget dengan tagihan Rp46.529.000 karena semua penjualan kami akan terpotong secara otomatis. Selama 2 minggu menunggu tim Lazada untuk pengecekan tim terkait masalah ini. Penjualan saya selama itu juga tidak dibayar karena otomatis terpotong dalam tagihan. Penjualan itu kurang lebih ada Rp20.000.000 lebih. Bagi kami uang segitu sangat berarti bagi kami, karena semua modal dan uang perputaran ditahan sepihak oleh Lazada.

Pada tanggal 21-8-2020 kami kaget karena akun seller center kami dinonaktifkan oleh pihak Lazada dan dikenakan penalti 48 poin karena terindikasi penipuan. Kami langsung banding dan tanya penipuan apa yang telah kami lakukan? Tapi sampai hari ini tim Lazada tidak menjelaskan penipuan yang telah kami lakukan dan semua uang penjualan kami ditahan pihak Lazada.

Di mana letak hati nurani kalian wahai tim Lazada yang seenaknya memvonis orang melakukan penipuan karena klaim balik ongkir yang salah?

Selama 1 bulan menunggu saya menunggu kejelasan uang penjualan kami dan sampai hari ini juga tidak ada email balasan dari tim Lazada.

Mereka seolah tidak mau tahu masalah ini. Padahal mereka perusahaan besar pasti ada data mengenai pengiriman barang itu dan tidak serta merta memblokir akun kami dan menuduh kami melakukan penipuan.

Sekian surat dari saya semoga surat ini bisa dibaca oleh Tim Lazada yang punya hati nurani untuk mengembalikan uang penjualan kami, karena sangat tidak masuk akal barang seberat 1,09 Kg dikenakan ongkir Rp46.529.000, sedangkan penjualan hanya Rp200.300.

Lim Jiu Liong
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Jualan di Lazada:
[Total:43    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan Lazada Indonesia atas Surat Pembaca Bapak Lim Jiu Liong

Redaksi yang terhormat, Menanggapi surat pembaca di Media Konsumen tertanggal 30 September 2020 mengenai “Lazada Memblokir Akun dan Menuduh Kami...
Baca Selengkapnya

Loading...

28 komentar untuk “Lazada Memblokir Akun dan Menuduh Kami Melakukan Penipuan

  • 30 September 2020 - (08:42 WIB)
    Permalink

    Selama ini saya pikir promo free ongkir itu ditanggung marketplace, yg diambil dari fee seller premium.

    Setahu saya di marketplace lain ada maksimal free ongkir untuk setiap pesanan, biasanya antara 5 ribu -20 ribu. Gila aja sih kalo seller harus nanggung free ongkir 46 juta. 😱

    • 30 September 2020 - (19:52 WIB)
      Permalink

      Kalo itu promo dari market place nya sendiri,,tapi kalo kita pribadi yg mengadakan promo free ongkir semua di tanggung seller.dan wakar sih coba aja di hitung 100 paket/hari×14 hari,karena lazada menagih per14 hari,dan free omgkir ke semua wilayah di indonesia.

      1
      1
      • 30 September 2020 - (20:30 WIB)
        Permalink

        Coba dilihat lagi screenshotnya gan, 46 juta itu ongkir untuk 1 transaksi/nomor pesanan.

    • 30 September 2020 - (22:21 WIB)
      Permalink

      Aaah, kupikir salah baca. Ternyata, barang seharga 200K ongkir ya 46Jeti. (ekspresi melotot). Bagaimana Lazada? Jangan jangan staff anda salah ketik.

  • 30 September 2020 - (10:08 WIB)
    Permalink

    bah, macam mana pula lazada ini.
    harga barang cuma 200 ribu, ongkir nya 46 juta. coba kau perbaiki aplikasi kau itu. logika darimana pula bisa gitu. jangan suka-suka kau buat aturan sama rakyat kecil.

    • 30 September 2020 - (19:56 WIB)
      Permalink

      Itu wajar sih 100paket/hari×14 hari,karena preiode penagihan lazada 14 hari,sedangkan free ongkir ke semua wialayah indonesia
      Kenapa ga di buat promo potongan ongkir saja kalo misal yg order di luar pulau jawa.krn ekspedisi setau sya,walau berat barang gak sampe 1kg,,tpi untuk ongkir ttp di hitung 1kg,batas minimum.

    • 3 Oktober 2020 - (22:41 WIB)
      Permalink

      SEBAGAI Respon dari Komplain Kaka di Media KONSUMEN.
      Kemarin 2 Oktober – LAZADA LANGSUNG MENGELUARKAN SEGUDANG PERATURAN BARU S&K BAGI PARA SELLER.

      Mohon SHARE VIRAL
      TIDAK BERPENGARUH bagi LAZADA.

      Kami Lazada Market Place online shop TERBESAR ke 4 di Indonesia.

      Biaya operasional market place pastinya AMAT Besar. Ikan di Berbagai Media Sosial Ternama dengan total Budget Miliaran Perbulan.

      Biaya subsidi Kurir LEX Lazada Express .
      Biaya Operasional Perusahaan dengan seluruh karyawan LAZADA

      sedangkan Biaya Layanan pemotongan SELLER TERLALU KECIL 1% Bagaimana mungkin Bisa Mengembangkan Perusahaan LAZADA , kalau pemasukan sedikit., Pengeluaran Besar.

      Anggaplah PRODUK PRODUK SELLER yang “DIKATAKAN HILANG ” tanpa GANTI RUGI.
      dan PEMOTONGAN ANEKA Macam BIAYA BIAYA Kepada Seller SESUKA HATI LAZADA = adalah bentuk DONASI SPONSOR bagi Perkembangan Perusahaan LAZADA.

  • 30 September 2020 - (12:33 WIB)
    Permalink

    Saya pelanggan lazada juga di blokir untuk sistem pembayaran di tempat , jadi di harus kan tranfer.

    Saya pilih pembayaran di tempat saja barang masih saja tidak sesuai dengan yg di tampilkan

    Saya beli kulot yg di kirim topi , beli lagi T-shirt dewasa yg datang t-shirt anak2, beli lagi bantal sofa uk 70 x 70 yang dtg UK 40 x 40 otomatis kami tdk mau trima ,jalan satunya di Suruh retur ,waduh kalo cara retur 2 mending tdk usah jualan.

    Pesanan kulot d kirim topi saya trima saja, bgitu juga yg t-shirt juga sy trima

    Yang terakhir sofa bantal sy tdk mau trima lsg sy kembalikan ke pengirim.

    Mohon lazada yg cermat bukan kami faktor kesalahan tapi di pihak lazada dan seller nya.

    Terima kasih

  • 30 September 2020 - (12:34 WIB)
    Permalink

    Kemarin ada surat tentang marketplace T, beberapa yang komen ngomong: memang keterlaluan marketplace T ini gara2 bla bla bla, abcde, xyz; saya sudah kapok di sini, ke mana2 mending marketplace B atau S atau L.

    Gak lama kemudian ada surat tentang marketplace B, komennya mirip2, cuma diputer aja nama marketplace-nya, B diganti nama yang lain.

    Menyusul kemudian surat tentang marketplace S.
    Lah, sekarang giliran marketplace yang 1 lagi LOL.

    Semua benang merahnya sama:
    1. keputusan mutlak dari marketplace (dengan kata2 sakti: melanggar s & k)
    2. tidak ada detil yang jelas, sehingga user kesulitan untuk menerangkan duduk perkaranya ataupun memberikan bukti untuk menyanggah.
    3. BERJALAN LAMA tanpa ada solusi yang fair untuk user, bahkan sering x tidak lagi ada reply/respon dari marketplace (case closed) padahal user terus bertanya/menanyakan, sehingga AKHIRNYA USER TULIS SURAT KE MK.
    4. BARULAH KEMUDIAN marketplace ter-gopoh2 kasih tanggapan (termasuk menjelaskan hal2 yang *dulunya* tidak mau/bersedia/mampu menjelaskan); SEBAGIAN KASUS mungkin memang benar user yang salah, tapi sebagian lagi akhirnya marketplace yang “mengaku salah.”

    Intinya memang semua marketplace online itu *sama aja,* yaitu: bikin peraturan sendiri (yang tidak fair/seimbang antara hak/kewajiban user vs korporasi), semau sendiri (menempatkan keamanan/kepentingan/keuntungan korporasi di atas keamanan/kepentingan/keuntungan user), dianggap mutlak sendiri (user masuk ke sini = setuju bahwa korporasi punya otoritas mutlak, termasuk ngasih keputusan “semau sendiri” tanpa perlu ngasih bukti & alasan, tanpa kewajiban memberikan kesempatan banding, termasuk juga menyediakan kanal CS resmi yang “seadanya” & mayoritas cuma mampu copas template).
    Semua marketplace mirip2 seperti di atas kondisinya. BEDANYA cuma di implementasinya: ada yang fanatik sistem, ada yang tracking-nya kurang canggih jadi barang bisa 5 detik nyampe & dianggap sah, ada yang *secara pandangan umum* dianggap tuti nya lebih banyak daripada di tempat lain, ada yang CS nya lebih lola daripada yang lain (tapi sebetulnya pada hakikatnya hasil akhirnya toh mirip2 aja, mau lola ataupun tidak) dll.

    User yang kepentok di marketplace A, kemungkinan besar cuma ada 2 kemungkinan: (1) memang gaya online shopping-nya gak cocok/kompatibel dengan A (misalnya yang sering kena “kesamaan data,” pasti lebih cocok ke marketplace sebelah); atau (2) memang pas “apes” aja (misalnya: pas apes/ceroboh sehingga kena tipu di marketplace A, sementara CS gak responsif, lalu merasa kok A ini jelek & gak secure bener).
    Anda pindah ke marketplace B, yakinlah bahwa bukan berarti “B lebih mengerti Anda” ataupun “B lebih baik hati daripada A.”
    Itu cuma pas2 an aja, karena sesungguhnya aturan2nya (“buku suci” nya) isinya mirip2, yaitu: pokoknya kepentingan & keamanan & keuntungan korporasi di atas user.

    Kenapa “buku suci” bisnis online harus melalui 4 langkah di atas itu?
    Kenapa tidak dimaksimalkan saja di 2 langkah pertama?
    Karena merepotkan korporasi?
    Demi mengandalkan “siapa tahu user malas melangkah ke langkah nomor 3 & 4, jadi kan korporasi pasti 100% tidak dirugikan, peduli amat dengan user beneran salah/tidak”?

    Kondisi yang begini ini, tidak merasa perlu untuk ada perubahan/perbaikan?

  • 30 September 2020 - (13:26 WIB)
    Permalink

    kalo menurut kacamata saya sebagai seller lazada 7 tahun
    saya kutip bait di bawah
    <<<>>>>

    Coba saya pakai hitungan kasar
    100 order/hari X 14 = 1400 order
    misalkan promo free ongkir ratarata biaya 35.000 per paket
    maka 1400×35.000= 49.000.000
    jadi masuk di akal kalo di tagih segitu, karena seller mengaktifkan promo free ongkir ke semua wilayah tanpa batasan. Saat ini lazada harus bayar ke pihak ekspedisi sebesar 46 jt sedangkan dana seller yang ditahan sebesar 20jt,

    Saya kutip kembali
    <<<<>.
    >
    ini sepertinya salah baca data, logika sederhananya bahwa 1 hari ada 100 order maka itu lah yang harus ditanggung seller jika promo nya 2 minggu makan 1.400 order, untuk penagihannya bisa beberapa periode karena juga kan nyampe paketnya tidak sama

    1
    1
    • 30 September 2020 - (13:30 WIB)
      Permalink

      kutip 1
      Pada bulan Juli selama 2 minggu saya melakukan promo free ongkir untuk semua produk di toko saya.
      Pada akhir bulan 7, karena ada peningkatan penjualan 70 – 100 bungkus/hari
      kutip 2
      Pada tanggal 10 Agustus 2020 saya dapat tagihan untuk promo free ongkir dari Lazada untuk pengiriman ke daerah Papua sebanyak Rp46.529.000, untuk penjualan barang sebanyak 9 pcs total Rp200.300, dengan berat barang masing2 100 gram/pcs.

      • 30 September 2020 - (22:18 WIB)
        Permalink

        ini pakai kurir ekpedisi apa ya kak soalnya kalau mengikuti alur cerita gk terlalu jelas dan apakah memakai kurir on demand kah ( yang dimana harga ekpedisi sdh di cantumkan ke nilai brgnya kemudian di buat discount free ongkir ) yg diluar pihak lazada atau kah membuat free ongkir sendiri yang dimana bukan dari aplikasi nya lazada apa bila dari pihak lazada free ongkir itu hanya potongan saja gk berlaku ke semua wilayah indonesia

    • 30 September 2020 - (13:48 WIB)
      Permalink

      siang kak….kakak salah liat…di dalam surat itu saya ada capture transaksi pembelian langganan sebanyak 9 pcs total Rp 200.300 dengan total tagihan ongkir 46juta dan bukan akumulasi semua transaksi….karena tagihan free ongkir yang sebelum nya sudah tertagih….sistem lazada tagihan free ongkir / pembelian dan bukan di hitung total transaksi….kecuali kalau kita liat nya di laporan keuangan itu beda lagi….terima kasih

    • 30 September 2020 - (22:33 WIB)
      Permalink

      Katanya Seller, kok ngutip Sembarangan lalu analisa?
      Lihat tuh gambar yang disertakan dan berlingkaran merah, yang penjelasannya tercetak tebal.

      • 1 Oktober 2020 - (05:32 WIB)
        Permalink

        makasih kak….iya pdhal sudah jelas ada foto di sertai lingkaran…itu transaksi pembelian 1 orang dengan total barang 9 pcs nominal Rp 200.300

  • 30 September 2020 - (13:45 WIB)
    Permalink

    Saya juga jualan di Lazada, sistem COD diaktifkan. Banyak buyer iseng di Lazada. Pernah dapet order dari Papua tapi diretur. Kasus lain saya kirim barang sudah sesuai tapi diretur juga (paket sudah dibuka), alamat ngaco / ga lengkap, dll. Pokoknya rugi aktifin sistem COD di Lazada.

  • 30 September 2020 - (22:09 WIB)
    Permalink

    STOP RATING BINTANG SATU App seller lazada.
    Rating app shopee Bintang 4.7
    Rating app Toped 4.8
    Rating app BUKALAPAK 4.7
    Rating app SELLER LAZADA 3.4
    ??? ???

    Ratusan seller yang DIRUGIKAN LAZADA bisa di baca di google app seller lazada.

    Keluhan seller lazada di rating app
    Q:1. Pembayaran ditahan selama satu Minggu. Selama Dana milik seller di tangan lazada – bisa DIPOTONG SESUKA SUKA NYA oleh lazada ??
    A: Lazada memerlukan DANA PINJAMAN untuk operasional – pinjam dari seluruh seller satu Minggu penting untuk cashflow perusahaan. Hanya beberapa Ratus Miliar tidak perlu di besar besarkan ??

    Tidak bersedia Dipotong silahkan NAIK BANDING.

    Q:MANAJEMEN Pada Ekspedisi LEX BURUK. Banyak GAGAL KIRIM COD yang HILANG tanpa di GANTI.
    A: HARAP seller pantau Baik Baik Paket Jualan mu satu persatu.
    Kalau tidak sanggup pantau paket satu persatu – ya anggap sebagai amal kalau hilang.
    karena kamipun lazada memiliki keterbatasan team tidak bisa memantau seluruh transaksi ya.

    Q: lazada tidak menyediakan nomor telpon CS untuk membantu penyelesaian problem seller.??
    A: Kami lazada sudah menyediakan LIVE CHAT PSC bagi para seller. membantu Menampung Keluhan dan masalah .

    Q : pengiriman LEX DROPPOINT Lazada expres memakai kerjasama 3PL dengan NINJA , JNE . LAMBAT di gudang LEX. kenapa tidak langsung DIBUKA seller agar langsung kirim ke agen Ninja ,
    Agen JNE tidak perlu droppoint LEX ?
    A: kami lazada kesulitan Memantau Aneka Macam kejadian Transaksi Pengiriman – kalau seller langsung DIRECT ke partner 3PL Ninja , JNE
    komisi pengiriman dari pihak 3PL – akan Langsung Diberikan MASUK ke Lazada bukan untuk seller.

    Demikian mohon pengertiannya dan seller STOP MEMBERI BINTANG SATU App seller lazada.

  • 1 Oktober 2020 - (23:55 WIB)
    Permalink

    wkwkw…jgn percaya dah dgn lazada saya pernah kerja dilazada… lazada g peduli setiap masalah tentang uang refund penipuan atao apalah… yg penting bagi lazada pemasukan jalan trus

    • 2 Oktober 2020 - (09:58 WIB)
      Permalink

      siang kak…sehari sejak di posting berita ini..pihak lazada tlp dan akan di bicara kan sama manajer mereka…tapi besok nya dari lazada tlp…katanya tetap di kenain ongkir RP 46juta…..mereka tidak mau tahu…mereka tidak mau mendengar kan….dimana lagi keadilaaan…..kalau memang itu kesalahan kita….ok tpi masuk di akal ga sich barang 9 pcs total penjualan Rp 200.300 di kenain ongkir RP 46juta……ohh lazada…engkau perusahaaan besar…..memberlakukan seller seperti kami jadi bangkrut

      • 3 Oktober 2020 - (22:31 WIB)
        Permalink

        SEBAGAI Respon dari Komplain Kaka di Media KONSUMEN.
        Kemarin 2 Oktober – LAZADA LANGSUNG MENGELUARKAN SEGUDANG PERATURAN BARU S&K BAGI PARA SELLER.

        Kami Lazada Market Place online shop TERBESAR ke 4 di Indonesia.

        Biaya operasional market place pastinya AMAT Besar. Ikan di Berbagai Media Sosial Ternama dengan total Budget Miliaran Perbulan.

        Biaya subsidi Kurir LEX Lazada Express .
        Biaya Operasional Perusahaan dengan seluruh karyawan LAZADA

        sedangkan Biaya Layanan pemotongan SELLER TERLALU KECIL 1% Bagaimana mungkin Bisa Mengembangkan Perusahaan LAZADA , kalau pemasukan sedikit., Pengeluaran Besar.

        Anggaplah PRODUK PRODUK SELLER yang “DIKATAKAN HILANG ” tanpa GANTI RUGI.
        dan PEMOTONGAN ANEKA Macam BIAYA BIAYA Kepada Seller SESUKA HATI LAZADA = adalah bentuk DONASI SPONSOR bagi Perkembangan Perusahaan LAZADA.

        SALAM BINTANG MINUS BAGI LAZADA

  • 9 Oktober 2020 - (08:20 WIB)
    Permalink

    Nah lo, ternyata penjual yang salah input berat sendiri..
    https://mediakonsumen.com/2020/10/07/tanggapan/tanggapan-lazada-indonesia-atas-surat-pembaca-bapak-lim-jiu-liong
    Untung engga dibawa ke ranah hukum atas tuduhan pencemaran nama baik, haha…

    Sebagai informasi tambahan, beberapa marketplace menggunakan satuan berat yang berbeda dalam SELLER CENTER mereka, mungkin penjual tersebut mengira input dilakukan dalam GRAM, misal 1000 Gram adalah 1Kg, penjual malah memasukkan 1000 yang menjadikan berat 1000KG, bisa menjadi pelajaran bagi semua SELLER di Lazada termasuk kami..
    https://www.lazada.co.id/shop/xplod-clothing/

 Apa Komentar Anda mengenai Jualan di Lazada?

Ada 28 komentar sampai saat ini..

Lazada Memblokir Akun dan Menuduh Kami Melakukan Penipuan

oleh Ainsley dibaca dalam: 1 min
28